Penulis Arsip: arrahmah.com

Brigade Al-Qassam lancarkan tiga operasi drone ke wilayah zionis dalam sehari

drone hamas

GAZA (Arrahmah.com) – Brigade Asy-Syahid Izzuddin Al-Qassam, sayap militer kelompok pejuang Hamas, menegaskan bahwa pada Senin (14/7/2014) pagi pesawat-pesawat drone mereka melakukan tiga operasi penerbangan mata-mata. Masing-masing operasi melibatkan lebih dari satu pesawat drone. Masing-masing operasi tersebut memiliki target yang berbeda.

Melalui situs resminya, Brigade Al-Qassam mengaku kehilangan kontak dengan sebuah pesawat drone mereka dalam operasi mata-mata kedua, dan kehilangan kontak dengan sebuah pesawat drone lainnya dalam operasi mata-mata ketiga. Pernyataan resmi Brigade Al-Qassam itu membantah klaim militer penjajah zionis Yahudi.

Seperti diberitakan oleh Al-Jazeera militer penjajah zionis Yahudi pada hari Senin mengklaim bahwa sistem pertahanan Arrow Anti-Ballistic Missile (ABM) mereka berhasil menembak jatuh sebuah drone yang diterbangkan oleh kelompok pejuang Palestina dari wilayah Jalur Gaza. Pesawat drone tersebut ditembak jatuh setelah memasuki sekitar 30 kilometer wilayah zionis, di atas kota Ashdod, menurut koresponden Al-Jazeera dan puing-puingnya jatuh berserakan di tanah.

Koresponden Al-Jazeera menambahkan militer zionis Yahudi mengumpulkan puing-puing drone tersebut untuk meneliti tingkat perkembangan dan teknologinya serta bila ia membawa bom.

Dalam pernyataan resminya Brigade Al-Qassam menegaskan telah berhasil membuat pesawat drone yang diberi nama Ababil I. Sampai saat ini Brigade Al-Qassam telah membuat tiga tipe untuk pesawat drone mereka, yaitu tipe A 1A sebagai pesawat untuk tugas mata-mata, tipe A 1B untuk tugas serangan-menjatuhkan bom, dan tipe A 1C untuk tujuan serangan “bunuh diri”.

Brigade Al-Qassam menyatakan militer penjajah zionis Yahudi, khususnya para pengendali radar-radar pertahanan mereka, mengalami kepanikan dan kebingungan setelah pesawat-pesawat drone A 1 Al-Qassam sukses menembus dan terbang di atas kota Tel Aviv dalam waktu cukup lama.

(muhib al majdi/arrahmah.com)

Subhanallah, pesawat drone Brigade Al-Qassam mematai-matai gedung Departemen Pertahanan zionis

ababil a

GAZA (Arrahmah.com) – Brigade Asy-Syahid Izzuddin Al-Qasam, sayap militer kelompok pejuang Hamas, dari ke hari senantiasa memberikan kejutan yang menggentarkan penjajah zionis Yahudi. Brigade Al-Qassam melalui situs resminya pada hari Senin (14/7/2014) menyatakan para insinyur mereka atas karunia Allah semata telah berhasil merakit pesawat drone yang diberi nama Ababil I.

Dalam salah satu operasi militernya pada hari Senin, Brigade Al-Qassam telah menerbangkan sebuah drone mereka di atas gedung Departemen Pertahanan zionis Yahudi, yang darinya dirancang dan dikendalikan serangan zionis ke Jalur Gaza. Pesawat itu sukses menjalankan misi mata-matanya di atas gedung perang musuh.

Dalam pernyataan resminya pada hari kedelapan dari operasi “Peperangan daun-daun yang dimakan ulat”, Senin (14/7), Brigade Al-Qassam telah berhasil membuat pesawat drone yang diberi nama Ababil I. Sampai saat ini Brigade Al-Qassam telah membuat tiga tipe untuk pesawat drone mereka, yaitu tipe A 1A sebagai pesawat untuk tugas mata-mata, tipe A 1B untuk tugas serangan-menjatuhkan bom, dan tipe A 1C untuk tujuan serangan “bunuh diri”.

Brigade Al-Qassam menyatakan militer penjajah zionis Yahudi, khususnya para pengendali radar-radar pertahanan mereka, mengalami kepanikan dan kebingungan setelah pesawat-pesawat drone A 1 Al-Qassam sukses menembus dan terbang di atas kota Tel Aviv dalam waktu cukup lama.

(muhib al majdi/arrahmah.com)

Subhanallah, pesawat drone Brigade Al-Qassam mematai-matai gedung Departemen Pertahanan zionis

ababil a

GAZA (Arrahmah.com) – Brigade Asy-Syahid Izzuddin Al-Qasam, sayap militer kelompok pejuang Hamas, dari ke hari senantiasa memberikan kejutan yang menggentarkan penjajah zionis Yahudi. Brigade Al-Qassam melalui situs resminya pada hari Senin (14/7/2014) menyatakan para insinyur mereka atas karunia Allah semata telah berhasil merakit pesawat drone yang diberi nama Ababil I.

Dalam salah satu operasi militernya pada hari Senin, Brigade Al-Qassam telah menerbangkan sebuah drone mereka di atas gedung Departemen Pertahanan zionis Yahudi, yang darinya dirancang dan dikendalikan serangan zionis ke Jalur Gaza. Pesawat itu sukses menjalankan misi mata-matanya di atas gedung perang musuh.

Dalam pernyataan resminya pada hari kedelapan dari operasi “Peperangan daun-daun yang dimakan ulat”, Senin (14/7), Brigade Al-Qassam telah berhasil membuat pesawat drone yang diberi nama Ababil I. Sampai saat ini Brigade Al-Qassam telah membuat tiga tipe untuk pesawat drone mereka, yaitu tipe A 1A sebagai pesawat untuk tugas mata-mata, tipe A 1B untuk tugas serangan-menjatuhkan bom, dan tipe A 1C untuk tujuan serangan “bunuh diri”.

Brigade Al-Qassam menyatakan militer penjajah zionis Yahudi, khususnya para pengendali radar-radar pertahanan mereka, mengalami kepanikan dan kebingungan setelah pesawat-pesawat drone A 1 Al-Qassam sukses menembus dan terbang di atas kota Tel Aviv dalam waktu cukup lama.

(muhib al majdi/arrahmah.com)

Perkembangan korban Gaza: 185 syahid dan 1385 cedera

yo gaza

GAZA (Arrahmah.com) – Pesawat tempur penjajah zionis Yahudi pada hari Senin (14/7/2014) kembali melancarkan serangan udara terhadap beberapa tempat di Jalur Gaza. Serangan udara untuk hari kedelapan secara berturut-turut itu telah meningkatkan korban di pihak penduduk muslim Gaza, menjadi 185 orang syahid dan 1385 orang cedera wilayah, sebagaimana laporan resmi situs Brigade Asy-Syahid Izzuddin Al-Qassam.

Koresponden Al-Jazeera WailAd-Dahduh melaporkan langsung dari Jalur Gaza bahwa pesawat tempur zionis melancarkan sejumlah serangan udara pada Senin pagi dan Senin siang, namun dengan skala yang lebih rendah dibandingkan hari-hari sebelumnya.

Sementara itu koresponden Al-Jazeera lainnya di Jalur Gaza, Tamir Al-Mishal, menegaskan serangan udara zionis sampai hari Senin telah membunuh l78 warga muslim Gaza dan mencederai lebih dari 1300 lainnya. Ia melaporkan tiga orang warga gugur dalam serangan udara terbaru zionis pada Senin siang.

Kementrian Kesehatan Palestina di Gaza telah mengumumkan seorang remaja bernama Ziyad An-Najar (17 tahun) telah syahid dan dua orang lainnya cedera saat pesawat tempur zionis mengebom sebuah sepeda motor di desa Khuza’ah, sebelah timur Khan Yunis, wilayah utara Jalur Gaza.

Serangan udara zionis pada hari Senin menargetkan sejumlah rumah penduduk dan lahan pertanian. Selain itu artileri berat zionis juga turut ambil bagian dalam membombardir Jalur Gaza.

Kementrian Kesehatan Palestina menyatakan sebagian besar korban adalah anak-anak dan kaum wanita. Kementrian mengingatkan lembaga-lembaga internasional akan semakin memburuknya kondisi kehidupan penduduk Gaza seiring berlanjutnya serangan penjajah zionis Yahudi.

Berdasar keterangan militer “Israel”, pesawat tempur mereka telah melancarkan lebih dari 1500 kali serangan udara selama delapan hari peperangan di Gaza.

(muhib al majdi/arrahmah.com)

Kajian Hadits #25: Junub, lalu mandi, kemudian melanjutkan puasa

kamar-mandi

Oleh: Ustadz Muhammad Thalib

(Arrahmah.com) – Dari ‘Uqbah bin ‘Amir dan Fudhalah bin ‘Ubaid radhiallahu anhu:

كَانَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُصْبِحُ جُنُبًا ثُمَّ يَسْتَحِمُّ فَيَصُومُ

“Adalah (Nabi) Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam berada dalam kedaan junub pada waktu shubuh, kemudian beliau mandi, lalu puasa.” (HR. Thabarani)

Penjelasan:

Pada waktu shubuh Nabi Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam pernah dalam keadaan junub. Beliau lalu mandi dan puasa.

Orang yang bangun pada saat shubuh dalam keadaan junub, baik karena bersenggama maupun bermimpi, wajib mandi junub, kemudian menjalankan puasa pada hari itu.

Begitu juga seseorang yang pada siang harinya keluar mani karena mimpi atau mencium istrinya, ia wajib mandi junub dan meneruskan puasanya.

Keluar mani bukan karena bersenggama pada siang bulan Ramadhan tidak membatalkan puasa.

(arrahmah.com)

Kajian Hadits #24: Masih junub sewaktu shubuh

ramadhan-kareem

Oleh: Ustadz Muhammad Thalib

(Arrahmah.com) – Dari ‘Aisyah, ia berkata:

أَنَّ النَّبِي صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّم كَانَ يُصْبِحُ جُنُباً وَهُوَصَائِمٌ ثُمَّ يَغْتَسِلُ

“Sesungguhnya Nabi Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam terkadang masih dalam kedaan junub pada waktu shubuh, padahal beliau puasa, kemudian mandi janabat.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Penjelasan:

Seseorang yang sedang puasa, baik puasa sunnah maupun puasa Ramadhan, dan masih dalam keadaan junub, yaitu belum mandi besar karena janabat, sampai waktu shubuh, dinilai sah puasanya. Orang yang berjanabat ini wajib mandi besar sebelum melaksanakan shalat shubuh, karena orang yang junub tidak sah melakukan shalat, tetapi tetap sah meneruskan puasanya.

Junub yang dialami, baik karena bercampur dengan istri pada malam harinya maupun karena mimpi, tidak membatalkan puasa yang ia lakukan pada hari itu.

(arrahmah.com)

Sebut Nabi Muhammad tak dijamin surga, Quraish Shihab keliru tafsirkan dalil

Prof. Dr. Muhammad Quraisy Shihab MA.

JAKARTA (Arrahmah.com) – Keliru menafsirkan dalil hinggap pada Quraish Shihab, meski dia seorang guru besar dalam bidang tafsir dan doktor pertama di Asia Tenggara dalam bidang tafsir Al Quran.

Pada tayangan “Tafsir Al-Misbah” yang disiarkan oleh Metro TV pada Sabtu, 12 Juli 2014, Prof DR Quraish Shihab mengeluarkan pernyataan kontroversial bahwa Nabi Muhammad SAW tidak dijamin masuk surga.

Tayangan yang akhirnya diunggah di Youtube itu, alumni universitas Al Azhar ini berdalil dengan hadits tentang amalan shalih itu merupakan salah satu faktor yang bisa memasukkan seseorang ke dalam surga.

“Tidak benar. Saya ulangi lagi tidak benar bahwa Nabi Muhammad mendapat jaminan Surga. Nahh.. surga itu hak prerogratif Allah. Ya tho? memang kita yakin bahwa beliau mulia. kenapa saya katakan begitu? Karena ada seorang sahabat nabi dikenal orang… terus teman-teman disekitarnya berkata, bahagialah engkau akan mendapat surga. Kemudian nabi dengar, siapa yang bilang begitu, nabi berkata, tidak seorang pun orang masuk surga karena amalnya, dia berkata baik amalnya akan masuk surga, surga adalah hak prerogratif Tuhan,” ujar Quraish Shihab dalam rekaman yang diunggah di Youtube.

“Kalau ditanya, kamu pun tidak wahai Muhammad? kecuali kalau Allah menganugerahkan rahmat kepada saya. jadi kita berkata, kita berkata dalam konteks surga dan neraka tidak ada yang dijamin tuhan kecuali kita katakan bahwa tuhan menulis di dalam kitab sucinya bahwa yang taat itu akan dapat surga. Ada ayatnya,” tambah Quraish Shihab yang kemudian langsung menuai kecaman.

Jika kita mengikuti logika yang dibawa oleh Quraish Shihab, maka seluruh risalah dan ajaran yang dibawa oleh Nabi Muhammad SAW otomatis perlu dikritisi seluruhnya. Sebab, kemungkinan ada kekeliruan di dalam sebagian ajaran ataupun seluruhnya.

Menurut Direktur Forum Studi Sekte-sekte Islam, Ustadz Anung Al-Hamat, hadits tersebut bukan berarti Rasul SAW tidak masuk surga. Justru banyak dalil dari ayat dan hadits yang menegaskan bahwa Beliau SAW akan menjadi penghulu surga untuk orang-orang yang beriman.

Dikutip dari Kiblat.net Senin (14/7/2014), “Jadi hadits tersebut tidak benar jika dipahami bahwa Rasul SAW tidak dijamin masuk surga, justru banyak dalil yang menjelaskan adanya jaminan Rasul SAW masuk surga,” ujar anggota Majelis Intelektual dan Ulama Muda (MIUMI)

Di antaranya adalah, pertama, Rasulullah SAW menjelaskan bahwa Aisyah radhiyallahu anha adalah salah satu istrinya di surga Kedua, Beliau SAW menyebutkan salah satu wanita penghulu surga adalah Khadijah radhiyallahu anha (istri pertama Beliau SAW),

Ketiga, Beliau SAW juga menjelaskan tentang sahabat-sahabat yang dijamin masuk surga, mereka adalah Ahli Badar, Bai’aturridwan, dan lainnyay. Tidak mungkin beliau menjamin dan menjelaskan mereka para sahabat radhiyallahu anhum masuk surga sementara beliau sendiri belum pasti masuk surga.

Keempat, lanjut Ustadz Anung, telah diperlihatkan kepada Beliau SAW para penghuni surga dan penghuni neraka. Kelima, di dalam Surat Al-Fatihah, kita berdoa agar ditunjukan kepada jalan yang lurus yaitu jalannya para Nabi, shiddiqin, syuhada dan shalihin. Jelas bahwa Nabi SAW masuk ke dalam golongan para Nabi. Keenam, tidak ada sosok yang sudah diampuni seluruh dosa baik yang lalu maupun yang akan datang melainkan Nabi Muhammad SAW, dan masih banyak dalil-dalil lainnya.

Menurut Ustadz Anung, Quraish Shihab menafsirkan kesimpulan itu hanya dengan sebagian dalil saja. “Kekeliruannya adalah dia menafsirkan hanya sebagian dalil saja. Padahal, yang benar adalah mengumpulkan dalil-dalil yang ada kemudian mencontoh para ulama dalam menjelaskan dalil yang secara dzahir terlihat kontradiktif. Apa yang dikatakan Imam Nawawi dan lainnya adalah memadukan semua dalil,” ungkap kandidat doktor bidang pendidikan Islam ini.

Kata Ustadz Anung, di kalangan sekte-sekte yang menyimpang ada sebagian orang yang lancang dan mengeluarkan pernyataan keji terhadap Nabi SAW. Di antaranya Al-Gharawi, salah satu tokoh syiah yang menyatakan bahwa kemaluan Nabi SAW harus masuk neraka karena telah menggauli beberapa wanita musyrik, (yang dimaksud oleh tokoh Syiah itu adalah ummul mukminin Aisyah dan Hafsah radhiyallahu anhuma, red). Wal’iyadzu billah.

(azm/arrahmah.com)

Disinformasi dapat dimanfaatkan kubu merah untuk chaos

Para pembicara saat acara diskusi bertema bertema “Mengantisipasi skenario chaos kubu merah,” di Hotel Alia Cikini Jakarta Pusat, Sabtu (12/7/2014)

JAKARTA (Arrahmah.com) – Direktur An Nashr Institute, Munarman SH menyatakan bahwa potensi chaos dan eskalasi konflik pasca Pilpres memang ada. Ini dikuatkan dengan adanya operasi cipta kondisi melalui beredarnya secara massif kekacauan informasi (disinformasi) hasil Pilpres.

“Ada pihak-pihak yang mendorong intensitas suhu yang makin tinggi ini justru membebankan atau mengkambinghitamkan pihak lain yang tidak terlibat,” katanya dalam diskusi bertema “Mengantisipasi skenario chaos kubu merah,” di Cikini Jakarta Pusat, Sabtu (12/7/2014).

Dia menegaskan kelompok ini sangat pintar bersembunyi dan membebankan peristiwa yang mereka harapkan terjadi kepada pihak lain. Dalam hal ini adalah umat Islam yang akan dikorbankan dari situasi yang kacau.

Munarman menuding ada pihak-pihak yang sengaja memicu intensitas dan mendorong eskalasi yang mengarah kepada makin tingginya suhu politik, yang hampir-hampir mengarah kepada benturan-benturan fisik.

“Tapi kelompok ini sangat pintar bersembunyi dan membebankan peristiwa yang mereka harapkan terjadi kepada pihak lain. Dalam hal ini adalah umat Islam yang akan dikorbankan jadi pelaku dari situasi yang kacau. Itu skenario begitu sebetulnya,” ujarnya

Dirinya juga mengintrodusir yang dimaksud kubu merah adalah kubu yang ingin memanfaatkan situasi terjadinya kekacauan informasi untuk kepentingannya sendiri.

“Kubu merah adalah kelompok yang selalu menunggangi situasi untuk kepentingannya sendiri,” tandas Munarman.

Sebagai contoh pernyataan Burhanudin Muhtadi yang terang-terangan menyatakan bahwa kalau hasil perhitungan KPU tidak sesuai dengan perhitungan lembaga survei yang melakukan Quick Count maka KPU bersalah.

“Ini bentuk deligitimasi institusi-institusi negara,” tegas Munarman.

Cara seperti ini adalah mirip cara komunis, Munarman mencontohkan peristiwa Madiun tahun 1948. Ketika itu bangsa Indonesia tengah mengahadapi agresi Belanda, tiba-tiba ada kelompok merah mengambil alih Madiun.

“Peristiwa Madiun ini korbannya luar biasa banyak dari umat Islam,” ungkapnya.(azm/arrahmah.com)

Wahdah Islamiyah galang dana setengah milyar untuk Palestina

Halil penggalangan dana Wahdah Islamiyah untuk Gaza Palestina di Aula Lt,2 Masjid Darul Hikmah Antang Makassar, Ahad (13/7/2014)

MAKASSAR (Arrahmah.com) – Wahdah Islamiyah berhasil menghimpun dana untuk Gaza Palestina lebih dari setengah milyar rupiah dalam acara tabligh akbar bertema “Untukmu Palestina” dirangkaiakan penggalangan Dana di Aula Lt,2 Masjid Darul Hikmah Antang Makassar, Ahad (13/7/2014).

“Alhamdulillah antusiasme Peserta Tablik Akbar sangat tinggi beri bantuan,terkumpul dana sekitar 585 Juta lebih. Baik berupa uang tunai cash dan via transfer rekening,” ujar salah seorang panitia, Asyraf.

Menurutnya kaum Muslimin yang memberi bantuan bukan hanya sebatas dari peserta yang hadir, tetapi juga dari berbagai daerah di Indonesia, karena tablig akbar ini disiarkan langsung Radio Makkah dan Ummat TV.

“Selain berupa dana, bantuan yang masuk juga berupa barang diantaranya 20 Handphone,8 Jam Tangan, Sarung, Songkok dan Emas Logam Mulia 5 Gr. Juga ada yang beri bantuan uang dirham, Reyal Saudi, dan Ringgit Malaysia.Insya Allah Panitia akan terus galang dana dengan target 1 Milyar dana terkumpul.” tambah Asyraf.

Tablig Akbar ini diisi oleh Ketua Dewan Syariah Wahdah Islamiyah Ustadz DR.Rahmat Abdurrahman, Lc., MA.Dalam Tablik Akbar Tersebut ustadz mengutarakan bahwa sebagai seorang muslim mesti memiliki kepedulian kepada sesama kaum muslimin yang sementara tertindas oleh negara agresor zionis Israel.

“Semoga dengan kejadian gaza ini,dapat menggugah rasa simpati kaum muslimin dunia dan kondisi ini kaum muslimin solid dan mengutamakan persatuan untuk palestina”, ujar Ustadz Rahmat.

Wujud Solidaritas yang bisa diberikan berupa menggalang dana kemanusian dan bantuan doa bagi Saudara kita yang sementara berjuang mempertahankan negeri mereka yang terjajah. Ustadz juga mengingatkan untuk menghindari aksi yang negatif. “Aksi yang diberikan mesti proporsional dan menghindari aksi-aksi kekerasan dan pengrusakan. Aksi yang diberikan merupakan aksi simpatik”, tegas Ustadz.

Tablig akbar ini juga diisi orator dari 3 Relawan yang sempat beberapa tahun lalu menginjakkan kakinya di bumi Gaza memberikan bantuan bersama beberapa Anggota DRR RI,yakni Ust.Muhammad Ikhwan Abdul Djalil, Ust.Harman Tajang dan Ust.dr.Faisal Abdilalh Shihab. Insya Allah Wahdah Islamiyah, Komat Palestina bersama organisasi sosial lainnya dalam waktu dekat akan mengirim Relawan kemanusian ke Gaza.

Bagi kaum muslimin yang ingin berparisipasi menyalurkan bantuan dapat mengirim via Rekening Donasi Peduli Gaza Bank Mandiri Syariah No.4979009009 a/n: Laziz Wahdah. Kontak 085 315 900 900. (azm/arrahmah.com)

Puisi: “Seorang laki-laki tua dan seorang pemuda di Gaza”

puisi untuk Gaza

Seorang laki-laki tua memegang sebuah plakat yang bertuliskan,
Kalian mengambil airku, membakar pohon-pohon zaitunku,
Menghancurkan rumahku, mengambil pekerjaanku, mencuri tanahku,
Memenjarakan ayahku, membunuh ibuku,
Membombardir negaraku, Membuat kami semua kelaparan,
Menghina kami semua, tapi aku yang disalahkan:
Aku menembakkan roket balasan.

Berikut ini adalah beberapa kidung munafik
Dari Kitab Zionis Mazmur
Yang digunakan untuk membenarkan
Meletakkan limbah ke seluruh negara
Dan seluruh penghuninya:

Kita harus melemparkan Gaza kembali ke Abad Pertengahan
Menghancurkan semua infrastruktur termasuk jalan dan air
kata Eli Yishai, mantan Wakil Perdana Menteri.

“Jangan sampai ada listrik di Gaza,
Jangan ada bensin atau kendaraan yang bergerak, jangan sampai ada.
Kita perlu meratakan seluruh wilayah itu
Meratakan seluruh Gaza,
kata wartawan “Israel” Gilad Sharon di Jerusalem Post.

“Tidak ada orang yang tak berdosa di Gaza. Habisi mereka semua…
Bunuhlah warga Gaza tanpa pikir-pikir atau belas kasihan.
kata Michael Ben-Ari, anggota Knesset.

Gaza harus dibom, mau tak mau penduduknya harus lari ke Mesir
Kidunf Israel Katz, seorang Menteri Perhubungan.

Gaza harus dibersihkan dengan bom“,
kata Avi Dichter, seorang Menteri Pertahanan “Israel”.

“Tentara “Israel” harus belajar dari Suriah
Cara menyembelih musuh,
kata RabiIsrael” Yaakov Yosef.

Di sini ada Ze’ev Jabotinsky, pengagum Mussolini
Dan godfather militerisme Zionis,
Yang membenarkan pengusiran rakyat Palestina
Dari rumah mereka pada tahun 1940:
Dunia telah menjadi terbiasa dengan ide
Migrasi massa dan sudah menjadi menyukai mereka.

Jabotinsky menambahkan, Hitler telah menjajdikan ide ini baik di mata di dunia.”

Sungguh ironis bahwa Jabotinsky menggunakan Hitler
Sebagai preseden untuk mengusir warga Palestina
Sejak pengusiran paksa berada di antara dakwaan terhadap Adolf Eichmann -
Salah satu arsitek dari Holocaust Nazi
Ditangkap di Argentina, diadili dan digantung di “Israel.”

Tidak terpengaruh, mantan kepala rabbi,
Mordechai Elyahu, mendesakIsrael”,
tentaranya dan pemerintahnya
Untuk menerapkan pilihan Nazi
Terhadap warga Palestina.
Untuk melaksanakan serangkaian pemboman di pusat penduduk Palestina di Gaza
Dia mendesak pembunuhan tanpa pandang bulu terhadap warga sipil“.
Atas dasar agama.

Empat puluh dua jalan di “Israel”
Telah dinamai, setelah burung cuckoo bersenjata -
Burung cuckoo kejamIsrael”
Menggusur burung asli
Dari sarang Palestina,
Dan kemudian membunuh mereka.

Membara setiap kali rakyat Palestina melawan
Dengan kehilangan harapan yang meningkat
Dan terlepas dari banyaknya rintangan
Untuk mendapatkan kembali tanah leluhur mereka,
Israel” menyanyikan Kematian bagi orang Arab
orang Yahudi adalah saudara, orang Arab adalah bajingan,”
Anggota parlemenIsrael”, Ayelet Shaked, menyerukan
Genosida warga Palestina di Facebook
Dan mendukung “pembantaian ibu Palestina yang telah melahirkan ular kecil,

Dua gadisIsrael” memegang spanduk
Membenci Arab bukanlah rasisme, itu martabat!”
Rabi Noam Perel, kepala Bnei Akiva
Organisasi pemuda Zionis terbesar dunia,
Mendesak di halaman Facebooknya bahwa IDF,
Angkatan Pertahanan “Israelharus diubah
menjadi tentara penuntut balas,
Yang tidak akan berhenti hanya di 300 nyawa orang Palestina

Dan, kemudian dihasut oleh atavisme fasis,
Yahudi “Israel” mengamuk
Mencari untuk mengalahkan setiap orang Arab yang mereka hadapi.

Pada 2 Juli 2014,
Seorang pemuda di Gaza,
Muhammad Abu-Khdeir,
Seorang anak berusia 16 tahun
Ditarik ke dalam mobil
Dan diculik di Yerusalem Timur
Dalam perjalanan pulang dari masjid.

Dia diikat dan dipukuli;
Dituangkan bensin ke dalam mulutnya
Dan dia dibakar hidup-hidup.

Tubuhnya ditemukan di hutan Yerusalem;
Babak belur di kepala
Dan dengan sisa arang di paru-parunya
Menunjukkan ia masih bernapas
Saat dibakar.
Sembilan puluh persen tubuhnya hangus.

Korban lainnya berjatuhan dari slow motion genosidaIsrael” -
Sebuah holocaust yang kali ini
Dibiayai dan didukung secara tidak kritis
oleh ‘orang baik’,
Yang secara internasionalhebat dan baik”,
Dalam paduan suara bernyanyi
Untuk membela hak “Israel” untuk mempertahankan diri -
Membela yang tidak pantas dibela.

*Terjemahan puisi dari Heathcote Williams, seorang penyair Inggris, aktor dan pemenang penghargaan dramawan. Dia memberikan kontribusi puisi ini untuk PalestineChronicle.com.

(ameera/arrahmah.com)