>

Tag Archives: CIKOLE

Himabis Ummi Berbagi dengan SLB Budi Nurani

BAKSOS : Ketua Himabis Ridwan Wildan memberikan sumbangan kepada pengurus Yayasan SLB Budi Nuran

CIKOLE– Untuk membangun silaturahmi dan meningkatkan kepedulian kepada masyarakat serta mejalankan salah satu Tridarma Perguruan Tinggi yaitu pengabdian kepada masyarakat Himpunan Mahasiswa Administrasi Bisnis (Himabis) Universitas Muhammadiyah Sukabumi (Ummi) menyelenggarakan buka puasa bersama dan bantuan sosial kepada Yayasan SLB Budi Nurani untuk disalurkan kepada para siswanya berupa uang, sembako dan pakaian laik pakai di halaman belakang Ummi beberapa waktu lalu. Kegiatan yang dihadiri sekitar 150 mahasiswa dan undangan ini dihibur berbagai pertunjukan dari mahasiswa dan tuna netra.” Para mahasiswa dan tuna netra membantu menghibur dengan permainan akustik mereka,” ujar Ketua Himabis Ridwan Wildan Kepada Radar Sukabumi.

Ridwan mengatakan, bantuan yang diberikan kepada yayasan tersebut merupakan hasil sumbangan mahasiswa dan alumni Program Studi Administrasi Bisnis.” Dengan baksos seperti ini diharapkan bisa meningkatkan kepedulian mahasiswa kepada masyarakat yang membutuhkan bantuan,” tuturnya seraya berharap.

Sementara itu Ketua Prodi Administrasi Bisnis Kokom Komariah mengatakan, kegiatan Himabis merupakan kegiatan positif dan harus terus dilanjutkan sebagai bentuk kepedulian mahasiswa kepada masyarakat.”Semoga kegiatan ini terus berlanjut dan ditularkan kepada mahasiswa lainnya serta tidak hanya di Ramadan melainkan bulan-bulan lainnya,” pungkasnya.(cr4/t)

Pendidikan Jungle Survival Diusulkan

Buhari Purwanto

Buhari Purwanto

CIKOLE– Salah satu aktifis lingkungan dari LSM Elang Jawa Buhari Purwanto mengusulkan agar tiap sekolah diadakan Ekstrakulikuler (Ekskul) Jungle Survival. Bagi pria yang juga guru di SMA Pasundan Kota Sukabumi, pendidikan Jungle Survival begitu penting dilaksanakan di sekolah-sekolah.

“Hal ini terkait upaya siswa dalam mengantisipasi bahaya yang terjadi sejak dini,”tandas Buhari. Bagi Buhari, pendidikan Jungle Survival yang diberikan bentuknya bisa berupa pembekalan kepada siswa dalam mengatasi bahaya yang datang di sekolah sewaktu-waktu. “Seperti peristiwa kebakaran, gempa bumi, tanah longsor, dan lain sebagainya,”sebut pria yang akrab dipanggil Ipong ini. Pendidikan Jungle Survival ini siap membentuk karakter dan menumbuhkan sikap siswa untuk selalu berani, kuat, dan sigap dalam mengantisipasi ancaman bencana yang terjadi. “Siswa yang mengikuti jungle survival nantinya dilatih juga seperti out bond, hiking mountain, bivak, bertahan di hutan, keping di rimba dan gunung, serta lain lain sebagainya.Mereka bisa mengambil lokasi di Gunung Gede, Pondok Halimun, dan Elang Jawa Pondok Halimun, “jelasnya. Pria yang juga aktif di LSM Suling ini menuturkan harapannya supaya sekolah-sekolah favorit di Kota maupun Kabupaten Sukabumi bisa tertarik membuka peluang untuk program Pendidikan Jungle Survival di sekolahnya masing-masing dan bisa menghadirkan pembina dari Elang Jawa. “Diharapkan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan di Kota maupun Kabupaten Sukabumi juga merespons Pendidikan Jungle Survival ini,”tuturnya yang juga mengatakan dalam Pendidikan Jungle Survival siswa juga dibekali pendidikan tentang kecintaan lingkungan dan kelestarian hutan. (dit)

Pejabat Dilarang Mudik

 MOBIN: Sejumlah mobil dinas terparkir di Halaman Balaikota Sukabumi, kemarin.Foto:ikbal/radarsukabumi

MOBIN: Sejumlah mobil dinas terparkir di Halaman Balaikota Sukabumi, kemarin.Foto:ikbal/radarsukabumi

Sebelum Hari ‘H’ Lebaran

CIKOLE - Walikota Sukabumi M Muraz menghimbau kepada seluruh PNS eselon II dan III untuk tidak pulang sebelum pelaksaan malam takbiran. Pasalnya seluruh PNS tersebut harus ikut mengamankan kondusifitas Kota Sukabumi jelang perayaan Hari Raya Idul Fitri.

“Kami menginstruksikan kepada seluruh PNS eselon II dan III untuk tidak pulang kampung sebelum perayaan salat Idul Fitri, untuk ikut mengamankan,” ungkap Muraz, kepada Radar Sukabumi.

Terkait Mobil Dinas (Mobdin) yang digunakan untuk mudik Muraz tidak melarang. Namun diharapkan PNS tersebut untuk mengikuti rangkaian salat Idul Fitri terlebih dahulu bersama warga Kota Sukabumi. “Mobil dinas boleh dibawa mudik. Namun harus sesuai aturan dan mengikuti terlebih dahulu lebaran di Kota Sukabumi,” tegasnya.

Menurutnya, kalau dititip di kompleks Pemkot tidak mungkin, pihaknya tidak melarang selama pemegang mobil dinas bertanggung jawab. Jika dipakai mudik, harus tetap pelat merah dan jangan menggantinya.”Kalau dipakai mudik tentu harus mematuhi aturan lalu lintas, jangan ugal-ugalan. Semua demi keselamatan bersama, dan harus diingat juga kalau mobil dinas yang digunakan itu milik negara,” ungkapnya.

Diperbolehkannya penggunaan mobil dinas untuk mudik lebaran, maka secara langsung juga memberikan fasilitas bagi pejabat. Namun begitu, seluruh Pegawai Negeri Sipil (PNS) diperingatkan untuk masuk kerja usai menjalani libur lebaran sesuai dengan tanggal yang sudah diumumkan.” Jangan sampai mobil dinas dipakai.Malah bolos hari pertama,” katanya (fkr)

Jelang Lebaran, Waspada Upal

Target Pelaku, SPBU dan Swalayan
CIKOLE — Menjelang hari raya Idul Fitri 1434 H, Polres Sukabumi Kota menghimbau kepada masyarakat agar waspada terhadap peredaran uang paslu (upal). Pasalnya biasanya menjelang lebaran marak akan pertukaran uang recehan. Menurut Kapolres Sukabumi Kota AKPB Hari Santoso yang didampingi Kasat Reskrim Polres Sukabumi Kota AKP Sulaeman, potensi peredaran uang palsu sangat memungkinkan terjadi di selama Ramadan.

“Mengingat pengalaman tahun-tahun sebelumnya, maka Kami himbau masyarakat untuk waspada dan berhati-hati dalam bertransaksi, agar tidak tertipu. Bisa jadi uang yang diterima uang palsu,” ujar Kapolres Sukabumi AKBP Hari Santoso Kepada Radar Sukabumi, kemarin.

Lanjut hari, pasalnya menjelang lebaran, ditengarai akan banyak pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab yang sengaja memanfaatkan situasi dengan mengedarkan uang palsu. Untuk mengantisipasi peredaran uang palsu, kepolisian akan berkoordinasi dengan pengelola perbankan dan jasa keuangan serta berupaya mengedukasi masyarakat tentang uang palsu. “Kami akan terus berupaya memberi pemahaman ke masyarakat tentang uang palsu agar tak ada lagi korban yang jatuh,” katanya.

Pratik peyebaran upal memang bermacam-macam modusnya dari membeli bensin sampai membeli barang ke swalayan dengan berkali-kali, dengan tujuan untuk mendapatkan keuntungan yang lebih banyak. Oknum pengedar upal biasanya kerap beroperasi menjelang hari raya dengan target warga yang akan menukarkan uang. Bagi masyarakat yang mengetahui atau menemukan upal agar segera menghubungi pihak aparat setempat. “Bagi masyarakat yang mengetahui atau mendapati hal-hal mencurigakan terkait uang palsu, sedini mungkin melaporkannya ke polisi,” katanya.(hnd/t)

Mahasiswa Ummi jadi Duta Anak Indonesia

Ikut Program International Youth Exchange

CIKOLE– Sukabumi kembali punya sosok pemuda dari kalangan mahasiswa yang patut dibanggakan. Ya, dialah Indra Aris Oktariawan. Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Sukabumi (Ummi) jurusan Teknik Informatika ini dinobatkan menjadi Duta Anak Indonesia untuk Pertukaran Pemuda Internasional atau International Youth Exchange. Indra Berliandra begitu akrab dipanggilnya, menjadi Duta Pertukaran Pemuda Internasional mengikuti program Kapal Pemuda 2013 yang ada di Kementrian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) RI.”Alhamdulillah saya lolos peringat teratas dari empat besar peserta pemuda se-Indonesia yang lolos pada program Kapal Pemuda untuk International Youth Exchange 2013,”ucap syukurnya.

Rencananya Indra yang mewakili Kota/Kabupaten Sukabumi dan Provinsi Jabar bersama 30 pemuda yang merupakan perwakilan di 30 negara siap berangkat ke beberapa negara di antaranya Laut China Selatan, Singapura, dan Asian-Jepang. “Dan puncak acaranya justru di Indonesia sebagai tuan rumah, yakni di Pulau Komodo,”tutur Indra Berliandra kepada Radar Sukabumi.

Warga Kampung Babakan Jampang RT 003 RW19 No 20 Kelurahan Cisarua Kecamatan Cikole ini menambahkan dalam International Youth Exchange dirinya siap mempromosikan dua wahana wisata di Sukabumi, antara lain untuk di Kota Sukabumi memperkenalkan potensi wisata air panas Cikundul di Kelurahan Cikundul Kecamatan Lembursitu. “Sedang untuk Kabupaten Sukabumi saya mempromosikan giat kampung budaya/adat Ciptagelar di Kecamatan Cisolok Kabupaten Sukabumi,”paparnya. Promosi ini dilakukan melalui presentasi. “Di samping presentasi di sana juga digelar Focus Group Discuss dari berbagai pemuda di 30 negara yang mengikuti program ini,”tuturnya. Indra memohon kepada warga Sukabumi untuk mendoakan keberangkatannya nanti yang direncanakan pasca Ujian Akhir Semester (UAS) di Juli 2013.”Saya mohon doa dan restunya,”pintanya. (dit)

10 Mahasiswa Pasim Dibantu Rp10 Juta

 

SATRIA : Sebanyak 10 mahasiswa Pasim Sukabumi foto bersama sebelum menjalankan aktifitasnya, kemarin .foto: fajar/radarsukabumi

SATRIA : Sebanyak 10 mahasiswa Pasim Sukabumi foto bersama sebelum menjalankan aktifitasnya, kemarin .foto: fajar/radarsukabumi

Oleh BPR dalam Program Satria

CIKOLE--Sebanyak 10 mahasiswa Pasim Sukabumi menerima bantuan modal usaha masing-masing sebesar Rp10 juta dari PD BPR Kota Sukabumi dalam program Santri Wirausaha Al-Fath (Satria). Bantuan tersebut diserahkan Direktur Utama PD BPR Kota Sukabumi, Yudi Permadi disaksikan Pimpinan Ponpes Dzikir Al-Fath Sukabumi, Fajar Laksana di Gedung Juang 45, kemarin.

Fajar Laksana mengatakan, bantuan modal usaha itu bertujuan membekali mahasiswa agar memiliki jiwa entrepreuneurship dengan cara memasarkan produk berupa makanan dan minuman ke toko dan warung-warung di Kota dan Kabupaten Sukabumi.

“Bantuan sebesar Rp10 juta meliputi kendaraan roda dua yang dipakai untuk operasional mereka, sedangkan barang-barang sembako dari kita,” ujarnya kepada Radar Sukabumi.

Fajar mengatakan, hasil dari penjualan barang-barang sembako nantinya digunakan untuk membiayai kuliah dan membayar cicilan motor sebesar Rp500 ribu/bulan kepada PD BPR Kota Sukabumi.“Dengan sistem seperti ini, bisa membiayai kuliah mahasiswa sendiri sehingga, tidak lagi membebani orangtuanya,” ucapnya.Ia menambahkan, program Satria merupakan tahap awal untuk membentuk jiwa entrepreuneurship para mahasiswa dan untuk Juli baru 10 mahasiswa yang diberikan modal usaha dari target 100 mahasiswa.“Sementara ini untuk mahasiswa dulu, agar mereka bisa lebih berdaya dan tidak selalu mengandalkan biaya kuliah dari orangtuanya,” pungkasnya.(cr4/e)

Pemkot Ajukan Tiga Raperda

CIKOLE – Pemerintah Kota Sukabumi sudah mengajukan tiga Rancangan Peraturan Dearah (Raperda) ke DPRD Kota Sukabumi. Tiga raperda tersebut yakni perubahan Perda Penataan dan pembinaan Pedagang Kaki Lima (PKL) menjadi Perda Penataan, Pemberdayaan PKL. Kedua Perda Perlindungan Anak dan Perda Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ) Tahun 2012.

Kepala Bagian Hukum Een Rukmini mengatakan, ketiga raperda tersebut sudah diusulkan kepada DPRD Kota Sukabumi, dengan tujuan akan memberikan perubahan perda sebelumnya dan peraturan terhadap perlindungan terhadap anak. “Untuk raperda PKL ini perubahan atas Perda Nomor 8 Tahun 2007 Tentang Penataan dan Pembinaan PKL. Diganti menjadi Perda penataan dan pembinaan PKL, sementara untuk Perda Perlindungan Anak adalah perpanjangan Undang-Undang No 32 Tentang Perlindungan Anak,” ujar Een, kepada Radar Sukabumi.

Dia berharap, agar tiga raperda yang sudah disepakati tersebut dapat segera mungkin dibahas sesuai tahapan mekanisme yang berlaku, serta dapat rampung pembahasannya sesuai jadwal yang telah disepakati. “Sehingga dalam penyelenggaraan pemerintahan dapat terlaksana dengan sesuai harapan serta keinginan masyarakat dan pemerintah kota, sebagai landasan yuridis dalam penyelenggaraan pemerintahan pada tahun-tahun berikutnya,” jelasnya.

Sementara itu Anggota Komisi I Eeng Ruswandi membenarkan tiga draft raperda tersebut sudah masuk ke dewan. Tinggal menunggu pembagian Panitia Khusus (Pansus), usulan raperda tersebut dari Badan Legislasi Daerah dan Komisi I DPRD Kota Sukabumi. “Kami tinggal menunggu pimpinan saja dalam penentuan Pansus nantinya,” kata politisi PAN ini.(fkr/d)

 

Juragan Karet Dirampok

Uang Tunai Rp 72 juta

handi/radarsukabumi OLAH TKP:Seorang anggota Polsek Cikole melakukan olah TKP perampokan di SPBU Ciaul, kemarin.

handi/radarsukabumi
OLAH TKP:Seorang anggota Polsek Cikole melakukan olah TKP perampokan di SPBU Ciaul, kemarin.

CIKOLE – Tindak kriminal perampokan menimpa jurgan kebun karet asal Kabupaten Sukabumi, Jajim Wardani (50) warga Kampung Cibitung, Desa Cijulang, Kecamatan Jampangtengah, Kabupaten Sukabumi di SPBU Ciaul Jalan RA. Kosasih Kota Sukabumi, kemarin. Perampokan dengan modus penggembosan roda mobil ini, diduga pelaku sudah mengincar korban sejak keluar dari bank.

Aksi perampokan ini terbilang nekat pasalnya selain dilakukan di siang hari, sekitar Pukul 15.15 WIB, perampok berani mengambil uang di dalam mobil yang kebetulan ada supir yang menunggu Jajim membeli makanan di swalayan. Akibat kejadian tersebut, korban mengalami kerugian mencapai ratusan juta rupiah. Diantaranya uang tunai Rp72 juta, enam Surat Tanda Nomor Kendaran STNK berbagai Jenis Motor, ATM, SIM B2,C dan Surat keterangan lain, yang nilainya hampir ratusan juta.

Menurut saksi mata sekaligus supir korban, Epul (40) kejadian tersebut berawal ketika dirinya dengan bosnya, Jajim mengambil uang di Bank Mandiri Jalan Sudirman Kota Sukabumi. Pada saat itu, Jajim memang menarik uang tunai sebanyak Rp72 juta dengan mengunakan Mobil Jip bernopol B 1249 XM. Diduga perampok sudah menjalankan aksinya ketika korban berada di bank dengan menggemboskan ban mobil menggunakan paku.
Dari bank, Jajim langsung ke SPBU Ciaul karena sudah janjian dengan seorang kolektor leasing untuk melakukan pembayaran utang.

Lama menunggu leasing, Jajim kemudian keluar mobil untuk membeli minuman dan makanan di sawalayan dalam area SPBU. Sementara sang supir, Epul menunggu dalam mobil. Tak dinyana dua orang menghampiri menggunakan motor dan menghampiri Epul dari sebelah kiri mobil, kemudian membuka pintu dan mengambil tas yang berada di kanan epul. “Saat kejadian saya melihat ke kanan jalan, saat mendengar pintu sebelah kanan dibuka, saya kira pak Jajim ! eh pas dilihat orang tersebut sudah mengambil tas yang berada disamping saya,” jelas supir sekaligus saksi Epul kepada Radar Sukabumi.

Melihat kejadian tersebut Epul kemudian loncat dan bermaksud mengejar perampok tersebut hingga puluhan meter. Namun, mengingat perampok tersebut mengunakan motor dirinya tidak dapat mengejar. “Saya sempat mengejar dan meminta tolong kepada warga. Namun warga tidak peduli, Malahan asalnya akan saya kejar menggunakan Mobil, setelah mau digunakan Mobil tersebut Ban kirinya sudah gembos,” bebernya.

Sementara Kapolsek Cikole, Kompol Suradi mengatakan bahwa setelah anggotanya melakukan olah TKP di lapangan, untuk sementara hanya membenarkan kejadian perampokan dengan modus membuntuti dari bank. Saat ini polisi masih melakukan penyelidikan lebih dalam. “Saat ini kami baru mengumpulkan barang bukti dan meminta keterangan saksi. Kami mengamankan satu buah handphone Balckberry dan meminta keterangan supir untuk penyelidikan lebih lanjut,” jelas Supardi.(hnd/e)

Tolak Bui Bagi Pecandu Narkoba

handi/radarsukabumi SIMPATIK:Seorang anggota komunitas Rumah Cemara membagikan leaflet ajakan memperhatikan pecandu narkoba di depan Supermall Sukabumi, kemarin.

handi/radarsukabumi
SIMPATIK:Seorang anggota komunitas Rumah Cemara membagikan leaflet ajakan memperhatikan pecandu narkoba di depan Supermall Sukabumi, kemarin.

CIKOLE – Puluhan pemerhati pencandu narkotika yang tergabung dalam organisasi Rumah Cemara turun ke jalan untuk menggalang dukungan bagi pengguna narkoba agar tidak dihukum tapi direhabilitasi. Aksi damai yang dilakukan anggota Rumah Cemara tersebut dengan berjalan kaki sembari membawa spanduk ajakan memperhatikan pecandu narkoba.

Aksi berawal dari Lingkungan Dinas Kesehatan Kota Sukabumi long march menuju Polres Sukabumi Kota kemudian dilanjutkan ke Kejaksaan Negeri Sukabumi dan berakhir di Super Mall untuk menggalang dukungan dari masyarakat dengan mengumpulkan tanda tangan.

Koodinator Aksi, Yahya mengatakan tujuan turun ke jalan tersebut pertama untuk menghentikan hukuman penjara kepada pencadu narkoba, karena dengan hukuman penjara para pecandu narkoba malah akan mendapatkan akses yang lebih luas lagi dalam hal kriminalitas. Contohnya ketika pecandu ada dalam penjara mereka yang tadinya hanya pencandu kecendrungan setelah keluar mereka rata-rata tahu akses bandar narkoba. Soalnya di dalam penjara informasi jaringan pengedar atau bandar semakin luas. “Dengan demikian, mereka yang asalnya tidak tahu menjadi tahu akibat pergaulan di penjara. Hal itu yang kami khawatirkan,” beber Yahya.

Lanjut Yahya, poin kedua yang ingin disampaikan kepada masyarakat dalam aksi ini adalah menghentikan stigma dan diskriminasi bagi pecandu narkoba. Selama ini pandangan masyarakat terhadap pecandu narkoba tersebut terbilang negatif dan merupakan sampah masyarakat. Di mana prilaku dan sikap mereka dianggap tidak memiliki masa depan yang cerah serta tidak mempuyai kwalitas hidup yang baik dan sehat dalam hal menjalani kehidupan yang laik. Padahal bila dibina dengan baik dan diarahkan mereka masih memiliki harapan. “Mereka hanya korban, bila diarahkan ke arah yang positif dengan perlahan, maka bukan hal yang mustahil untuk berprilaku baik kembali,” jelasnya.

Ia juga berharap ada peningkatan intervensi pelayanan kesehatan bagi pecandu untuk kualitas hidup yang lebih baik. Meningkatnya kasus kematian yang diakibatkan HIV tinggi, sering kali tidak tertangani oleh pihak penyedia layanan kesehatan karena sarana dan prasarana tidak memadai. “Maka dari itu kami inginkan sarana dan prasarana ditingkatkan lebih baik lagi agar bisa ditangani maksimal,” tukasanya.(hnd/d)

Blezer Modis saat ke Kantor

BERGAYA: Seorang perempuan metropolis Restiani Pratiwi mengenakan blazer yang pas untuk berkarir.foto:fajar/radarsukabumi

CIKOLE–Rutinitas tuntutan kerja untuk menjadi wanita karier, tentu tidak menjadi halangan untuk tetap bisa bergaya dan tetap tampil modis serta tampil cantik dan menarik saat pergi ke kantor nanti.Untuk tetap tampil cantik dan modis saat pergi ke kantor tetapi tidak meninggalkan kesan rapih dan sopan, ada beberapa stylist tren mode fesyen saat ini yaitu tren mode blezer sangat tepat untuk dipakai saat pergi ke kantor nanti. Dengan model yang trendi dan terkesan rapi membuat blezer ini semakin dilirik wanita karier saat ini.

Salah satunya Restiani Pratiwi seorang karyawan di salah satu perusahaan swasta di Sukabumi.Menurut Restiani Pratiwi, dirinya sangat nyaman saat memakai blezer. ” Kalau pakai blezer ini, lebih terkesan rapih, terus juga nyaman saat dipakai jadi bisa tampil percaya diri dan modis,” kata dara manis itu.

Tidak hanya dipakai untuk kerja saja, tetapi blezer juga bisa dipakai untuk sehari-hari atau bisa juga dipakai utnuk nongkrong bersama teman-teman. “Kalau blezer kan gak terlalu formal seperti jas dan blezer lebih santai, terus banyak pilihan model dan warna juga,” ujarnya.Untuk menambah menarik penampilan anda saat ke kantor bisa menambahkan aksesoris seperti kalung atau bros, agar penampilan anda semakin modis dan menarik.(cr8)