>

Penulis Arsip: Rakyat Bengkulu

Puluhan Warga Protes Tidak Masuk Data Base

Warga yang memprotes database salat Zuhur berhadiah karena namanya tidak ikut serta diumumkan di media cetak.WAHYU/ RB

Warga yang memprotes database salat Zuhur berhadiah karena namanya tidak ikut serta diumumkan di media cetak.WAHYU/ RB

BENGKULU - Program salat Zuhur berjamaah berhadiah umroh, haji, mobil dan motor Rabu (23/4) siang di Masjid At-Taqwa tetap berlanjut. Namun menariknya, usai melaksanakan salat zuhur berjamaah di masjid At-Taqwa, puluhan jamaah yang mayoritas kaum ibu-ibu langsung mendatangi panitia. Pasalnya mereka mempertanyakan kenapa nama mereka tidak masuk dalam daftar nama yang dipublikasikan di media cetak. Padahal mereka merasa selalu hadir salat dan sudah 11 minggu rutin datang ke masjid At Taqwa.

 Salah seorang jamaah yang rutin melaksanakan salat zuhur ke Masjid At-taqwa setiap hari Rabu,  Dahlandi (58) warga Kelurahan Bajak yang merupakan pensiunan PNS mengaku sudah 11 kali memasukkan data fotokopi KTP namun nama dirnya tidak masuk di koran. Dirinya sangat menyayangkan sikap panitia yang terkesan tidak transparan kepada warga yang rutin mengikuti salat.

“Kalau saya bisa dikatakan sedikit kecewa. Sebab saya bersama anak saya selalu rutin datang ke masjid At- Taqwa untuk salat zuhur berjamaah. Pas melihat di koran pagi tadi (kemarin) nama saya dan anak saya malah tidak ada. Tapi Kalau tidak juga terdata, ya mau bagaimana lagi,”terang Dahlandi.

 Senada disampaikan Ibu Rumah Tangga bernama Zulyana (43) warga kelurahan Pengantungan, juga mengaku sudah 11 kali memasukkan data Fotokopi KTP ke panitia setiap hari Rabu. “Saya juga bingung, kok nama kami tidak ada, apa mungkin ya tercecer. Karena kita kasi fotokopi itukan ke panitia langsung. Pas suami saya lihat koran, ternyata nama saya tidak ada,”ujar Zulyana.

Terkait hal  tersebut, pihak panitia penyelenggara menampung protes dan membuka ruang diskusi guna menjelaskan dan mencari pemecahan masalahnya. Dijelaskan Kabag Humas Pemkot Dr. H. Salahudin Yahya, M.Si bahwa nama yang masuk di koran tersebut yang salatnya rajin 10 kali berturut-turut dengan mengumpulkan identitas ke panitia. Akan tetapi jika ada yang merasa sudah 10 kali datang berturut-turut datang salat namun nama tidak terdata dan tidak masuk di koran, silakan sampaikan ke pantia dan pasti akan dicek secara langsung.

“Berdasarkan keputusan dilakukannya publikasi dengan mengumumkan nama-nama di media cetak itu adalah salah satu transparansi dan akuntabilitas panitia yang dibentuk. Jadi kalau ada nama yang merasa namun ia razji datang setiap rabu membawa identitas diri tidak masuk database kita sampai 10 kali berturut-turut, akan kita tampung dan cek langsung,”jelas Salahuddin Yahya.

Ditambahkan Salahuddin,  beberapa nama warga yang tidak masuk kedaftar base panitia, bisa saja identitas dirinya tercecer saat penyampaian langsung ke panitianya. Selain itu juga panitia juga ada mencek beberapa nama, yang ada sekali sempat terputus tidak melaksanakan salat zuhur berjamaah.

“Setelah kita cek tadi (kemarin), bisa saja identitasnya tercecer. Selain itu pada saat pemilu 9 April lalu, jemaah juga banyak yang tidak hadir. Sebab dalam mekanisme aturan kita, mulai hari pertama sampai minggu seterusnya jemaah harus rutin hadir tanpa ada yang terputus sama sekali kehadirannya. Nanti kita juga kan membenahi masukkan dari jamaah,”terang Salahuddin Yahya.(new)

Di Gelanggang Sabung Ayam, Warga Batu Bandung Belago

borgolKEPAHIANG – Tak hanya ayam yang disabung. Tetapi juga terjadi duel satu lawan satu antar dua warga yang berada di gelagang sabung ayam di ujung Desa Batu Bandung, Kepahiang, kemarin (23/4) jelang magrib, 18.00 WIB. Keduanya, Frengky (30) warga Talang Pematang Lekat Desa Batu Bandung Kecamatan Muara Kemumu, Kepahiang dan IW (30) salah seorang Kadus di Batu Bandung.
Dalam perkelahian itu, wajah Frengki terkena sabetan pisau IW. Sedangkan IW, tak mengalami cedera berarti. Menjelang pukul 22.00 WIB, tadi malam, Frengki yang menderita luka robek di bagian mulut hingga ke bagian pipi kiri itu masih dirawat di IGD RSUD Kepahiang.
Selain Frengky, ada warga lain, Rodi Hartono (40) yang berusaha melerai perkelahian itu juga menderita luka robek di tangan kiri. Rodi dirawat dr Budi Artha Sitepu di Kelurahan Pasar Ujung, Kepahiang.
‘’Karena korban masih menjalani perawatan, maka korban belum bisa dimintai keterangan. Sehingga kita belum mengetahui kronologis dan latar belakang kejadiannya. Sedangkan tersangka yang melarikan diri masih kita buru. Kita baru tahu jika di desa itu ada gelanggang sabung ayam,’’ jelas Kabag Ops Polres Kepahiang, AKP SM Munthe,SH didampingi Kapolsek Bermani Ilir, Iptu P Panjaitan ketika dijumpai di IGD RSUD Kepahiang tadi malam.
Warga yang menyaksikan kejadian tersebut mengaku tak mengetahui secara pasti apa yang melatarbelakangi perkelahian. ‘’Tahu-tahu IW dan korban belago (berkelahi). Melihat IW mencabut pisau menikam korban, Rodi Hartono yang menjabat Ketua BPD Desa Batu Bandung berusaha melerai. Akibatnya, tangan kiri Rodi juga terkena senjata tajam pelaku,’’ jelas salah seorang warga setempat, Ansyori.
Beruntung setelah sempat melukai Rodi, IW tak terus melampiaskan kemarahannya. Ia memilih pergi meninggalkan Frengky dan Rodi. Dalam keadaan muka berdarah, Frengky berusaha pulang ke desa. Namun oleh warga melihat hal itu seketika memberikan pertolongan mengantar korban ke RSUD Kepahiang untuk mendapat pertolongan dokter. Karena, luka di bagian pipi cukup lebar. Sedangkan Rodi yang mengalami luka ringan diantar ke rumah dr. Budi Artha.(rhy)

“Demo Pangkat” Kadis PU

BENGKULU – Sebanyak 14 pengunjuk rasa mengatasnamakan Konsolidasi Mahasiswa Indonesia (Konami), berunjuk rasa ke Mapolda Bengkulu, kemarin (23/4). Mereka mendesak Polda Bengkulu agar mengusut dugaan pemalsuan pangkat Kepala Dinas Pekerjaan Umum (Kadis PU) Provinsi Bengkulu, Azwar Boerhan.

 Selain berorasi, sebanyak 14 pendemo tersebut juga menyerahkan berkas yang isinya sebagai laporan dan bukti-bukti mengenai dugaan pemalsuan itu. “Kami minta agar Polda Bengkulu mengusut tuntas pemalsuan data oleh Kadis PU Provinsi,” kata Koordinator Lapangan (Korlap) Aksi, Deno Andeska Marlondone dalam orasinya dengan menggunaka Megaphone.

 Demo sekitar 1 jam tersebut, mahasiswa juga menyampaikan pernyataan sikap. Menariknya, saat seorang mahasiswa melakukan teatrikal dengan merebahkan tubuhnya di aspal panas dibawah terik matahari, setidaknya sempat menghambat kendaraan dari arah simpang Polda Bengkulu ke RSUD M Yunus. Alhasil, mahasiswa melakukan teatrikal disemprot pengguna jalan yang tergesa-gesa ingin membawa anaknya berumur sekitar 3 tahun yang sakit ke RSUD M Yunus.

 ”Kalau mau demo jangan menghadang jalan dan mengganggu fasilitas umum, anak saya ini lagi sakit, nggak bisa ke rumah sakit gara-gara demo,” kata pria tersebut, menggendong anaknya bergegas menuju RSUD M Yunus.

 Setelah berorasi kemudian mahasiswa yang diwakili oleh Arafik menyerahkan berkas yang dibuat dalam satu map berwarna hijau yang diserahkan kepada pihak kepolisian yang dalam hal ini Kapolsek Gading Cempaka AKP. Mayndra Eka Wardhana, SH, S.IK yang mengawal jalannya aksi agar tak anarkis.(zie)

Status Mendagri Tergantung Keterangan PPK

JAKARTA - KPK menjamin kasus korupsi proyek pengadaan e-KTP tidak hanya berhenti pada pejabat pembuat komitmen (PPK) yang baru saja ditetapkan sebagai tersangka. Statut Menteri Dalam Negeri pun tergantung dari bukti dan keterangan yang didapat dari PPK tersebut.

 Juru Bicara KPK Johan Budi mengungkapkan Sugiharto yang bertindak sebagai PPK bertanggung jawab dalam kontrak dengan rekanan. “Dalam proses itu, ada dugaan PPK ini melakukan penyalagunaan kewenangan,” ujar Johan.

 Sugiharto ini akan menjadi jalan masuk KPK keterangan dan mencari bukti keterlibatan orang lain. Termasuk pejabat yang lebih tinggi di Kementerian Dalam Negeri, DPR maupun pihak swasta. Menteri selaku pengguna anggaran (PA) perannya juga akan ditelisik dari Sugiharto.

 Upaya pencarian barang bukti dan keterangan itu mulai dilakukan KPK dengan penggeledahan. Selama lebih dari 24 jam, KPK melakukan penggeledahan di Kemendagri dan PT Quadra Solution (perusahaan pemenang tender).

 Informasi yang berkembangan PT Quadra Solution merupakan milik salah satu anggota DPR yang disebut M. Nazaruddin ikut kecipratan uang proyek e-KTP. Sayang terkait kepemilikan perusahaan ini, KPK masih belum terbuka.

 Penggeledahan di Kemendagri, penyidik KPK menyasar beberapa tempat termasuk kantor Ditjen Pendudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) dan ruangan Mendagri. “Dari penggeledahan itu, penyidik menyita sejumlah dokumen baik dalam bentuk fisik (kertas) maupun elektronik,” ujar Johan. Dia mengaku penggeledahan itu masih bisa berkembang termasuk penyitaan barang bukti.

 Johan mengatakan dalam hitungan sementara ini, kerugian dari proyek senilai Rp 6 triliun itu mencapai Rp 1,12 triliun. KPK mengendus ada markup dalam pengadaan sejumlah piranti e-KTP. “Nah yang mengerti soal ini tentu PPK, karena dia yang bertanggungjawab dengan rekanan,” katanya.

 Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto mengungkapkan penyidik bisa saja segera memanggil Gamawan Fauzi. “Semua pihak yang terlibat atau mengetahui informasi tentang kasus ini pasti akan dimintai keterangan,” ujarnya.

 Menurut dia, saat ini penyidik masih menyiapkan siapa saja pihak-pihak yang akan dimintai keterangan untuk tersangka Sugiharto. Bisa saja dalam perkembangan penyidikan KPK akan melakukan pencegahan seseorang ke luar negeri.(gun)

Kades Divonis Percobaan

20-Vonis TPP

ARGA MAKMUR – Untuk kedua kalinya majelis hakim PN Arga Makmur menjatuhkan vonis hukuman percobaan terhadap terdakwa yang terbukti melakukan Tindak Pidana Pemilu (TPP). Kemarin (23/4), Majelis Hakim PN Arma mejatuhkan vonis percobaan 6 bulan pada terdakwa TPP Kades Pagar Banyu Asdi Dahlan.

 Asdi dijatuhi vonis 3 bulan kurungan dengan masa percobaan 6 bulan. Selain itu, majelis juga menjatuhkannya denda Rp 1 juta subsidier 1 bulan kurungan. Dengan vonis tersebut, Asdi berarti tidak usah menjalani kurungan di Lapas Arga Makmur kecuali jika dalam 6 bulan ke depan ia terlilit masalah hukum.

 Vonis majelis hakim lebih ringan 1 bulan dibandingkan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang menuntutnya untuk dijatuhi hukuman kurungan 4 bulan dengan massa percobaan 8 bulan. Mejelis hakim menilainya bersalah secara sah dan meyakinkan telah melanggar pasal 278 Undang-Undang No 8 tahun 2012 tentang Pemilu.

 Asdi yang masih kades aktif 21 Maret lalu ikut serta dalam kampanye yang digelar oleh salah satu caleg DPD Incumbent Eni Khairani. Bahkan, ia yang mengundang lansgung masyarakat dan menuturkan dengan salsh satu tim sukses Eni Khairani untuk ikut membantu.

 Tak hanya itu, dalam persidangan kemarin Ketua Majelis Asep Sumirat dan Atmadja, SH, MH juga membacakan jika Asdi menerima uang Rp 1,2 juta dari suami Eni Khairani. Rinciannya, Asdi menerima uang Rp 200 ribu usai berlangsungnya acara di rumahnya sebagai uang bersih-bersih.

 Saat bertemu Asdi juga sempat meminta bantuan pada suami Eni Khairani untuk membeli seragam ibu-ibu Robana Desa Pagar Banyu yang diketuai oleh istrinya Rp 4,5 juta. Namun baru berselang dua hari ia mendapatkan kiriman dari suami Eni Khairani uang Rp 1 juta.

 Atas vonis tersebut, Asdi selaku terdakwa langsung menerima vonis majelis begitupun Jaksa Penuntut Umum (JPU) Dewi Komalasari, SH, MH. Ketegasan ini disampaikan keduanya setelah majelis hakim menanyakan apakah keduanya menyetujui vonis atau memilih akan mengambil langkah banding. “Saya setuju Pak Hakim,” kata Asdi. (qia)

Disuruh Ambil Sabu, Mahasiswa Dipenjara

penjara (1)BENGKULU – Yokki Satria Putra (19), tertunduk lesu mendengar vonis 1 tahun dan 2 bulan penjara yang dijatuhkan majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Bengkulu, kemarin (23/4). Mahasiswa salah satu perguruan tinggi negeri di Kota Bengkulu ini divonis karena terbuai bisnis sabu.
Pria yang tinggal di Jalan Telaga Dewa Kelurahan Pagar Dewa ini mendapat vonis lebih rendah dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU), yang menuntutnya hukuman 1 tahun 4 bulan penjara. Putusan ini diterima terdakwa.
“Menyatakan terdakwa Yokki terbukti bersalah melakukan tindak pidana menyalahgunakan narkotika golongan 1 sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam pasal 127 ayat (1) huruf a Undang-undang RI nomor 35 tahun 2009. Majelis hakim Pengadilan Negeri Bengkulu menjatuhkan hukuman kepada terdakwa selama 1 tahun 2 bulan penjara,” kata majelis hakim.
Sekadar mengingatkan, 23 Novembar 2013 lalu terdakwa disuruh temannya Lanlong (buron) untuk mengambil sabu kepada Baim (buron) di warung lesehan Kampung Bali. Terdakwa dijanjikan akan diberikan uang belanja oleh Lanlong. Setelah terdakwa menemui Baim dan mengambil sabu pesanan Lanlong, terdakwa langsung ditangkap polisi. Sedangkan Baim berhasil kabur.(tew)

PKPI: Caleg Kami Sudah Maksimal

BENGKULU – Rendahnya perolehan suara yang diraih PKPI di Bengkulu pada Pemilu Legislatif 9 April lalu tidak dijadikan sebuah penyesalan oleh parpol bernomor urut 15 tersebut. Bahkan pengurus parpol memberikan apresiasi atas perjuangan para calegnya dalam kompetisi demokrasi kali ini.

“Bagaimana pun caleg kami sudah bekerja secara maksimal pada pemilu kali ini. Semua yang dilakukan selama ini bukanlah sebuah hal yang sia-sia walaupun hasilnya belum sesuai dengan yang diharapkan,” kata Sekretaris Dewan Perwakilan Provinsi (DPP) PKPI Bengkulu Sudirman Saleh kepada RB, kemarin (23/4).

Selain itu, Sudirman mengatakan bahwa perjuangan yang dilakukan oleh para calegnya selama proses pemilu sudah sesuai dengan apa yang diinstruksikan oleh Dewan Pengurus Nasional (DPN) PKPI. “Dari pusat kita telah diinstruksikan untuk bertarung dalam pileg ini tanpa ada praktik politik uang. Kita sudah lakukan hal itu, walaupun fakta lapangan kita harus bersaing dengan kompetitor yang masih menggunakan praktik tersebut. Namun kader kita tetap ingin bermain bersih,” ungkap Sudirman.

Sudirman mengatakan di beberapa kabupaten dan kota, walaupun masih rendah, namun PKPI mendapatkan 1 kursi dari setiap tingkatan tersebut. Bahkan Sudirman mengklaim di Kabupaten Kepahiang, PKPI mendominasi suara pada pemilu legislatif kali ini.

“Di Kabupaten Kepahiang, kita telah memastikan bahwa kursi Ketua DPRD Kepahiang adalah milik PKPI. Hal ini menandakan bahwa PKPI juga masih diperhitungkan dalam pergerakan politiknya,” ujar Sudirman.

Sudirman juga mengatakan, dibandingkan dengan perolehan suara yang diraih  PKPI pada Pemilu 2009 lalu secara nasional, saat ini perolehan suara PKPI meningkat dengan baik. “Suara kita meningkat apabila dibandingkan dengan pemilu sebelumnya. Hanya saja memang ada beberapa target yang kita inginkan belum tercapai. Namun inilah demokrasi, semuanya harus diterima dengan legowo. Hal itu kami terima karena memang kami bermain dengan baik pada pemilu ini,” pungkas Sudirman.(sly)

Terancam Masuk Penjara, Caleg Gagal Menghilang

pemilu-logo121003bBENGKULU – Dari sebanyak 19 laporan pelanggaran yang terjadi pada Pemilu 2014, hanya satu kasus yang dinaikkan hingga ke Kejaksaan Negeri (Kejari) dan akan diteruskan ke Pengadilan Negeri Bengkulu. Kasus tersebut dengan tersangka caleg DPRD Provinsi Bengkulu dari Golkar berinisial Wr.

Namun, meski berkasnya sudah dilimpahkan dari Gakkumdu ke Kejari, namun sampai kini kasus tersebut belum bisa diteruskan ke PN Bengkulu. Sebab, sampai kini keberadaan Wr tidak diketahui. Divisi Penindakan dan Pelanggaran Panwaslu Kota Bengkulu Fatimah Siregar, M.Pd mengatakan saat ini kasus Wr sudah sepenuhnya di Kejari.

Ditegaskannya, proses di tingkat Gakkumdu sudah tuntas. Sedangkan masa waktunya di Kejari juga selama 14 hari. Jika nantinya lebih dari 14 hari jaksa tetap tidak bisa menghadirkan Wr, maka kasus ini juga akan kedaluwarsa. “Wr menghilang, tidak diketahui keberadaanya. Kebetulan juga Wr tidak terpilih. Jika memang terbukti melakukan pelanggaran risikonnya bisa dipenjara,” tegas Fatimah.

Sementara itu, untuk 18 kasus lainnya, menurut Fatimah, tidak terpenuhi syaratnya untuk diteruskan ke proses hukum lebih lanjut karena beberapa unsure tidak terpenuhi. Seperti terlapornya tidak ada, saksi-saksi kurang dan bukti-bukti lainnya seperti rekaman atau foto dan dokumen juga tidak mendukung.

Selebihnya, tambah Fatimah, diselesaikan karena pelanggaran administrasi. Sehingga setelah direkomendasikan ke KPU, langsung ditindaklanjuti. Namun dari belasan pelanggaran itu satu yang masuk dalam ranah pelanggaran kode etik. Yakni di salah satu KPPS di Kelurahan Rawa Makmur yang diduga telah menghilangkan suara caleg.  Begitu juga dengan pelanggaran yang dilakukan PPK Kecamatan Singaran Pati yang menghilangkan rekapan pleno PKS dan PDI Perjuangan, juga dikenakan sanksi kode etik.

“Untuk kasus yang masuk dalam pelanggaran kode etik itu juga disampaikan ke KPU. Kasus hilangnya rekapan itu tidak masuk ranah pidana pemilu karena dokumen atau arsipnya masih ada. Sehingga walaupun ada yang hilang masih ada dokumen cadangan. Kecuali kalau semuanya hilang itu baru masuk unsur pidana,” terang Fatimah.(che)

Bawaslu Bisa Akomodir Sengketa Antar Peserta

38E49842420F8E25BB314C40C772BENGKULU - Tidak harus langsung menggugat ke Mahkamah Konstitusi (MK), perselisihan antar peserta pemilu terkait hasil penghitungan suara oleh KPU bisa disengketakan di Bawaslu. Ketua Bawaslu Provinsi Bengkulu, Parsadaan Harahap, SP memastikan pihaknya akan mengakomodir setiap pendaftaran sengketa oleh peserta. Baik caleg DPRD RI, caleg DPRD Provinsi maupun caleg DPRD Kabupaten/Kota.

”Sepanjang pendaftarannya tidak terlambat. Setidaknya paling lama 3 hari setelah pleno di KPU Provinsi selesai. Pleno KPU Provinsi itu sendiri dilimit sampai besok (hari ini, red). Artinya tanggal 27 April kami tunggu terakhir pendaftaran sengketa penghitungan suara antar peserta. Kami Bawaslu diberi waktu 12 hari untuk menyelesaikan sengketa antar peserta ini,” kata Parsadaan kepada RB, kemarin (23/4).

Sampai sejauh ini, baru beberapa caleg DPRD Provinsi yang sempat melaporkan beberapa indikasi kejanggalan penghitungan suara ke Bawaslu Provinsi. Tidak dipungkiri Parsadaan, diantaranya adalah laporan Edi Hariyanto, caleg nomor urut 6 dari Gerindra atas dugaan penggelembungan suara untuk Suharto, caleg Gerindra nomor urut 1. Dalam penyelesaian sengketa, tetap diupayakan untuk mediasi. Jika tidak ada titik temu baru disidang (sidang semu, red) di Bawaslu.

”Data yang dipakai adalah C1 plano data yang dianggap paling dekat dengan penghitungan surat suara. Bukan formulir C1, DA, D1 atau D2. Hasil penyelesaian sengketa di Bawaslu ini akan disampaikan ke KPU setingkat sebelum penetapan peserta terpilih 9 Mei. KPU harus menindaklanjuti hasil penyelesaian sengketa sesuai yang diputuskan Bawaslu,” tukas Parsadaan.

Namun jika pengaju sengketa belum puas dengan hasil putusan sidang di Bawaslu, pengaju bisa menempuh upaya lebih tinggi, yaksi menggugat ke MK. Sepanjang belum ada putusan dari MK, KPU harus menjalankan apa yang diputuskan Bawaslu.(sca)

Ngutil, IRT Bentiring Diringkus Pedagang

borgol

BENGKULU – Pedagang Pasar Pagar Dewa Selasa (22/4) pagi menangkap seorang ibu rumah tangga (IRT), Ro (43) warga Pinang Mas Kelurahan Bentiring yang tertangkap tangan mencuri barang dagangan milik Lusi (23), pedagang warung manisan.
Kronologis kejadian, sekitar pukul 08.10 WIB Ro pergi dari rumahnya ke Pasar Pagar Dewa mengendarai motor Yamaha Mio. Ia langsung masuk ke dalam warung manisan milik korban yang sedang banyak pembeli, sehingga korban tidak terlalu memperhatikan pelaku.
Ketika lengah, Ro mulai memasukkan dagangan korban ke dalam tas yang sudah dibawanya dari rumah. Asyik memasukkan barang, aksi Ro ketahuan Nopi (26), pedagang manisan lainnya yang warungnya bersebelahan dengan korban. Nopi langsung berteriak maling sambil menunjuk ke arah Ro.
Mendengar teriakan tersebut, Ro panik dan mencoba untuk melarikan diri, namun usahanya untuk kabur sia-sia karena puluhan pedagang langsung mengejar dan berhasil menangkapnya.
IRT yang punya 3 anak ini lantas dibawa ke kantor koperasi pasar subuh Pagar Dewa untuk diamankan sembari menunggu polisi datang. Saat ditanya, Ro memilih diam dan menutupi wajahnya dengan helm.
Pengakuan Nopi, beberapa hari yang lalu pelaku ini juga pernah masuk ke dalam warungnya dengan modus hendak berbelanja dan kedapatan mencuri tepung. Namun saat ketahuan, pelaku langsung membayar tepung tersebut.
“Dia pernah mencuri tepung di warung saya. Makanya saat dia datang lagi, meskipun tidak belanja di warung saya, langsung saya awasi. Ternyata dia mengulangi lagi perbuatannya di warung Lusi,” ujar Nopi.
Saat ditangkap dan digeledah, Lusi mendapati 6 Pepsodent ukuran jumbo warna hijau dari dalam tas Ro. “Ini barang dagangan saya. Untung ketahuan, dasar tidak tahu malu. Memang harganya tidak seberapa hanya Rp 45 ribu, tapi maling tetap saja maling. Sudah, bawa saja dia ke polisi,” kata Lusi yang mengaku tinggal di RT 31 RW 7 Kelurahan Pagar Dewa.
Selang beberapa menit setelah Ro diamankan warga, anggota Polsek Selebar datang. Ro lalu dibawa ke Polsek Selebar. Kapolres Bengkulu AKBP. Iksantyo Bagus Pramono SH, MH melalui Kapolsek Selebar Kompol. Banyu E membenarkan telah mengamankan Ro. “Statusnya masih kita amankan dan masih kita mintai keterangan,” ujar Banyu singkat.(tew)