Penulis Arsip: arrahmah.com

10 tentara musuh tewas dalam pertempuran dengan Mujahidin IIA di Nangarhar

Nangarhar_1692085c

NANGARHAR (Arrahmah.com) – Pertempuran sengit terjadi di provinsi Nangarhar pada Kamis (11/12/2014) antara Mujahiidin Imarah Islam Afghanistan (IIA) atau Taliban dengan pasukan musuh, menurut laporan yang dirilis Shahamat.

Laporan mengatakan bahwa pertempuran dimulai ketika Mujahidin IIA menyergap konvoi musuh yang sedang dalam perjalanan kembali ke distrik Pachir Wa Agam. Terjadi baku tembak antar kedua pihak tersebut hingga menewaskan dan melukai 10 tentara musuh, sementara sebuah tank hancur.

Kemudian, pesawat-pesawat musuh berdatangan untuk membantu rekan mereka dengan bom dan rudal. Setidaknya dua Mujahidin gugur (semoga Allah menerima mereka) dalam serangan udara itu.

Laporan menambahkan bahwa tentara musuh juga menangkap 10 warga sipil tak bersalah. (siraaj/arrahmah.com)

Brigade Al-Qassam gelar parade militer di Gaza

al-qassam 3

GAZA (Arrahmah.com) – Al-Qassam, sayap bersenjata Hamas mengadakan parade militer di Kota Gaza pada Ahad (14/12/2014), sebagaimana dilansir oleh The Palestinian Information Center.

Dalam siaran pers pada Sabtu (13/12), Brigade Al-Qassam menyatakan bahwa parade tersebut akan berbaris pada sekitar pukul 12 siang yang bergerak dari pelabuhan Gaza dan berhenti di jalan al-Jalaa dalam kota.

Akan ada formasi militer dan pertunjukan selama acara tersebut, dan juru bicara Brigade Abu Ubaida akan menyampaikan pidato pada ulang tahun ke-27 berdirinya Gerakan Hamas.

Pawai besar-besaran diselenggarakan pada Jum’at (12/12) di berbagai wilayah Gaza dalam rangka perayaan ulang tahun gerakan Hamas.

Hamas telah memutuskan untuk membatalkan festival ulang tahun pada tahun ini karena situasi kemanusiaan yang sulit di Jalur Gaza.

(ameera/arrahmah.com)

Merkel kecam serangan anti-Islam di Jerman

Merkel 2

BERLIN (Arrahmah.com) – Kanselir Jerman Angela Merkel mengutuk serangkaian aksi protes anti-Muslim dan meyakinkan bahwa sikap kebencian terhadap Muslim atau kelompok agama atau ras lainnya “tidak ada tempat di Jerman”.

“Atas nama pemerintah dan kanselir saya dapat mengatakan dengan jelas bahwa tidak ada tempat di Jerman untuk kebencian agama, tidak peduli agama apapun yang dimiliki,” kata Christiane Wirtz, juru bicara kanselir, sebagaimana dikutip Reuters.

“Tidak ada tempat bagi Islamofobia, anti-Semit atau segala bentuk xenofobia atau rasisme di Jerman,” kata Christiane Wirtz terkait aksi demonstrasi anti-Muslim yang belakangan banyak terjadi di kota Dresden bawah motto PEGIDA, berdiri untuk “Patriotik Eropa melawan Islamisasi Barat “.

Merkel mengatakan bahwa Jerman memerlukan para imigran untuk menghindari krisis demografi.

Ekspresi publik yang menunjukkan sikap anti-imigran dianggap tabu di perpolitikan Jerman karena khawatir munculnya kembali sentimen kebencian yang ditunjukkan Nazi dengan pembantaian Yahudi dan kelompok lainnya dalam peristiwa Holocaust.

Pekan ini, pemerintah Merkel terpecah mengenai rencana pelarangan burka atau pakaian Muslimah yang menutupi seluruh tubuh, termasuk wajah.

Aksi anti imigran Muslim yang dilakukan oleh PEGIDA, kelompok anti-Islamisasi Jerman, diikuti oleh 10 ribu orang. Akan tetapi demo ini juga menghadapi protes tandingan yang jumlahnya tidak kalah besar.

Menteri Dalam Negeri Jerman, Thomas de Maiziere mengatakan bahwa tidak semua peserta protes itu rasis, beberapa di antara mereka “menunjukkan ketakutan akan tantangan yang terjadi saat ini.

Dresden adalah telah menjadi lokasi aksi tahunan terbesar kelompok neo-Nazi Jerman untuk mengenang pengeboman Perang Dunia II.

Pemerintah Jerman juga sedang disibukkan oleh meningkatnya sikap anti-Muslim dan anti-Yahudi. Tahun ini pendukung klub sepakbola atau hooligans terlibat bentorkan dengan pemuda Muslim, dan serangan terharap warga Yahudi terus meningkat.

Pada Kamis lalu, bangunan di Bavaria yang menjadi tempat penampungan pengungsi dan pencari suaka dibakar dan dicoret dengan gambar swastika Nazi. Merkel mengecam seluruh bentuk kejahatan ini, kata Wirtz.

Pada awal pekan ini, kepala Dewan Pusat Muslim Jerman, Aiman Mazyejk, mendesak para politisi untuk angkat suara agar tidak muncul anggapan bahwa rasisme telah “semakin diterima.”

(ameera/arrahmah.com)

Jumlah orang Inggris yang memeluk Islam dua kali lipat selama dekade lalu

england-muslim

INGGRIS (Arrahmah.com) -Semakin banyak orang Inggris yang memeluk Islam, jumlahnya telah hampir dua kali lipat pada dekade lalu.

Perkiraan sebelumnya menyatakan bahwa jumlah Muallaf di Inggris antara 14.000 hingga 25.000 orang, sebuah organisasi think tank antar-agama memperkirakan jumlah sebenarnya bisa mencapai 100.000 dengan kurang lebih 5.000 orang Inggris memeluk Islam setiap tahunnya, menurut laporan yang dilansir World Bulletin pada Sabtu (13/11/2014).

Survei yang dilakukan Faith Matters menemukan baha masjid-masjid menyaksikan sekitar 1.400 orang menyatakan dua kalimat syahadat di London.

Laporan itu juga menekankan bagaimana para muallaf digambarkan buruk oleh media-media dan mencatat lebih dari 62% berita menulis tenetang para muallaf dan sebagiannya dikaitkan dengan “terorisme” dan “ekstremisme”.

Banyak muallaf menghadapi tantangan hidup sebagai Muslim seperti kehilangan keluarga dan teman-teman, beradaptasi dengan lingkungan baru sebagai Muslim, harus menghindari tradisi keluarga yang bertentangan dengan Islam, merasa kesepian dan banyak faktor lainnya.

Meskipun demikian, jumlah muallaf di Inggris terus bertambah dengan perkiraan 2,7 juta Muslim hidup di negara tersebut. (siraaj/arrahmah.com)

Inggris akan kirim ratusan tentara ke Irak

Soldiers in Briefing at RSOI in Camp Bastion, Afghanistan

LONDON (Arrahmah.com) – Inggris berencana untuk mengirim ratusan tentara ke Irak untuk melatih pasukan Irak dan Kurdi. Pernyataan tersebut dikeluarkan oleh Menteri Pertahanan Michael Fallon pada Sabtu (13/12) kepada surat kabar The Daily Telegraph.

Presiden Barack Obama juga telah menyetujui pengiriman lebih dari 3.000 tentara ke Irak dan komandan tertinggi AS yang memimpin upaya koalisi mengatakan bahwa pihak sekutu akan mengirimkan 1.500 tambahan pasukan pada awal pekan ini.

Fallon mengatakan bahwa ratusan pasukan itu akan dikirim bulan depan.

Menurutnya, setelah serangan udara yang dipimpin oleh AS, ISIS telah merubah metode mereka, yaitu dengan bergerak menjauh dari penggunaan formasi besar di ruang terbuka.

Fallon mengatakan bahwa belum ada angka pasti berapa jumlah pasukan yang akan dikirim, namun pasukan akan dibagi ke dalam empat tim. Satu tim akan ditugaskan di wilayah Kurdi, sedangkan tiga lainnya akan ditugakan di daerah dekat Baghdad.

“Sebuah pelatihan kunci yang akan kami berikan adalah kontra-IED (bom rakitan), khususnya alat peledak kendaraan yang belum dikuasai oleh tentara Irak,” kata Fallon.

(ameera/arrahmah.com)

Khasiat mengejutkan dari bawang bawang merah

bawang merah

Siapa yang tak mengenal bumbu masakan yang satu ini? Tanpa bawang merah, masakan terasa hambar. Bawang merah merupakan salah satu bahan penting dalam dunia kuliner. Tapi siapa sangka bahwa dalam setiap lapis bawang merah ini ternyata memiliki khasiat yang mengagumkan untuk kesehatan. Berikut beberapa khasiat bawang merah untuk kesehatan tubuh:

1. Anti virus, bakteri dan baik untuk diabetes

Bawang merah mengandung anti-oksidan, mineral, vitamin. Bawang merah juga memiliki sifat anti-virus, anti-bakteri, dan anti-jamur. Bawang merah menjadi obat yang berguna untuk menurunkan kadar gula darah pada penderita diabetes.

2. Mengurangi kolesterol

Allicin dalam bawang merah dapat berguna untuk mengurangi produksi kolesterol. Allicin dalam bawang merah sangat membantu menurunkan tekanan darah tinggi. Bawang merah rendah kalori dan banyak nutrisi. Jika Anda sedang diet, Anda dapat menambahkan bawang merah untuk menikmati rasa lezatnya makanan, tanpa menumpuk kalori.

3. Mengatasi cacingan

Bawang merah sangat baik bagi pencernaan serta mengatasi sembelit. Bawang merah efektif pula dalam menyembuhkan cacingan dan mengobati sakit perut.

4. Mencegah kanker

Bawang merah segar segar mengandung vitamin A, yang merupakan antioksidan efektif mengurangi resiko kanker rongga mulut dan mencegah perkembangannya. Bawang merah sangat membantu dalam mencegah kanker hati dan menghancurkan sel-sel kanker.

5. Mengatasi sengatan serangga

Untuk mengobati sengatan serangga, gosok daerah yang terkena dengan bawang merah yang dihaluskan untuk meredakan rasa sakit. Bawang merah mengatasi gigitan nyamuk, sengatan lebah atau tawon.

6. Baik untuk kekebalan tubuh

Campur jus bawang merah dengan madu dan konsumsi satu sendok teh campuran ini tiga kali sehari. Ini efektif mengatasi bronkitis, influenza, pilek, batuk dan sakit tenggorokan. Termasuk membantu mencairkan dahak.

7. Menghilangkan racun

Goreng empat potong irisan bawang merah. Makan selama 14 hari untuk membantu hati dalam menghilangkan racun dari tubuh.

8. Baik untuk kesehatan gigi

Mengunyah bawang merah selama 3 menit setiap hari di pagi hari akan menghancurkan bakteri pada gigi Anda.

9. Baik untuk rambut dan obat memar

Gosok jus bawang merah setiap hari pada kulit kepala Anda untuk membantu pertumbuhan rambut dan mengatasi ketombe. Anda juga dapat menggunakan bawang merah untuk memar. Jika punya problem bisul, minumlah jus bawang merah dicampur atau wortel.

10. Memperlambat pikun

Selain membantu fungsi kerja otak dan efektif bagi penderita alzheimer, bawang merah juga dapat mengurangi resiko osteoporosis hingga 20 persen, sekaligus membantu ahgar kulit tetap cantik.

11. Baik bagi penglihatan

Jus bawang merah meningkatkan daya penglihatan. Bawang merah kaya akan sulfur, sistein, dan lesitin yang melindungi mata Anda dari pembentukan katarak.

Sumber: /www.stylecraze.com

(ameera/arrahmah.com)

AQAP’s good reminder: Civility of the Dispute Between the Mujahidin

sh-harith

(Arrahmah.com) – Friday (12/12/2014), Muwahideen Media published an English translation of Al-Qaeda in the Arabian Peninsula (AQAP)’s good reminder regarding the civility of the dispute between the Mujahidin that released by Al Malahim Media:

Al Malahim Media Institute

file1.jpeg

Presents

The Good Reminders Part 17:

“Civility of the Dispute Between the Mujahidin”

“Peace and Allah’s mercy and blessings be upon you. Praise be to Allah the Lord of the worlds. Prayers and peace be upon his prophet, his family, and all his followers. Therefore:

“When disputes and conflict come up, our reference should be the Quran and the Sunnah. Only knowledgeable people should make such calls, using these references. By knowledgeable people (al ulama’), we mean those who are trusted and straightforward in their character. Additionally, there are certain behaviors we need to follow during times of conflict.

One of the characteristics of a munafiq (hypocrite) is becoming obscene when he disagrees with a person, we ask Allah (swt) for his protection against hypocrisy. This should not be the situation with the believer. A believer is a pious person who speaks al haqq (the truth), whether in agreement or disagreement with another person. Therefore, there are certain behaviors we need to stick to when conflict strikes.

The first behavior is impartiality fi sabil Allah and not sticking tight to their personal opinions. Our main purpose should be to discern Allah’s (swt) ruling on the issue and to worship Him. Our focus should be on pleasing Allah (swt), whether a final ruling pleases us personally or not. Many times, the shari’a ruling may be against our desire, therefore, we must train ourselves to accept such a ruling in all matters.

The second behavior is kindness of speech during disagreement. Allah ta’ala said: ‘Speak fair to an Nass (the people).’ (From al Quran al Karim al Baqara 2:83). Imam al Qurtubi said about this verse: therefore, a person’s speech should be soft and his face should shine when talking with either a good or evil man, a Sunni or Mubtadi’i, without compromising or any inclination to condone the beliefs of the opponent. Allah (swt) said to Moses and Aaron: ‘Speak to him (the Pharoah) mildly.’ (from al Quran al Karim Ta Ha 20:44). Therefore, we declare the person who gives nasiha (advice) is not better than Moses and Aaron, and the person who receives the nasiha is not more evil than Pharoah. Talha bin Umar said to Ata bin Rabah: ‘The people meeting at your home have different leanings, and I am a hard-tempered man. I may answer to them in a harsh manner.’ So Talha responded and said: ‘Do not do that. Allah ta’ala said: ‘Speak fair to the people.’

The third behavior is giving the opponent the benefit of the doubt and thinking positively about what he said or did. Both al Haqq (truth) and falsehood are clear, but one may have an excuse for doing something wrong, so we must give that person the benefit of the doubt and act as his advocate before judging him.

The fourth behavior deals with not raising your voice during the time of the disagreement. This behavior needs focus and the right habits. Allah ta’ala said: ‘And be moderate in your pace, and lower your voice.’ (from al Quran al Karim Luqman 31:19). Then, he mentioned that a bad example about those who speak with a loud voice when He said in the same verse: ‘the harshest of sounds, without a doubt, is the braying of the ass.’ Raising the voice is not good manners. The truth is obvious by its evidence and the strength, so there is not a need to say it with a loud voice or with emotion. This behavior needs to be discussed, as one person may not be able to do this on multiple occasions at the beginning. Therefore, one needs to watch himself to practice this behavior.

The fifth behavior is acknowledging our differences in how we look at the issue. You should see your opponent’s viewpoint while you still disagree with it. You should think of it like a worthy opinion, but say your opinion may be better. Yousef al Sadafi said: ‘I have not seen any man wiser than Imam al Shafi’i. I discussed a matter with him and then we left each other. I saw him again, so he held my hand and said: ‘Abu Musa, can we not still be brothers even if we disagree on a matter?’ This shows the hikmah (wisdom) of this Imam, and how great his doctrine is, since to today, similar people have disagreements with each other.

These are five behaviors we should try to adhere to and commit ourselves to continuing. May Allah (swt) forgive us our trespasses and grant us mercy. Peace and Allah’s blessings be upon everyone.”

“Oh Aqsa, We are Coming!”

(banan/arrahmah.com)

Risalah AQAP terkait adab dalam perselisihan antar Mujahidin

sh-harith

(Arrahmah.com) – Yayasan Media Al-Malahim, sayap media Mujahidin Al-Qaeda di Jazirah Arab atau Al-Qaeda in the Arabian Peninsula (AQAP), pada Rabu (10/12/2014) merilis sebuah risalah yang disampaikan oleh Syaikh Harith An Nithari terkait adab-adab dalam perselisihan di antara Mujahidin. Dalam risalah ini, Syaikh Harith menyampaikan lima perilaku yang harus dipatuhi oleh kaum mukminin di tengah perselisihan. Berikut terjemahan lengkap risalah tersebut.

Yayasan Media Al Malahim

file1.jpeg

Mempersembahkan

Adab Perselisihan di antara Mujahidin

“Rahmat dan berkah Allah bagi kalian. Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam. Shalawat dan salam semoga tercurah kepada Nabi-Nya, keluarganya, dan semua pengikutnya. Amma ba’du:

“Ketika perselisihan dan konflik muncul, pedoman kita haruslah Al-Qur’an dan As-Sunnah. Hanya orang-orang berakal yang menyambut seruan tersebut, dengan menggunakan pedoman-pedoman ini. Mengikuti para ulama, yaitu orang-orang yang dapat dipercaya dan jujur dalam akhlak mereka. Selain itu, ada pula perilaku tertentu yang perlu kita ikuti selama melalui masa-masa konflik.

Salah satu ciri orang munafik ialah menjadi tidak sopan ketika ia tidak setuju dengan seseorang, kita memohon perlindungan kepada Allah (Subhanahu wa Ta’ala) untuk melawan kemunafikan. Hal ini seharusnya tidak dilakukan oleh orang yang beriman. Seorang mukmin adalah orang saleh yang membicarakan al haqq (kebenaran), baik dalam kesetujuan ataupun dalam ketidaksetujuan dengan orang lain. Oleh karena itu, ada perilaku tertentu yang perlu kita jaga ketika konflik menyerang.

Perilaku pertama adalah ketidakberpihakan fisabililllah dan tidak bersikap keras kepala pada pendapat-pendapat pribadi mereka. Tujuan utama kita harus memahami aturan Allah (Subhanahu wa Ta’ala) tentang masalah ini dan untuk mematuhi-Nya. Fokus kita harus pada mencari ridha Allah (Subhanahu wa Ta’ala), baik keputusan akhir menyenangkan kita secara pribadi ataupun tidak. Seringkali, putusan syariah mungkin berlawanan dengan keinginan kita, oleh karena itu, kita harus melatih diri kita untuk menerima keputusan tersebut dalam segala hal.

Perilaku kedua adalah kebaikan berbicara selama perselisihan. Allah Ta’ala berfirman: ‘Ucapkanlah kata-kata yang baik kepada manusia.’ (Dari Al-Qur’an Al-Karim, Surat Al-Baqarah 2:83). Imam Al-Qurtubi berkata tentang ayat ini: Oleh karena itu, ucapan seseorang harus lembut dan wajahnya harus bersinar saat berbincang dengan seseorang yang baik ataupun jahat, Sunni atau Mubtadi’i, tanpa mengorbankan atau kecenderungan apapun untuk membenarkan keyakinan lawan . Allah (Subhanahu wa Ta’ala) berfirman kepada Musa dan Harun: ‘… berbicaralah kamu berdua kepadanya (Firaun) dengan kata-kata yang lemah lembut.’ (Dari Al-Qur’an Al-Karim, Surat Taha 20:44). Oleh karena itu, kami menyatakan kepada orang-orang yang memberikan nasihat (saran) itu tidak lebih baik dari Musa dan Harun, dan orang yang menerima nasihat itu tidak lebih jahat dari Firaun. Thalhah bin Umar berkata kepada Ata bin Rabah: ‘Orang-orang bertemu di rumahmu memiliki kecenderungan yang berbeda, dan aku adalah orang yang keras dan pemarah. Aku dapat menjawab mereka dengan cara yang keras.’ Jadi Thalhah menjawab dan berkata: “Jangan lakukan itu. Allah Ta’ala berfirman: ‘Bicaralah dengan adil kepada orang.’

Perilaku ketiga adalah memberikan lawan faedah dari keraguan dan berpikir secara positif tentang apa yang dia katakan atau lakukan. Baik al haqq (kebenaran) dan kebohongan itu jelas, tapi seseorang mungkin memiliki alasan untuk melakukan sesuatu yang salah, jadi kita harus memberikan orang itu faedah dari keraguan dan bertindak sebagai advokat sebelum menilai dirinya.

Perilaku keempat berhubungan dengan tidak meninggikan suara Anda selama waktu perselisihan. Perilaku ini membutuhkan fokus dan kebiasaan yang benar. Allah Ta’ala berfirman: ‘Dan sederhanalah kamu dalam berjalan dan lunakkanlah suaramu.’ (Dari Al-Qur’an Al-Karim, Surat Luqman 31:19). Kemudian, Dia menyebutkan contoh buruk tentang orang-orang yang berbicara dengan suara keras ketika Dia berfirman dalam ayat yang sama: ‘Sesungguhnya seburuk-buruk suara ialah suara keledai.’ Meninggikan suara itu tidak sopan. Kebenaran itu jelas dengan bukti dan kekuatannya, sehingga tidak perlu untuk menyampaikannya dengan suara keras atau dengan emosi. Perilaku ini perlu dibahas, karena seseorang mungkin tidak bisa melakukan hal ini pada beberapa kesempatan di awal. Oleh karena itu, orang perlu melatih dirinya dengan perilaku ini.

Perilaku kelima ialah mengakui perbedaan-perbedaan kita dalam cara kita melihat masalah ini. Anda akan melihat sudut pandang lawan saat Anda masih tidak setuju dengan itu. Anda harus memikirkan ini seperti pendapat berfaedah, namun mengatakan bahwa pendapat Anda mungkin lebih baik. Yousef Al-Sadafi mengatakan: ‘Aku tidak melihat ada orang yang lebih bijak dari Imam As-Syafi’i. Aku membahas masalah dengan dia dan kemudian kami meninggalkan satu sama lain. Aku melihatnya lagi, jadi dia memegang tangan saya dan berkata: ‘Abu Musa, tak bisakah kita masih menjadi saudara meskipun kita tidak sepakat mengenai suatu hal?’ ini menunjukkan hikmah (kebijaksanaan) Imam ini, dan betapa besar ajarannya yaitu, sejak saat itu hingga hari ini, orang-orang yang sama memiliki perbedaan pendapat satu dengan lainnya.

Ini adalah lima perilaku yang kita harus coba patuhi dan membiasakan diri kita untuk istiqamah. Semoga Allah (Subhanahu wa Ta’ala) mengampuni dosa kita dan memberikan kita rahmat. Rahmat dan berkah Allah bagi semua.”

“Wahai Aqsa, Kami Datang!”

(banan/arrahmah.com)

AQAP’s message to the American people regarding the killing of the US hostage in Yemen

aqap-now-890x395

(Arrahmah.com) – Friday (12/12/2014), Muwahideen Media published an English translation of Al-Qaeda in the Arabian Peninsula (AQAP)’s message to the American people regarding the killing of the US hostage in Yemen that released by Al Malahim Media:

file12.jpeg

Al Malahim Media Establishment

Presents

“A Message to the American People Regarding the Killing of the US Hostage in Yemen”

Sheikh Nasr al Anisi

“In the name of Allah, the most Merciful and Compassionate”

“Praise be to Allah who supports the weak and defeats the arrogant, who glorifies the believers and humiliates the kuffar. Prayers and peace be upon the imam of the mujahidin, who conveyed the message and fulfilled trust and who waged jihad fi sabil Allah until he received certainty, and upon his noble companions. To proceed:

This is a message for the American people about killing the hostage in Yemen. After our message in which we gave Obama and the US government a 3 day period to execute the demands of the mujahidin, and we attached to the message an appeal from the US hostage, Obama made his wrong decision, which was considered a signature on the execution order of his US citizen. Despite we warned him not to commit any foolish thing in this regard, he insisted on doing this and he didn’t do anything to stop the death of the hostage and save his life.

He did contrarily. he made the decision for death and covered his ears from advice from his advisers who were from his people. He followed the path of the Pharaoh, the enemy of Allah (swt) when he said: ‘I point out to you what I see myself.’ Obama and his government knew our demands are just, however. They could negotiate over some of the points. Or, they could show a good intent to do that. But he chose a military campaign, which has failed before and failed again, by the grace of Allah (swt). This also revealed the size of weakness and cowardliness of his soldiers, despite them having a huge arsenal and advanced weapons, and supported with aerial coverage from helicopters and drones.

This was during a heroic and epic battle by a small number of Muslim mujahidin from al Qa’ida and the tribesman, whose number did not surpass 10 percent of the attackers. The mujahidin performed very well in this battle. They fought against the elite US forces from the air and the ground, and who were equipped with silenced weapons and night vision goggles, with heavy air support during the assault which continued for 3 hours. The US Department of Defense and the Pentagon failed to mention their losses in this failed attempts. In these failed attempts the mujahidin inflicted slaughter on the attackers by the grace of Allah and taught them a harsh lesson, with only a few mujahidin and little equipment. But Allah (swt) made strengthened their hearts, planted firmly their feet and guided their aim in shooting. Allah (swt) speaks al Haqq (the truth) when He says ‘if there are twenty among you, who are steadfast and patient, they will overcome two hundred. And if there are 100 among you who are steadfast and patient, they will overcome 1000 kuffar, for these are a people who don’t understand.’

Oh enemies of Allah, you must know that every Muslim is a mujahid and that jihad is an act of Ibadah (worship) and obligatory in our deen (religion). No honest believer would not fight against you if he has a chance. You have seen how the tribesman fighters resisted against you. A number of these fighters, whose imaan (faith) pushed them to confront you, were martyred. And the sons of Muslims who you violate their land and invade their lives and families, are bloodthirsty, and arresting your soldiers and slaughtering them and taking revenge against them. As for the appeal of the hostage’s family, it should have been directed to Obama and his government, not to us. Obama made the decision which caused things to take a completely different turn than what we wanted.

He had the ability to help the US hostage avoid this fate, which was the inevitable consequence of the military solution within the clashes with the US Special Forces. Later, Obama stated the killing of the hostage was an act of ‘barbaric murder’ in an attempt to conceal his own barbaric behavior, and indifference for the lives of not only the US citizen, but the South African hostage too whose negotiations were in progress. Obama was careless about other innocent lives who were killed and wounded in this failed operation in which one woman was wounded.

We ask Allah (swt) to hasten the healing of the wounded and to accept the dead among the martyrs. I would like to pose a few questions for those reasonable, if there are any: do we not have the right to demand the release of Sheikh Umar Abdurahman? Can they explains the fate of imprisoned Afia Sidiqi and set her free after these two long years of injustice and torture and arrest? And our imprisoned brothers and sisters in Guantanamo prison and in prisons of agents of the US in Islamic countries, and other secret US prisons spread all over the world.

They have a right to be free and we try to free them from their tragic situation and barbaric injustice which is far from the convention of human rights. Is there anything in this and other lists of American injustice and tyranny we can negotiate about with America? The US response and behavior confirm the truth of what the mujahidin think- that it is impossible to have an agreement with the American government except in one way – of straightforward killing and treating them in the same manner, which puts the lives of all Americans in danger, inside and outside of America, in the air on the ground and in the sea.

Are your people aware of the fate which this government and its aggressive policies guides you to if it continues its war against the Islamic Ummah. Beginning with supporting the Zionist occupation of Palestine, and violating the sacred places, and shedding the blood of Muslims in cold blood, and not paying attention to the land and honor of Muslims?

Will your people dream of safety and our Ummah in this situation? By Allah (swt) this unjust distribution of rights will never happen. You will not dream of safety until we actually live it in Palestine and all Muslim countries. ‘And those who have wronged are going to know what (kind of) return they will be returned.’ (Qur’an Al-Karim 26:227)

Oh Aqsa, we are coming!”

(banan/arrahmah.com)

Ashwagandha, herbal penguat sistem kekebalan tubuh

ashwagandha

(Arrahmah.com) – Ashwagandha, yang juga dikenal sebagai ceri musim dingin, adalah herbal asal India yang memiliki sifat adaptogenik yang luar biasa yang dapat secara signifikan mengurangi kondisi terkait stres seperti kelelahan adrenal, serta masalah hati dan ginjal, lansir Medical Medium pada Ahad (14/12/2014).

Ashwagandha adalah sumber yang kaya mineral termasuk zinc, zat besi, kalsium, magnesium, vanadium, tembaga, dan kobalt. Ashwagandha juga merupakan herbal yang meningkatkan kekebalan yang efektif dan memiliki kemampuan untuk meningkatkan jumlah sel darah putih serta membantu tubuh memproduksi antigen untuk melawan infeksi dan alergi yang berbeda.

Ashwagandha juga sangat baik untuk meningkatkan fungsi otak dan neurotransmitter yang dapat membantu kondisi neurologis seperti migrain, tremor, kejang, dan nyeri saraf kronis.

Selain itu, ashwagandha juga bermanfaat untuk tiroid karena membantu tubuh memproduksi hormon tiroid yang dapat meningkatkan energi, metabolisme, dan membantu siklus tidur yang seimbang.

Ashwagandha telah terbukti meningkatkan aliran oksigen dan penggunaan pada tingkat sel sangat bermanfaat bagi mereka yang menderita masalah pernapasan seperti asma serta bagi atlet yang ingin meningkatkan daya tahan dan kekuatan saat pelatihan.

Ashwagandha juga sangat bermanfaat untuk depresi, kecemasan, insomnia, anemia, candida, diabetes tipe 2, dan gangguan autoimun seperti fibromyalgia, penyakit menular, dan sindrom kelelahan kronis.

Secara historis, ashwagandha juga telah digunakan sebagai pengobatan infertilitas alami. Dewasa ini, ashwagandha dapat ditemukan dalam bentuk sirup, kapsul, ekstrak, serbuk, atau bentuk teh.

(banan/arrahmah.com)