Penulis Arsip: arrahmah.com

Maasyaa Allah, ini dokumen Pemerintahan Daud Beureueh tentang fatwa bid’ah di Aceh tempo dulu

Naskah Maklumat Bersama Ulama Atjeh 1948

BANDA ACEH (Arrahmah.com) – Sebuah dokumen fatwa Ulama Aceh di masa pemerintahan Daud Beureueh mengenai perilaku bid’ah tersebar melalui Facebook pada Selasa (23/6/2015).

Naskah sejarah yang dibagikan seorang netizen Banda Aceh tersebut mengajak Muslimin Indonesia, khususnya warga Aceh pada Ramadhan ini bahwa, sejak dahulu, tugas ulama memang untuk meluruskan akidah Ummat. Dalam naskah ini, para Ulama Atjeh 1948 memfatwakan hal-hal apa saja yang termasuk bid’ah di masyarakat saat itu.

Maklumat Bersama

Kami ulama ulama Atjeh, Pengurus2 Agama, Hakim2 Agama dan Pemimpin2 Sekolah Islam Keresidenan Atjeh yang berlangsung mulai tgl 20-24 Maret 1948 di Kuta Radja.

Memperhatikan

Bahwa hal – hal jang tersebut di bawah ini jaitu :

1. Kenduri kematian ( kenduri pada hari kematian, kenduri djirat, kenduri seperti seunudjoh dan sebagainya.
2. Kenduri Maulid seperti jang makrup dan banyak di kerjakan di zaman lampau.
3. Kenduri pada perkuburan ( seperti pada perkuburan Tgk Di Andjong, Po tjut Samalanga, Po Tjut Di Barat dan sebagainya. Kenduri di tepi laut, di babah Djurung di bawah pohon pohon jang besar di hutan dan sebagainya jang menurut anggapan penduduk untuk melepaskan Nazar dan Tulak Bala.
4. Memberi sedekah pada hari kematian ( sedekah waktu majat turun dari rumah, setelah sembahjang djenadjah pada perkuburan dan sebagainya.
5. Mengawal Perkuburan seperti yg berlaku dan banjak di kerdjakan di zaman jang lampau.
6. Bang ( azan ) waktu memasukkan majat ke dalam kubur.
7. Membina perkuburan ( membuat tembok sekeliling kubur, membuat sesuatu Bina di atas kubur.
8. Ratib Salik dan Ratib di perkuburan seperti jang berlaku dan banjak dikerdjakan di zaman jang lampau.
9. Membaca Al Qur An di rumah orang mati, seperti adat jang telah berlaku. Begitu djuga di perkuburan telah menjadi adat jang menurut anggapan penduduk tidak boleh di tinggalkan karena di sangka termasuk dalam Agama pada hal tidak.

Mengetahui

Bahwa di dalam Agama tidak ada satu alasan atau Dalil dari kitab Allah, Sunnah Rasulullah, Idjma’ Ulama dan Kias jang menunjukkan bahwa Pekerjaan – pekerdjaan itu disuruh atau sekurang kurangnya di izinkan mengerdjakan.

Menimbang

Bahwa hal – hal tersebut :
a. Sebahagiannya merusakkan Tekad Ketauhidan Kaum Muslimin.
b. Sebahagiannya melemahkan semangat beribadat.
c. Sebahagiannya membawa kepada membuang harta pada bukan tempatnya ( Tabzir ) jang dilarang oleh Agama.
d. Umumnya mentjemarkan nama Islam dan Kaumuslimin di mata Dunia.

Memutuskan

1. Pekerdjaan tersebut tidak di izinkan oleh Agama mengerdjakannya.
2. Setjepat mungkin pekerdjaan – pekerdjaan itu mulai di tinggalkan.

Demikian supaya seluruh masyarakat Kaum Muslimin mendapat maklum dan mengamalkan keputusan ini.

Kuta Radja, 5 Mei 1948.
Atas nama Ulama – Ulama Seluruh Atjeh

dtto

( TGK M. DAUD BEUREUEH )

Atas Nama :
Pengurus2 Agama Seluruh Atjeh
Kepala Djabatan Agama Bhg Islam
dtto.

( TGK ABDURRAHMAN )

Atas nama Hakim – Hakim Seluruh Atjeh
Kepala Mahkamah Syari’ah Kres Atjeh
dtto.

( TGK H. Ahmad Hasballah Indrapuri )

Atas Nama : Pemimpin Sekolah Islam
Pemimpin Sekolah Islam Atjeh Besar
dtto

( IBRAHIM AMIN )

Di ketahui dan di setudjui oleh
Wkl Kepala Pedjabat Agama Kres Atjeh
dtto

( TGK M. NOER el IBRAHIM )

Di salin kembali oleh
Kepala Kantor Urusan Agama
Ketjamatan Bukit / Nosar Takengon.
dtto

( Abd Djalil B.H )

(adibahasan/arrahmah.com)

Seruan mengurangi jam puasa ditolak oleh jamaah masjid-masjid London

Muslims attend Friday prayers in the courtyard of a housing estate next to the small BBC community centre and mosque in east London March 28, 2014. REUTERS/Stefan Wermuth (BRITAIN - Tags: RELIGION) - RTR3J03W

LONDON (Arrahmah.com) – Seruan untuk mengurangi lama jam berpuasa ditolak oleh para anggota masjid-masjid di East London yang terletak di distrik Whitechapel di sisi lain London.

“Tidak ada jalan bagi masyarakat akan mempersingkat puasa mereka karena alasan kemudahan,” kata Salman Farsi, petugas komunikasi di Masjid East London, kepada Al Arabiya pada Senin (22/6/2015), seperti dilansir OnIslam.

“Puasa selama 19 jam bukan itu saja yang sulit. Anda juga mengalami panas dan gangguan, tetapi hal ini bisa diatasi. Di tempat-tempat seperti Norwegia, mereka mengikuti waktu London karena terkadang matahari tidak pernah terbenam,” tambahnya.

Penolakan serupa juga disuarakan oleh para jamaah di Masjid Central London.

“Anda tidak bisa melakukannya,” kata seorang pria yang menyebut dirinya Chilli (30).

“Anda akan berada di situasi yang ekstrem, seperti di Artik, di mana matahari tidak terbenam.”

Pekan lalu, Usama Hasan, seorang ulama Inggris, telah menyerukan agar membuat puasa Ramadhan lebih ringan bagi banyak Muslim yang tinggal di utara Eropa dan Kanada.

Menurut mantan imam masjid tersebut, waktu lamanya berpuasa harus dirubah, menyerukan fatwa untuk “waktu moderat” diterima bagi mereka yang membutuhkannya.

“Sejumlah orang telah meminta saya sejak tahun lalu tentang lama waktu puasa yang berlebihan selama bulan-bulan musim panas di Inggris,” tulis Syaikh Dr Usama Hasan dari Quilliam Foundation dalam fatwanya.

Sebagian Muslim di belahan dunia tertentu bahkan harus berpuasa selama 20 jam lebih disebabkan perbedaan waktu yang signifikan. (siraaj/arrahmah.com)

Alhamdulillah, petugas kebersihan Masjidil Haram mendapatkan hadiah dari Pengurus Masjidil Haram

Karena kerjanya yang bagus, seorang Petugas kebersihan Masjidil Haram berkesempatan shalat di dalam Hijr Ismail.

MEKAH (Arrahmah.com) – Pada Maret tahun lalu, Pengurus Masjidil Haram hendak memberi salah seorang petugas kebersihan sebuah bonus atas kinerjanya yang bagus. Namun, ia menolak semua tawaran hadiah berupa uang. Petugas yang sederhana itu malah memohon agar megijinkannya shalat di Hijr Ismail, yang merupakan bagian dalam Ka’bah.

“Sungguh, ada yang lebih berharga dari uang!” ujar Dr. Ameenah Bilal Philips pada status Facebook-nya yang dishare pada Kamis (24/6/2015).

Menurut pendiri Islamic Online University itu, Allah menggambarkan orang seperti Petugas kebersihan itu sebagai “orang yang menjual kehidupan dunia untuk kehidupan akhiratnya”, sebagaimana Allah subhanahu wata’ala firmankan dalam Qur’an Surat An-Nisa ayat 74.

فَلْيُقَاتِلْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ الَّذِينَ يَشْرُونَ الْحَيَاةَ الدُّنْيَا بِالآخِرَةِ وَمَنْ يُقَاتِلْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ فَيُقْتَلْ أَوْ يَغْلِبْ فَسَوْفَ نُؤْتِيهِ أَجْرًا عَظِيمًا

“Karena itu, hendaklah orang-orang yang menjual kehidupan dunia untuk kehidupan akhirat berperang di jalan Allah. Barang siapa yang berperang di jalan Allah, lalu gugur atau memperoleh kemenangan maka akan Kami berikan pahala yang besar kepadanya.”

“Semoga Allah menjadikan kita bagian daripadanya,” pungkas Dr. Bilal Philips, mantan “dewa gitar” yang juga Allah takdirkan menghantarkan ratusan tentara AS masuk Islam itu. (adibahasan/arrahmah.com)

Masjid di Belanda menerima surat ancaman

masjid belanda

DEN HAAG (Arrahmah.com) – Polisi sedang mencari para pelaku setelah masjid di Belanda menerima surat ancaman pada pekan lalu, ungkap ketua Diyanet Foundation Belanda kepada Anadolu Agency, sebagaimana dilansir oleh World Bulletin, Selasa (23/6/2015).

Nevruz Ozcan dari Yayasan Diyanet Belanda, yang asli Turki, mengatakan bahwa surat yang ditulis tangan itu ditujukan kepada Masjid Fatih yang terletak di kota Roermond provinsi Limburg.

Surat itu menyatakan bahwa akan ada serangan terhadap masjid itu selama akhir pekan dan meminta umat Islam untuk pulang ke asalnya,” katanya.

Serangan itu tidak terjadi setelah polisi mengambil langkah-langkah keamanan ekstra di sekitar masjid pada waktu shalat selama beberapa hari.

Surat itu telah diserahkan kepada polisi, yang sedang mencari pengirim surat itu, kata Ozcan.

Masjid Fatih adalah satu-satunya masjid Turki di Roermond dekat perbatasan BelandaJerman, yang dihuni oleh 2.400 warga Turki.

Eropa telah menyaksikan peningkatan serangan Islamofobia. Serangan pembakaran terhadap masjid terjadi di Swedia pada bulan Desember tahun lalu, diikuti oleh protes yang mengutuk serangan tersebut.

(ameera/arrahmah.com)

Astaghfirullah, ISIS lakukan 3 gaya eksekusi baru kepada tawanannya

Penenggelaman tawanan oleh ISIS

NINIVEH (Arrahmah.com) – Daulah Al-Baghdadi atau biasa disebut ISIS merilis sebuah video eksekusi sadis gaya baru pada Selasa (23/6/2015). Dalam video tersebut, militan ISIS membunuh 16 orang tawanannya dengan cara menenggelamkan korban yang dikerangkeng, memenggal kepala korban dengan cara diledakkan, dan menembakkan granat roket ke dalam mobil berisi tawanannya. Demikian Akhbar Al-Muslimin melaporkan, Rabu (24/6).

Menurut Al-Arabiya, video tersebut dibuat di provinsi Nineveh di Irak, yang merupakan salah satu daerah yang paling brutal yang dikuasai ISIS.

ISIS telah melaksanakan eksekusi terhadap ratusan orang dengan tembakan, puluhan pemancungan, beberapa dirajam sampai mati, dilempar dari bangunan dan membakar hidup-hidup pilot Yordania.

Video pembunuhan adalah alat propaganda utama dari militan ISIS. Mereka menggunakannya sebagai alat untuk menakut-nakuti musuhnya, serta untuk menarik anggota baru yang memiliki ketertarikan terhadap kelompok militan yang nampak paling brutal dan aktif.

Orang-orang yang tewas dalam video terbaru yang berjudul “Dan yang Menjanjikan Kami Kembali” ini dikatakan sebagai “mata-mata.” Beberapa dari mereka terdapat pada video dalam adegan “pengakuan.”

Pada eksekusi pertama, para militan memasukkan empat tawanan berbaju orange ke dalam mobil dan menutup pintunya. Beberapa saat kemudia, seorang milisi menembakkan granat berpeluncur roket ke bawah kendaraan, seketika mobil itu meledak dan membakar penumpangnya.

Selanjutnya, pada eksekusi kedua, seorang militan tampil mengunci lima orang tawanan di dalam jeruji besi, yang kemudian diangkat dengan crane. Setelah itu, mereka ditenggelam ke dalam kolam renang kotor.

Dua kamera dipasangkan di luar jeruji, menunjukkan kematian para tawanan di air keruh.

Sementara pada eksekusi terakhir, militan ISIS melilitkan kabel detonator biru ke tujuh leher tawanan yang berlutut. Setelah itu, kepala para tawanan diledakkan begitu saja.

Sebelumnya ISIS melakukan serangan ke utara dan barat Baghdad, mereka juga menguasai sejumlah padang pasir di wilayah Suriah.

Milisi ISIS memasukkan tawanan ke dalam mobil yang akan diledakkan.

Milisi ISIS memasukkan tawanan ke dalam mobil yang akan diledakkan.

Milisi ISIS meluncurkan granat roket ke arah kendaraan berisi 4 tawanan.

Milisi ISIS meluncurkan granat roket ke arah kendaraan berisi 4 tawanan.

Mobil berisi 4 tawanan ISIS meledak.

Mobil berisi 4 tawanan ISIS meledak.

Milisi ISIS melilitkan kabel detonator biru ke tujuh leher tawanan dan meledakkannya.

Milisi ISIS melilitkan kabel detonator biru ke tujuh leher tawanan dan meledakkannya.

(adibahasan/arrahmah.com)

Foto suasana Ramadhan 1436 H di penjuru dunia

(Arrahmah.com) – Segala puji bagi Allah Rabb seluruh alam. Dengan limpahan karunia dan izin-Nya semata kita kembali bisa memasuki bulan suci Ramadhan tahun ini. Ramadhan adalah bulan penuh berkah dan karunia.

Kaum Muslimin di seluruh penjuru dunia pun menjalani bulan suci ini dengan suasana yang berbeda-beda. Ada yang menjalankan ibadah puasa dengan ketenangan beribadah di negara mayoritas muslim, ada yang melalui bulan penuh hikmah ini bersama komunitas muslim minoritas di negaranya, hingga mereka yang menjalankan puasa di tengah penindasan penjajah.

Sejumlah foto yang dipublikasikan oleh World Bulletin ini menyajikan suasana Ramadhan 1436 Hijriah di penjuru dunia.

Di mana pun dan dalam suasana apa pun kita menjalankan bulan penuh berkah ini, Allah Ta’ala berkehendak untuk membimbing kita kembali ke jalan-Nya. Allah Ta’ala menghendaki kita bertaubat dan memperbaiki diri. Allah Ta’ala menghendaki kita untuk kembali bersimpuh di hadapan-Nya dalam taubat yang nashuha. Allah Ta’ala menghendaki kita untuk kembali menaati perintah-perintah-Nya dan menjauhi larangan-larangan-Nya.

Segala puji bagi-Mu, wahai Allah, atas karunia bulan suci yang penuh berkah ini. Segala puji bagi-Mu, wahai Allah, atas kesempatan kesekian kalinya yang Engkau karuniakan kepada kami, untuk memperbaiki dan mensucikan diri kami. Segala puji bagi-Mu, wahai Allah, atas kasih sayang-Mu kepada kami.

(banan/arrahmah.com)

Hamas memperingatkan armada Freedom Flotilla III untuk berhati-hati atas kemungkinan serangan “Israel”

jubir Hamas

DOHA (Arrahmah.com) Anggota biro politik Hamas Ezzat alResheq memuji upaya yang diberikan oleh para peserta dalam armada Freedom Flotilla III yang menuju Jalur Gaza untuk mendobrak blokade “Israel”, dan memperingatkan kemungkinan adanya serangan “Israel” seperti yang dilakukan pada armada sebelumnya.

Dalam sebuah pernyataan kepada Quds Press, Resheq menyerukan kepada dunia untuk mendukung armada Freedom Flotilla III, sebagaimana dilansir oleh The Palestinian Information Center, Senin (22/6/2015).

Pejabat senior Hamas itu memperingatkan kemungkinan pasukan “Israel” menyerang armada Freedom Flotilla III. Dia juga menambahkan bahwa upaya “Israel” untuk menghalangi kedatangan armada Freedom Flotilla III ke Gaza merupakan perompakan yang mengekspos kriminalitas dan rasisme “Israel”.

Pihak Freedom Flotilla III menyatakan bahwa perlengkapan sudah siap untuk berlayar menuju Gaza dengan partisipasi dari para aktivis Arab dan Eropa bersama dengan parlemen dan tokoh politik paling penting, seperti mantan presiden Tunisia Dr. Muhammad alMoncef al-Marzouki.

Dalam konteks yang sama, juru bicara Hamas Fawzi Barhoum mengatakan bahwa ancaman “Israel” untuk menyerang armada hanyalah intimidasi belaka kepada para aktivis di kapal itu dalam rangka mencegah mereka untuk melakukan tindakan kemanusiaan yang mulia ini.

Barhoum memuji orang-orang yang terlibat dalam kampanye Flotilla III, dan mengharapkan bahw mereka bisa mencapai Gaza tanpa ancaman “Israel”.

Dia mengatakan bahwa rakyat Gaza tidak sabar untuk menyambut kedatangan armada Freedom Flotilla III karena mereka melihat harapan besar untuk mendobrak pengepungan dan mengekspos kejahatanIsrael“.

Sumber media “Israel” mengungkapkan pada Ahad malam (22/6) bahwa tentara “Israel” menerima perintah untuk menghalangi kedatangan armada Freedom Flotilla III di Jalur Gaza.

(ameera/arrahmah.com)

Mujahidin IIA rebut pos-pos musuh, bendera tauhid berkibar di distrik Dashti Archi

distrik Dashti Archi

KUNDUZ (Arrahmah.com) – Allahu Akbar! Mujahidin Imarah Islam Afghanistan (IIA) di utara provinsi Kunduz berhasil memukul mundur pasukan rezim seluruhnya dari distrik Dashti Archi pada Senin (22/6/2015) pada pukul 07:00 waktu setempat, ditandai dengan berkibarnya bendera tauhid di pusat distrik, menurut rilisan Al-Emarah News.

Markas besar distrik beserta 14 pos-pos ekamanan rezim diserbu Mujahidin sejak dimulainya pertempuran pada Ahad (21/6) yang menewaskan 24 tentara rezim dan melukai puluhan lainnya, berdasarkan laporan awal.

Sementara itu Mujahidin IIA berhasil menyita 8 APC, 12 truk pickup, 3 mobil, 130 item senjata ringan dan berat dan sejumlah besar amunisi beserta perlengkapan militer lainnya. Mujahidin IIA mengatakan 2 anggota Mujahidin juga gugur (syahid in syaa Allah) dalam operasi militer ini dan 6 lainnya luka-luka.

Keberhasilan tersebut menyusul keberhasilan Mujahidin IIA di kota Kunduz yang telah sepenuhnya menguasai markas besar distrik Char Darah dan seluruh pos militer di sekitarnya pada Sabtu (20/6) malam, membersihkan daerah tersebut dari keberadaan pasukan rezim. Alhamdulillah. (siraaj/arrahmah.com)

Mujahidin IIA bebaskan distrik Char Darah, 38 tentara musuh tewas

Mujahidin IIA

KUNDUZ (Arrahmah.com) – Mujahidin Imarah Islam Afghanistan (IIA) membebaskan distrik Chahar Darah, utara provinsi Kunduz, dan semua pos pemeriksaan dan militer disekitarnya pada Sabtu (20/6/2015), menurut laporan Al-Emarah News.

Laporan mengatakan bahwa bahwa Mujahidin IIA menewaskan sebanyak 24 tentara rezim dan melukai 19 lainnya dalam operasi tersebut. Sementara 25 tentara rezim lainnya meliputi polisi dan tentara nasional ditawan oleh Mujahidin, sedangkan 4 tank dan 6 kendaraan militer hancur dalam pertempuran.

Mujahidin juga menyita senjata dan amunisi dari pasukan musuh pada pertempuran hari Sabtu itu yang mana dua anggota Mujahidin gugur (syahid in syaa Allah) dan 4 lainnya luka-luka.

Pada Ahad (21/6), Mujahidin IIA dan pasukan musuh gabungan bertempur di berbagai tempat di distrik tersebut yang menyebabkan 4 milisi Arbaki dan 3 polisi tewas dan 8 lainnya luka parah, sementara 4 tank baja hancur akibat tembakan Mujahidin dan satu lainnya direbut dari tangah musuh.

Dalam laporan lainnya dari provinsi Kunduz, Mujahidin IIA menyerbu dua pos pasukan rezim di distrik Dashti Archi pada Ahad (21/6), menewaskan 4 milisi Arbaki dan melukai sejumlah lainnya.

Sedangkan 5 anggota milisi Arbaki bergabung dengan Mujahidin IIA di distrik Khanabad pada Sabtu (20/6), Alhamdulillah.(siraaj/arrahmah.com)

Saat Ramadhan, Anda dipenjara 10 hari kalau ketahuan makan siang sembarangan di Oman

Pedagang makanan di Oman

OMAN (Arrahmah.com) – Alhamdulillah kita masih diberi kesempatan oleh Allah bisa menikmati kesempatan berlomba-lomba peroleh pahala yang berlimpah pada Ramadhan 1436 Hijriyah ini. Ibadah kita itu, tentu sangat terbantu dengan adanya peraturan pemerintah terkait puasa di masyarakat, seperti apa yang diterapkan di Oman dan di Indonesia.

Sebagai negara dengan penduduk Muslim terbesar di dunia, Ramadhan memberi pengaruh yang nyata di sekitar kita, misalnya banyak warung-warung makan tutup disiang hari. Demi menghormati mayoritas yang berpuasa, warung-warung non Muslim pun ikut menghormati dengan berbagai cara. Dan sikap tenggang rasa seperti itu sudah berlangsung sejak lama. Demikian dilansir Aritunsa, Jum’at (19/6/2015).

Namun, baru-baru ini Kementrian Agama Pemerintah Indonesia menyatakan bahwa orang yang berpuasa juga harus menghargai warung-warung yang buka di siang hari selama bulan Ramadhan. Beruntungnya ini negara Indonesia, sementara jika kita hidup di negara Oman, tentu tidak akan berpikir membuka warung siang hari saat bulan Ramadhan.

Dalam peraturan negara Oman, orang yang ketahuan makan siang saat Ramadhan akan dikenai denda, bahkan pelakunya bisa dipenjara, sebagaimana dilaporkan Times of Oman, Ahad (21/6). Lalu bagaimana dengan penduduk non-Muslim di sana, apakah mereka juga ikut berpuasa?

Di Oman, jika ada seseorang terlihat atau ketahuan makan siang saat bulan Ramadhan maka ia akan ditangkap dengan hukuman penjara 1 sampai 10 hari dengan dikenai denda setara dengan Rp 35.000 hingga Rp 175.000. Pemerintah disana mempunyai tim inspeksi yang bertugas khusus untuk memantau semua restoran. Mereka bekerja tiga shift dari 8 pagi hingga tengah malam. Hasilnya terbilang efektif, banyak warga Oman yang melanggar dan dikenai sanksi.

Sebagaimana Indonesia, Oman tidak hanya dihuni warga Muslim saja, tapi juga terdapat warga non-Muslim. Salah satu penduduk non-Muslim yang tinggal di Oman adalah warga India. Meskipun tinggal di daerah Muslim dengan aturan seperti itu, mereka tetap menghargai dan mentaati peraturan. Sebagaimana dinyatakan oleh Dr. Sathish, ketua Perkumpulan Warga India yang dikutip dari laman Times Of Oman.

Mereka warga non-Muslim tetap bisa makan siang dari restoran yang ditunjuk pemerintah. Akan tetapi restoran tersebut tetap tidak boleh buka. Pihak restoran diharuskan mengantar langsung kepada pelanggannya yang non Muslim. Jadi, apakah Anda berminat menjadi penduduk Oman? (adibahasan/arrahmah.com)