Penulis Arsip: arrahmah.com

Kejutan: jelang peringatan 9/11 ke 14, Al-Qaeda Anak Benua India diresmikan

Serangan Mujahidin terhadap gedung WTC New York pada 11 september 2001

KHURASAN (Arrahmah.com) – Kejutan kembali disajikan Al-Qaeda menjelang peringatan tragedi 9/11 oleh Amerika Serikat yang memasuki tahun keempat belas. Pasalnya, Tanzhim Qa’idatul Jihad atau lebih dikenal dengan nama Al-Qaeda mengumumkan telah dibentuknya cabang terbaru Al-Qaeda, yaitu Al-Qaeda Anak Benua India, pada bulan Dzulqa’dah 1435 H / September 2014 M. Pengumuman itu muncul dalam video yang dirilis secara resmi oleh Yayasan Media As-Sahab, sayap media Al-Qaeda Pusat, dan mulai muncul di situs-situs jihad internasional pada Rabu (3/9/2014).

Sebaliknya, kabar yang membuat AS menganga ini merupakan kabar gembira bagi Ummat Islam yang tertindas di bumi India, Kasymir, Bangladesh, Asaam, Gujarat, Ahmad Abad dan Burma atau Rohingya.

Syaikh Aiman Az-Zhawahiri mendeklarasikan pembentukan cabang baru Tanzhim Al-Qaeda, yaitu Al-Qaeda Anak Benua India

Syaikh Aiman Az-Zhawahiri mendeklarasikan pembentukan cabang baru Tanzhim Al-Qaeda, yaitu Al-Qaeda Anak Benua India

Syaikh Aiman Az-Zawahiri hafizhahullah, Amir Tanzhim Al-Qaeda, adalah bagian dari tentara Imarah Islam Afghanistan. Amirnya adalah Mulla Muhammad Umar hafizhahullah, yang dibentuk Al-Qaeda sebagai upaya penghimpunan kekuatan jihad kaum Muslimin, dimana wilayahnya “menjerit” meminta pertolongan pembebasan dari penjajahan salibis internasional yang berkoalisi dengan zionis durjana.

Hal ini merupakan jawaban seruan penyebarluasan kekuatan perlawanan kaum Muslimin terhadap kaum kuffar. Sebagaimana yang pernah diungkapkan Syaikh Usamah bin Ladin rahimahullah, bahwa:

Untuk melaksanakan kewajiban yang bersifat fardhu kifayah dan menangani kepentingan-kepentingan Ummat, maka sudah pasti diperlukan adanya pendelegasian dan pembagian peran. Tiap-tiap jama’ah minal jama’atul muslimin melaksanakan perannya sesuai bidang dan keahliannya dalam bingkai cara dan metode ahlu sunnah wal jama’ah. Tiap kelompok itu mempunyai bagian yang dilaksanakan dalam gerak dan usahanya sesuai kemampuan dan keahliannya. Kelompok-kelompok yang banyak ini, jika dihubungkan dengan kelompok yang besar (Khilafah yang kita akan wujudkan, insyaa Allah), ibarat sekoci dari suatu kapal induk yang megah dan kokoh.

Tantangan zaman yang penuh dengan penindasan dan penganiayaan Ummat Islam harus dijawab dengan aksi nyata. Aksi itu adalah kewajiban yang harus ditunaikan dengan beragam cara, sehingga menuntut usaha sungguh-sungguh dan potensi penuh dari semua komunitas kaum Muslimin.

Diantara upaya melepaskan diri dari tirani kaum kafir menurut Syaikhuna Usamah bin Ladin rahimahullah adalah dengan penerapan cara berikut:

  1. penyebaran aqidah yang benar dengan memerangi berbagai bid’ah di tengah kaum Muslimin. Bid’ah harus dihentikan sebab dia menjauhkan Ummat dari pokok ajaran yang sesuai dengan sunnah Rasulullah shalallahu ‘alayhi wasallam.
  2. pelaksanaan dakwah guna menyadarkan orang-orang yang gemar berbuat dosa, sehingga menjadi orang-orang taat nan sholih sehingga mereka kembali kepada peradaban masjid. Dengan kembalinya Ummat ke masjid, diharapkan kekuatan Ummat terus bertambah seiring dengan menguatnya barisan jama’ah sholat shubuh dan isya yang banyaknya setara dengan jama’ah sholat Jum’at, sebagaimana disabdakan Rasulullah shalallahu ‘alayhi wasallam sebagai salah satu ciri jalan menuju pemenangan jihad melawan koalisi zionis.
  3. perlawanan pemikiran-pemikiran yang merusak kaum Muslimin melalui studi Islam yang komperhensif melalui berbagai kegiatan edukasi dan penyadaran Ummat secara ilmiah berlandaskan Qur’an dan Sunnah. Dengan demikian Ummat disiapkan untuk menerima Khilafah fiil ardh dengan lapang dada serta dengan penuh kesadaran.
  4. membuat langkah politis yang terprogram berdasarkan kaidah syara dan dibersihkan dari segala kepentingan yang merusak delegasi Islam yang masuk ke dalam kancah tersebut. Dari sini, diharapkan muncul produk-produk normatif praktis yang dapat merealisasikan Qur’an dan Sunnah sebagai hukumnya.
  5. menyiapkan kekuatan dan mengajak kaum Muslimin untuk berjihad qital guna membebaskan negeri-negeri kaum Muslimin yang ditindas secara fisik. Hal ini wajib dilakukan untuk mengembalikan tegaknya syari’at Islam beserta tempat-tempat suci mereka.

Dunia Islam memerlukan semua potensi dari semua jama’ah minal jama’atul Muslimin guna merealisasikan upaya di atas.Kesemua pihak dengan potensi-potensi di atas diharapkan mampu bersinergi melawan koalisi zionis yang dipelopori Amerika penjajah.

Menyambut seruan tersebut di atas dengan kemampuan dan pengalaman jihadnya selama ini, diiringi sinerginya dengan kelompok lain, Al-Qaeda memilih terjun bersama Mujahidin Anak Benua India setempat guna membela kaum Muslimin wilayah India, Kasymir, Bangladesh, Asaam, Gujarat, Ahmad Abad dan Burma atau Rohingya.

Melalui pendekatan humanis selama 2 tahun, Al-Qaeda mengawali upaya jihad ini dengan penyatuan diri dengan Mujahidin setempat yang memiliki visi dan misi jihad yang sama berdasarkan Tauhidullah. Hal tersebut dilakukan agar Ummat tidak bersendirian dan tidak diganggu oleh musuhnya. Sebab, ummat akan mudah dihancurkan saat semua kaum Muslimin hanya berjuang di balik mimbarnya dan ramai-ramai meninggalkan amal jihad fii sabilillah (baca: jihad qital). Harus ada pihak yang mengemban amanah ini.

Pembagian tugas inilah yang mendorong berdirinya Al-Qaeda Anak Benua India. Seperti Khalid bin Walid, biarlah ia membela Islam di medan perang, sementara Ibnu Abbas tetap mulia dengan mengajarkan Al-Qur’an dan As-Sunnah di majelis ilmunya. Seperti pernah dikatakan Ibnu Taimiyah pada Majmu ul Fatwa (4:97) bahwa,

“masing-masing dari mereka itu melaksanakan tugas sebagai pewaris para Nabi, sesuai kadar kemampuannya dalam bidang yang ia warisi. Ada yang mewarisi bidang ilmu dan dakwah, ada yang mampu di bidang ibadah dan amaliah, dan adapula yang menguasai kedua-duanya sekaligus.”

Oleh karena itu, sambutlah niat baik Al-Qaeda Anak Benua India dalam misi pembebasan kaum Muslimin wilayah India, Kasymir, Bangladesh, Asaam, Gujarat, Ahmad Abad dan Burma atau Rohingya. Mari kita dukung dengan segala cara, pun hanya dengan seselip doa pada munajat kita kepada Allah subhanahu wata’ala agar Allah mudahkan jalan jihad mereka. Insyaa Allah.

Biarkan Amerika dan sekutunya mati geram melihat kebangkitan Ummat Islam Anak Benua India. Biarkan ini menjadi kado pembebasan terindah bagi saudara-saudara kita yang penderitaannya mereka alami sepanjang hari, lebih dari sekadar tanggal 9 September yang fenomenal itu. Sudah saatnya Ummat bangkit di segala penjuru dunia, untuk membebaskan Palestina, memerdekakan Suriah, menyelamatkan India, Kasymir, Bangladesh, Asaam, Gujarat, Ahmad Abad dan Burma atau Rohingya. Allahu Akbar! (adibahasan/arrahmah.com)

Markas intelijen rezim Afghan di Ghazni diserang Mujahidin IIA

ghazni map

GHAZNI (Arrahmah.com) – Mujahidin Imarah Islam Afghanistan (IIA) menyerang sebuah markas Direktorat Keamanan Nasional (NDS) di kota Ghazni, provinsi Ghazni, menurut laporan Al-Emarah News.

Laporan mengatakan bahwa serangan tersebut terjadi pada Kamis (4/9/2014) pagi, dimulai dengan dua bom mobil yang menimbulkan ledakan dahsyat kemudian disusul dengan serangkaian serangan.

Pertempuran di markas NDS tersebut dikatakan masih berlangsung. Sementara berdasarkan laporan awal sekitar 50 agen NDS dan aparat militer lainnya tewas atau terluka.

(siraaj/arrahmah.com)

Warga Palestina mengalami penyiksaan di penjara “Israel” hingga menderita komplikasi kesehatan

233025_345x230

PALESTINA (Arrahmah.com) – Seorang tahanan Palestina telah dipindahkan ke bangsal rumah sakit setelah mengalami penyiksaan di pusat penahanan Komplek Rusia “Israel”, ungkap komite tahanan Otoritas Palestina, pada Rabu (3/9/2014), seperti dilansir Ma’an.

Muhammad Hussein Rabi (33), dari desa Beit Anan dekat Ramallah, menderita komplikasi kesehatan akibat disiksa saat ditahan di pusat penahanan Al-Quds itu selama 40 hari, kata komite tersebut.

Dia awalnya dipindahkan ke rumah sakit Hadassa pekan lalu, dan sekarang di Shaare Zedek Medical Center.

Muhammad ditahan pada 27 Juli lalu dan keluarganya tidak mengetahui keberadaannya sampai 30 hari kemudian.

“Kami tidak tahu di mana Muhammad sampai setelah satu bulan penahanannya, dan pengacaranya tidak diizinkan untuk mengunjunginya sampai setelah 35 hari berada di kompleks Rusia,” kata saudaranya Usama kepada Ma’an.

Pengacara Muhammad mengatakan dia telah disiksa secara sadis.

Mantan tahanan Khaldun Jumhur, yang ditahan di Komplek Rusia dengan Muhammad, mengatakan bahwa interogator menggunakan metode menempatkan tekanan pada leher korban, serta memukuli tangan, kaki dan kepalanya.

Seorang dokter di pusat penahanan meminta x-ray untuk Muhammad, namun ditolak oleh badan Shin Bet.

Komite Urusan Tawanan menuntut organisasi hak asasi manusia untuk menahan petugas “Israel” yang bertanggung jawab atas penyiksaan terhadap para tahanan Palestina.

Sekitar 4.000 tahanan Palestina di penjara “Israel” melancarkan aksi mogok makan pada tahun 2013 untuk memprotes kematian Arafat Jaradat, yang meninggal di penjara Megido “Israel” setelah disiksa oleh interogator “Israel”.

Sekitar 7.000 warga Palestina saat ini ditahan di penjara-penjara “Israel”, lebih dari 2.000 di antaranya ditangkap selama musim panas.

(banan/arrahmah.com)

Hamas menyerukan Fatah untuk menerapkan kesepakatan rekonsiliasi

palestine-unity-government-2-cabinet-meeting

PALESTINA (Arrahmah.com) – Gerakan Islam Palestina Hamas telah menyeru gerakan sekuler Fatah untuk mengirim delegasi ke Jalur Gaza guna menyelesaikan pelaksanaan kesepakatan rekonsiliasi yang dicapai pada bulan April antara kedua gerakan, Palestine Online melaporkan, seperti dilansir MEMO pada Rabu (3/9/2014).

Mengutip siaran pers, outlet berita tersebut mengungkapkan juru bicara Hamas Sami Abu-Zuhri mengatakan, “Hamas menyerukan kepada Fatah untuk memprioritaskan kepentingan nasional dan mempertahankan kemenangan yang [kelompok] perlawanan Palestina telah capai di Jalur Gaza.”

Dia melanjutkan, “Kami menyerukan Fatah untuk menghentikan perang propaganda yang tidak dibenarkan yang dilancarkan terhadap Hamas. Kami juga meminta untuk mengirim delegasi para pemimpinnya ke Jalur [Gaza] untuk menyelesaikan pelaksanaan kesepakatan rekonsiliasi dan menyelesaikan masalah apapun yang beredar.”

Komite Pusat Fatah memutuskan pada Senin (1/9) untuk membentuk delegasi lima anggotanya untuk melanjutkan pembicaraan dengan Hamas guna membahas nasib pemerintah persatuan. Pemimpin senior Fatah Amin Maqboul melaporkan pemberitaan tersebut.

Sebelumnya, pada Sabtu (30/8), Fatah dilaporkan menuduh Hamas melakukan kejahatan terhadap anggotanya di Gaza, mengatakan bahwa mereka menghambat rekonsiliasi nasional dan pemerintah persatuan.

Dalam pernyataan itu, Fatah menuduh Hamas menembak anggotanya, menyiksa mereka dan menempatkan lebih dari 300 dari mereka di bawah tahanan rumah selama perang. Langkah-langkah seperti itu, bagaimanapun, hanya dilakukan Hamas terhadap mereka yang dianggap berkhianat dan bekerja sama dengan penjajah “Israel”.

(banan/arrahmah.com)

Mencengangkan, Niwen Khairiah PNS berekening Rp 1,3 T

foto ilustrasi pencucian uang

JAKARTA (Arrahmah.com) – Bareskrim Mabes Polri mengamankan seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) Kota Batam, Kepulauan Riau, terkait kepemilikan rekening “haram”senilai Rp 1,3 triliun. Niwen Khairiah binti Imam Muhtading diduga kuat sebagai pemilik “haram” itu.

Kini Niwen telah ditetapkan sebagai tersangka atas Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Ronny F Sompie mengatakan, terbongkarnya kasus rekening “haram” ini berawal dari laporan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) kepada Polri. Setelah melalui serangkaian proses penyelidikan, akhirnya penyidik Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dirtipidsus) Bareskrim Polri menahan Niwen.

“Ditahan sejak tanggal 28 Agustus 2014, dengan alasan memiliki rekening yang dicurigai terlibat TPPU dalam kasus yang sedang diungkap di Batam, Provinsi Kepulaun Riau,” kata Ronny di Jakarta, Sabtu (30/8/2014), tulis liputan6.com.

Dijelaskan Ronny, sebelum menangkap dan menahan Niwen, Polri lebih dulu melakukan penyelidikan. Dari proses itu, penyidik menetapkan Niwen sebagai tersangka. Namun, penetapan tersangka dan penahanan terkesan mendadak dilakukan.

Meski demikian, Polri tidak akan berhenti hanya kepada seorang tersangka ini saja. Penyidikan masih terus dilakukan untuk membongkar siapa saja yang terlibat. “Penyidik masih terus mengembangkan penyidikan ke arah siapa saja yang terlibat,” tandas jenderal bintang dua itu.

Sebagai informasi, kasus ini berawal dari laporan PPATK ke Polri. Pada Jumat (29/8/2014), Kepala PPATK M Yusuf menyambangi Mabes polri, Yusuf ditemani Kabareskrim Komjend Pol Suhardi Alius. Namun, keduanya terburu-buru masuk setelah melakukan salat Ashar di mesjid lingkungan mabes Polri.

Kepala PPATK M Yusuf sebelumnya mengungkapkan ada transaksi mencurigakan dari seorang PNS yang mencapai Rp 1,3 triliun dalam kurun waktu 5 tahun. Yusuf menduga transaksi terkait bisnis ilegal penyelundupan bahan bakar minyak dan penyelundupan imigran gelap ke daerah perbatasan. Berdasarkan informasi itu, maka dilakukanlah penelusuran guna mencari si pemilik rekening. (azm/arrahmah.com)

Tabung Infaq sumbang STIBA Makassar Rp 100 Juta

Kampus Sekolah Tinggi Islam dan Bahasa Arab (STIBA), Makassar.

MAKASSAR (Arrahmah.com) – Lembaga Tabung Infaq menyalurkan Dana Beasiswa Program Kaderasi Ulama sebesar Rp. 100 Juta kepada Sekolah Tinggi Islam dan Bahasa Arab (STIBA), Makassar.

Penyaluran perdana dana Infaq umat tersebut diserahkan langsung pendiri Tabung Infaq Ustadz Bachtiar Nasir, usai memberi materi Kuliah Umum Perdana Semester Ganjil di Kampus STIBA, Makassar, Senin (1/9/2014). Dana infaq diterima langsung Direktur STIBA Ustadz M. Yusron Ansh, Lc, MA, yang disaksikan seluruh civitas akademika STIBA, termasuk 375 mahasiswa baru dan ratusan mahasiswa senior STIBA lainnya.

Menurut Ustadz Bachtiar yang juga Sekjend Majelis Intelektual & Ulama Muda Indonesia (MIUMI), dia sengaja memilih STIBA Makassar sebagai penerima bantuan perdana program beasiswa tersebut. Karena, sekolah tinggi yang didirikan lembaga dakwah Wahdah Islamiyah pimpinan Ustadz Zaitun Rasmin, Lc, MA ini, sudah cukup lama membuktikan perjuangannya dalam mencetak calon-calon ulama di Indonesia, khususnya di Sulawesi Selatan.

“Jadi cukup alasan jika pemberian dana bantuan beasiswa ini saya berikan buat STIBA terlebih dahulu, ketimbang buat ulama-ulama muda yang tergabung di MIUMI Makassar,” ungakanya.

Dia menambahkan, beasiswa untuk ulama dan intelektual muda yang tergabung di MIUMI akan disusulkan kemudian, jika ada yang ingin melanjutkan studi ke jenjang S-3, baik di dalam dan luar negeri.

Sadar media

Sementara itu, dalam Kuliah Umumnya, Ustadz Bachtiar mengajak para mahasiswa STIBA untuk mulai “sadar media” dalam menyampaikan dakwahnya. Mengingat masyarakat Indonesia yang menjadi obyek dakwah Islam, kini sudah terlanjur mengenal dunia informasi modern yang sudah sedemikian canggihnya.

“Jika kita tidak mampu tampil secara representatif di berbagai media komunikasi yang canggih itu, maka dakwah Islam kita bisa ditinggalkan oleh umat kita sendiri,” tegasnya.

Ustadz Bachtiar memberi contoh pada pengalaman seorang syeikh dari Arab Saudi yang suatu saat tampil dalam sebuah tabligh akbar di Masjid Istiqlal. Menurut Syeikh tersebut ketika tampil menyampaikan tausiyah, tutur Pimpinan AQL Islamic Center ini, yang menjadi konsentrasi perhatiannya adalah dimana letak kamera televisi.

Karena audiens yang menyaksikan dia melalui kamera televisi itu jauh lebih besar jumlahnya di banding jamaah yang hadir langsung di lokasi. Sehingga Syeikh tersebut selalu sadar untuk menatap kamera, agar terbangun interaksi antara dia dengan masyarakat luas yang mengikuti dakwahnya.

Sehingga, lanjut Ustadz Bachtiar yang akrab disapa Abi Bachtiar dalam program Hafizh Qur’an Trans7, jika selama ini ia tampil di sejumlah media televisi mainstream, ia juga harus bisa menerima masukan dari tim kreative televisi yang bekerjasama dengannya. Sejauh materi dari ilmu-ilmu keislaman yang akan disampaikannya tidak melenceng dari ketentuan aqidah dan syariat.

“Konten harus baik dan benar, konsep kreatif serta penampilan kita juga harus bisa dinikmati masyarakat luas,” tandasnya.

Dia juga menjelaskan tentang peta akhir zaman yang bersumber pada Al Qur’an dan Hadist, dalam membaca peta politik internasional saat ini. Termasuk tentang isu ISIS (Islamic State of Iraq & Syam) yang keberadaannya di Suriah sempat dihebohkan di Indonesia.

Ustadz Bachtiar Nasir berpesan, agar para calon da’i dan ulama yang akan lahir dari STIBA, untuk tidak terpancing pada isu-isu yang disebarkan oleh musuh-musuh Islam. “Kita harus bijak menilai informasi yang kita terima lewat media sosial yang ada,” katanya.

Karenanya, lanjut dia, umat Islam harus berpegang pada pendapat ulama yang ada, ketika menerima atau mendapat informasi yang tergolong sensitif. “Jangan bertindak sendiri dan terburu-buru bereaksi, agar umat tidak dimanfaatkan oleh musuh-musuh Islam yang ingin menghacurkan citra Islam,” tandasnya.

Laporan: Abu Lanang

(azm/arrahmah.com)

Uni Eropa mengancam untuk memboikot produk susu dan ternak dari permukiman “Israel”

boycott israel

RAMALLAH (Arrahmah.com) – Uni Eropa (UE) telah memperingatkan bahwa pihaknya akan menghentikan impor produk unggas dan susu dari “Israel” jika “Israel” tidak memisahkan antara produk “buatan Israel” dengan produk yang dihasilkan oleh pemukiman ilegal “Israel” di Tepi Barat.

Surat kabar “Israel” Maariv mengatakan pada Selasa (2/9/2014) Uni Eropa memberikan “Israel” tenggang waktu beberapa minggu untuk melakukan pemisahan antara produk yang dihasilkan oleh pemukiman ilegal “Israel” dan yang diproduksi oleh “Israel” yang berada dalam “Garis Hijau”.

Jika peringatan pemisahan itu tidak dilaksanakan, Uni Eropa berjanji untuk memboikot semua produk “Israel” tersebut.

Komisi Uni Eropa mengirimkan surat kepada Menteri Pertanian “Israel” pada 28 Agustus yang memperingatkan “Israel” terkait ekspor perunggasan yang berbasis di wilayah pemukiman.

Kementerian tersebut telah meminta waktu untuk mempertimbangkan usulan tersebut karena takut bahwa Uni Eropa akan memblacklist produk-produk unggas dan susu yang dihasilkan oleh “Israel”.

Sejak awal 2014 Uni Eropa telah menolak ekspor makanan dari “Israel” dan transaksi komersial dengan perusahaan-perusahan yang berbasis di pemukiman “Israel” di Tepi Barat yang diduduki.

Keputusan ini merupakan implementasi dari komitmen Uni Eropa untuk tidak mengakui kedaulatan “Israel” atas wilayah Palestina yang diduduki sebagaimana yang telah ditetapkan oleh Mahkamah Internasional pada tahun 2004 dan Pasal 49 dari Konvensi Jenewa.

(ameera/arrahmah.com)

Anshar Baitul Maqdis menyatakan bertanggung jawab atas serangan yang menewaskan 11 tentara boneka Mesir di Sinai

Untitled

SINAI (Arrahmah.com) – Pada Selasa (2/9/2014), sebanyak 11 tentara Mesir tewas dan dua lainnya terluka dalam serangan besar alat peledak rakitan atau Improvised Explosive Device (IED) yang menargetkan kendaraan lapis baja mereka di “jalan raya Syaikh Zuwayed-Rafah di Sinai Utara,” lapor Egypt Indpendent.

Pada Rabu (3/9), Anshar Baitul Maqdis menyatakan bertanggung jawab atas serangan pemboman itu dalam sebuah video yang dirilis ke forum-forum jihad. Dalam video tersebut, juru kamera merekam serangan itu sambil bersembunyi di padang pasir. IED diledakkan hingga melontarkan bagian dari kendaraan lapis baja tersebut beberapa meter ke udara.

Pada akhir video, Anshar Baitul Maqdis menampilkan barang yang disita dari unit militer setelah ledakan itu, yang meliputi empat AK-47 dan amunisi, sebuah rompi anti peluru dan sebuah helm, serta kartu identitas dan berbagai foto dari para tentara.

Anshar Baitul Maqdis didirikan pasca perlwanan di Mesir pada tahun 2011. AS memasukkan kelompok jihad ini ke dalama daftar kelompok “teroris” global. Dalam penetapannya, Departemen Luar Negeri AS mengklaim bahwa Anshar Baitul Maqdis “membagikan beberapa aspek ideologi Al-Qaeda, tapi bukan merupakan afiliasi resmi Al-Qaeda dan pada umumnya mempertahankan fokus lokal.”

Bagaimanapun, banyak kelompok-kelompok jihad yang menyatakan baiat kepada Al-Qaeda atau menunjukkan pengakuan resmi mereka setelah beberapa tahun pembentukannya. Sebagaimana halnya pada Rabu (3/9) kemarin, Al-Qaeda telah mengumumkan pembentukan Al-Qaeda di Anak Benua India. Dalam pengumuman itu, Al-Qaeda menyatakan bahwa pembentukan kelompok Anak Benua India telah dipersiapkan selama lebih dari dua tahun sebelumnya.

Serangan yang dilancarkan mujahidin dalam melawan pasukan Mesir di Sinai dan di luar Sinai terjadi secara hampir setiap hari. Beberapa hari yang lalu, Anshar Baitul Maqdis juga dikabarkan telah memenggal empat tentara boneka Mesir.

(banan/arrahmah.com)

Video Syaikh Aiman Az-Zhawahiri deklarasikan Al-Qaeda Anak Benua India

al-qaeda india 3

KHURASAN (Arrahmah.com) – Tanzhim Qa’idatul Jihad atau lebih dikenal dengan nama Al-Qaeda pada bulan Dzulqa’dah 1435 H / September 2014 M ini memberikan kabar gembira untuk umat Islam yang tertindas di bumi India, Kasymir, Bangladesh, Asaam, Gujarat, Ahmad Abad dan Burma atau Rohingya.

Syaikh Aiman Az-Zawahiri hafizhahullah, Amir Tanzhim Al-Qaeda, mengumumkan telah dibentuknya cabang terbaru Al-Qaeda, yaitu Al-Qaeda Anak Benua India. Pengumuman itu muncul dalam video yang dirilis secara resmi oleh Yayasan Media As-Sahab, sayap media Al-Qaeda Pusat, dan mulai muncul di situs-situs jihad internasional pada hari Rabu (3/9/2014).

Video tersebut berdurasi 55 menit 39 detik dan diberi judul “Dan berpegang teguhlah kalian semua dengan tali [agama] Allah”. Video rilisan terbaru Yayasan Media As-Sahab tersebut memuat tiga pernyataan resmi:

Pertama, pengumuman pembentukan cabang baru Jama’ah Al-Qaeda di Anak Benua India, yaitu kelompok yang akan berperang di India dengan izin Allah. Pengumuman tersebut disampaikan langsung oleh Syaikh Aiman Az-Zhawahiri hafizhahullah selaku Amir Al-Qaeda Pusat.

Kedua, pernyataan pembaharuan bai’at dan penjelasan tentang tujuan-tujuan jama’ah. Pernyataan tersebut disampaikan oleh Ustadz Usamah Mahmud hafizhahullah, juru bicara resmi Al-Qaeda Anak Benua India.

Ketiga, jalan kami adalah peperangan. Penjelasan tersebut disampaikan oleh Syaikh Ashim Umar hafizhahullah, Amir Al-QaedaAnak Benua India.

Syaikh Aiman Az-Zhawahiri menjelaskan bahwa Al-Qaeda Anak Benua India bukan dibentuk pada hari ini [Rabu], namun ia adalah hasil dari kerja keras dan usaha serius semenjak lebih dari 2 tahun terakhir untuk menyatukan mujahidin.

Syaikh Az-Zhawahiri mengatakan Tanzhim Al-Qaeda adalah bagian dari tentara Imarah Islam Afghanistan dan Amirnya Mulla Muhammad Umar hafizhahullah. Al-Qaeda dibentuk untuk menyebar luaskan seruan Syaikh Usamah bin Ladin rahimahullah, yaitu seruan jihad melawan koalisi zionis – salibis internasional yang menjajah negeri-negeri kaum muslimin.

Lebih lanjut Syaikh Az-Zhawahiri menjelaskan bahwa cabang terbaru Al-Qaeda, yaitu Al-Qaeda Anak Benua India, merupakan kabar gembira bagi kaum muslimin yang tertindas di wilayah Burma, Bangladesh, Asaam, Gujarat, Ahmad Abad, dan Kasymir.

Tokoh kedua yang tampil dalam video tersebut adalah Ustadz Usamah Mahmud. Beliau adalah juru bicara resmi Tanzhim Al-Qaeda Anak Benua India. Dalam video tersebut beliau menjelaskan tujuan-tujuan dari pembentuan Al-Qaeda Anak Benua India. Selain itu beliau menegaskan pembaharuan bai’at mujahidin Al-Qaeda Anak Benua India kepada Syaikh Aiman Az-Zhawahiri dan Mulla Muhammad Umar.

Tokoh terakhir yang muncul dalam video tersebut adalah Amir Al-Qaeda Anak Benua India, Syaikh Ashim Umar. Beliau menjelaskan bahwa jihad di jalan Allah adalah satu-satunya jalan untuk membela kaum muslimin yang tertindas dan menerapkan syariat Allah di muka bumi.

Wilayah operasi Al-Qaeda Anak Benua India meliputi India, Kaysmir, Bangladesh, Hyder abad, Asaam, dan Burma. Wilayah-wilayah tersebut merupakan wilayah konflik sepanjang sejarah , dimana mayoritas umat Budha dan Hindu berubah menjadi teroris-teroris ganas yang membantai dan menindas minoritas kaum muslimin.

(muhib al majdi/arrahmah.com)

Amir Al-Qaeda Anak Benua India, Ashim Umar adalah mantan komandan Taliban

al-qaeda india 5

(Arrahmah.com) - Pembentukan Al-Qaeda di Anak Benua India dan diperkenalkannya Ashim Umar sebagai amirnya menyoroti hubungan dekat antara Al-Qaeda dan kelompok Taliban di Afghanistan dan Pakistan. Al-Qaeda bersatu dalam jihad bersama kedua kelompok Taliban itu dalam melawan pemerintah sekuler Afghanistan dan Pakistan.

Al-Qaeda telah mempromosikan Ashim Umar, Amir baru Al-Qaeda di anak benua India, dalam beberapa pernyataan yang dirilis oleh As-Sahab, media resmi Al-Qaeda, dalam dua tahun terakhir. Asim Umar sebelumnya diidentifikasi oleh Al-Qaeda sebagai komandan dalam Gerakan Taliban di Pakistan, sebuah kelompok jihad yang terkait erat dengan Al-Qaeda, dalam sebuah video yang dirilis oleh As-Sahab pada Juli 2013.

Dalam video tersebut, Ashim Umar menyerukan umat Islam India untuk berpartisipasi dalam “jihad global untuk memberikan tekanan terakhir untuk peruntuhan bangunan Amerika.”

Ashim Umar juga menyatakan AS sebagai musuh utama dan berkata “hidup dipersembahkan dalam jihad ini untuk mengalahkan Amerika dan sekutunya di mana pun.”

Dia menyampaikan mengenai jihad yang berkembang di Suriah, dan mengatakan bahwa “setelah Irak, bendera hitam Khurasan tengah menuju Suriah.” Khurasan adalah wilayah di Asia yang meliputi Afghanistan dan Pakistan, dan dianggap sebagai medan pertempuran kunci Al-Qaeda.

Ashim Umar juga menunjukkan dalam pidato itu bahwa Al-Qaeda tengah berintegrasi dengan kelompok-kelompok jihad lainnya dan berjihad ke Suriah.

“Al-Qaeda dan Mujahidin lainnya telah mengambil kepemimpinan gerakan ini di tangan mereka sendiri,” katanya. “Beberapa kelompok telah pergi ke Suriah dari Afghanistan dan memimpin Jihad di sana.”

Dalam sebuah “wawancara terbuka” dengan Ashim Umar yang dirilis pada bulan April 2014, dia diidentifikasi sebagai pejabat senior syariah Al-Qaeda di Pakistan.

Al-Qaeda di Benua India adalah cabang terbaru dari kelompok jihad global, seperti halnya kelompok jihad resmi Jabhah Nushrah di Suriah dan Asy-Syabaab di Somalia dan Afrika Timur. Keduanya telah mengumumkan secara resmi baiat mereka kepada Al-Qaeda pusat pimpinan Syaikh Aiman Az-Zhawahiri.

(banan/arrahmah.com)