Tag Archives: Kabupaten Kepahiang

Hutan Lindung Diwacanakan Jadi Hutan Kemasyarakatan

CREATOR: gd-jpeg v1.0 (using IJG JPEG v62), quality = 85

KEPAHIANG, BE – Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Dishutbun) Kepahiang bakal mewacanakan kawasan Hutan Lindung (HL) menjadi Hutan Kemasyarakatan (HKm) atau hutan desa (HD). Hal ini sesuai dengan wacana dari Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Kehutanan.

“Wacana tersebut sudah kita bahas bersama, namun rencana itu masih membutuhkan proses pengkajian lebih lanjut di Kepahiang,” ujar Kadis Hutbun Kepahiang, Ir H Ris Irianto beberapa saat yang lalu.

Dikatakannya, keinginan pemerintah untuk menjadikan sebagian Hutan Lindung dijadikan HKm dan hutan desa memiliki alasan tersendiri. Salah satunya, karena menjaga hutan dengan menempatkan Polhut sangat sulit mencegah perambahan. Bahkan tak sedikit Polhut harus berkonflik dengan warga.

“Memang baiknya kawasan hutan itu dijaga oleh masyarakat secara langsung, makanya wacana HL dijadikan HKm dan HD ini dilakukan,” jelasnya.

Menurutnya, di Kabupaten Kepahiang saat telah ada 1.720 hektar HKm dan 995 hektar HD. Luas HKM dan HD itu akan diusulkan lagi pada tahun depan.

“Sekarang sudah ada 1.720 HKm dan HD 995 Hektar. Nanti, akan kami usulkan lagi jika masih memungkinkan,” katanya.

Dijelaskannya, dengan memperluas HKm, maka masyarakat dapat menjaga hutan itu, karena mereka akan merasa memiliki.

“HKm itu dapat dikelola sampai 25 tahun dan bisa diperpanjang jika dimungkinkan. Dibanding HL, tentu saja menjaga HKm lebih mudah, karena bersama-sama masyarakat yang telah tergabung dalam Poktan,” tandasnya.(505)

Sumber: Bengkulu Ekpres

Hutan Lindung Diwacanakan Jadi Hutan Kemasyarakatan

CREATOR: gd-jpeg v1.0 (using IJG JPEG v62), quality = 85

KEPAHIANG, BE – Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Dishutbun) Kepahiang bakal mewacanakan kawasan Hutan Lindung (HL) menjadi Hutan Kemasyarakatan (HKm) atau hutan desa (HD). Hal ini sesuai dengan wacana dari Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Kehutanan.

“Wacana tersebut sudah kita bahas bersama, namun rencana itu masih membutuhkan proses pengkajian lebih lanjut di Kepahiang,” ujar Kadis Hutbun Kepahiang, Ir H Ris Irianto beberapa saat yang lalu.

Dikatakannya, keinginan pemerintah untuk menjadikan sebagian Hutan Lindung dijadikan HKm dan hutan desa memiliki alasan tersendiri. Salah satunya, karena menjaga hutan dengan menempatkan Polhut sangat sulit mencegah perambahan. Bahkan tak sedikit Polhut harus berkonflik dengan warga.

“Memang baiknya kawasan hutan itu dijaga oleh masyarakat secara langsung, makanya wacana HL dijadikan HKm dan HD ini dilakukan,” jelasnya.

Menurutnya, di Kabupaten Kepahiang saat telah ada 1.720 hektar HKm dan 995 hektar HD. Luas HKM dan HD itu akan diusulkan lagi pada tahun depan.

“Sekarang sudah ada 1.720 HKm dan HD 995 Hektar. Nanti, akan kami usulkan lagi jika masih memungkinkan,” katanya.

Dijelaskannya, dengan memperluas HKm, maka masyarakat dapat menjaga hutan itu, karena mereka akan merasa memiliki.

“HKm itu dapat dikelola sampai 25 tahun dan bisa diperpanjang jika dimungkinkan. Dibanding HL, tentu saja menjaga HKm lebih mudah, karena bersama-sama masyarakat yang telah tergabung dalam Poktan,” tandasnya.(505)

Sumber: Bengkulu Ekpres

Hutan Lindung Diwacanakan Jadi Hutan Kemasyarakatan

CREATOR: gd-jpeg v1.0 (using IJG JPEG v62), quality = 85

KEPAHIANG, BE – Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Dishutbun) Kepahiang bakal mewacanakan kawasan Hutan Lindung (HL) menjadi Hutan Kemasyarakatan (HKm) atau hutan desa (HD). Hal ini sesuai dengan wacana dari Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Kehutanan.

“Wacana tersebut sudah kita bahas bersama, namun rencana itu masih membutuhkan proses pengkajian lebih lanjut di Kepahiang,” ujar Kadis Hutbun Kepahiang, Ir H Ris Irianto beberapa saat yang lalu.

Dikatakannya, keinginan pemerintah untuk menjadikan sebagian Hutan Lindung dijadikan HKm dan hutan desa memiliki alasan tersendiri. Salah satunya, karena menjaga hutan dengan menempatkan Polhut sangat sulit mencegah perambahan. Bahkan tak sedikit Polhut harus berkonflik dengan warga.

“Memang baiknya kawasan hutan itu dijaga oleh masyarakat secara langsung, makanya wacana HL dijadikan HKm dan HD ini dilakukan,” jelasnya.

Menurutnya, di Kabupaten Kepahiang saat telah ada 1.720 hektar HKm dan 995 hektar HD. Luas HKM dan HD itu akan diusulkan lagi pada tahun depan.

“Sekarang sudah ada 1.720 HKm dan HD 995 Hektar. Nanti, akan kami usulkan lagi jika masih memungkinkan,” katanya.

Dijelaskannya, dengan memperluas HKm, maka masyarakat dapat menjaga hutan itu, karena mereka akan merasa memiliki.

“HKm itu dapat dikelola sampai 25 tahun dan bisa diperpanjang jika dimungkinkan. Dibanding HL, tentu saja menjaga HKm lebih mudah, karena bersama-sama masyarakat yang telah tergabung dalam Poktan,” tandasnya.(505)

Sumber: Bengkulu Ekpres

Hutan Lindung Diwacanakan Jadi Hutan Kemasyarakatan

CREATOR: gd-jpeg v1.0 (using IJG JPEG v62), quality = 85

KEPAHIANG, BE – Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Dishutbun) Kepahiang bakal mewacanakan kawasan Hutan Lindung (HL) menjadi Hutan Kemasyarakatan (HKm) atau hutan desa (HD). Hal ini sesuai dengan wacana dari Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Kehutanan.

“Wacana tersebut sudah kita bahas bersama, namun rencana itu masih membutuhkan proses pengkajian lebih lanjut di Kepahiang,” ujar Kadis Hutbun Kepahiang, Ir H Ris Irianto beberapa saat yang lalu.

Dikatakannya, keinginan pemerintah untuk menjadikan sebagian Hutan Lindung dijadikan HKm dan hutan desa memiliki alasan tersendiri. Salah satunya, karena menjaga hutan dengan menempatkan Polhut sangat sulit mencegah perambahan. Bahkan tak sedikit Polhut harus berkonflik dengan warga.

“Memang baiknya kawasan hutan itu dijaga oleh masyarakat secara langsung, makanya wacana HL dijadikan HKm dan HD ini dilakukan,” jelasnya.

Menurutnya, di Kabupaten Kepahiang saat telah ada 1.720 hektar HKm dan 995 hektar HD. Luas HKM dan HD itu akan diusulkan lagi pada tahun depan.

“Sekarang sudah ada 1.720 HKm dan HD 995 Hektar. Nanti, akan kami usulkan lagi jika masih memungkinkan,” katanya.

Dijelaskannya, dengan memperluas HKm, maka masyarakat dapat menjaga hutan itu, karena mereka akan merasa memiliki.

“HKm itu dapat dikelola sampai 25 tahun dan bisa diperpanjang jika dimungkinkan. Dibanding HL, tentu saja menjaga HKm lebih mudah, karena bersama-sama masyarakat yang telah tergabung dalam Poktan,” tandasnya.(505)

Sumber: Bengkulu Ekpres

Hutan Lindung Diwacanakan Jadi Hutan Kemasyarakatan

CREATOR: gd-jpeg v1.0 (using IJG JPEG v62), quality = 85

KEPAHIANG, BE – Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Dishutbun) Kepahiang bakal mewacanakan kawasan Hutan Lindung (HL) menjadi Hutan Kemasyarakatan (HKm) atau hutan desa (HD). Hal ini sesuai dengan wacana dari Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Kehutanan.

“Wacana tersebut sudah kita bahas bersama, namun rencana itu masih membutuhkan proses pengkajian lebih lanjut di Kepahiang,” ujar Kadis Hutbun Kepahiang, Ir H Ris Irianto beberapa saat yang lalu.

Dikatakannya, keinginan pemerintah untuk menjadikan sebagian Hutan Lindung dijadikan HKm dan hutan desa memiliki alasan tersendiri. Salah satunya, karena menjaga hutan dengan menempatkan Polhut sangat sulit mencegah perambahan. Bahkan tak sedikit Polhut harus berkonflik dengan warga.

“Memang baiknya kawasan hutan itu dijaga oleh masyarakat secara langsung, makanya wacana HL dijadikan HKm dan HD ini dilakukan,” jelasnya.

Menurutnya, di Kabupaten Kepahiang saat telah ada 1.720 hektar HKm dan 995 hektar HD. Luas HKM dan HD itu akan diusulkan lagi pada tahun depan.

“Sekarang sudah ada 1.720 HKm dan HD 995 Hektar. Nanti, akan kami usulkan lagi jika masih memungkinkan,” katanya.

Dijelaskannya, dengan memperluas HKm, maka masyarakat dapat menjaga hutan itu, karena mereka akan merasa memiliki.

“HKm itu dapat dikelola sampai 25 tahun dan bisa diperpanjang jika dimungkinkan. Dibanding HL, tentu saja menjaga HKm lebih mudah, karena bersama-sama masyarakat yang telah tergabung dalam Poktan,” tandasnya.(505)

Sumber: Bengkulu Ekpres

Hutan Lindung Diwacanakan Jadi Hutan Kemasyarakatan

CREATOR: gd-jpeg v1.0 (using IJG JPEG v62), quality = 85

KEPAHIANG, BE – Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Dishutbun) Kepahiang bakal mewacanakan kawasan Hutan Lindung (HL) menjadi Hutan Kemasyarakatan (HKm) atau hutan desa (HD). Hal ini sesuai dengan wacana dari Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Kehutanan.

“Wacana tersebut sudah kita bahas bersama, namun rencana itu masih membutuhkan proses pengkajian lebih lanjut di Kepahiang,” ujar Kadis Hutbun Kepahiang, Ir H Ris Irianto beberapa saat yang lalu.

Dikatakannya, keinginan pemerintah untuk menjadikan sebagian Hutan Lindung dijadikan HKm dan hutan desa memiliki alasan tersendiri. Salah satunya, karena menjaga hutan dengan menempatkan Polhut sangat sulit mencegah perambahan. Bahkan tak sedikit Polhut harus berkonflik dengan warga.

“Memang baiknya kawasan hutan itu dijaga oleh masyarakat secara langsung, makanya wacana HL dijadikan HKm dan HD ini dilakukan,” jelasnya.

Menurutnya, di Kabupaten Kepahiang saat telah ada 1.720 hektar HKm dan 995 hektar HD. Luas HKM dan HD itu akan diusulkan lagi pada tahun depan.

“Sekarang sudah ada 1.720 HKm dan HD 995 Hektar. Nanti, akan kami usulkan lagi jika masih memungkinkan,” katanya.

Dijelaskannya, dengan memperluas HKm, maka masyarakat dapat menjaga hutan itu, karena mereka akan merasa memiliki.

“HKm itu dapat dikelola sampai 25 tahun dan bisa diperpanjang jika dimungkinkan. Dibanding HL, tentu saja menjaga HKm lebih mudah, karena bersama-sama masyarakat yang telah tergabung dalam Poktan,” tandasnya.(505)

Sumber: Bengkulu Ekpres

Hutan Lindung Diwacanakan Jadi Hutan Kemasyarakatan

CREATOR: gd-jpeg v1.0 (using IJG JPEG v62), quality = 85

KEPAHIANG, BE – Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Dishutbun) Kepahiang bakal mewacanakan kawasan Hutan Lindung (HL) menjadi Hutan Kemasyarakatan (HKm) atau hutan desa (HD). Hal ini sesuai dengan wacana dari Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Kehutanan.

“Wacana tersebut sudah kita bahas bersama, namun rencana itu masih membutuhkan proses pengkajian lebih lanjut di Kepahiang,” ujar Kadis Hutbun Kepahiang, Ir H Ris Irianto beberapa saat yang lalu.

Dikatakannya, keinginan pemerintah untuk menjadikan sebagian Hutan Lindung dijadikan HKm dan hutan desa memiliki alasan tersendiri. Salah satunya, karena menjaga hutan dengan menempatkan Polhut sangat sulit mencegah perambahan. Bahkan tak sedikit Polhut harus berkonflik dengan warga.

“Memang baiknya kawasan hutan itu dijaga oleh masyarakat secara langsung, makanya wacana HL dijadikan HKm dan HD ini dilakukan,” jelasnya.

Menurutnya, di Kabupaten Kepahiang saat telah ada 1.720 hektar HKm dan 995 hektar HD. Luas HKM dan HD itu akan diusulkan lagi pada tahun depan.

“Sekarang sudah ada 1.720 HKm dan HD 995 Hektar. Nanti, akan kami usulkan lagi jika masih memungkinkan,” katanya.

Dijelaskannya, dengan memperluas HKm, maka masyarakat dapat menjaga hutan itu, karena mereka akan merasa memiliki.

“HKm itu dapat dikelola sampai 25 tahun dan bisa diperpanjang jika dimungkinkan. Dibanding HL, tentu saja menjaga HKm lebih mudah, karena bersama-sama masyarakat yang telah tergabung dalam Poktan,” tandasnya.(505)

Sumber: Bengkulu Ekpres

Masyarakat Diharapkan Sadar Pajak

KEPAHIANG, BE – Sekkab Kepahiang, Drs H Hazairin A Kadir MM mengharapkan kesadaran masyarakat akan pentingnya membayar pajak. Menurut Sekkab, pajak yang berhasil dikumpulkan Pemerintah sangat bermanfaat dalam membiayai program pembangunan yang juga diperuntukkan bagi masyarakat.

“Saya berharap dan mengajak masyarakat Kabupaten Kepahiang bisa taat melaksanakan kewajibannya membayar pajak,” katanya.

Dikatakannya, pajak begitu penting untuk daerah karena melalui pajak yang dibayarkan oleh masyarakat inilah yang nantinya akan dipergunakan untuk pembangunan. Karena pajak ini juga nantinya akan dikembalikan kepada masyarakat dalam bentuk pembangunan sarana umum, pendidikan dan kesehatan atau dalam bentuk lainnya.

“Sebenarnya pajak yang dibayarkan masyarakat saat ini kegunaannya untuk masyarakat itu sendiri, yakni berupa pembangunan,” katanya.

Menurutnya, pihaknya sebagai Pemerintah Daerah akan terus bekerja maksimal untuk memberikan pemahaman akan pentingnya masyarakat membayar pajak ini. Hal ini dikarenakan hingga saat ini kesadaran masyarakat akan pentingnya membayar pajak masih sangat rendah

“Selaku pemerintah kita memang harus bekerja ekstra dalam memberikan proses penyadaran ke masyarakat akan hal tersebut,” katanya.

Adapun target pajak yang saat ini masih dimaksimalkan, yakni dari sektor pajak PBB yang setiap tahunnya harus dikejar, termasuk juga pajak retribusi yang juga selalu rendah dalam menghasilkan PAD bagi Kabupaten Kepahiang.(505)

Sumber: Bengkulu Ekpres

Rp 40 M untuk Perbaikan Jalan

KEPAHIANG, BE – Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kepahiang menyetujui anggaran sebesar Rp 40 miliar untuk pengerjaan perbaikanjalan rusak di Kabupaten Kepahiang dalam RAPBD Kepahiang 2016 mendatang. Hal ini disampaikan oleh anggota Banggar, Edwar Samsi SIP MM, kemarin.

“Rp 40 miliar tersebut diusulkan oleh Dinas Pekerjaan Umum (PU) untuk pengerjaan perbaikan jalan di Kabupaten Kepahiang. Selain perbaikan, anggaran tersebut untuk pengerjaan jalan secara hotmix dan lapen,” ujar Edwar.

Dikatakannya, dengan disetujui anggaran perbaikan jalan tersebut pihaknya berharap dapat mengakomodir perbaikan jalan di 8 Kecamatan di Kepahiang.

“Seperti di Kecamatan Ujan Mas, kan masih banyak kondisi jalan yang rusak parah. Begitu juga di jalan Serumpun Tebat Monok Kecamatan Kepahiang, juga dalam kondisi yang sama. Padahal keberadaan jalan tersebut kan didalam kota,” katanya.
Disampaikannya, selain perbaikan jalan dalam kota Kepahiang, pihaknya juga mengakomodir pengerjaan jalan ringroad yang menghubungkan desa Plangkian menuju desa Tebat Monok Kepahiang dengan anggaran sebesar Rp 5 milir.

“Selain jalan dalam kota, kita juga mengakomodir pengerjaan jalan ringroad sebesar Rp 5 miliar melalui RAPBD 2016,” sampainya.
Terpisah Kadis PU Kepahiang, Ir Efredi Damri ST melalui Kabid Program, Tedy A ST menyampaikan, untuk pengerjaan perbaikan jalan pihaknya memasukkan proses pengerjaanya dalam 4 paket dengan senilai Rp 40 miliar.

“Untuk diketahui jika anggaran tersebut berasal dari Dana Alokasi Khusus (DAK) yang kita peroleh tahun 2016 mendatang,” ujar Tedy.
Menurutnya, dengan alokasi anggaran yang disetujui Banggar saat ini, pihaknya akan berupaya untuk mengakomodir setiap usulan perbaikan jalan yang sudah masuk kepada pihaknya.

“Dengan anggaran tersebut, kemungkinan besar setiap kerusakan jalan yang ada saat ini bisa diperbaiki. Kalaupun tidak akan kita usulkan kembali dalam perubahan anggaran nantinya,” jelasnya. (505)

Sumber: Bengkulu Ekpres

Kapolres Ajak Penyelenggara Pilkada Netral

Pilkada-bengkulu_300x550-01

KEPAHIANG, BE – Kapolres Kepahiang, AKBP Iskandar ZA SIK mengungkapkan, guna mensukseskan Pilkada yang akan diselenggarakan pada tanggal 9 Desember mendatang, pihaknya berharap kepada penyelenggara Pilkada baik KPU, Panwaslu, perangkat desa dan sejumlah pihak lainnya untuk netral dan tidak memihak.

“Saya mengajak kepada seluruh penyelenggara Pilkada atau pihak yang terkait guna mensukseskan Pilkada mendatang supaya bersikap netral dan tidak memihak, sehingga nantinya hasil yang di dapat sesuai dengan apa yang diharapkan,” kata Kapolres beberapa waktu lalu.

Selain mengajak untuk penyelenggara bersikap netral, pihaknya juga mengajak masyarakat untuk sama-sama mensukseskan Pilkada dan menjaga situasi dan kondisi dari tindakan-tindakan yang tidak di inginkan. Karena Pilkada 9 Desember tersebut merupakan tugas bersama masyarakat Kabupaten Kepahiang ini.

“Pilkada ini merupakan tugas kita bersama-maka dari itu marilah kita sama-sama mensukseskannya, sehingga bisa berjalan dengan lancar tanpa adanya masalah,” ajak Kapolres.

Selain itu, dirinya juga mengungkapkan, sejak surat suara sampai di Kabupaten Kepahiang ini pihaknya akan melakukan pengawalan dengan ketat hingga akhirnya ke penyaluran ke desa-desa, penghitungan suara, selanjutnya surat suara balik lagi ke KPU Kepahiang.

“Pengawalan ketat akan kita lakukan guna mengantisipasi dari hal-hal yang tidak di inginkan mengenai surat suara tersebut. Yang jelas kita selaku pihak pengamanan akan memberikan dan mengawal pelaksanaan Pilkada ini,” demikian Kapolres. (505)

Sumber: Bengkulu Ekpres