Warga Aek Tolang Minta Jalinsum Sibolga-Psp Diperbaiki

METROSIANTAR.com, TAPTENG – Sejumlah warga di Desa Aek Tolang, Kecamatan Pinangsori, Tapteng meminta agar Jalinsum Sibolga-Padangsidimpuan yang rusak diperbaiki. Pasalnya, seluruh badan jalan tersebut kini kondisinya semakin memprihatinkan.

Erikson (35), salah seorang supir angkutan umum yang setiap hari melintas dari lokasi tersebut, Sabtu (23/8) mengatakan, kerusakan jalan tersebut sudah berlangsung cukup lama. Namun, sampai saat ini instansi terkait belum pernah melakukan perbaikan.

“Kondisi jalan ini sudah bertahun-tahun rusak dan belum juga diperbaiki. Akibatnya, ketika melintas dari lokasi tersebut harus berhati-hati. Kalau tidak, bisa celaka, sebab lubang jalan ada dimana-mana,” terangnya.

Menurutnya, jalan lintas tersebut merupakan jalan yang selalu dilintasi ratusan kendaraan setiap hari. Namun tampaknya pihak terkait belum serius untuk menangani kondisi jalan tersebut.

Sehingga beberapa kendaraan yang melalui daerah tersebut selalu kewalahan jika melintasinya.
“Ratusan kendaraan setiap hari melintas dari sini.

Namun, sepertinya dinas terkait belum serius untuk melakukan perbaikan jalan, ya salah satunya di daerah ini. Akibatnya, setiap kendaraan yang melintas selalu kewalahan. Apalagi bila hujan turun, lubang-lubang jalan tersebut sering tidak terlihat karena tergenang air,” paparnya.

Hal senada disampaikan P Hutabarat (47) yang juga merupakan warga Desa Aek Tolang, Kecamatan Pinangsori, Tapteng. Menurutnya, jalan di daerah mereka tersebut kondisinya sudah rusak parah sejak beberapa tahun lalu.

“Seperti ini lah kondisi jalan lintas di sekitar daerah kami sejak beberapa tahun lalu. Setiap kali hujan turun, semua lubang-lubang di jalan ini akan tergenang air. Kalau pun mau melewati jalan ini, ya harus hati-hati lah. Kalau tidak, bisa-bisa turun perut atau celaka,” sebutnya.

Ia berharap agar agar Pemkab Tapteng maupun instansi terkait segera membenahi jalan lintas Sibolga-Psp tersebut. Itu demi kenyamanan para pengguna jalan.

“Kami sangat berharap agar instansi terkait segera memperbaiki jalan ini. Itu semua demi kenyamanan dan keselamatan para pengendara yang setiap hari melintas dari sini,” harapnya.

Perbaiki Jalan SM Raja Barus
Sementara itu, Kondisi Jalan SM Raja Simpang Empat, Desa Padang Masiang, Kecamatan Barus, Tapteng saat ini sangat memperihatinkan. Seluruh badan jalan rusak dan tergenang air membuta mirip kubangan kerbau.

Warga sekitar, Parningotan Sihombing (37) mengatakan jalan lintas warga tersebut sangat tidak layak lagi untuk dilalui. Sebab, seluruh badan jalan berlubang dan becek. Terutama jika hujan turun. “Sulit sekali lewat dari sini. Apalagi kalau hujan, kita sulit melintasinya, kalau tidak hati-hati kita akan terperosok,” ucapnya.

Lebih jauh diterangkan Parnigotan, Jalan SM Raja tersebut sudah sekira dua tahun tidak ada perbaikan. Padahal sudah banyak warga atau penguna jalan terjatuh, akibat lubang jalan yang tidak kelihatan dan berukuran besar itu.

“Kurang lebih jalan ini sudah dua tahun tidak diperbaiki. Sehingga semakin hari semakin memprihatinkan,” bebernya.

Halomoan Situmorang yang juga warga sekitar menyayangkan sikap intansi terkait yang diduga tidak peduli dengan kondisi di pedesaan terpencil. Padahal, jalan yang sering mereka lalu itu sudah sangat parah.

“Sudah sangat lama jalan ini tidak ada perbaikan. Kasihan warga yang sering melintasi jalan rusak ini. Apa tidak ada lagi kepedulian terhadap desa terpencil seperti ini,”cetusnya.

Halomoan berharap Pemkab Tapteng segera memperbaiki jalan tersebut, agar warga bisa merasa nyaman melintasinya. “Kami sangat berterima kaih apabila jalan ini diperbaiki. Bagi pengendara bisa nyaman melintas. Sehingga mengurangi kegelisahan masyarakat tentang banyaknya jalan rusak di Desa Padang Masiang,” tandasnya. (dh/as)

Truk Bermuatan Kakao Terbalik

METROSIANTAR.com, TAPTENG – Satu unit truk colt diesel bernomor Polisi BA 9333 HV terbalik di Jalan Sibolga–PSP Km 9, Kelurahan Sibuluan Indah, Kecamatan Pandan, Tapteng, tepatnya di depan SPBU Pandan, Jumat (24/1) sekira pukul 10.40 WIB.

Menurut pengakuan Eri Caniago (40), kernet mobil truk tersebut, mobil yang dikemudikan oleh rekannya Davis Tanjung, terbalik karena gardang belakang truk patah. Sehingga mobil bermuatan biji kakao yang hendak dibawa menuju Padang (Sumbar) tersebut terbalik ke kiri.

“Kami tidak menduga ini terjadi. Truk ini terbalik karena gardang belakang truk patah, tapi kami tidak tahu kenapa bisa patah. Kalau muatan kami masih terbilang normal karena hanya sekitar 5,5 ton,” ujar warga Kabupaten Tanah Datar, Padang ini.

Eri juga mengaku mereka sudah biasa membawa muatan seberat 5,5 ton dari Padang ke Nias dan sebaliknya. Namun mereka baru kali ini patah gardang. Sementara, untuk kerugian yang di alami akibat kejadian itu, Eri menafsirkan sekitar Rp2 juta lebih.

Sementara, petugas Pos Lantas Pandan Brigadir Anton Barus yang berada di lokasi kejadian, membenarkan hal tersebut. Menurut Anton, mobil tersebut terbalik murni karena mobil itu patah gardang.

“Truk ini terbalik memang murni karena gardang belakang patah. Beruntung tak ada korban jiwa,” ujar di lokasi kejadian.

Pantauan METRO, sopir dan kernet truk yang terbalik tersebut terlihat sibuk memperbaiki truknya. Petugas polisi juga tampak menimbun tumpahan oli gardang yang meleleh ke badan jalan. (wis/nasa)

6 Kios, 6 Rumah, 2 Toko Ludes Terbakar

Sejumlah warga berusaha mencari barang-barang paska kebakaran.(Foto: Gideon)

Sejumlah warga berusaha mencari barang-barang paska kebakaran.(Foto: Gideon)

TAPTENG – Pekan Sipodang, Kecamatan Sosorgadong, Tapteng, tiba-tiba membara, Senin dini hari (25/11) pukul 02.30 WIB.  Sebanyak 6 kios, 6 rumah (tiga di antarnya dijadikan kios sekaligus rumah) dan 2 toko ludes terbakar. Meski tidak ada korban jiwa, namun kerugian mencapai ratusan juta.

Informasi dihimpun METRO dari lapangan, pukul 02.30 WIB, sejumlah warga melihat asap mengepul dari salah satu toko sembako milik Uba Limbong. Namun saat kejadian, pemilik toko tidak berada di toko melainkan di rumahnya di Desa Siantar CA.

Beberapa menit kemudian, warga terkejut begitu melihat kobaran api mulai membara. Lalu api dengan cepat menjalar ke rumah warga dan kios. Melihat itu, warga yang sebelumnya terlelap tidur satu per satu terbangun.

Begitu tiba di lokasi, warga mulai panik dan berusaha mengangkat barang-barang rumah tangga dari dalam rumah. Namun, tak begitu banyak yang bisa diselamatkan karena api dengan cepat menyebar dari rumah ke kios. Apalagi rumah maupun kios tersebut kebanyakan terbuat dari kayu
“Kejadiannya begitu cepat. Warga sudah berupaya melakukan pemadaman, namun tidak berhasil karena peralatan serba terbatas. Situasi itu bikin warga panik. Di tengah paniknya, warga pun berusaha menghubungi pemadam kebakaran,” kata Kepala Desa Siantar CA, Julkifli Sigalingging kepada METRO, Senin (24/11).

Bahkan, tambah Julkifli, saat kejadian, kobaran api mencapai 15 meter. Kemudian, pukul 04.20 WIB, pemadam dari Tapteng tiba di lokasi. Lalu berusaha memadamkan api. Hingga pukul 05.25 WIB, api baru bisa dipadamkan.

Kejadian ini dibenarkan Camat Sosorgadong, Yusman Hutabarat. Ia mengatakan, api diduga berasal dari salah satu toko milik Uba Limbong. Meski begitu, pihaknya belum mengetahui penyebab terjadinya kebakaran. Hanya saja, saat itu, warga sudah melihat kepulan asap berasal dari toko tersebut. Kemudian dengan cepat api membesar dan melalap rumah, kios dan toko tersebut. Selain itu, satu sepedamotor turut terbakar.

“Kita sudah berupaya melakukan pemadaman, tapi sia-sia. Api makin besar. Apalagi rumah dan kios terbuat dari kayu,” ujarnya seraya mengatakan, pasca kejadian, pihaknya langsung memberi bantuan berupa 15 kg beras terhadap 10 kepala keluarga yang menjadi korban kebakaran.

Kesepuluh korban; Uba Limbong  (37), Tamin Tamba (55), Jhon Polber Sagala (35), Darsono Limbong (35), Jarius Saruksuk (60), Turgas Sihotang (55), Jusmar Sitanggang (30), Paslan Bondar (52), Maradat Sitanggang (44), Haulian Habeahan (55), dan Muslim Marbun (70). (gid)

1 Menyerahkan Diri, 2 Buron

TAPTENG – Tiga orang tahanan Polsek Pandan melarikan diri dari ruang tahanan, Kamis (14/11) dini hari. Mereka berhasil kabur setelah merusak jeruji besi dan menjebol asbes ruang tahanan. Aksi ini berlangsung diduga ketika petugas jaga sedang lengah.

Ketiga tahanan yang kabur; Agus Mardi alias Andri (17) warga Desa Badiri, Kecamatan Pandan, Tapteng, Danil Desli Ndraha (19) warga Kelurahan Sibuluan Indah, Kecamatan Pandan, dan Darlan Nasution (14) warga Kelurahan Lubuk Tukko, Kecamatan Pandan.

Namun, Darlan Nasution didampingi kedua orangtuanya akhirnya menyerahkan diri, Kamis (14/11) sekira pukul 08.00 WIB. Sedangkan dua lainnya masih dilakukan pencarian alias buron.
Wakapolres Tapteng Kompol Zainal Abidin membenarkan kejadian itu. Dikatakan, hingga kini pihaknya dari jajaran Polres Tapteng masih terus melakukan pengejaran terhadap dua tersangka yang belum kembali.

“Hingga saat ini, dua tahanan lainnya belum ditemukan. Namun pengejaran masih tetap kita lakukan hingga mereka berhasil ditemukan,” ujar Zainal yang ditemui di Mapolsek Pandan, Kamis (14/11).

Diterangkan, kaburnya ketiga tahanan itu baru diketahui petugas sekira pukul 05.00 WIB, saat dilakukan pengecekan ruang tahanan. Kemudian dilakukan penyelidikan dan diketahui para tahanan kabur setelah mencongkel jerjak besi yang sejajar dengan asbes.

Perusakan itu dibenarkan Darlan Nasution, tahanan yang menyerahkan diri setelah sebelumnya berhasil kabur bersama dua rekannya. Kepada polisi, Darlan memaparkan, jeruji besi bagian atas ruang tahanan itu dicongkel dengan menggunakan obeng.

Kemudian mereka bertiga sama-sama kabur melewati celah atap. “Perbuatan ini sudah direncanakan dengan terlebih dahulu memantau situasi. Begitu petugas jaga lengah, mereka melakukan aksinya dan kabur melewati asbes yang dijebol dan keluar melalui celah atap,” beber Zainal.

Darlan sendiri setelah kabur dari ruang tahanan langsung menuju rumah orang tuanya di Lubuk Tukko. Namun oleh orangtua menyarankan agar Darlan menyerahkan diri.

“Menurut pengakuan kedua orang tua Darlan, setelah Darlan pulang ke rumah mereka, kedua orang tuanya kaget dan menginterogasi. Setelah diketahui Darlan kabur dari tahanan, kedua orang tuanya langsung menyarankan agar Darlan menyerahkan diri.

Karena Darlan merasa bersalah dan ketakutan, akhirnya Darlan meminta kedua orang tuanya mengantarkannya kembali ke Mapolsek Pandan untuk mengakui kesalahannya,” kata Zainal sambari mengatakan saat ini, Darlan yang menyaksikan kejadian itu masih diperiksa secara intensif. Sedangkan dua tersangka lainnya masih diburon. Dia berpesan, kepada seluruh masyarakat agar turut membantu.

“Diminta kepada siapa yang melihat kedua tersangka yang kabur agar segera memberitahukan kepada petugas kepolisian. Demikian juga keluarga kedua tersangka mohon kerjasamanya. Bagi warga yang mengetahui keberadaan para tersangka mohon diinformasi kepada kita,” imbaunya. Untuk diketahui, Darlan Nasution saat ini dititipkan di RTP Mapolres Tapteng. Sebelumnya, Darlan ditahan dalam kasus pencabulan terhadap anak di bawah umur. Dia ditahan sejak Rabu (23/10). Sementara Danil Desli Ndraha ditahan dalam kasus yang sama dengan Darlan.

Dimana sebelumnya Darlan dan Danil ditangkap warga ketahuan melakukan percabulan dalam satu rumah. Oleh warga, Darlan dan Danil kemudian diserahkan ke Mapolsek Pandan, Rabu (23/10).
Sedangkan Agus Mardi alias Andre, ditahan dalam kasus tindak pidana pencurian di salah satu grosir di Tapteng. Agus kemudian diamankan dan ditahan di RTP Mapolsek Pandan. Agus ditahan sejak Senin (21/10). (Adm/des)

Dipergoki Mau Mencuri, Ayah 1 Anak Nyaris Dimassa

Camat Badiri Saeran dan Sekcam K Hutagalung mengamankan HS sebelum diserahkan ke Polsek.[Foto: Ambun Panjaitan]

TAPTENG – HS (35) ayah dari satu anak, nyaris dihajar warga, Kamis (14/11). Warga Jalan Hiu (arah gunung) Sibolga tersebut dicurigai dan tepergok mau mencuri saat masuk diam-diam ke rumah N Lubis, salah satu warga.

Peristiwa ini terjadi di Jalan H Kari Pohan, Desa Lopian, Kecamatan Badiri, Tapteng, Kamis (14/11) siang. Aksi HS dan seorang temannya yang berhasil kabur tersebut diketahui saat salah seorang warga yang merupakan tetangga N Lubis melihat gelagat mencurigakan dari keduanya. HS yang dikenal bukan warga setempat terlihat masuk ke dalam rumah N Lubis yang kebetulan saat itu pintu dan jendelanya terbuka dan tidak ada pemiliknya di dalam. HS masuk lewat jendela.

Sementara teman HS terlihat menunggui di tepi jalan, di atas sepedamotor jenis matic tanpa plat polisi. Warga yang curiga itu kemudian memberitahukan kejadian tersebut kepada warga yang berada di kantin tepat depan kantor camat setempat. Warga kemudian berdatangan ke lokasi yang dimaksud.

Tak pelak, kedatangan beberapa warga itu kemudian membuat HS panik dan mencoba kabur.
“Kami berusaha mengejarnya. Sementara temannya yang satu lagi kabur dengan sepedamotornya. Sementara si HS itu tidak sempat naik ke sepedamotor temannya itu.

Jadi si HS itu ditinggalkan temannya, tapi masih terus berusaha lari. Lalu kami kejar sambil kami teriaki maling. Capek juga mengejarnya. Tapi akhirnya dia tertangkap juga oleh warga lainnya yang ikut mengejar,” ujar P Simbolon dan S Lubis, warga setempat.

Usai ditangkap, HS pun nyaris menjadi bulan-bulanan warga. Untung saja Camat Badiri, Saeran dan beberapa stafnya langsung datang ke lokasi dan mengamankan HS. Tapi, setelah diinterogasi di kantor camat, HS kemudian diboyong petugas ke Polsek Pinangsori. Kepada petugas, HS mengakui niatnya mau mencuri di rumah N Lubis tersebut.

“Saya belum sempat mengambil barang-barang dari rumah itu. Karena saya dengar orang-orang berdatangan. Saya berusaha lari ke teman saya yang menunggu di jalan tepatnya depan rumah itu pakai kreta. Dia berteriak ayo cepat lari, tapi saya tidak sempat naik ke kretanya. Akhirnya saya tertangkap warga,” aku HS di kantor camat. (ambun)