Penulis Arsip: arrahmah.com

Mujahidin tewaskan komandan milisi Syiah Irak di pinggiran Damaskus

Qushay Ghazi Faishal At-Tamimi, komandan milisi Syiah Batalion Badar Irak yang tewas di kota Rankus, pinggiran Damaskus

DAMASKUS (Arrahmah.com) – Tiga front pertempuran besar di pinggiran Damaskus telah berlangsung selama tiga bulan terakhir. Mujahidin Islam dari berbagai kelompok jihad menghadang semua serangan pasukan rezim Nushairiyah Suriah dan milisi-milisi Syiah dengan gigih.

Hal itu membawa kemungkinan ibukota Damaskus akan mengalami eskalasi pertempuran yang lebih tinggi. Terlebih di front Qalamoun dan Ghautah timur, kemenangan dan kekalahan silih berganti diraih oleh kedua belah pihak.

Orient TV pada Kamis (10/4/2014) melaporkan pasukan rezim Bashar Asad dan milisi-milisi Syiah memasuki dan menguasai kota Rankus di pinggiran Damaskus. Penduduk Rankus sendiri menampik klaim rezim tentang terjadinya pertempuran antara pasukan rezim dan mujahidin. Sebab kota Rankus telah dikosongkan oleh mujahidin sejak lebih dari setahun terakhir berdasar kesepakatan dengan penduduk kota.

Sumber-sumber di lapangan mengatakan kepada Orient TV bahwa penguasaan pasukan rezim Nushairiyah Suriah terhadap kota Rankus bertujuan untuk mengangkat moril pasukannya. Hal itu setelah pasukan rezim mengalami kerugian besar dalam pertempuran sengit di wilayah Mazari’ dan menara Saidnaya, pinggiran kota Rankus.

Qushay Ghazi Faishal At-Tamimi, komandan milisi Syiah Batalion Badar Irak yang tewas di kota Rankus, pinggiran Damaskus

Qushay Ghazi Faishal At-Tamimi, komandan milisi Syiah Batalion Badar Irak yang tewas di kota Rankus, pinggiran Damaskus

Dalam pertempuran itu mujahidin berhasil menembak jatuh sebuah pesawat mata-mata rezim, menghancurkan dua buah tank dan menewaskan komandan milisi Syiah Batalion Badar Irak bernama Qushay Ghazi Faishal At-Tamimi. Puluhan tentara rezim, milisi Syiah Lebanon dan Irak ikut tewas atau cedera dalam pertempuran tersebut. Sayap militer milisi Syiah Batalion Badar Irak telah menggelar upaca berkabung di kota Bashrah, Irak atas tewasnya salah seorang komandan milisi mereka di Suriah.

Milisi Syiah Batalion Badar Irak menggelar upacara berkabung di kota Bashrah  atas tewasnya komandan mereka di kota Rankus

Milisi Syiah Batalion Badar Irak menggelar upacara berkabung di kota Bashrah atas tewasnya komandan mereka di kota Rankus

Di arah yang berseberangan dengan front Qalaoun, mujahidin terlibat pertempuran sengit dengan pasukan rezim Nushairiyah Suriah dan milisi-milisi Syiah di front kota Adra dan Maliha, distrik Ghautah Timur.

Qalamoun Media Center melaporkan sedikitnya delapan milisi Syiah Batalion Badar Irak tewas dalam pertempuran di kota Maliha. Pertempuran sengit di kota Maliha terpusat pada markas militer An-Nur dan Tamiko hingga gedung Direktorat Pertahanan Udara. Mujahidin meraih kemajuan berarti di salah satu arah dari tiga medan pertempuran tersebut.

Dari kota Adra, wilayah utara distrik Ghautah Timur, para aktivis merilis video yang memperlihatkan sejumlah mayat tentara rezim dan milisi Syiah. Mereka tewas saat mencoba menyerang masuk ke dalam kota Adra dengan dukungan serangan roket dan pesawat tempur. Namun mujahidin berhasil memukur mundur mereka dan menewaskan belasan tentara. Kota Adra Al-Ammaliyah, distrik Ghautah Timur sepenuhnya dikuasai mujahidin Islam sejak tiga pekan terakhir.

Pertempuran sengit di kota Malihah, distrik Ghautah Timur

Pertempuran sengit di kota Malihah, distrik Ghautah Timur

Mujahidin Ittihad Islami li-Ajnad Asy-Syam, Jabhah Islamiyah dan Jabhah Nushrah telah menggelar operasi gabungan “Peperangan Allah Yang Lebih Tinggi lagi Lebih Mulia” di propinsi pinggiran Damaskus. Salah satu hasil serangan tersebut adalah pembebasan kota Adra Al-Amaliyah.

(muhib al majdi/arrahmah.com)

Swiss akan menyerahkan uang Ben Ali ke Tunisia

Ben Ali saat masih menjabat sebagai presiden Tunisia.  (Foto : AFP)

SWISS (Arrahmah.com) – swiss mengatakan pada Jum’at (11/4/2014) akan menyerahkan uang Ben Ali-mantan diktator Tunisia-yang disimpan di rekening bank Swiss sebanyak 40 juta USD ke Tunisia.

Pemerintah Swiss telah membekukan dana tersebut setelah revolusi Tunisia diluncurkan pada 2011 yang berhasil menggulingkan sang diktator dari kekuasaan.

Berbicara kepada radio publik Swiss, kepala jaksa Michael Lauber mengatakan transfer dana telah dimungkinkan berkat kerja sama dengan otoritas baru Tunisia, seperti dilansir Al arabiya.

Keluarga Ben Ali masih memiliki pilihan untuk memperjuangkan uang itu dengan mengajukan banding di Mahkamah Agung Swiss.

Ben Ali saat ini mendapatkan suaka di Arab Saudi sementara menantunya, Sakher el-Materi, yang pernah dianggap sebagai pengganti potensial, telah melarikan diri ke Seychelles.

Sebuah laporan Bank Dunia pada bulan lalu merinci cengkeraman keluarga Ben Ali terhadap perekonomian selama 23 tahun pemerintahan. Ditemukan 220 perusahaan yang dimiliki oleh anggota keluarga, 21 persen dari laba bersih di sektor swasta di Tunisia dimiliki oleh keluarga dengan peraturan yang sering disesuaikan dengan keuntungan bisnis mereka. (haninmazaya/arrahmah.com)

Turki kirimkan surat kepada ulama terkemuka Mesir untuk menuntut dibatalkannya eksekusi terhadap anggota IM

Mehmet Gormez, Presiden Direktorat Urursan Agama Turki

ANKARA (Arrahmah.com) – Presiden Direktorat Urusan Agama Turki, Mehmet Gormez telah mengirim surat kepada ulama terkemuka Mesir di mana ia menuntut peninjauan keputusan pengadilan Mesir untuk menghukum ratusan anggota Ikhwanul Muslimin (IM) dengan hukuman mati.

Pengadilan Mesir menghukum 528 anggota IM pada tanggal 24 Maret dan menjatuhi hukuman mati kepada mereka karena tewasnya seorang polisi dalam sebuah demonstrasi besar beberapa waktu lalu, lapor Today’s Zaman (11/4/2014).

Keputusan tersebut memicu kritik dari pemerintahan negara lain dan kelompok-kelompok ham internasional.

Surat Gormez kepada Ahmed al-Tayeb, Syeikh terkemuka di Universitas Al-Azhar, mengatakan : “Kami adalah bagian dari ummat Islam. Kami senang ketika Muslim lain senang dan kami akan sedih jika mereka bersedih. Kami dan rakyat kami sangat sedih dengan keputusan pengadilan yang diambil pada 24 Maret di Mesir untuk menghukum 528 orang.’

“Kami ingin menyampaikan harapan kami bahwa ulama-ulama Al-Azhar bisa membangun kembali persatuan, solidaritas dan persaudaraan di antara rakyat Mesir dan mengejar tugas mereka dengan keadilan dan kasih sayang. Kami yakin kalian akan melakukan upaya yang diperlukan untuk berkonsolidasi dengan IM dan mewujudkan keadilan di kalangan rakyat Mesir,” lanjut surat tersebut.

“Seluruh dunia adalah saksi untuk fakta bahwa perkembangan di Mesir adalah kerusuhan politik. Saat ini tugas yang paling penting adalah mencegah kematian lebih lanjut Muslim dan rakyat Mesir.”

“Untuk alasan ini, untuk menyelamatkan kehormatan saudara-saudara kami di Mesir, tugas jatuh di pundak ulama Al Azhar untuk memastikan pencabutan keputusan brutal tersebut.”

Tahun lalu, Perdana Menteri Turki, Recep Tayyip Erdogan mengecam Syeikh Al-Azhar yang mendukung kudeta militer dan menggulingkan Mursi dari kekuasaan, dengan mengatakan : “Sejarah akan mengutuk” ulama seperti dia.

Erdogan mengatakan dia sangat terpukul ketika melihat Syeikh al-Azhar mendukung militer di Mesir. (haninmazaya/arrahmah.com)

Suara PDIP tak capai 20%, Jokowi patut jadi ‘kambing hitam’

foto ilustrasi

JAKARTA (Arrahmah.com) – Perolehan suara PDIP versi hitung cepat Indobarometer Indonesia yang hanya 18,97 persen, dinilai oleh beberapa kalangan pengamat politik sebagai antiklimaks hingar bingar pencitraan dan pengkarbitan sosok Joko Widodo alias Jokowi .

Calon presiden Jokowi yang diusung partai berlogo banteng moncong putih ini, dinilai tidak mahir dalam melakukan komunikasi poliitik. Akibatnya dalam pemilu legislatif (pileg) 2014 gagal menembus angka 20 persen.

Untuk itu Jokowi pantas menjadi ‘kambing hitam’, pasalnya blusukan yang menjadi keunggulan Gubernur DKI Jakarta itu hanya sebagai pencitraan Jokowi. Hanya untuk salaman, foto-foto, basa-basi sementara lalu masuk televisi.

“Komunikasi yang dilakukannya seolah tulus dan empati. Padahal publik membaca ada motif lain yang tersembunyi,” ujar pengamat media UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Iswandi Syahputra dalam keterangan resminya, Jumat (11/4/2014), tulis POL.

Pencitraan yang dilakukan Jokowi, katanya, tidak ada pengaruhnya pada perolehan suara PDIP pada pemilu legislatif 9 April 2014.

Seharusnya, ketika diberi mandat menjadi capres PDIP, katanya, Jokowi meningkatkan komunikasi dengan rakyat. Terutama dalam menjawab sentimen negatif yang ditujukan kepadanya.

Serangan yang semakin gencar, seperti menagih janji Jokowi dalam mengurus Jakarta, hingga mengungkit kembali mobil Esemka bukan hanya dijawab ‘Aku rapopo’.

“Ini tidak menjawab substansi tuduhan tersebut. Seharusnya Jokowi menangkis dengan tangkas dan cerdas,” tandasnya. (azm/arrahmah.com)

Sekolah-sekolah Muslim Inggris menjadi target OFSTED

school

LONDON (Arrahmah.com) – SMA Birmingham yang mayoritas siswanya Muslim, telah membantah tuduhan ekstrimisme yang menghantam sejumlah sekolah baru-baru ini. Pengelola sekolah memastikan bahwa sekolah adalah korban dari “perburuan” oleh inspektur OFSTED (Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan Inggris).

“Sekolah diserang dengan dalih kekhawatiran tentang ekstremisme dan ancaman terhadap pendidikan siswa,” David Hughes, seorang wali sekaligus Kepala sekolah di Park View-sekolah di Birmingham selama lebih dari 15 tahun-mengatakan kepada Guardian, Rabu (9/4/2014).

Park View, sekolah dengan siswa mayoritas Muslim, telah mengalami penyelidikan darurat selama beberapa minggu terakhir atas tuduhan ekstremisme yang tidak memiliki bukti.

“Sebuah inspeksi yang terkesan melecehkan telah dilancarkan setelah salah seorang mantan dan seorang staf menggugat,” keluh Liam Byrne, anggota parlemen dari Partai Buruh.

Dia menambahkan bahwa penyelidikan itu dipicu oleh keprihatinan terhadap korupsi keuangan dan dugaan khutbah ekstremis di sekolah.

“Ketika tuduhan telah dibuat, OFSTED harus menyelidiki. Kita tidak bisa mengabaikan para pelapor,” kata Byrne .

Bahkan tuduhan Byrne ini telah ditolak keras oleh Kepala Sekolah yang beragama Kristen, Haughes, yang membantah dugaan terlibat plot ekstremisme di sekolah.

“Dalam semua waktu saya selaku pengelola sekolah, belum menerima satu pun keluhan tentang ‘ekstrimisme’ atau ‘radikalisme’,” tulis Hughes dalam newsletter musim semi sekolah.

“Jika kami memang terlibat, maka selidiki secara terbuka dan menyeluruh,” tambahnya.

OFSTED dan Badan Pendanaan Pendidikan (EFA) telah mengadakan penyelidikan atas plot fundamentalis Islam yang diduga akan “mengambil alih” sekolah di kota yang direncanakan dalam dokumen disebut sebagai Operation Trojan House.

Meskipun dokumen empat halaman itu tidak ditandatangani oleh staf, inspeksi dilakukan pula terhadap para staf.

Pada bulan Februari 2013, sekolah Birmingham telah meminta maaf untuk menyajikan makanan non-halal kepada siswa Muslim menyusul penyelidikan di katering sekolah.

Inggris adalah rumah bagi minoritas Muslim yang cukup besar, diperkirakan hampir 2,5 juta jiwa.

Inspektur bias

Selama penyelidikan berlangsung, staf sekolah menuduh inspektur berperilaku dengan cara yang tidak pantas menambahkan bahwa mereka muncul dan mengutuk sekolah.

Hughes menuduh tim OFSTED menjadikan “setiap indikasi temuan diarahkan untuk mengutuk sekolah”.

Menurut Lee Donaghy, asisten kepala di bidang akademik, perwakilan guru bertanya jika mereka homophobia serta membuat lelucon tentang jumlah anggota staf Muslim laki-laki.

Maret lalu, sebuah laporan OFSTED mengindikasikan bahwa sekitar £ 70.000 dihabiskan untuk membiayai pengeras suara untuk bermain yang kabarnya diduga digunakan untuk sholat.

Klaim tersebut ditolak oleh pihak administrasi sekolah, “Harga speaker adalah £ 900 dan merupakan bagian dari sistem audio untuk pelajaran olah raga di aula sekolah, biaya yang tidak melebihi £ 10.000. Speaker yang utama hannya digunakan untuk fungsi panggilan untuk shalat (adzan) saja.”

Membela sekolah mayoritas Muslim, Hughes menulis kepada orang tua mengatakan bahwa Park View adalah sekolah “yang paling berhasil” di Birmingham.

“Lima belas tahun yang lalu , ketika saya pertama kali menjadi kepala sekolah, sekolah ini merupakan tempat yang berbeda,” tulis Hughes.

“(Saat ini) Kurang dari 20 % siswa yang memperoleh nilai C. Dalam satu tahun hanya satu dari 90 murid memperoleh nilai C atau di atasnya dalam matematika.”

“Hanya satu siswa! Banyak dari kami merasa bahwa tuduhan yang memojokkan ini benar-benar tidak dapat diterima, padahal sekolah kami telah melakukan perubahan berkelanjutan yang terpadu.”

Kepala sekolah mencatat bahwa sekolah akan menyambut penyelidikan dalam kasus ini sebagai upaya OFSTED “memberikan kritik yang membangun.”

“Namun, saya sangat curiga bahwa kritik yang sekarang sangat tidak mungkin membangun,” katanya. (adibahasan/arrahmah.com)

Perusahaan Malaysia akan menyediakan vaksin halal

vaksin-01

KAIRO (Arrahmah.com) – Mengisi kekosongan penting bagi jutaan Muslim di seluruh dunia, sebuah perusahaan terkemuka Malaysia telah mengumumkan rencana menyediakan vaksinasi halal untuk pertama kalinya pada 2017.

“Kami menemukan cara untuk membuat vaksin halal, dan berharap untuk menyelesaikannya secepat mungkin,” kata Jamil Bidin, CEO Halal Industry Development Corporation (HDC), seperti dilaporkan Arab News pada Kamis (10/4/2014).

“Vaksin yang menjadi fokus dari ilmuwan lokal, internasional dan pakar Syariah dimaksudkan untuk mengobati meningitis, hepatitis dan (penyakit) meningokokus,” katanya kepada wartawan di sela-sela World Halal Week 2014.

Dengan anggaran 100 juta dolar, HDC dan sebuah perusahaan Saudi berjanji untuk menyediakan vaksinasi meningitis, hepatitis dan meningokokus dalam waktu tiga tahun.

Menurut menteri perdagangan internasional dan industri Malaysia, Datuk Seri Mustapa Mohame, “Vaksin halal akan membantu meringankan kekhawatiran dan keraguan di kalangan ummat Islam pada integritas produk.”

Vaksin halal yanng terbaru harus diekstrak dari hewan yang disembelih sesuai dengan syariat Islam.

Para produsen juga berjanji untuk tidak menggunakan komponen apapun dari babi dalam pembuatan vaksin.

Konsep halal-yang berarti diijinkan dalam bahasa Arab-secara tradisional telah diterapkan pada makanan.

Muslim seharusnya hanya memakan daging dari ternak yang dipotong oleh pisau tajam dari leher mereka, dan nama Allah, harus disebutkan.

Ulama Muslim setuju bahwa syariat berarti menerapkan hukum Ilahi yang harus diterapkan pada semua ciptaan Allah, termasuk hewan.

Sekarang barang dan jasa lain juga wajib disertifikasi sebagai produk halal, termasuk kosmetik, pakaian, farmasi dan jasa keuangan.

Malaysia, sebuah negara mayoritas Muslim, yang perlu dicontoh sebagai negara yang diakui secara global telah memiliki kapasitas sertifikasi halal yang profesional.

Pada tahun 2004, Malaysia meluncurkan majalah dwi bulanan, The Halal Journal, sebagai publikasi perdagangan dan bisnis pertama melayani pasar halal global.

Melayani jama’ah haji

Vaksin halal pertama di dunia untuk meningitis akan menguntungkan ribuan jama’ah haji Muslim yang berada dalam bahaya terinfeksi dengannya.

Vaksin meningitis yang diproduksi di Barat dan di pabrik-pabrik medis berporos Barat, terbuat dari ekstrak babi, yang tidak sesuai dengan Islam.

“Kami lebih fokus pada vaksin meningitis, yang dibutuhkan bagi mereka yang melakukan haji, karena saat ini berbasis daging babi,” kata Bidin.

“Vaksin yang bebas dari bahan dasar babi akan mengalami permintaan tinggi, tidak hanya di kalangan muslim tetapi juga non-Muslim.

Orang-orang akan mencari alternatif setelah mereka tahu tentang hal itu. Setelah mengembangkan tiga vaksin ini, kami akan terus memproduksi vaksin lain,” kata Bidin.

Meningitis adalah infeksi pada lapisan tipis yang meliputi otak dan sumsum tulang belakang.

Hal ini dapat menyebabkan komplikasi termasuk kerusakan otak, tuli dan masalah belajar.

Sekitar 5-10 persen pasien meninggal akibat penyakit tersebut, menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Seiring dengan program penawaran vaksinasi halal ini, HDC juga bertujuan untuk membakukan sertifikasi halal untuk semua negara Muslim.

“Malaysia bermitra dengan Turki untuk mengatasi perbedaan dalam sertifikasi halal dan untuk kriteria standar baru yang akan diterapkan di semua negara OKI,” Bidin mengungkapkan. Alhamdulillah. (adibahasan/arrahmah.com)

Muktamar Ulama tinggi Suriah diselenggarakan di Turki

Pakar Tafsir Syaikh Profesor Muhammad Ali Ashobuni

ISTANBUL (Arrahmah.com) – Sebanyak 77 Ulama Suriah menggelar Muktamar Ulama Tinggi Suriah selama dua hari (11-12/4/2014) di Turki.

Beberapa ulama kenamaan Suriah hadir dalam acara ini seperti Ketua Rabithah Ulama Syam Syaikh DR Usamah Ar-Rifai, Pakar Tafsir Syaikh Profesor Muhammad Ali Ashobuni, Syaikh Anas As-Suwaid, Syaikh Adnan Al Ur’ur—Pakar Kajian Anti Syiah Internasional, Ulama Karismatik Suriah Syekh Abdur Bashir At Tartusi, Ketua Persatuan Ulama Idlib Syekh Musthafa Rahal, dan masih banyak lagi.

Tujuan penyelenggaraan Muktamar ini adalah membentuk Dewan Syariah Independen. Lembaga ini akan mewadahi persatuan ulama Suriah. Hal ini dilakukan, karena selama ini rezim Suriah kerap menekan ulama-ulama di bumi Syam tersebut dalam masalah dakwah dan fatwa.

“Wadah ini aspirasi ulama di Suriah, karena selama ini kita wajib melapor ke intelijen jika ingin berdakwah dan mengeluarkan fatwa,”kata salah satu peserta, Syekh Abdullah Musthafa Rahal kepada tim Jurnalis Islam Bersatu (JITU) di Turki, Jumat (11/4/2014) disela-sela muktamar.

Lembaga ini tidak hanya dibentuk untuk kepentingan di Suriah. Tetapi, ini juga bertujuan agar diketahui untuk semua negara. “Lembaga ini bersifat internasional,” tambahnya.

Dengan berkumpulnya ulama di lembaga ini, diharapkan bisa membimbing rakyat dalam penerapan syariat Islam. (azm/arrahmah.com)

Ahmadiyah, taubat atau membuat agama baru!

Suasana acara bedah buku ‘Tinjauan Kritis Jemaat Ahmadiyyah Indonesia’ yang diselenggarakan oleh BEM Fakultas Ilmu Budaya UNPAD (Universitas Padjajaran) di Aula PBJS, Kampus UNPAD, pada Kamis (10/4/2014)

BANDUNG (Arrahmah.com) – Persoalan Ahmadiyah yang terus membebani umat Islam Indonesia sangat menguras energi. Dua pilihan untuk para penganut Ahmadiyah, bertaubat kepada Allah Ta’ala untuk kembali memeluk Islam, seperti yang telah banyak dilakukan oleh mantan pengikutnya atau tetap pada keyakinannya dan membuat agama baru yang tidak menisbatkan kepada Islam.

“Bila Ahmadiyah memang tak menganggap tadzkirah sebagai kitab suci dan Mirza Ghulam sebagai nabi, maka tak jadi masalah. Namun bila tak demikian, maka sebaiknya Ahmadiyah membuat agama baru. Jangan mengaku sebagai bagian dari Islam!”

Pernyataan tersebut diungkapkan Ustadz Rizqi Awal, Ketua Lajnah Faaliyah HTI Sumedang tatkala menghadiri acara bedah buku ‘Tinjauan Kritis Jemaat Ahmadiyyah Indonesia’ yang diselenggarakan oleh BEM Fakultas Ilmu Budaya UNPAD (Universitas Padjajaran) di Aula PBJS, Kampus UNPAD Bandung, Jawa Barat, Kamis (10/4/2014)

Sementara Kunto Sofianto, P.hD, penulis yang bukunya dibedah pada kesempatan tersebut memaparkan perjalanan Ahmadiyah dalam lintasan sejarah Indonesia. “Ahmadiyah itu sudah lama ada Indonesia. Bahkan, sejak Indonesia belum merdeka Ahmadiyah sudah”, berkembang” katanya.

Pembicara lain, Dr. Ade Kosasih, Dosen Fakultas Ilmu Budaya UNPAD menuturkan, bahwa dalam menyelesaikan masalah Ahmadiyah, setiap pihak mesti bertolak pada pandangan yang komprehensif. “Tak bisa bila hanya bertolak dari kepentingan Ahmadiyah belaka”, katanya.

Dia menambahkan, “Kita memang tak bisa serampangan untuk menyesatkan paham paham tertentu. Namun, alangkah wajar bila suatu penganut agama tertentu merasa terusik bila ada pihak yang merusak keyakinan agama yang dianutnya” tuturnya.

Lewat kacamata yang berbeda, dia juga menuding, bahwa rentetan konflik yang terkait dengan Ahmadiyah bukan sekedar konflik pemahaman beragama saja. Karena bila demikian, konflik dapat selesai dengan mudah melalui dialog. “Konflik Ahmadiyah yang marak terjadi lebih karena ditunggangi oleh kepentingan kepentingan politik sesaat pihak pihak tertentu yang berkepentingan” pungkasnya. (azm/arrahmah.com)

Pengadilan Mesir menunda persidang wartawan Al-Jazeera

jazeera-journalists

KAIRO (Arrahmah.com) – Pengadilan Mesir pada Kamis (10/4/2014) menunda sampai 22 April persidangan terhadap 20 orang yang didakwa “menghasut kekerasan,” termasuk beberapa wartawan dari jaringan berita Al-Jazeera Qatar, kata sumber pengadilan, sebagaimana dilansir oleh WorldBulletin.

Para terdakwa, termasuk empat warga negara asing, dituduh “memalsukan berita” dengan tujuan untuk “menodai citra Mesir di luar negeri.”

Jaksa Mesir telah menuntut para terdakwa – termasuk delapan orang yang sedang berada di dalam tahanan dan 12 orang in absentia – menjadi bagian dari sebuah kelompok “teroris” dan menyediakan dana, informasi dan peralatan untuk kelompok tersebut.

Mereka juga dituduh melakukan “kebohongan penyiaran dan rumor.”

Pihak berwenang Mesir menangkap beberapa wartawan, beberapa di antaranya bekerja untuk layanan berita berbahasa Inggris Al-Jazeera, akhir Desember lalu.

Mereka telah dituduh menyiarkan berita “tanpa izin” untuk Al Jazeera dari sebuah hotel di pusat kota Kairo. Jaringan berita yang berbasis di Doha itu dengan tegas menyangkal tuduhan tersebut.

Pemerintah yang didukung militer Mesir telah berulang kali menuduh Al-Jazeera berat sebelah dalam penyiaran berita demi mendukung presiden terguling Muhammad Mursi, sebuah tuduhan yang disangkal oleh Al-Jazeera.

(ameera/arrahmah.com)

Setelah Bush, kini giliran Hillary Clinton mendapat lemparan sepatu saat berpidato

AR-sipp

VEGAS (Arrahmah.com) – Setelah George Bush, kini giliran Hillary Clinton yang mendapat lemparan sepatu saat tengah berpidato di Vegas pada Kamis (10/4/2014). Seorang wanita yang tak dikenal dengan berani melemparkan sepatu pada mantan Menteri Luar Negeri AS itu saat ia tengah berpidato.

Clinton sedang berpidato di Hotel Mandalay Bay dalam pertemuan Institute of Scrap Recycling Industries (ISRI) ketika seorang wanita tiba-tiba mendekati panggung dan melemparkan sepatu ke arahnya.

Adegan itu terekam dalam dalam video yang segera diunggah dan tersebar di Youtube. Dalam video itu, Clinton terlihat menghindar dan kemudian berusaha menutupi kekagetannya dengan mencoba melawak di depan hadirin.

AR-sipp2
Sementara sang pelempar sepatu langsung digiring keluar hotel. Sumber hukum setempat mengatakan bahwa wanita itu saat ini berada di dalam tahanan rahasia. Seorang juru bicara acara mengatakan bahwa wanita itu tidak diundang dalam acara tersebut.

“Pegawai kami tidak menerima kehadirannya tetapi ia kemudian menerobos petugas keamanan. Seorang pegawai ISRI lalu menghentikannya ketika ia mendekati panggung,” ujar juru bicara ISRI, Mark Carpenter, kepada AFP.

Adegan pelemparan sepatu sebelumnya juga terjadi saat seorang jurnalis Irak melemparkan sepatunya ke arah Presiden Amerika Serikat, George W Bush, dalam jumpa pers 6 tahun lalu di Bagdhad.

Presiden salibis Amerika itu bahkan bukan hanya mendapat satu lemparan sepatu ke arah wajahnya, melainkan dua. Sepatu-sepatu itu dilemparkan ke arahnya oleh jurnalis tersebut pada tahun 2008.

Jurnalis yang duduk di baris ketiga itu berdiri dan berseru, “Inilah ciuman selamat jalan untuk anjing Bush,” dan melemparkan sepatunya satu per satu berturut-turut ke arah Bush saat dia sedang berjabat tangan dengan Perdana Menteri Irak Nuri Al-Maliki di kantor Al-Maliki di Baghdad, Ahad (14/12/2008).

Mutazer Az-Zaidi kemudian dijatuhi hukuman penjara tiga tahun dengan dakwaan menyerang seorang kepala negara. Hukumannya dikurangi menjadi satu tahun dalam sidang banding, dan kemudian kembali mendapat pengurangan karena dia berkelakuan baik.

(banan/arrahmah.com)