Penulis Arsip: arrahmah.com

Warga Homs menghadapi kebrutalan penembak jitu Assad yang tidak pandang bulu saat melepaskan tembakan

Rumah Sakit Nasional di Homs, stasiun penembak jitu rezim Nushairiyah. (Foto : Zaman Alwasl)

HOMS (Arrahmah.com) – Penembak jitu yang ditempatkan di atap Rumah Sakit Nasional di Homs telah menjadi mimpi buruk bagi semua orang yang tinggal di al-Waer, karena mereka tidak membedakan anak-anak dan orang tua, setiap benda yang bergerak adalah target.

Saksi mata melaporkan sebuah kisah yang sangat sedih di mana seorang pemuda yang menyelamatkan seorang lansia terluka oleh peluru penembak jitu, namun sayangnya ia menjadi korban ketika ia kembali ditembak saat mencoba untuk mengambil payung dan ponsel milik orang tua tersebut, lansir Zaman Alwasl pada Sabtu (6/12/2014).

Jumlah kematian oleh penembak jitu rezim Nushairiyah pimpinan Assad memaksa komite sipil di lingkungan al-Waer untuk membahas krisis penembak jitu dalam pertemuan mereka dengan Mayor Jenderal Deeb Zaitoon untuk mencapai kesepakatan.

“Ada banyak penembak jitu di atap Rumah Sakit Nasional, selain tempat tersebut bisa mencakup wilayah yang luas, itu juga memungkinkan penembak jitu untuk mengintai seluruh wilayah di empat arah dan membuat sulit pejuang untuk menargetkan mereka,” ujar Hasan Zein Abo, seorang aktivis setempat.

Dia menambahkan bahwa penembak jitu kemungkinan campuran dari pasukan rezim dan Pasukan Pertahanan Nasional (NDF).

“Pejuang di Al Waer telah berurusan dengan penembak jitu berkali-kali, namun karena bangunan memiliki tingkat yang berbeda dan penembak jitu melakukan aksi ‘hit and run’, sulit bagi pejuang untuk menyingkirkan mereka,” tambahnya.

Dalam hal menargetkan rumah-rumah sipil, Hasan menegaskan bahwa milisi NDF yang tempatkan di Rumah Sakit Nasional membom rumah dengan senjata berat berkali-kali yang menyebabkan kerusakan dan kebakaran.

Hasan menegaskan bahwa penembak jitu membunuh orang lebih daripada roket.

Aktivis lainnya, Nader Tayarah menjelaskan bahwa atap rumah sakit telah menjadi tempat penyimpanan senjata berat dan menengah dan milisi NDF telah mengendalikannya setelah pasukan rezim menarik diri.

Selain Rumah Sakit Nasional, banyak bangunan di Homs yang menjadi stasiun untuk para penembak jitu seperti Tower Gardinia yang digambarkan sebagai “menara kematian” oleh warga Homs dan gedung pusat kota. (haninmazaya/arrahmah.com)

Menikah, selamatkan remaja dari HIV/AIDS

Aksi Silent Action LDS HTI Kota Bandung  di sepanjang jalur Car Free Day di jalan Ir. H. Djuanda pada (30/11/2014).

BANDUNG (Arrahmah.com) – “Yuk selamatkan Remaja dari HIV dan AIDS. Yuk selamatkan remaja, yuk ngaji bareng dakwah sekolah,” seruan yel-yel yang diserukan oleh remaja Islam yang tergabung dalam acara Silent Action LDS HTI Kota Bandung ini menyemai sepanjang jalur Car Free Day di jalan Ir. H. Djuanda, Ahad (30/11/2014).

Para peserta, lapor HTI Press juga menyeru kepada muslimah yang hadir untuk merasa malu jika membuka aurat dan mengajak untuk segera menutup aurat dengan berhijab secara syar’i. “Muslimah, malu dong buka aurat. Muslimah, yuk tutup aurat. Muslimah, yuk berhijab,” yel-yel ini pun membahana dalam acara.

Menurut Bayu, panitia Silent Action, acara ini diadakan sebagai bentuk kepedulian dari LDS HTI Kota Bandung terhadap kerusakan remaja yang semakin parah.

“Pada momentum hari AIDS Internasional kami ingin mengingatkan, bahwa sesungguhnya solusi nyata bagi permasalahan yang menimpa remaja adalah dengan membinanya dengan Islam. Dengan segenap upaya yang kami punya, kami akan terus menunjukkan kepedulian dan keseriusan kami untuk membina remaja,” tegasnya.

Menikah solusi

Salalah satu solusi nyata persoalan remaja adalah dengan menikah. Ketua Umum Ikatan Dai Indonesia (IKADI), KH. Ahmad Satori Ismail mengatakan, dalam ajaran agama Islam bila seorang laki-laki ataupun perempuan sudah baligh maka diperbolehkan untuk menikah. Hal tersebut untuk menghindari perbuatan zina, seks bebas ataupun hamil di luar nikah.

“Bila sudah baligh, segeralah menikah namun harus diperhitungkan dengan baik,” kata Satori kepada ROL, Selasa (2/12/2014).

Satori menambahkan, batas usia menikah juga harus diperhatikan. Menurutnya, bagi perempuan menikah diusia 15 tahun sudah diperbolehkan mengingat tahap baligh yang dialami oleh mereka sangat cepat dibandingkan laki-laki. “Namun sebelum menikah mereka juga harus mendapatkan pendidikan yang khusus untuk membina rumah tangga,” ujar Satori.

Untuk laki-laki, Satori menilai lebih baik menikah dalam usia yang ideal dan juga telah mengenyam pendidikan yang tinggi. Dia berasalan laki-laki memiliki tanggung jawab yang lebih besar untuk mengatur sebuah rumah tangga. Namun, bila ada revisi untuk batas usia menikah menurutnya sah-sah saja bila demi kebaikan generasi penerus bangsa. (azm/arrahmah.com)

Muhammad menjadi nama populer untuk bayi di Inggris

Muhammad menjadi nama populer di Inggris

LONDON (Arrahmah.com) – Daftar baru untuk 100 nama-nama bayi di Inggris telah menunjukkan nama Muhammad (saw) berada diurutan teratas, mengalahkan nama kerajaan.

“Biasanya, Muhammad sering menjadi nama yang diberikan kepada anak sulung dalam keluarga Muslim,” Sarah Redshaw, managing editor BabyCentre, kepada The Telegraph, pada Senin (1/12/2014).

Daftar top 100 nama bayi di 2014 menunjukkan bahwa posisi nama Muhammad telah meningkat sebanyak 27 tempat dari tahun lalu, dan diklaim menempati posisi nomor satu untuk nama anak laki-laki.

Tidak hanya itu, nama-nama Arab lainnya juga sedang populer, terutama nama Nur sebagai pendatang baru di daftar top 100 untuk nama anak perempuan yang langsung menempati urutan ke 29, dan Maryam meningkat dari posisi 59 ke posisi 35. Omar, Ali, dan Ibrahim juga menjadi nama-nama baru di daftar top 100 nama anak laki-laki di Inggris.

Sedangkan di daftar nama anak perempuan, Sophia ada di daftar teratas, menunjukkan kepopulerannya di Amerika Serikat, Brasil, Spanyol, dan Rusia tahun lalu. Nama yang juga sedang diminati adalah Maryam, sedangkan nama pendatang baru seperti Nur, Emilia, dan Gracie juga menempati angka tertinggi.

“Dengan adanya peningkatan nama Arab dan Aarav (nama anak laki-laki India), daftar top 100 menunjukkan keberagaman di Inggris saat ini,” kata Sarah Redshaw, managing editor untuk BabyCentre.

Nama George justru mengalami penurunan. Nama ini tersingkir dari daftar top 10 ke urutan ke 13 setelah kelahiran Pangeran George, raja masa depan Inggris tahun lalu. Nama-nama kerajaan lainnya seperti Harry dan William, juga menurun popularitasnya tahun ini.

Inggris adalah rumah bagi minoritas Muslim yang cukup besar yang berjumlah hampir 2,7 juta, terutama yang berasal dari India, Bangladesh dan Pakistan.

Nama Muhammad menjadi nama populer bagi bayi laki-laki di Inggris dalam beberapa tahun terakhir.

Pada tahun 2013, nama Muhammad menjadi nama paling populer untuk bayi yang baru lahir di Inggris dan Wales.

Pada tahun 2009, nama Nabi juga menjadi nama paling populer untuk bayi yang baru lahir di Inggris dan Wales.

Muhammad berada di urutan ketiga sebagai nama paling populer di Inggris pada tahun 2008.

(ameera/arrahmah.com)

Presidium dan Gubernur pilihan rakyat

apel akbar bersama FPI, FBR, GMJ melantik Bang Rozi sebagai Gubernur DKI Jakarta

JAKARTA (Arrahmah.com) – “Alhamdulillah, apel Akbar Jihad Konstitusional yang digelar oleh Gerakan Masyarakat Jakarta (GMJ) pada Senin (1/12/2014) sukses dan berkah,” demikian ujar Habieb Rizieq yang dikutip Suara Islam, Selasa (2/12).

Masyarakat Jakarta nampak sangat antusias. Pria mau pun wanita mengikuti Apel Akbar tersebut dengan semangat. Apel Akbar diikuti oleh 99 Ormas Islam se-DKI Jakarta disertai ratusan Habaib, Ulama dan Tokoh Betawi, Mahasiswa, Pedagang kaki lima, para Pengamen, Masyarakat Kumuh, serta sejumlah Padepokan Silat Betawi dan Jak Mania pun tidak mau ketinggalan. “Aksi ratusan ribu rakyat Jakarta tersebut berjalan tertib dan aman,” lapor Suara Islam.

Sebuah Rapat Akbar Rakyat Jakarta yang dipimpin langsung oleh Habib.Muhammad Rizieq Syihab turut menjadi agenda di dalamnya, atas permintaan para Habaib dan Ulama Jakarta yang hadir dalam Apel.

“Alhamdulillaah, Rapat Akbar Rakyat Jakarta telah berhasil membentuk PRESIDIUM PENYELAMAT JAKARTA (PPJ) yang beranggotakan Para Habaib, Ulama dan Tokoh Masyarakat Betawi dari berbagai elemen, antara lain : KH. Munawir Asli, KH. Maulana Kamal Yusuf, KH. Abdurrasyid Abdullah Syafi’i, KH. Nursasih, KH. Ahmad Baidhowi, KH. Syafi’i Mustawa, KH. Sulaiman Rahimin, KH. Luthfi Hakim, KH. M. Al-Khaththath, KH. Kholil Ridhwan, H. Rhoma Irama, H. Qomaruddin Darib, H. Syaugi Zainuddin MZ, H. Endang, HM. Toha, Ustz. Hj. Nurdiyati Akma dan Ustz. H. Umrah, ” tegas Habib Rizieq.

Adapun kalangan Habaib yang turut andil adalah: Hb. Abdurrahman Al-Habsyi, Hb. Idrus Hasyim Alattas, Hb. Muhsin Zaid Alattas, Hb. Hamid Al-Kaaf, Hb. Salim Al-Hamid, Hb. Umar Al-Hamid dan Hb. Ahmad Aidid.

Disusul Rapat Darurat di tengah-tengah kerumunan rakyat, alhasil secara aklamasi ditlahetapkan KH. Fakhrurrozi Ishaq yang akrab dipanggil BANG ROZI sebagai GUBERNUR RAKYAT untuk DKI Jakarta.

Secara langsung, Bang Rozi dilantik oleh PPJ dengan pengucapan Sumpah dan Janji sebagai Gubernur Rakyat Jakarta. Dalam sambutannya, Bang Rozi selaku Gubermur Rakyat Jakarta pilihan rakyat, mendesak DPRD DKI Jakarta untuk segera MEMBOIKOT APBD DKI Jakarta agar tidak diselewengkan Ahok.

Selama menjabat Wagub DKI Jakarta, Ahok terbukti TELAH GAGAL melakukan pengawasan penyerapan Anggaran Ibu Kota, sehingga dari 72 trilyun rupiah anggaran untuk rakyat Jakarta hanya terserap sekitar 30 %. Akibatnya, rakyat Jakarta dirugikan dan dizalimi.

Selanjutnya, Tasyakkuran Pelantikan Gubernur Rakyat di Markaz Besar FBR akan diselenggarakan di Cakung pada Rabu malam (24/12). Dan GMJ akan menggelar Tasyakkuran juga pada Rabu malam (31/12) di Majelis dan Kediaman Sang Gubernur Rakyat di Jalan Raya Basuki Rahmat.

Ada pun FPI akan turut menggelar Tasyakkuran pada Jum’at (2/1/2015) malam, sekaligus Maulid Akbar Nabi Muhammad shalallahu ‘alayhi wasallam di Markaz Besarnya di Petamburan.

“Majelis-majelis Ta’lim pun tidak mau ketinggalan, juga akan gelar Maulid Nabi SAW sekaligus Tasyakkuran Pelantikan Gubernur Rakyat, antara lain : MT.As-Sa’adah pimpinan Hb.Idrus Hasyim Alattas di Pol Tangan Pasar Minggu pada hari Sabtu tanggal 3 Januari 2015 pagi, dan malamnya di MT.Anwarul Hidayah pimpinan Hb.Muhsin Alattas dan Hb.Hamid Alattas di Cawang samping kantor BNN,” ujar Habib Rizieq.

Dalam Maklumatnya, PPJ telah menyerukan, “agar masyarakat Jakarta selalu menyambut kehadiran dan kedatangan Gubernur Rakyat Bang Rozi di gang-gang dan di kampung-kampung serta berbagai acara di seluruh wilayah Jakarta, sekaligus harus siap setiap saat untuk mengusir pihak mana pun yang mengaku sebagai Gubernur Jakarta, karena bukan dipilih oleh Kedaulatan Rakyat Jakarta yang menjunjung tinggi ayat suci di atas ayat konstitusi.”

Selain itu, PPJ juga menyerukan agar “Ketua-Ketua RT, RW, Lurah, Camat dan Walikota serta Bupati dan seluruh pegawai di wilayah Pemda DKI Jakarta agar turut menerima putusan Rakyat Jakarta, sehingga tidak ada lagi Gubernur Rakyat di Jakarta yang mereka akui kecuali Bang Rozi.”

Semoga Allah subhanahu wata’ala memberkahi Gubernur Rakyat Jakarta KH. Fakhrurrozi Ishaq dan selalu melindunginya dari segala makar musuh Islam. Ma’an najah! (adibahasan/arrahmah.com)

“Regin”: Inikah ancaman cyber “Israel” kepada dunia?

97169_virus-komputer_300_225

LONDON (Arrahmah.com) – Akhir pekan lalu perusahaan anti-virus Symantec merilis rincian sebuah malware baru yang terdeteksi kemudian telah dicegat dan telah decoding untuk beberapa waktu. Beberapa vendor anti-virus lain kemudian merilis paper mereka sendiri sebagai tindak lanjut atas hadirnya perangkat lunak berbahaya segera setelah dia ditemukan.

“Regin”, alat mata-mata canggih, sangat mungkin telah menjadi karya negara Barat, kata para ahli. Malware ini dapat melakukan hal-hal seperti mengambil screenshot dan mencuri password, atau bahkan mengambil alih mouse dan keyboard, sebagaimana dilansir The Electronic Intifada pada Senin (1/12/2014).

Menurut Symantec, “Pengembangan dan pengoperasian malware ini akan membutuhkan investasi yang signifikan dari waktu dan sumber daya, menunjukkan bahwa negara atau bangsa bertanggung jawab atas desainnya membuatnya sangat cocok untuk bertahan lama, dalam operasi pengawasan jangka panjang terhadap sasaran….”

Jika malware ini dihadirkan hanya untuk skala kecil (semata-mata pekerjaan iseng/pencari uang seorang pembuat virus program ini) semisal hacker independen, bukan bekerja di bawah perintah sebuah negara, nampaknya tidak mungkin. Pasti Regin merupakan program malware yang “sangat mungkin bahwa proses pengembangannya waktu berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun, untuk diselesaikan,” kata Symantec, “dan penulisnya telah berusaha keras untuk menutupi jalurnya.”

Target Regin yang ditemukan di Aljazair, Afghanistan, Belgia, Brazil, Fiji, Jerman, Iran, India, Indonesia, Kiribati, Malaysia, Pakistan, Suriah dan Rusia, menurut Kasperskey, vendor anti-virus Rusia. Symantec mengklaim bahwa sebagian besar mesin yang ditargetkan ditemukan di Rusia dan Arab Saudi.

Meskipun vendor anti-virus belum menamai pelakunya secara eksplisit, seorang pakar IT berasumsi bahwa “Israel” mungkin telah terlibat dalam menciptakan dan / atau operasi proyek ini. Sebagaimana yang pakar itu katakan kepada The Guardian bahwa “tidak ada negara lain yang dapat saya pikirkan” selain dari AS, Inggris atau “Israel” yang bisa menciptakan Regin. Saya setuju bahwa ini adalah penyebab yang paling mungkin.

Pada bulan Mei 2012, ancaman cyber yang sangat mirip, telah dijuluki Flame, atau Flamer. Seperti Regin, Flame dirancang untuk memata-matai (bukan sabotase, seperti malware bernama Stuxnet yang sempat terkenal) yang menargetkan komputer. Seperti Regin, Flame ditemukan pada komputer di negara-negara di seluruh Timur Tengah. Mirip dengan Regin, Flame telah dibuat menggunakan desain modular yang canggih dan fleksibel. Baik Regin dan Flame memanfaatkan enkripsi mutakhir untuk menghindari deteksi selama bertahun-tahun.

Ketika Asa Winstanley, jurnalis investigasi TEI melaporkan eksposur Flame pada tahun 2012, kesimpulannya adalah bahwa itu kemungkinan besar dibuat oleh Badan Keamanan Nasional Amerika (NSA), dengan “Israel” yang bekerja sebagai mitra junior dalam rekayasa. Mereka juga cenderung telah mengoperasikan itu.

“Israel” dan NSA juga bekerja sama pada Stuxnet, senjata cyber yang secara fisik menyabotase fasilitas tenaga nuklir Iran pada tahun 2008 dan 2009. Seperti yang dirinci dalam analisis pada waktu, Flame dan Stuxnet, meskipun sangat berbeda dalam banyak hal, namun beberapa kode yang sama terdapat di daerah kunci tertentu. Tampaknya bahwa keduanya adalah bagian dari gelombang yang perang cyber yang sama yang disahkan oleh George W. Bush dan pada jangka pertama pemerintahan Obama.

Sejak itu, pembongkar NSA Edward Snowden telah mengkonfirmasi bahwa Stuxnet dibuat oleh NSA bersama “Israel”. Sepertinya lebih dari mungkin kemudian, bahwa api juga diciptakan oleh Amerika dan “Israel”, dan persamaan antara Flame dan Regin menyarankan dunia bahwa “ini baru ancaman cyber”. Ancaman yang sama yang juga diciptakan oleh dua sekutu, terutama saat mempertimbangkan target operasinya.

Perusahaan keamanan cyber Rusia Kasperskey mengatakan dalam analisisnya bahwa korban utama Regin adalah “operator telekomunikasi, pemerintah, lembaga keuangan, organisasi penelitian, badan politik multinasional dan individu yang terlibat dalam penelitian matematika/cryptographical mutakhir.” Jadi, jenis surveilans massal yang biasanya disukai oleh NSA (yang seperti kita sekarang tahu pasti berkat Snowden), sudah menjamur di internet, namun Regin lebih fokus dan pemilih. Desain modular Regin memungkinkan diperluasnya jangkauan target operasi dengan mudah, bahkan secara khusus pada misi khusus.

Sesuatu yang tampaknya baru untuk Regin adalah penggunaan cara yang sama seperti menargetkan jaringan telepon selular, menurut Kaspersky: “Satu modul Regin tertentu mampu pengendali stasiun pemantauan berbasis GSM, mengumpulkan data tentang sel GSM dan infrastruktur jaringannya.”

Masih terlalu dini untuk mengatakan siapa sebenarnya di balik ancaman cyber baru ini, namun ada kemungkinan bahwa Regin digunakan sebagian sebagai pengganti Flame. Ketika keduanya terpapar oleh Kaspersky pada tahun 2012, malware itu langsung dimatikan. Namum rupanya Regin mungkin telah digunakan oleh penyerang yang sama sebagai penggantimalware pendahulunya .

Perusahaan keamanan cyber membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk memahami malware apa yang mereka miliki di tangan mereka. Ini adalah mengapa hal itu tidak diungkapkan kepada dunia sampai akhir pekan lalu, meskipun fakta menunjukkan bahwa Regin telah ada setidaknya sejak 2008, bahkan mungkin sebelumnya.

Selain itu, meskipun sekarang akan mulai menjadi sasaran software anti-virus, kekuatan penuh dari ancaman tersebut belum terungkap. Symantec, untuk satu hal, percaya bahwa “banyak komponen Regin yang fungsinya belum ditemukan dan tambahan atas versi barunya mungkin [telah] ada.” Wallahua’lam bish shawab. (adibahasan/arrahmah.com)

Wanita Palestina tikam warga “Israel” di Tepi Barat

Israeli soldiers at the scene of a stabbing

TEPI BARAT (Arrahmah.com) – Seorang wanita Palestina menikam seorang warga “Israel” di Tepi Barat yang diduduki dan kemudian wanita itu ditembak dan oleh pasukan keamanan “Israel” dan terluka parah, menurut militer dan polisi “Israel”, sebagaimana dilansir oleh The Guardian, Senin (1/12/2014).

Insiden ini terjadi pada Senin (1/12) di blok pemukiman Yahudi Etzion di dekat Al-Quds. Warga “Israel” yang diserang itu tidak mengalami luka serius.

Seorang juru bicara militer “Israel” mengatakan bahwa warga “Israel” yang diserang itu adalah warga sipil. Pasukan keamanan”Israel” segera mengatasi tersangka dan memindahkannya untuk mendapatkan bantuan medis lebih lanjut.

Seorang juru bicara polisi mengatakan bahwa wanita Palestina yang melakukan serangan itu telah ditembak.

Saksi Reuters melihat wanita itu dibawa ke rumah sakit Hadassah Al-Quds. Seorang juru bicara rumah sakit mengatakan bahwa wanita Palestina itu terluka parah.

Kekerasan di” Israel” dan wilayah Palestina telah meningkat dalam beberapa bulan terakhir. Serangan yang dilakukan oleh warga Palestina telah menewaskan 11 warga “Israel”, sementara 12 warga Palestina telah tewas, termasuk termasuk diantaranya pelaku penyerangan.

Ketegangan juga meningkat dalam beberapa pekan terakhir akibat pembatasan “Israel” bagi warga Palestina yang akan memasuki al-Aqsha, juga berbagai penangkapan dan pembunuhan yang dilancarkan “Israel” terhadap warga Palestina di A-Quds, Tepi Barat dan Gaza.

(ameera/arrahmah.com)

Aksi gelar pasukan LUIS dan Dewan Syariah Solo Raya

SURAKARTA (Arrahmah.com) – Galang Persatuan Umat Islam. Itulah tema yang diangkat oleh Laskar UmatIslam Surakarta (LUIS) dan Dewan Syariah Kota Surakarta (DSKS) pada Longmarch Solo Raya yang dihadiri oleh 300 orang dari elemen Islam Surakarta mengambil Start dan finish lapangan Pringgolayan Solo, Ahad (30/11/ 2014).

Humas LUIS Endro Sudarsono dalam penjelasannya kepada redaksi menyebut beberapa elemen pendukung yang hadir. Dari Solo yaitu LUIS, JAT, Bregade Al-Ishlah, Front Jihad Islam, Fron Nahi Mungkar. Dari Klaten FPI dan Barisan Muda Klaten. Dari Boyolali Pondok Darusy Syahadah, Pondok Miftahul Huda dan Forum Komunikasi Umat Islam Sawahan (Forkuis). Dari Sragen Pandu Hidayatullah. Dari Sukoharjo hadir Kokam Kartasura, dan dari Wonogiri Pondok Tahfidz Wonogiri.

Ada 2 tujuan diadakan longmarch ini yaitu untuk menkonsolidasi kekeatan beberapa elemen Islam di Solo Raya dan tetap menjaga serta memperkokoh tali silaturahmi.

Tausiah disampaikan oleh Ustadz Nashirudin dari pondok Miftahul Huda Boyolali dan Ustadz Andriansyah dari Pondok Tahfidz Wonogiri.

Adapun rute yang dilewati Lapangan Pringgolayan-Jl Veteran-JlBhayangkara-Jl Dr.Rajiman-Gendengan-Purwosari-Pajang-Gentan-Baki-Danyung-Solobaru-Dawung dan berakhir di Lapangan Pringgolayan. Acara dimulai pukul 07.30-11.30. Acara juga dikawal ambulance dariTim Medis Hilal Amar Solo.

Acara berjalan lancar, tampak pengamanan dari TNI dan Polri dari mulai personal sampai panser disiagakan di beberapa tempat. (azm/arrahmah.com)

Maskawin alat eksploitasi?

foto ilistrasi, pernikahan

Oleh : Henny (Ummu Ghiyas Faris)

(Arrahmah.com) – Prihatin dan tergelitik mendapati ungkapan bahwa maskawin/mahar bisa menjadi alat untuk eksploitasi perempuan. Bahwa itu menjadi pertanda seseorang telah membeli si anak perempuan melalui orang tuanya. Hal ini diutarakan oleh seorang menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPA), Yohana Yembise (nasionalrepublika.co.id , 23/11/2014)

Sungguh ironis ungkapan ini, diungkapkan oleh seorang menteri bahwa maskawin dianggap sebagai belenggu kebebasan kaum perempuan untuk berbicara. Hal ini dianggap bentuk eksploitasi hak-hak perempuan untuk sejajar dengan pria dalam hal-hal tertentu, seperti: pendidikan, karir politik, dan lain sebagainya. Dalam hal ini perempuan dianggap dinomorduakan dari kaum pria.

Pernikahan penumbuh kebaikan

Jika kita bicara tujuan dari pernikahan, bahwa pernikahan adalah fitrah manusia, maka jalan yang diridhai untuk memenuhi fitrah tesebut adalah jalan yang halal yaitu aqad nikah sesuai ketentuan, bukan dengan jalan yang mengundang murka Allah Subhanahu Wa Ta’ala yaitu kumpul kebo, lesbian, homo seksual, dan yang sejenisnya.

Dengan jalan pernikahan, maka diri manusia terbentengi dari perbuatan kotor dan keji, serta terpeliharanya keturunan kita. ” Wahai para pemuda ! Barangsiapa di antara kalian berkemampuan untuk nikah, maka nikahlah, karena nikah itu lebih menundukkan pandangan, dan lebih membentengi farji (kemaluan). Dan barangsiapa yang tidak mampu, maka hendaklah ia puasa (shaum), karena shaum itu dapat membentengi dirinya”. (Hadits Shahih Riwayat Ahmad, Bukhari, Muslim, Tirmidzi, Nasa’i, Darimi, Ibnu Jarud dan Baihaqi).

Pernikahan bukanlah ajang main-main, bila kita beriman dan beragama Islam tentu menginginkan pernikahan dalam bingkai syariat sesuai Islam. Sakinah, mawaddah, wa rahmah itulah tujuan dari pasangan untuk menikah. Menurut konsep Islam, hidup sepenuhnya untuk beribadah kepada Allah dan berbuat baik kepada sesama manusia. Dari sudut pandang ini, rumah tangga adalah salah satu lahan subur untuk beribadah dan amal shalih.

Ungkapan keliru

Menelaah ungkapan bahwa maskawin/mahar adalah alat jual beli sangat keliru. Dalam Islam di sebutkan bahwa tata cara pernikahan ada aturannya. Dalam akad nikah ada beberapa syarat rukun dan kewajiban yang harus dipenuhi, di antaranya mengenai maskawin/mahar.

Maha benar Allah dalam firmanNya :

“Dan berikanlah mahar (maskawin) kepada perempuan yang kamu nikahi sebagai pemberian yang penuh kerelaan”. (QS An-Nisaa : 4)

Mahar atau maskawin adalah harta yang diberikan oleh pihak mempelai laki-laki kepada mempelai perempuan pada saat akad nikah. Mahar merupakan hak dan milik seorang isteri dan tidak boleh seorang pun mengambilnya, baik ayah maupun yang lainnya, kecuali dengan keridhaannya.

Yang harus diingat bahwa dalam hukum Islam, mahar bukan merupakan “harga” dari seorang perempuan yang dinikahi, sebab pernikahan bukanlah akad jual-beli seperti muamalah bisnis. Oleh karenanya, tidak ada ukuran dan jumlah yang pasti dalam mahar. Syari’at Islam melarang bermahal-mahal dalam menentukan mahar, bahkan dianjurkan untuk meringankan mahar agar mempermudah proses pernikahan. Tetapi apabila calon suaminya secara ekonomi mapan, tentu saja tidak salah jika mahar yang akan diberikan nilainya lebih besar.

Imam Ahmad meriwayatkan bahwa Nabi Shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Di antara kebaikan wanita adalah mudah meminangnya, mudah maharnya dan mudah rahimnya.” ‘Urwah berkata, “Yaitu mudah rahimnya untuk melahirkan.” (HR. Ahmad)

Jika ada anggapan bahwa mahar adalah alat eksploitasi perempuan, anggapan itu adalah anggapan yang berasal dari kacamata kapitalisme yang memandang segala sesuatu dari objek materi. Anggapan ini bisa membahayakan pemikiran tentang konsep Islam ajaran keyakinan sekaligus solusi total setiap permasalahan kehidupan. Selain membahayakan aqidah, pemahaman seperti ini dapat menggiring kaum muslim untuk bersikap mencampuradukan antara yang hak dan yang batil.

Berbeda dengan Islam yang menganggap bahwa pernikahan adalah untuk menjaga kehormatan dan kemuliaan perempuan. Justru yang menjadi alat ekspliotasi adalah sistem kapitalisme, yang memandang bahwa perempuan sebagai sarana promo produk yang dipajang sedemikian rupa untuk menarik pembeli. Masih banyak contoh lain yang melibatkan perempuan yang hitung-hitungannya dari segi materi saja.

Pernikahan memposisikan hubungan suami istri adalah hubungan persahabatan, bukan hubungan majikan dengan pekerja. Mengayuh bahtera rumah tangga untuk satu tujuan sakinah-mawaddah-wa rahmah. Dalam kapitalisme memandang bahwa dalam pernikahan kaum perempuan dijadikan objek untuk mendapatkan materi sebanyak-banyaknya. Seperti ungkapan mereka bahwa perempuan akan dipandang jika kaum perempuan menghasilkan materi. Tak jarang tercipta pola pikir dalam masyarakat bahwa materi adalah segala-galanya, maka yang hadir adalah pernikahan yang jauh dari harmonis seperti hubungan antara majikan dan pekerja.

Islam memuliakan

Islam adalah din yang sempurna, ia hadir di tengah umat manusia sebagai rahmatan lil alamin untuk kehidupan manusia dan sebagai solusi atas problematika kehidupan manusia. Tapi agama yang penuh rahmat ini dianggap oleh sebagian orang sebagai sesuatu yang tidak menguntungkan bagi kehidupan, sehingga dalam kancah kehidupan dienyahkan sejauh-jauhnya, astagfirullah…

Islam membawa syariat yang membawa kesejahteraan dan kemuliaan bagi umat manusia, agar manusia tidak terjatuh dalam jurang kehinaan dan kesengsaraan. Begitupun untuk kaum perempuan.

Kapitalisme akan berupaya sedemikian rupa untuk menjauhkan agama dari kehidupan termasuk dengan upaya-upaya mealalui perang pemikiran yang mengancam umat muslim saat ini, ketika kaum muslim kehilangan kepemimpinan yang berfungsi sebagai junnah yang melindungi umatnya dari berbagai bahaya. Wallahu a’lam bish-shawab.

(arrahmah.com)

Meriahnya #hafizhonthestreet di CFD Jakarta

10410616_760074784081432_2413650006421986742_n

JAKARTA (Arrahmah.com) – Alhamdulillah, banyak aktivis Muslim yang telah turun ke jalan untuk berdakwah. #dakwahonthestreet digelar di area Car Free Day (CFD) Jakarta bersama para aktivis Muslim @bobbyherwibowo, @PejuangSubuhJKT dan @WanitaCadar, seperti ditulis di Fanpage Wanita Indonesia Bercadar.

Pada Ahad pagi itu agenda utama mereka adalah “Menghafal Al-Qurán Semudah Tersenyum” sambil berolahraga #hafizhonthestreet oleh Ustadz Bobby Herwibowo, Lc.

Kegiatan ini disambut antusias oleh warga Muslim yang hadir di CFD.

“Fresh sekali, tidak terbayang bisa menghafal Alquran dengan cara seperti ini, biasanya kaku. Sekarang sambil olahraga di pagi hari bersama keluarga bisa menghafal Al Quran,” ungkap Syifa, salah satu Muslimah yang mengikuti kegiatan #hafizhonthestreet di Jakarta kepada Republika Online.

10689691_760074904081420_7673444758173949762_n

Ade, ibu rumah tangga, yang Ahad pagi itu datang bersama anak-anaknya juga menyambut hangat kegiatan #hafizhonthestreet ini. “Mau dong setiap minggu diadakan terus, saya ingin anak-anak saya seperti para santriwan dan santriwati yang menjadi penghafal Al Quran,” ungkap Ade, setelah melihat santri Askar Kauny pimpinan Ustaz Bobby Herwibowo mengikuti kegiatan menghafal Alquran sambil berjalan kaki sepanjang Jalan Sudirman hingga Jalan MH Thamrin.

Kegiatan ini diikuti oleh berbagai kalangan, mulai dari anak-anak hingga orang tua, kaum pelajar dan profesional, hingga anggota Polisi yang bertugas menjaga keamanan area CFD. Mereka turut menghafal ayat-ayat Al-Qur’an bersama Ustadz Bobby dan santri Ma’had Tahfizh Al Quran Askar Kauny.

11092_760074780748099_6360029762498487107_n

Memberikan warna yang berbeda di CFD, #hafizhonthestreet menarik perhatian banyak pengunjung CFD. Waktu olahraga pagi menjadi lebih bermanfaat dengan diiringi menghafal Al-Qur’an.

10402043_760075007414743_4204259571351394145_n

Selain itu kegiatan tersebut, aktivits @WanitaCadar juga mengadakan aktivitas #berbagijilbab di area #CFD kepada para Muslimah. Mereka mengajak para wanita Muslim untuk memakai pakaian yang Syar’i. (siraaj/arrahmah.com)

Ketika mengkritik pemimpin Negara dianggap Khawarij (bagian 1)

Aksi unjuk rasa di Mesir

Oleh: Ustadz Abu Husein At-Thuwailibi dan Ustadz Abi Syakir

(Arrahmah.com) – Kalau bisa menasehati secara damai, lembut, santun, lakukanlah. Kalau tidak bisa karena tidak efektif, ya silahkan lakukan cara lain yang lebih efektif dan menghasilkan pengaruh nyata.

Kalau mengkiritik pemimpin negara dianggap khawarij, maka ini benar-benar perlu dibahas duduk soalnya. Mengkritik pemerintah atau pemimpin negara dikatakan “Hizbi”, “Khawarij”, “Takfiri”, dan lain-lain.. Aneh!

Perlu diingat, Khawarij dikatakan khawarij bukan semata-mata tindakan kritisnya terhadap pemerintah, akan tetapi khawarij di katakan khawarij karena ia Keluar Dari Ketaatan Pada Ulil Amri Yang Syar’i Yang Berhukum Pada Hukum Allah Dan Rasul-Nya, dan Mengkafirkan Ummat Islam Secara Membabi Buta. Makanya ia di katakan Khawarij !

Kami teringat dengan perkataan Ustadz Abdul Hakim Bin Amir Abdat dalam kitabnya Al-Masaa’il bahwa Mentaati Ulil Amri itu adalah mentaati Ulil Amri yang taat kepada Allah dan Rasul-Nya, mentaati Ulil Amri yang tunduk dan patuh pada Allah dan Rasul-Nya, mentaati Ulil Amri yang memberlakukan syari’at Allah dan Rasul-Nya, sehingga mentaati Ulil Amri yang tidak patuh kepada Syari’at Allah dan Rasul-Nya maka itu merupakan tindakan yang menjadikan Ulil Amri itu tuhan-tuhan selain Allah.

Na’am. Demikian pernyataan Ustadz Abdul Hakim Bin Amir Abdat (secara makna) yang masih termaktub dalam kitabnya Al-Masail dan tidak dimansukh (dihapus-red NM) sampai sekarang.

Mari kita lihat kenyataan. Sebelum Pilpres Juli 2014 (Pemilu Presiden pada tanggal 9 Juli 2014), banyak penuntut ilmu (baik Salafi maupun Haroki) yang mengkritik calon pemimpin tertentu. Katanya, banyak mafsadat, madharat, sudah maklum keadaannya, dan seterusnya, termasuk Al-Ustadz yang aktif di FB pun turut berpartisipasi dalam mengkiritik dan mentahdzir “si calon pemimpin” yang dianggap membahayakan itu.

Tapi anehnya, setelah pemimpin “ahlul mafsadat” (pembawa marabahaya) itu terpilih, seketika berubah hukum baginya: Tidak boleh dikritik, tidak boleh dicela di depan umum, harus didoakan, harus sabar, dinasehati diam-diam, dan sterusnya. “Kalau dia mau nurut, itulah yang kita inginkan. Kalau dia keras kepala, setidaknya Anda sudah menyampaikan.” Begitu kaidah populernya.

Ada satu lagi argumen, argumen yang tak kalah populer, seperti retorika Khalifah Umar Bin Abdul Aziz Rahimahullah di masa lalu saat beliau dikritik keras oleh seseorang. Sang Khalifah pun berkata: “Aku tidak sejahat Fir’aun, sedang Anda tidak sebaik Musa; tapi Musa diperintah untuk menasehati Fir’aun dengan qaulan layyinan, kata-kata yang baik.” Bukan kritik, cela, hinaan, dll.

Thoyyib, mari kita bahas, Muncul pertanyaan: Bagaimana hukum mencela, mengkritik, mengejek pemimpin sekuler (non pemimpin Syari’at), khususnya “ahlul mafsadah” (Pemimpin Sekuler yang rusak) lewat media-media? Apakah mencela pemimpin seperti itu termasuk mencela Ulil Amri?

Mari kita saling berbagi, dan sekali lagi, tolong fahami, semoga Allah merahmati kita semua.

Na’am, Ulil Amri adalah pemimpin yang mengurus hajat hidup orang-orang MUSLIM di atas panduan Syariat Islam. Sekali lagi saya ulang: Ulil Amri adalah Pempimpin yang Mengurus Hajat Hidup Orang-Orang Muslim Dengan Panduan Syari’at Islam. Itu lah definisi Ulil Amri secara Syar’i. Na’am, ibaratnya: “Dari Muslim, oleh Muslim, untuk Muslim.” Hal ini perlu ditegaskan agar hukum-hukum Syariat tidak diambil keuntungan oleh para politisi sekuler (Islamphobia) atau bahkan kaum kafir!

Ber-KTP Muslim tidak menjamin seseorang otomatis jadi Ulil Amri; karena di zaman Salaf (baik zaman Sahabat dan Tabi’in) manusia dilihat dengan kaidah keyakinan, ucapan, dan perbuatan. Inilah yang dinamakan IMAN. Bukan dilihat KTP-nya. Di zaman Salaf, tidak ada “kaidah KTP”.

“Tapi kan kita tetap harus taat pada pemimpin buruk sekalipun selagi ia masih mengerjakan shalat sebagaimana hadist Nabi ?”

Jawab: Amal shalat seorang pemimpin tidak jadi ukuran jika AQIDAH-nya sudah bermasalah alias menyimpang. Dalilnya: Di masa Imam Ahmad Bin Hanbal ada pemimpin yang diingkari karena sesat aqidah-nya; dialah Khalifah Al-Makmun, meskipun khalifah tetap mengerjakan shalat, tetapi Imam Ahmad Bin Hanbal tetap mengingkarinya secara terang-terangan. Harus dipahami, sikap Islamphobia adalah termasuk bentuk kesesatan yang nyata, karena bermakna memusuhi Islam.!!! Fahami itu !! Ingat, Imam Ahmad Bin Hanbal dan para pengikutnya mengkritik dan mengingkari pemimpin sesat itu karena memaksa aqidah kufriyah bahwa Al-Qur’an adalah makhluk, bukan mengkafirkan dan bukan pula memberontak.

Meskipun seorang pemimpin beraqidah lurus, tidak mengandung kesesatan; dia tetap bisa jatuh ke dalam kekafiran; Jika membela orang kuffar untuk memerangi Muslimin, membenci sebagian atau seluruh Syariat Islam, tidak ridho dengan berlakunya Syariat Allah di muka bumi, selalu memusuhi dan menyusahkan orang-orang Mukmin, bercanda melecehkan agama Allah alias Istihza’, apalagi mengucapkan demikian banyak ucapan-ucapan kufur.

Dalilnya silahkan baca Qur’an surat Al-Maa’idah ayat 51 dan At-Taubah ayat 65-66.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لا تَتَّخِذُوا الْيَهُودَ وَالنَّصَارَى أَوْلِيَاءَ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاءُ بَعْضٍ وَمَنْ يَتَوَلَّهُمْ مِنْكُمْ فَإِنَّهُ مِنْهُمْ إِنَّ اللَّهَ لا يَهْدِي الْقَوْمَ الظَّالِمِينَ (٥١)

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin(mu); sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barangsiapa diantara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, Maka Sesungguhnya orang itu Termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zhalim. (QS Al-Maaidah: 51).

وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ الْكِتَابِ آمَنُوا وَاتَّقَوْا لَكَفَّرْنَا عَنْهُمْ سَيِّئَاتِهِمْ وَلأدْخَلْنَاهُمْ جَنَّاتِ النَّعِيمِ (٦٥)

Dan Sekiranya ahli kitab beriman dan bertakwa, tentulah Kami tutup (hapus) kesalahan-kesalahan mereka dan tentulah Kami masukkan mereka kedalam surga-surga yang penuh kenikmatan.

وَلَوْ أَنَّهُمْ أَقَامُوا التَّوْرَاةَ وَالإنْجِيلَ وَمَا أُنْزِلَ إِلَيْهِمْ مِنْ رَبِّهِمْ لأكَلُوا مِنْ فَوْقِهِمْ وَمِنْ تَحْتِ أَرْجُلِهِمْ مِنْهُمْ أُمَّةٌ مُقْتَصِدَةٌ وَكَثِيرٌ مِنْهُمْ سَاءَ مَا يَعْمَلُونَ (٦٦)

Dan Sekiranya mereka sungguh-sungguh menjalankan (hukum) Taurat dan Injil dan (Al Quran) yang diturunkan kepada mereka dari Tuhannya, niscaya mereka akan mendapat makanan dari atas dan dari bawah kaki mereka[428]. diantara mereka ada golongan yang pertengahan[429]. dan alangkah buruknya apa yang dikerjakan oleh kebanyakan mereka. (QS At-Taubah: 65-66).

[428] Maksudnya: Allah akan melimpahkan rahmat-Nya dari langit dengan menurunkan hujan dan menimbulkan rahmat-Nya dari bumi dengan menumbuhkan tumbuh-tumbuhan yang buahnya melimpah ruah.
[429] Maksudnya: orang yang Berlaku jujur dan Lurus dan tidak menyimpang dari kebenaran.

Kaidah dasar yang harus diketahui seorang Mukmin adalah bisa membedakan antara pemimpin yang membawa maslahat dan yang membawa madharat bagi kehidupan Islam dan Muslimin. Sebagaimana Dr. Muhammad Arifin Baderi, MA ketika mampu membedakan pemimpin yang membawa mudhorot dan mendatangkan maslahat. Kalau mereka tidak tahu, hendaklah melihat mayoritas sikap ulama-ulama Islam, tokoh Ummat Islam, lembaga-lembaga Islam yang kredibel.

Muncul pertanyaan: “Jika seorang pemimpin berdasarkan bukti-bukti kuat bahwa dia adalah bagian dari kaum Islamphobia atau anti Islam; apakah harus kita mencela, mengkritik, menghinanya ?

Jawabannya: Ya tidak harus! Tidak harus menghina atau mencelanya, atau sampai mengedit fotonya dengan foto porno dan sebagainya, tidak…. Akan tetapi dilihat mana yang lebih maslahat bagi Islam dan kaum Muslimin. Kalau dengan dikritik dia jadi bengis, menumpahkan darah Umat; hindari kritik terbuka. Kalau dengan dikritik dia semakin melunak kezhaliman dan maksiatnya, ya lakukan hal itu! Inilah aplikasi yang tepat sebagaimana yang dinyatakan oleh Syaikh Muhammad Bin Shalih Al-Utsaimin Rahimahullah berikut ini:

مسألة مناصحة الولاة، من الناس من يريد أن يأخذ بجانب من النصوص وهو إعلان النكير على ولاة الأمور، مهما تمخض عنه من المفاسد، ومنهم من يقول: لا يمكن أن نعلن مطلقاً، والواجب أن نناصح ولاة الأمور سراً كما جاء في النص الذي ذكره السائل، ونحن نقول: النصوص لا يكذب بعضها بعضاً، ولا يصادم بعضها بعضاً، فيكون الإنكار معلناً عند المصلحة، والمصلحة هي أن يزول الشر ويحل الخير، ويكون سراً إذا كان إعلان الإنكار لا يخدم المصلحة، لا يزول به الشر ولا يحل به الخير.

“Masalah menasehati penguasa, ada dari sebagian orang yang hendak berpegang dengan sebagian dalil yaitu mengingkari penguasa secara terbuka, walaupun sikap tersebut hanya mendatangkan mafsadah/kerusakan. Di sisi lain ada pula sebagian orang yang beranggapan bahwa mutlak tidak boleh ada pengingkaran secara terbuka, sebagaimana dijelaskan pada dalil yang disebutkan oleh penanya. Namun demikian, saya menyatakan bahwa dalil-dalil yang ada tidaklah saling menyalahkan dan tidak pula saling bertentangan. Oleh karena itu, Boleh Mengingkari Penguasa Secara Terbuka Bila Dianggap Dapat Mewujudkan Maslahat, yaitu hilangnya kemungkaran dan berubah menjadi kebaikan. Dan boleh pula mengingkari secara tersembunyi atau rahasia bila hal itu dapat mewujudkan maslahat/kebaikan, sehingga kerusakan tidak dapat ditanggulangi dan tidak pula berganti dengan kebaikan.
(Liqa’ Al-Baabul-Maftuh)

Jadi, inti dari urusan ini adalah amar ma’ruf dan nahyul munkar. Menyampaikan yang ma’ruf dan mengingkari yang mungkar. Kita tunaikan urusan ini kepada siapa saja, baik rakyat atau pemimpin. Karena agama itu kan NASEHAT bagi siapa saja, atasan atau bawahan, rakyat sampai pemimpin. Dalilnya surat Ali-Imran 104.

وَلْتَكُنْ مِنْكُمْ أُمَّةٌ يَدْعُونَ إِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَأُولَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ (١٠٤)

Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar[217]; merekalah orang-orang yang beruntung. (QS Ali ‘Imran: 104).

[217] Ma’ruf: segala perbuatan yang mendekatkan kita kepada Allah; sedangkan Munkar ialah segala perbuatan yang menjauhkan kita dari pada-Nya.

“Bagaimana dengan argumen raja Muslim (Khalifah Umar Bin Abdil Aziz) yang membawa istilah qaulan layyinan itu ?”

Jawabannya: Argumen itu hanya mengkritik sikap kasar dalam menasehati pemimpin; bukan menghilangkan hak menasehati pemimpin itu sendiri .

Maksudnya begini, kritikan Umar Bin Abdil Aziz itu mengkiritik cara menasehati pemimpin dengan kasar, yakni cara menasehati pemimpin dengan kasar dan tak beradab, bukan menghilangkan Hak dan Kewajiban menasehati Pemimpin itu sendiri. Karena menasehati pemimpin dijamin sepenuhnya oleh Kitabullah dan Sunnah Rasulullah.
Kalau bisa menasehati secara damai, lembut, santun, lakukanlah. Kalau tidak bisa karena tidak efektif, ya silahkan lakukan cara lain yang lebih efektif dan menghasilkan pengaruh nyata. Allahu A’lam.

(arrahmah.com)