Penulis Arsip: arrahmah.com

SOHR : Hampir 2.000 orang meninggal dunia di dalam penjara rezim Nushairiyah Suriah di tahun ini

Salah satu fasilitas penahanan rezim Syi'ah Nushairiyah pimpinan Assad yang telah membunuh ribuan orang tak bersalah.  (Foto : Shutterstock)

DAMASKUS (Arrahmah.com) – Hampir 2.000 orang meninggal dunia di dalam penjara penyiksaan rezim Nushairiyah pimpinan Assad, mereka mengalami kelaparan dan kurangnya perawatan medis, ujar laporan Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia pada Ahad (2/11/2014).

Kelompok pemantau yang berbasis di Inggris ini mengatakan telah mendokumentasikan 1.917 kematian di penjara Suriah sejak awal 2014 di antaranya terdapat 27 anak dan 11 perempuan, seperti dilansir Al Arabiya.

Awal tahun ini, 55.000 foto diselundupkan keluar dari Suriah oleh seorang mantan fotografer polisi militer Suriah, memberikan penjelasan sekilas dari beberapa pelanggaran yang dilakukan di penjara-penjara rezim.

Gambar memperlihatkan 11.000 tahanan yang tewas dengan tubuh kurus kering dan pria pembelot yang diidentifikasi sebagai Caesar menjelaskan bahwa ia melihat mayat dengan luka dalam dan luka terbakar.

SOHR mengatakan jenazah beberapa korban tewas di dalam penjara diserahkan kepada keluarga mereka, sementara keluarga lainnya hanya diberitahu bahwa orang yang mereka cintai telah meninggal dan memerintahkan untuk mengumpulkan sertifikat
kematian.

Dalam beberapa kasus, keluarga dipaksa menandatangani dokumen yang mengatakan bahwa anggota keluarga mereka telah dibunuh oleh pasukan oposisi.

Laporan SOHR menambahkan, sekitar 200.000 orang masih berada di dalam penjara rezim Syi’ah Nushairiyah dan fasilitas pemerintah lainnya.

Direktur SOHR, Rami Abdel Rahman mengatakan kurangnya hukuman terhadap pelaku pembunuhan membuat kematian di dalam penjara rezim terus meningkat.

“Ketika si pembunuh tahu bahwa tidak ada hukuman, ia terus melakukan kejahatan dan melakukannya lebih banyak lagi,” ujarnya kepada AFP. (haninmazaya/arrahmah.com)

Sehari sebelum peringatan Asyura, ledakan bom mobil tewaskan 28 pengikut Syi’ah di ibukota Irak

Tenda Syi'ah di ibukota Baghdad yang hancur dalam ledakan bom mobil.  (Foto : AFP)

BAGHDAD (Arrahmah.com) – Bom mobil menargetkan penganut Syi’ah di ibukota Irak sehari sebelum peringatan Asyura, menewaskan sedikitnya 28 orang, ujar sumber keamanan dan pejabat medis.

Ledakan pertama pada Ahad (2/11/2014) menghantam dekat sebuah tenda Syi’ah yang membagikan teh dan air di lingkungan Saidiyah di barat daya Baghdad, 20 orang dilaporkan tewas dan terluka dalam serangan ini. Bom mobil lainnya kemudian
meledak di dekat tenda lain yang digunakan oleh penganut Syi’ah untukmempersiapkan perayaan Asyura di pusat kota Baghdad, Sadoun, menewaskan sedikitnya lima orang dan melukai 13 lainnya, ujar polisi rezim Irak kepada Al Jazeera.

Dan di malam hari, 13 orang tewas saat sebuah bom mobil yang diparkir meledak di Sadr City, timur Baghdad. Serangan itu juga menargekan tenda Syi’ah yang melukai 34 orang, lanjut laporan Al Jazeera.

Ratusan ribu penganut Syi’ah berduyun-duyun ke kota Karbala untuk memperingati hari Asyura setiap tahunnya.

Mereka telah menjadi target dalam perayaan Asyura sebelumnya, namun di tahun ini, serangan terhadap mereka lebih mematikan dari tahun-tahun sebelumnya. (haninmazaya/arrahmah.com)

Habib Abdullah Al-Haddad: Awas ada aliran sesat di hari Asyuro’!

Seorang peserta mengenakan kaos bertuliskan "Salam atasmu wahai Imam Husain" pada acara Asyuro di Balai Samudera Kelapa Gading Jakarta Utara (15/11/2013) foto: Ukasyah/Arrahmah.com.

Oleh: Abu Husein At-Thuwailibi

(Arrahmah.com) – Hari Asyuro’ yang bertepatan dengan tanggal 9 dan 10 Muharram yang di syari’atkan berpuasa di dalamnya untuk menyelisihi Kaum Yahudi yang berpuasa pada tanggal 10 Muharram saja,yang mana Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

أَفْضَلُ الصِّيَامِ بَعْدَ رَمَضَانَ شَهْرُ اللَّهِ الْمُحَرَّمُ وَأَفْضَلُ الصَّلاَةِ بَعْدَ الْفَرِيضَةِ صَلاَةُ اللَّيْلِ.

“Puasa yang paling utama setelah (puasa) Ramadhan adalah puasa pada bulan Allah yakni Muharram. Sementara shalat yang paling utama setelah shalat wajib adalah shalat malam.” (HR. Muslim di nomor 1163 dari Sahabat Abu Hurairah Radhiyallahu’anhu).

Hati-hati di hari Asyuro’, ada kelompok sesat yang mengajak ummat Islam untuk melaksanakan sebuah ritual sejenis perayaan atau ibadah yang menyerupai kaum Nashrani dan Majusi,yang didalamnya mereka memukul-mukul badan, bersedih dan berduka, menangisi dan mengingat-ingat kematian cucu Rasulullah Al-Husein Bin Ali Radhiyallahu’anhuma di padang Karbala’, mereka adalah Ar-Raafidhatul-Majuus, yakni aliran sesat Syi’ah Rafidhah Neo Majusi.

Mereka mengutuk para Sahabat Nabi dan ummahatul-Mukminin sambil membangkitkan duka lara serta kesedihan atas kematian Sayyid Husein Bin ‘Ali Radhiyallahu’ahuma yang syahid di padang Karbala’ akibat pengkhianatan anak cucu keturunan Abdullah Bin Saba’.

Sehingga, mengenai hari Asyuro'; di mana Al-Imam Husein Bin ‘Ali Syahid di Karbala’ akibat di bunuh dan dibantai oleh Kaum Syi’ah, maka Habib Abdullah Al-Haddad berkata:

اما عاشوراء فانما هو يوم حزن لا فرح فيه ، من ان قتل حسين كان فيه ، ولم يصح فيه اكثر من انه يصام ويوسع فيه على العيال ، ولكنه في نفسه يوم فاضل .

“Adapun Asyuro, maka hari itu hanya meniadi hari sedih dan tidak ada kebahagian di dalamnya karena mengingat terbunuhnya Sayyidina Husein di hari itu. Namun tidak dibenarkan pada hari itu ritual yang lain melebihi dari berpuasa dan tausi’ah (memberi belanja lebih pada keluarga) karena pada dasarnya hari itu sendiri adalah hari yang utama.” (Kitab Tatsbitul Fu’ad halaman 223).

Intinya, pada hari Asyuro’ (yakni tanggal 9 dan 10 Muharram) yang bertepatan dengan Syahidnya Imam kami Imam Husein Radhiyallahu’anhu, maka Kami para pengikut Ahlul Bait melakukan tiga ‘amalan didalamnya:

1. Berpuasa selama dua Hari pada tanggal 9 dan 10 sebagaimana hadits baginda Nabi.

2. Tausi’ah, yakni memberi belanja lebih pada keluarga.

3. Mengenang syahidnya Sayyiduna Syabaabi Ahlil-Jannah Husein Bin ‘Ali Radhiyallahu’anhuma yang dibunuh dan dibantai akibat pengkhianatan Syi’ah Kufah di padang karbala’ dengan mengucapkan firman Allah “Innaa Lillahi Wa Inna Ilaihi Raaji’uun”.

Adapun perayaan-perayaan dan ibadah-ibadah atau ritual-ritual selain ini; seperti Ruwatan, kendurian, atau berteriak-teriak “Labbaika Yaa Husein” sambil memukul-mukul badan sebagaimana yang dilakukan oleh anak cucu Abdullah Bin Saba’ Al-Yahud, maka hal ini TIDAK KAMI KENAL SEBAGAI AJARAN AHLUL BAIT DAN PARA HABAIB, melainkan adat dan tradisi kaum Majusi.

أشهد أن لا ﺎﻟہ الا اَللّهُ ۆأشهد أن محمدا رسۆل اَللّهُ

اللهم صل و سلم و بارك و كرم على سيدنا و حبيبنا و شفيعنا و قرة اعيننا سيدنا محمد وعلى اله و صحبه و سلم

Allahu A’lam.

(arrahmah.com)

Kabinet Netanyahu mendukung RUU untuk memenjarakan pelempar batu hingga 20 tahun

bocah palestina melempar batu

AL-QUDS (Arrahmah.com) – Kabinet Perdana Menteri pendudukan “Israel” Benjamin Netanyahu pada Ahad (2/11/2014) menyetujui amandemen undang-undang yang memungkinkan hukuman yang lebih berat bagi mereka yang dihukum karena melemparkan batu ke arah kendaraan milik orang “Israel”, sebagaimana dilansir oleh Palestine News Network (PNN), Ahad (2/11/2014).

Perubahan tersebut akan memungkinkan hukuman penjara hingga 20 tahun yang akan dikenakan kepada mereka yang dihukum karena melemparkan batu atau benda lain.

Netanyahu mengatakan kepada para menteri pada awal sidang kabinet mingguan di Al-Quds bahwa “Israel” akan menindak “teroris” dengan segala cara.

“”Israel” beroperasi secara agresif melawan “teroris”, melawan para pelempar batu, melawan pelembar bom api dan petasan,” kata Netanyahu.

“Kami akan menyusun undang-undang yang lebih agresif untuk hal ini, untuk mengembalikan ketenangan dan keamanan di setiap bagian dari Al-Quds,” tambahnya.

Perubahan tersebut didasarkan pada rekomendasi dari komite yang dipimpin oleh Sekretaris Kabinet Avichai Mandelblit, yang meneliti bagaimana cara efektif untuk menangani situasi keamanan di Al-Quds.

Amandemen tersebut akan memungkinkan untuk memvonis dan menghukum para pelanggar meskipun negara tidak dapat membuktikan bahwa mereka bertujuan untuk merusak mobil atau melukai penumpang. Selain itu, undang-undang yang diusulkan untuk pertama kalinya akan memungkinkan untuk menghukum mereka yang melemparkan batu ke arah mobil polisi.

RUU itu menyatakan bahwa kejahatan melemparkan batu pada mobil akan dibagi menjadi dua kategori pelanggaran: Tingkat dasar, yang hukumannya adalah 10 tahun penjara, yang akan melarang melemparkan batu atau benda lain ke mobil yang bergerak dengan cara yang bisa membahayakan keselamatan orang yang berada di kendaraan atau seseorang yang berada di dekatnya. Pelanggaran yang lebih serius, yang hukumannya bisa mencapai 20 tahun penjara, akan ditimpakan bagi mereka yang secara sengaja berniat untuk mencelakai seseorang hingga mengalami luka serius dengan melemparkan batu atau benda lain ke arah kendaraan/mobil.

RUU tersebut juga akan memperkenalkan sebuah jenis pelanggaran baru: Melemparkan batu atau benda lain ke arah kendaraan polisi dan petugas polisi. Pelaku akan dikenakan hukuman 5 tahun penjara.

Kantor Kejaksaan Yerusalem selama beberapa bulan terakhir telah menerapkan kebijakan yang lebih keras terhadap warga Palestina yang diduga melemparkan batu. Kebijakan baru ini juga berlaku untuk anak-anak. Akibatnya, puluhan anak-anak Palestina di bawah umur telah dipenjara selama satu atau dua bulan sebelum sidang mereka dimulai.

(ameera/arrahmah.com)

Mujahidin JN gempur gerombolan Oposisi Suriah dukungan AS

Mujahidin Jabhah Nushrah

IDLIB (Arrahmah.com) – Kelompok oposisi moderat dukungan Amerika di Suriah, Jamaal Maarouf dan Harakat Hazm, alhamdulillah berhasil ditaklukkan Mujahidin Jabhah Nushrah di Idlib. Kelompok Jamaal Maaarouf, oposisi yang juga dikenal sebagai Front Revolusioner Suriah (SRF) dukungan Barat itu akhirnya kocar-kacir saat digempur habis dari markas mereka di Provinsi Idlib, Selasa (28/10) lalu, demikian dilaporkan koresponden kami, Shakirullah dari Suriah untuk Jurnalis Islam Bersatu (JITU), Sabtu (1/11/2014).

SRF yang saat ini di Suriah dikenal sebagai opisisi sekuler, terdiri dari Jamaal Maarouf, Harakat Hazm dan Nurudin Janky, merupakan tiga geng oposisi moderat dukungan Barat. Setelah bertempur dengan Mujahidin Jabhah Nushrah mereka mengalami kekalahan telak.

Jamaal Maarouf

Jamaal Maarouf

Selain diusir dan tewas, sejumlah geng Jamaal Maarouf membelot dan bergabung dengan Jabhah Nushrah. Menurut kelompok pemantau yang bermarkas di Inggris, SOHR, seperti dikutip Antara, Sabtu (1/11/2014), ini merupakan pukulan telak bagi usaha-usaha Amerika Serikat untuk mewujudkan dan melatih satu pasukan oposisi moderat sebagai tandingan terhadap Mujahidin dan pasukan rezim Asad.

Jabhah Nushrah merebut Deir Sinbel dan menguasai sebagian besar kota lainnya serta desa-desa di daerah Jabal Zawiyah, sebagaimana dilaporkan koresponden JITU, Shakirullah, di Idlib, Sabtu (1/11/2014).

Jabhah Nushrah merebut senjata-senjata dan tank-tank SRF, dan beberapa anggota geng itu bersumpah setia pada Jabhah Nushrah, sementara yang lainnya cedera, kata SOHR, sebagaimana dikutip Antara.

Sebelumnya, lapor koresponden, terjadi pertempuran sejak Senin (27/10/2014) dan puncaknya Selasa (28/10/2014) di Jabal Zawiyah yang berakhir dengan kekalahan telak kelompok Jamaal Maarouf dukungan Amerika itu.

Kejadian berawal ketika salah seorang amir dan anggota maqor Jabhah Nushrah ditawan oleh kelompok Jamaal Maarouf. Akhirnya Mujahidin Jabhah Nushrah menyerbu mereka dan berakhir dengan kekalahan di pihak geng dukungan Barat itu.

Sementara kelompok dukungan Amerika lainnya seperti Harakat Hazm sudah terlebih dahulu minta damai dengan Jabhah Nushrah, demikian dilaporkan Shakirullah dari Suriah untuk JITU, Sabtu (1/11/2014). (azm/arrahmah.com)

Felix Siauw: Musyawarah vs. demokrasi

kematian demokrasi tak layak beroleh istirja'

DEPOK (Arrahmah.com) – Kini masyarakat kian salah kaprah mengenai hakikat penerapan musyawarah yang merupakan salah satu syari’at di dalam Islam. Kebanyakan orang, sekarang begitu ringan menyetarakannya dengan praktik demokrasi. Bahkan beristirja’ saat demokrasi dirasakan dikotori dan dianggap mati karena gagal berfungsi. Sebagaimana publikasi Ustadz Felix Siauw dalam akun Facebook-nya pada Sabtu (1/11/2014), berikut pernyataannya mengenai musyawarah v. demokrasi.

ustadz felix siauw

ustadz felix siauw

90 tahun sudah berlalu sejak dihapuskannya Khilafah pada 1924, dan Kota Istanbul-Turki, menjadi saksi pedihnya kondisi ummat yang kehiangan institusi pelindung sekaligus penerap syari’at bagi mereka.

Sejak itu, Khilafah Utsmani runtuh pasca PD I dan Inggris mengumumkan dihapuskannya sistem Khilafah dan menggantinya dengan sekulerisme berbentuk Republik Turki. Iulah awal mula negeri Muslim yang satu dipecah-pecah menjadi puluhan negeri-negeri kecil yang mereka taklukkan, tidak hanya fisiknya namun juga cara berpikir penduduknya.

Inggris memaksa kaum Muslim melupakan Khilafah dengan mendoktrinasi bahwa demokrasi adalah jalan terbaik bagi mereka memperjuangkan Islam, dan membuat kaum Muslim lupa bahwa sistem Khilafah-lah yang mengantarkan mereka menguasai 1/3 dunia selama 1300 tahun lamanya. Dengan doktrin itu pula kaum Muslim dibuat lupa bahwa sistem Khilafah-lah yang Nabi shalallahu ‘alayhi wasallam wasiatkan lewat lisannya, bukan sistem selain itu, apalagi sistem yang diajarkan kaum kufur.

Sekarang, Amerika -negara adidaya sebagai pengganti Inggris- mempropagandakan bahwa demokrasi itu berasal dan sejalan dengan Islam. Dikampanyekanlah bahwa demokrasi itulah syura, padahal jauh berbeda dan jauh pengambilan sumber dan akibatnya.

Perlu kita catat, dalam Islam, perkara yang bisa dimusyawarahkan hanya perkara yang mubah (boleh), bukan perkara yang sudah ada ketetapan hukum dari Allah, apalagi merasa punya hukum lebih baik dan lebih tinggi dari hukum Allah. Dalam Islam, bila Allah sudah menentukan hukum, tidak ada ruang diskusi dan ruang untuk memilih hukum lain. Hukum Allah itu mutlak.

Harap diingat, lain halnya dalam demokrasi, semua perkara boleh didiskusikan, hukum Allah bisa didebat, bahkan bisa dikalahkan oleh hukum manusia. Manusia menyembah manusia sebagai pembuat hukum, yang halal diharamkan dan yang haram bisa dihalalkan, itulah hakikat demokrasi.

Demokrasi memberikan ruang bagi kaum Muslim berkuasa, namun juga memberikan kesempatan yang sama bagi kaum kafir untuk berkuasa. Mirisnya, yang sering terjadi, justru bukan Islam yang digunakan untuk memerintah dan menghukumi di antara manusia.

Padahal Allah telah berfirman:

وَمَا كَانَ لِمُؤْمِنٍ وَلَا مُؤْمِنَةٍ إِذَا قَضَى اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَمْرًا أَنْ يَكُونَ لَهُمُ الْخِيَرَةُ مِنْ أَمْرِهِمْ ۗ وَمَنْ يَعْصِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ ضَلَّ ضَلَالًا مُبِينًا

[Surat Al-Ahzab : 36]

“Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mukmin dan tidak (pula) bagi perempuan yang mukmin, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. Dan barangsiapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya maka sungguhlah dia telah sesat, sesat yang nyata.” (QS 33:36)

Kita meyakini bahwa Allah pasti lebih tahu tentang yang baik kita ciptaan-Nya, karenanya hukum Allah-lah yang paling layak, bukan hukum manusia.

Lalu dimana, kapan, Al-Qur’an dan As-Sunnah dapat menjadi sumber hukum bagi kita, dan membawa kebaikan serta keberkahan? Tentu hanya pada satu masa dan keadaan: saat Khilafah Islam diterapkan. (adibahasan/arrahmah.com)

“Israel” menangkap bocah berusia dua tahun dengan tuduhan melempar batu

bocah palestina 2

AL-QUDS (Arrahmah.com) – Tentara pendudukan “Israel” menyerbu sebuah rumah warga Palestina di kota Silwan di Al-Quds yang diduduki dan mencoba untuk menangkap seorang bocah Palestina berusia dua tahun dan sepupunya yang berusia 9 tahun, sebagaimana dilansir oleh The Palestinian Information Center, Sabtu (1/11/2014).

Pusat Informasi Wadi al-Hilweh menegaskan bahwa pasukan “Israel” dengan jumlah besar menyerbu ke rumah itu dan mengklaim bahwa dua anak itu telah melempari pasukan “Israel” dari atap rumahnya.

Keluarga bocah tersebut mengatakan kepada Wadi al-Hilweh bahwa anaknya yang bernama Mimati Yasini, yang baru berusia dua tahun, rupanya telah melempar baru saat bermain di atap rumah.

“Didiklah anak kalian untuk tidak melempar batu! Kami di sini untuk melindungi kalian semua”, klaim petugas “Israel” kepada kakek bocah tersebut.

Pasukan “Israel” menggeledah rumah itu dan mencoba untuk menangkap anak tersebut karena telah memiliki “batu berwarna” di sakunya, yang ternyata “permen”.

Kantor berita “Israel” Yadiot Ahronoth, melaporkan bahwa polisi pendudukan “Israel” menangkap bocah Palestina, berusia 13 tahun, dari lingkungan Thuri di Al-Quds, dengan dalih melemparkan batu ke arah mobil para pemukim “Israel”.

Yadiot Ahronoth itu menambahkan bahwa anak itu dibawa ke pusat Kepolisian untuk penyelidikan.

(ameera/arrahmah.com)

Permukiman “Israel” mengubah Tepi Barat menjadi ‘penjara’

Pemukiman Israel 2

TEPI BARAT (Arrahmah.com) – Selama 14 tahun terakhir, pembangunan pemukiman “Israel” berlangsung terus menerus di Tepi Barat yang kemudian secara bertahap telah memutus desa Burqa, yang terletak di sebelah timur Ramallah, menjadi terasing dari daerah sekitarnya.

Sejak tahun 2000, “Israel” telah memblokir jalan utama ke desa itu, yang saat ini berada di antara empat permukiman “Israel” yang dibangun di atas sebagian besar wilayah lahan pertanian yang dirampas secara paksa dari waktu ke waktu oleh Pasukan “Israel” dari pemiliknya warga Palestina.

“Pembangunan pemukiman “Israel” telah membuat keluarga saya merugi,” Abdul-Munim Ma’atan, warga Palestina dari desa Burqa, mengatakan kepada Anadolu Agency.

Ma’atan mengatakan bahwa pemukim “Israel” terus menahan seluas 24 dunam tanah pertanian milik warga Palestina, meskipun mereka telah memiliki bukti kepemilikan.

Untuk mencapai desa Burqa, setiap orang harus melewati tujuh desa lainnya dan melintasi jalan raya – yang warga Palestina dilarang untuk menggunakannya – yang mengarah ke pemukiman “Israel”.

Ma’atan mengatakan, sebelum penutupan jalan utama desa itu, perjalanan pulang-pergi ke Ramallah hanya membutuhkan waktu tujuh menit, dan sekarang mereka harus memutar dan itu memerlukan waktu energi.

Dia menambahkan: “Kita seperti hidup di penjara yang terbuka.”

tepi barat 2

Ahmad Barakat, kepala dewan lokal Burqa, mengatakan bahwa biaya transportasi melonjak dari 1,5 hingga delapan shekel “Israel” (sekitar $ 2) sejak “Israel” memblokir jalan utama desa itu.

“Dua ribu dunam tanah telah disita [oleh Israel] untuk membangun empat permukiman, yang mengepung Burqa di semua sisi: pemukiman Koukab Yakoub di sebelah barat, pemukiman Basghout di sebelah selatan, pemukiman Migron di sebelah timur dan pemukiman Asaf di sebelah utara,” katanya.

“Israel” terus membangun permukiman Yahudi di Tepi Barat – yang diduduki oleh “Israel” pada tahun 1967 – meskipun telah menuai kritik internasional dan dianggap melanggar hukum.”

Selain itu, pemukim “Israel” sering menyerang warga Burqa, secara rutin menyerang hewan ternak, menebang pohon-pohon zaitun, dan mencegah petani Palestina mencapai tanaman mereka, kata Barakat.

Dia mengenang insiden yang tak terlupakan pada tahun 2011 ketika pemukim Yahudi membakar masjid satu-satunya di desa itu dan menuliskan slogan-slogan anti-Muslim pada dinding-dindingnya.

Barakat menambahkan bahwa penduduk setempat juga menghadapi kesulitan untuk mendapatkan izin membangun rumah dari pemerintah “Israel”, yang telah mengubah desa Burqa yang merupakan tempat tinggal bagi sekitar 2.500 warga Palestina. Semuanya berubah seperti sebuah kamp pengungsi.

Daerah pemukiman Burqa diklasifikasikan sebagai “Area B” oleh kesepakatan Oslo II, yang ditandatangani antara “Israel” dan Otoritas Palestina (PA) pada tahun 1995.

Sejalan dengan ketentuan kesepakatan itu, Area B tunduk pada pemerintahan sipil Palestina dan administrasi keamanan “Israel”.

Akan tetapi, daerah pertanian desa Burqa merupakan bagian dari “Area C,” yang mencakup 61 persen dari Tepi Barat yang tunduk kepada kendali keamanan “Israel”. Di daerah ini, warga Palestina harus mendapatkan persetujuan dari pemerintah “Israel” untuk setiap proyek konstruksi yang direncanakan.

Tepi Barat Nablus

Banyak warga Burqa yang bergantung kepada pertanian dan peternakan-peternakan. Tetapi tingkat pengangguran dan kemiskinan telah meningkat secara dramatis karena dekatnya bangunan pemukiman “Israel” dan kondisi desa tersebut yang terisolasi.

Ahmad Habash, seorang pemilik peternakan yang tinggal bersama enam anaknya di sebuah rumah yang dibangun dari kaleng, mengatakan bahwa pemerintah “Israel” telah menolak untuk memberinya izin untuk membangun rumah di atas tanahnya, yang termasuk dalam area C.

“Sulit untuk menemukan tempat untuk mengembalakan ternak saya ketika permukiman “Israel” mengepung kami di semua sisi,” keluh Habash.

Ia menambahkan bahwa pemukim Yahudi telah berulang kali menyerang lahan pertaniannya. Pernah sekali, dia ingat, mereka telah membakar rumahnya, dan mencuri empat kudanya dan mengancam akan membunuhnya jika ia tidak menyerahkan lahan pertaniannya.

“Saya pernah mengatakan kepada seorang perwira militer “Israel” bahwa saya tidak akan pernah meninggalkan rumah saya.” Jika kalian meruntuhkannya, saya akan membangunnya kembali dalam waktu satu jam, saya mengatakan kepadanya,” kata Habash menantang.

(ameera/arrahmah.com)

Aa Gym: Hanya memberi sisa, sebuah tausiyah

hanya memberi sisa

BANDUNG (Arrahmah.com) - Optimalisasi teknologi dalam berdakwah adalah salah satu hal yang dapat kita contoh dari K.H. Abdullah Gymnastiar. SMS Tauhiid adalah salah satu gebrakan media dakwah Aa Gym, begitu sapaan akrab Pimpinan Pondok Pesantren Daarut Tauhid ini. Berikut salah satu isi SMS Tauhiid yang disampaikan Aa Gym yang viral pada Jum’at (31/10/2014) yang bertajuk “Hanya Memberi Sisa”. Semoga bermanfaat.

Mengapa kita sering habis habisan mengerahkan tenaga, pikiran,waktu, biaya, hati untuk mencari cinta manusia.
Makhluk tak berdaya, yang tak bisa menguasai hatinya sendiri dan pasti akan tiada.
Atau untuk mengejar duniawi yang pasti kita tinggalkan.
Tapi kita tidak habis-habisan memburu cinta Alloh.
Penguasa semesta alam, Yang nyata-nyata sudah menciptakan, menghidupkan, menjamin, mengurus diri kita setiap saat walau DIA menyaksikan kita lupa, lalai dan bahkan mengkhianatiNya.
Mengapa kepada DIA hanya memberi sisa?

Sholat hanya sisa waktu kesibukan,
Zikir hanya sisa ngobrol,
Menyebut nama-Nya hanya sisa waktu dari menyebut-menyebut harta / manusia,
Baca alquran hanya sisa waktu dari membaca koran/sms/bbm, internet.
Sedekah hanya sisa dari belanja/jajan
Memikirkan akherat hanya sisa dari memikirkan duniawi
Hati untuk-Nya hanya sisa dari hati yang dipenuhi cinta kepada manusia/duniawi.
Akankah hanya sisa sisa untuk Rabb yang amat Mengasihimu..
Mana bukti cintamu ??…
Hanya sisa-sisa itukah??…
Bukti cintamu.. kepada Penciptamu ??

اِعۡلَمُوۡۤا اَنَّمَا الۡحَيٰوةُ الدُّنۡيَا لَعِبٌ وَّلَهۡوٌ وَّزِيۡنَةٌ وَّتَفَاخُرٌۢ بَيۡنَكُمۡ وَتَكَاثُرٌ فِى الۡاَمۡوَالِ وَالۡاَوۡلَادِ‌ؕ كَمَثَلِ غَيۡثٍ اَعۡجَبَ الۡكُفَّارَ نَبَاتُهٗ ثُمَّ يَهِيۡجُ فَتَرٰٮهُ مُصۡفَرًّا ثُمَّ يَكُوۡنُ حُطٰمًا‌ؕ وَفِى الۡاٰخِرَةِ عَذَابٌ شَدِيۡدٌ ۙ وَّمَغۡفِرَةٌ مِّنَ اللّٰهِ وَرِضۡوَانٌ‌ؕ وَمَا الۡحَيٰوةُ الدُّنۡيَاۤ اِلَّا مَتَاعُ الۡغُرُوۡرِ‏

“Ketahuilah, bahwa sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah-megah antara kamu serta berbangga-banggaan tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan-Nya. Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu.” [Qur’an Surat Al Hadid: 20]

(adibahasan/arrahmah.com)

Ledakan bom melukai 3 orang di Kairo

polisi mesir

MESIR (Arrahmah.com) – Sebuah bom yang disembunyikan di tempat sampah melukai tiga orang di ibukota Mesir sebelum fajar pada Sabtu (1/11/2014), kata kementerian dalam negeri, seperti dilansir Ma’an.

Ketiga korban, yang mengalami sedikit luka, adalah karyawan cleaning service, menurut juru bicara Hani Abdel Latif.

Ledakan itu terjadi sekitar pukul 4:30.

Belum jelas pihak yang berada di balik serangan itu.

Para kritikus mengungkapkan bahwa tindakan keras oleh rezim militer yang mengambil alih dan membunuh lebih dari 1.000 orang dan memenjara puluhan ribu lainnya telah memicu kemarahan rakyat dan mendorong banyaknya perlawanan.

(banan/arrahmah.com)