>

Penulis Arsip: Rakyat Bengkulu

Penghitungan Suara di PPK Teluk Segara Kacau

pemilu parpolBENGKULU - Penghitungan surat suara di tingkat Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Teluk Segara, Kota Bengkulu yang sudah berjalan selama dua hari, hingga tadi malam (14/4) semakin kacau. Banyak selisih penghitungan jumlah suara antara data PPS dengan data saksi-saksi parpol. Bahkan, saking kacaunya penghitungan di tingkat PPK Teluk Segara ini, penghitungan dua PPS yakni PPS Kelurahan Berkas dan Pondok Besi terpaksa di tunda. Karena banyaknya protes dari saksi terkait banyaknya perbedaan jumlah suara.

 Alhasil, walau sudah 12 jam dilakukan penghitungan, namun baru bisa menyelesaikan perhitungan satu PPS saja. Anehnya, khusus di PPS Kelurahan Berkas ternyata sudah tiga kali dilakukan penundaan dalam dua hari belakangan. Hal itu dikarenakan ada  7 surat suara yang tercecer yang sampai saat ini tidak diketahui keberadaannya.

 Hal ini menyulut protes saksi-saksi. Hingga tadi malam nasib penghitungan suara PPS Berkas belum diketahui. Keluhan maupun kecurigaan pun mulai menyelimuti saksi-saksi yang berada di PPK. Pantauan RB selama penghitungan suara di PPK kemarin, beberapa kali sempat terhenti. Itu lantaran banyaknya data yang berbeda. Disaat data berbeda, dan diprotes saksi-saksi, maka PPS maupun PPK terpaksa membuka kembali kotak surat suara.

 Selanjutnya menghitung ulang lagi suara per TPS. Hal inilah yang membuat penghitungan semakin lambat. Untuk diketahui, di tingkat PPK Teluk Segara ada 13 PPS. Sementara PPS yang baru selesai, baru lima TPS. Sehingga masih ada 7 TPS lagi yang belum selesai penghitungannya. Padahal, batas penghitungan di tingkat PPK hanya dibatasi sampai tanggal 17 April.

 Ketua PPK Teluk Segara, Ashari tak menampik banyaknya perbedaan surat suara saat dihitung ulang tersebut. Untuk menyelesaikan dan mencari kebenaran jumlah, maka mau tak mau harus dihitung ulang di tingkat TPS. “Ya seperti itulah adanya. Mau tidak mau harus dicek dan dihitung, malam ini (tadi malam) tidak akan selesai penghitungannya. Karena banyaknya perbedaan jumlah suara itu,” terang Ashari kepada RB.(fiz)

Sore Nanti, PS Bengkulu Jamu Persih

BENGKULU – PS Bengkulu menyatakan rasa optimis mampu mendulang poin penuh dalam tanding perdana kompetisi Divisi Utama Indonesia Super League (ISL) musim 2014. Tim kebanggaan masyarakat Bengkulu dengan julukan Toto Kito– sore nanti, akan meladeni tamunya Persih Tembilahan mulai pukul 15.00 WIB di Stadion Semarak Sawah Lebar Bengkulu.
‘’Melihat kondisi dan kesiapan dari pemain kita saat ini saya yakin anak-anak bisa meraih point sempurna dalam laga ini. Walaupun sebenarnya lawan yang dihadapi, merupakan tim yang cukup pengalaman dalam kompetisi ini,’’ kata Pelatih Kepala PS Bengkulu Ir. HM. Nasir kepada RB, kemarin (14/4).
Dengan formasi 4-3-3 yang diterapkannya, Nasir yakin anak asuhannya mampu menguasai permainan di pertandingan ini. ‘’Skema yang kita gunakan adalah lebih mengoptimalkan lini tengah, supaya aliran serangan dapat dijalankan dengan baik. Walaupun kita masih buta dengan permainan lawan, tetapi kita bisa faham karakter permainan yang biasa dimainkan tim-tim Sumatera yakni permaianan menyerang dengan cepat,” jelas Nasir.
Nasir juga mengaku, seluruh pemainnya saat ini tengah dalam kondisi prima dan siap diturunkan. ‘’Kemarin memang kita terkendala di lini depan dalam penyelesaian akhir. Namun kita telah menemukan solusinya dengan skema dan strategi yang akan kita terapkan nantinya,” imbuh Nasir.
Di tempat terpisah Ketua Umum Persih Tembilahan H. A Rasyid AZ mengatakan timnya pun siap untuk meraih 3 point dalam laga tandang perdananya. “Kami membawa 18 pemain ke Bengkulu, yang telah kami siapkan selama kurun waktu 1,5 bulan. Dengan komposisi pemain muda lokal potensial yang kami miliki, kami yakin bisa membawa 3 poin saat pulang ke Tembilahan nantinya,” jelas Rasyid.
Rasyid mengungkapkan seluruh pemainnya dalam kondisi fit. Selain itu juga beberapa pemain senior yang memperkuat skudra Harimau Rawa julukan Persih Tembilahan, sudah siap merumput kembali. ‘’Pertandingan ini kita pastikan akan berjalan alot dan menarik. Kami tidak ingin menyianyiakan kesempatan emas yang ada. Karenanya sejak peluit awal dibunyikan wasit kami langsung menekan,” pungkas Rasyid.
Perlu diketahui, laga yang akan diselenggarakan sore nanti, panitia sudah menetapkan Harga Tiket Masuk (HTM) Rp 5.000 untuk para pelajar, Rp 10.000 untuk kelas ekonomi dan Rp 20.000 untuk kelas VIP.(sly)

Tak Bayar Royalti Rp 7,8 M, Injatama Ditutup Sementara

PAD-IstARGA MAKMUR – Pemda Bengkulu Utara (BU) mengambil tindakan tegas dengan menutup sementara perusahaan tambang batu bara (BB) PT Injatama Ketahun. Hal ini lantaran PT Injatama tak kunjung membayar denda tunggakan royalti BB atas keterlamabtaan penyetoran sejak tahun lalu ke kas negara.

Menariknya, sikap tegas Pemda BU tersebut justru ditanggapi negatif, besok rencananya ratusan karyawan perusahaan PT Injatama akan “mengepung” Pemda BU melakukan aksi demo. Mereka protes lantaran mereka terpaksa dirumahkan pascapenutupan yang dilakukan Pemda BU seminggu ini.

Kadis Pertambangan dan Energi (Dustamben) BU Ramadanus, SE mengaku sudah menerima informasi tersebut. Bahkan, ia yakin bisa menjelaskan terkait keputusan Pemda BU yang terpaksa menghentikan sementara seluruh aktivitas pertambangan. “Tidak apa-apa, silakan saja jika ingin berdemo. Kami juga sudah dapat pemberitahuan dari perusahaan,” kata Ramadanus.

Ia juga menuturkan penutupan sementara yang dilakukan Pemda BU bukan tanpa alasan. November lalu, pemda sudah melakukan pembicaraan dengan PT Injatama atas rencana penutupan jika perusahaan tak melunasi tunggakan royaltinya terhitung Januari. “Keputusan itu juga  dari kementerian. Karena royalti itu masuk ke kas negara dan tidak langsung ke daerah,” tambah Ramadanus.

Meski membayar di awal tahun lalu Rp 41 M yang merupakan utang royalti, namun perusahaan tak membayar denda tunggakan Rp 7,8 M. Ia juga mengaku sudah memberikan batas waktu pada perusahaan sebelum mengambil keputusan untuk menutup sementara perusahaan.             “Jadi keputusan itu bukan sepihak, sudah ada berbagai pembicaraan dengan perusahaan dan memberi waktu untuk melunasi utang maupun denda tunggakan,” pungkas Ramadanus.

Sayangnya, Humas PT Injatama Erianto, SE hingga kemarin belum menjawab konfirmasi RB. Namun pemda sudah berkoordinasi dengan polisi dan Satpol PP terkait rencana demo besok.(qia)

Timnas U-19 Gasak Uni Emirat Arab 4-1

DHUBAI – Timnas Indonesia U-19 tampil perkasa saat meladeni perlawanan Uni Emirat Arab (UEA) dalam laga ujicoba yang berlangsung di Stadion FA Complex, Al khawaneej, Senin (14/4) malam WIB.

Tak seperti saat menghadapi Oman U-19, Garuda Jaya (sebutan timnas U-19) kali ini langsung tampil menekan sejak awal pertandingan. Sayang gol Indonesia baru tercipta saat laga babak pertama memasuki menit 42 melalui Ilham Udin Armaiyn.

UEA bermain mengejutkan di awal babak kedua. Berawal dari tendangan bebas, UEA berhasil menyamakan kedudukan di menit 47 melalui sundulan kepala Abdullah Ganem.

Gol penyeimbang UEA melecut semangat pemain-pemain Indonesia. Untuk menambah daya dobrak, pelatih Timnas U-19, Indra Sjafri memasukkan Dimas Dradjad menggantikan Muchlis Hadi Ning di menit 66.

Hasilnya terlihat semenit kemudian. Berawal dari pergerakan Maldini Pali di sisi kanan yang kemudian melakukan umpan silang ke kotak penalti. Umpan Maldini diterima Evan Dimas. Sang kapten sedikit menggocek, lalu menghujamkan tendangan terarah ke sisi kanan gawang UEA. 2-1  Indonesia kembali memimpin.

Tertinggal 1-2 membuat UEA bermain lebih terbuka. Tapi strategi itu justru menciptakan lubang di pertahanan sendiri yang dimanfaatkan timnas U-19 untuk menambah dua gol. Dua gol tambahan Indonesia dicetak David Maulana menit 77 dan Dimas Dradjad 91.

Pertandingan berikutnya, Timnas U-19 akan kembali berujicoba dengan UEA pada Rabu (16/4). Jadwal kick off kembali digelar pukul 20.30 WIB dan disiarkan lagi oleh SCTV. (abu/jpnn)

Indonesia U-19 XI:
12. Awan Setho Raharjo
2. Putu Gede Juni Antara
23. Ryuji Utomo Prabowo
19. Hansamu Yama Pranata
5. M. Fatchu Rochman
8. M. Hargianto
6. Evan Dimas Darmono
17. Paulo Oktavianus Sitanggang
15. Maldini Pali
20.Ilham Udin Armaiyn
10. Muchlis Hadi Ning Syaifulloh

Cadangan:
1. Ravi Murdianto
22. M. Diki Indriyana
3. Febly Gushendra
13. M. Sahrul Kurniawan
4. Mahdi Fahri Albaar
25. Eriyanto
26. Bagas Adi Nugroho
11. Hendra Sandi Gunawan
19. Zulfiandi
24. Ichsan Kurniawan
28. Irfandi Zein Alzubaedy
18. Alqomar Tehupelasury
30. Yabes Roni Malaifani
27. Miftahul Hamdi
7. Dimas Drajad
14. Reza Fahlevi Maldini Sitorus
9. Dinan Yahdian Javier
29. Septian David Maulana

UAE U-19 XI:
17. Jamal Ismaik (GK)
4. Abdullah Ganem (C)
6. Sultan Abdul Wahab
18. Ahmed Jamel
25. Abdulla Al Nubi
8. Mohamed Abdul Based
28. Abdul Rahman Jasem
12. Abdulla Kadem
21. Abdul Qader Ali
16. Mohamed Saeed
13. Rashed Ganem

Cadangan:
22. Sultan Al Mundery (GK)
14. Yusuf Ali
7. Jasem Jahwar
26. Mansor Abdulla
9. Omar Juma’a
2. Belal Yusuf
3. Hamad Khalid
20. Yusuf Mohamed
10. Khalid Abdul Rahim

Kemenangan Timnas U-19 Atas UEA Sumbangan Dua Anak Yatim

DUBAI – Timnas Indonesia U-19 tampil mengesankan saat mengalahkan Uni Emirat Arab (UEA) U-19 di Stadion FA Complex, Al khawaneej, Senin (14/4) malam WIB.

Tampil mendominasi sejak awal pertandingan, Garuda Jaya berhasil menang dengan skor 4-1. Empat gol, Garuda Jaya, dilesakkan oleh Ilham Udin Armaiyn (42′), Evan Dimas (67′), David Maulana (77′) dan Dimas Dradjad (91′).

Ada hal menarik dalam pencapaian Timnas U-19 kali ini. Itu karena dua dari empat gol yang dilesakkan Garuda Jaya diciptakan oleh dua anak yatim.

Keduanya adalah Ilham Udin, pencipta gol pertama. Dan Dimas Drajad pencipta gol terakhir. Informasi yang diperoleh dari akun resmi Timnas U-19, kedua pemain tersebut sangat khusyu berdoa saat mengikuti ibadah umrah pekan lalu.

“2 Goal INDONESIA U-19 Hari ini dicetak oleh 2 Anak Yatim @IlhamArmaiyns & @Dimasdrjd Pada saat Umrah mereka selalu Berdoa utk Orangtuanya,” terang akun Twitter Timnas U-19. (abu/jpnn)

Hadiri Kampanye Gerindra, 3 Sanksi Menanti SDA

JAKARTA - Partai Persatuan Pembangunan siap memberikan sanksi kepada ketua umumnya Suryadharma Ali. Pimpinan partai Kakbah yang juga menjabat Menteri Agama itu dianggap melanggar aturan partai lantaran menghadiri kampanye Partai Gerindra.

Wakil Ketua Umum PPP Emron Pangkapi menjelaskan, tidak etis bila ketua umum partai mengikuti kampanye partai lain sementara kader dan pengurus lain berjuang untuk memenangkan PPP. Karena itu, sudah disiapkan tiga sanksi bagi Suryadharma Ali.

“Ada tiga pilihan sanksi, pertama peringatan keras, pemberhentian sementara, dan pemberhentian tetap,” ungkapnya di kantor pusat partai, Jalan Diponegoro, Jakarta, Senin (14/4).

Menurut Emron, tiga sanksi tersebut bisa dijatuhkan kepada Suryadharma Ali semuanya. Sebab, hasil Mukernas I di Kediri, Mukernas II di Bandung, instruksi partai, dan aturan dalam AD/ART partai menyebut bahwa pengurus dan kader PPP dilarang ikut kampanye partai lain sebelum pileg usai digelar.

“Ketiga sanksi itu masuk semuanya untuk Pak Surya,” tegasnya. (rmo/jpnn)

Pendidikan Seks Dini Justru Menunda Remaja Beraktivitas Seksual

KETIKA membicarakan pendidikan seks pada anak, kebanyakan orang tua biasanya akan galau memikirkan kapan dan bagaimana anak-anak akan belajar seks. Tidak jarang justru timbul kekhawatiran karena menganggap memberikan penjelasan soal seks pada anak bakal merusak kepolosan anak-anak.

Namun, kekhawatiran itu ditepis dosen senior bidang kesehatan dan pendidikan di Deakin University, Dr. Debbie Ollis. Menurutnya, memberi pendidikan seks pada anak tidak serta merta mendorong rasa ingin tahu mereka tentang seks yang tidak sehat atau membuat mereka melakukan aktivitas seksual dini.

“Sejumlah studi menunjukkan dengan memberi pendidikan seksual yang komprehensif, remaja benar-benar bisa menghindari aktivitas seksual. Bahkan untuk anak-anak, penelitian menunjukkan mereka bisa melakukan praktik aktivitas seksual yang lebih aman,” kata Dr. Ollis seperti dilansir laman ABC.net.au, Minggu (13/4).

Penelitiannya juga menemukan bahwa anak-anak dan remaja justru berusaha mencari informasi tentang pendidikan seks lewat berbagai sumber termasuk internet, majalah, teman, atau televisi. Oleh karena itu, daripada anak-anak mencari informasi melalui caranya sendiri, lebih baik orang tua yang memfasilitasi mereka.

“Anak-anak akan mengajukan pertanyaan sesuai dengan usia mereka. Dengan kita memberi pemahaman dan pengetahuan, secara otomatis kita mempersiapkan mereka agar mampu menangani masalah yang akan dihadapi,” papar Dr.Ollis.

Review penelitian tahun 2009 yang dilakukan UNESCO terhadap 87 studi di seluruh dunia menunjukkan, pendidikan seks dini tidak menyebabkan terjadinya aktivitas seksual pada remaja. Bahkan, temuan UNESCO menunjukkan lebih dari sepertiga pendidikan seks dini berhasil menunda aktivitas seksual. Selain itu, pendidikan seks dini juga tidak menyebabkan peningkatan jumlah pasangan seksual.

Bahkan, kajian ini bisa meningkatkan penggunaan kondom dan alat kontrasepsi pada pasangan yang sudah menikah. Selain itu, melalui pendidikan seks dini, remaja diajarkan untuk menunda hubungan seksual sampai mereka menikah.

“Kurangnya pengakuan bahwa remaja bisa aktif secara seksual justru memiliki konsekuensi negatif seperti tingginya tingkat kehamilan remaja di Amerika Serikat. Namun di negara seperti Belanda, Jerman, dan Perancis yang memiliki pendekatan komprehensif dan pendidikan seksual yang dimulai saat anak duduk di sekolah dasar, tingkat kejadian kehamilan remajanya lebih rendah,” pungkas Dr Ollis.(fny/jpnn)

Salah Tulis, MK Dikritik MPR

JAKARTA - Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Ahmad Farhan Hamid minta Ketua PBNU Slamet Effendy Yusuf mengingatkan Mahkamah Konstitusi (MK) agar lebih berhati-hati dalam menulis sebuah keputusan. Pasalnya kata Farhan, setiap keputusan MK itu akan menjadi dokumen negara yang akan jadi referensi hukum dalam sistem ketata-negaraan kita.

“Saya sudah baca putusan MK itu. Sebagai sebuah putusan, saya merasa terganggu karena MK dalam naskah putusannya menulis frase ‘UUD 45′, seharusnya ditulis ‘Undang Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945′. Saya mohon PBNU menyampaikan kritikan ini ke MK,” kata Farhan, dalam diskusi “4 Pilar Pasca Putusan MK” bersama Slamet Effendy Yusuf dan Radar Panca Dahana, di gedung Nusantara IV, komplek Parlemen Senayan Jakarta, Senin (14/4).

Mesti ada kesalahan dalam penulisan lanjut politisi PAN itu, MPR pasti akan mematuhi keputusan tersebut. “MPR pasti mematuhi larangan penggunaan frase 4 pilar tersebut,” janjinya.

Menurut senator asal Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam itu, dalam konteks kekinian dan masa datang, sebetulnya tidak hanya Pancasila, Undang-Undang Dasar, Bhinneka Tunggal Ika dan NKRI yang perlu disosialisasikan.

“Masyarakat dan pelaku ekonomi bahkan penyelenggara negara ini juga harus terus-menerus diberikan pengertian tentang konsep ekonomi Indonesia sebagaimana yang diatur dalam Pasal 33 UUD RI tahun 1945,” usulnya.(fas/jpnn)

The Hunger Games Borong Penghargaan MTV Award

LOS ANGELES - Seri kedua film ” The Hunger Games ” mendominasi penghargaan MTV Movie Awards. Sekuel ini menyabet trofi terbaik untuk kategori film dan aktor terbaik yang dibintangi Josh Hutcherson dan Jennifer Lawrence.

Bagi aktor Hutcherson sendiri penghargaan atas perannya dalam “The Hunger Games: Catching Fire” dipersembahkan ke Philip Seymour Hoffman, yang meninggal Februari lalu.

“Jika Phillip berada di sini, dia akan senang,” katanya seperti dilansir asione, Senin (14/4).

Hutcherson juga membawa pulang piala untuk kategori best performance, sementara Jennifer Lawrence, yang tidak hadir pada acara itu, memenangkan penghargaan untuk kategori artis wanita terbaik .

MTV Movie Awards, yang diselenggarakan di Los Angeles , didasarkan pada voting publik. Selain keduanya, aktor Leonardo DiCaprio memenangkan penghargaan terbaik dalam ” The Wolf of Wall Street”.

Beberapa pemenang lainnya adalah Jared Leto, Mark Wahlberg, Channing Tatum, Rihanna, Brad Pitt, Mila Kunis dan Orlando Bloom. (esy/jpnn)

Bintang Mira, Fashion Designer yang Gencar Promosikan Batik Bali (kick)

f1-BOKSBintangMira_yuyung9 - CopyIngin mendulang sukses seperti batik Jawa, fashion designer Bintang Mira gencar mempromosikan batik Bali sebagai karya lokal. Usahanya mulai menampakkan hasil nyata. Kini dia tercatat sebagai salah seorang perintis eksistensi industri fashion tradisional Pulau Dewata. 

BRIANIKA IRAWATI, Bali

 DIBUTUHKAN dua jam perjalanan mobil dari Denpasar menuju Kecamatan Sidan, Gianyar. Meski tidak seramai Denpasar, Gianyar cukup sibuk. Banyak turis asing yang menikmati keramahtamahan penduduk dan eksotisme kehidupan tradisi di kota kecil itu.

Jalan kian mengecil saat mobil berbelok ke Jalan Legong Keraton. Kanan-kiri jalan didominasi pemandangan persawahan yang hijau. Nah, di antara sawah-sawah nan luas tersebut, berdirilah sebuah bangunan dua lantai yang artistik. Bangunan yang di depannya terpampang papan nama Balibatiku itulah ”pabrik” garmen batik Bali milik Bintang Mira.

Di situlah Bintang merealisasikan ide-idenya mengembangkan batik khas Pulau Dewata. Berbeda dengan batik Jawa pada umumnya, kain batik Bali identik dengan unsur-unsur budaya Bali, seperti tari kecak, barong, dan kain sarung bermotif kotak-kotak hitam putih.

Dua pekan lalu (25/3) Jawa Pos mampir ke butik Bintang itu. Dengan ramah perempuan cantik tersebut menyambut. ”Silakan masuk. Maaf kalau berantakan,” ujar Bintang.

Setelah berbasa-basi, dia lalu menjelaskan dengan terperinci usaha butik batik Balinya. Mulai proses pembuatan hingga pemasarannya yang go international. Untuk pembuatan gambar motif, pewarnaan, penghalusan, hingga pengeringan, Bintang menyediakan ruangan khusus di samping butiknya. Jalan menuju ruangan tersebut agak menurun dan melewati persawahan. Dan, begitu masuk di dalamnya, terlihatlah kesibukan para pegawai Bintang membuat batik yang tersohor hingga ke berbagai negara itu.

”Mereka semua penduduk asli sini. Saya sejak awal memang ingin batik Bali dibuat dan dikuasai penduduk Bali sendiri,” ungkapnya.

Bintang merintis ”pabrik” batik Bali itu pada 1996. Perempuan asal Malang tersebut mengikuti suaminya, Pande Putu Gede Wiratama, untuk tinggal di Desa Sidan, Gianyar. Awalnya Bintang melihat kondisi usaha kain sarung Bali milik mertuanya yang mulai meredup. Bahkan nyaris bangkrut. ”Saya tak tega mengetahui satu lembar kain sarung mertua saya dihargai hanya Rp 2 ribu,” kenang perempuan 43 tahun itu.

Dari situlah tebersit di benak Bintang ide untuk berbuat sesuatu agar usaha mertuanya tidak gulung tikar. Setelah berpikir panjang, akhirnya diputuskanlah memberikan variasi corak pada kain tradisional Bali agar diminati konsumen. Selain itu agar bisa mengikuti tren fashion masyarakat modern. Berbekal ilmu desain dari desainer kondang Indonesia Adrianto Halim, Bintang mulai merevolusi kain sarung produksi mertuanya menjadi kain batik khas Bali. Yang paling mencolok adalah motif yang memadukan gambar tari kecak, barong, dan sarung kotak-kotak.

Selain itu, Bintang mengkreasikan kain tersebut dengan varian warna yang lebih banyak sehingga menarik mata konsumen. ”Kalau sebelumnya kain sarung selalu hitam putih, saya memberi variasi warna lain seperti biru, merah, dan hijau,” jelas alumnus Jurusan Pariwisata Universitas Merdeka Malang tersebut.

Bintang mengungkapkan, usaha untuk mengembangkan ide itu hanya bermodal tekad yang kuat. ”Waktu itu saya berpikir apa yang bisa saya berikan kepada Bali,” tuturnya.

Yang menarik, Bintang memulai usaha batiknya tersebut ”hanya” bermodal uang Rp 13 juta. Uang itu hasil jerih payahnya membantu memasarkan kain sarung produksi mertuanya. Awalnya uang dipakai untuk membuka usaha garmennya. Ternyata, desain-desain baju karya Bintang banyak diminati konsumen. Bukan hanya konsumen lokal, banyak juga turis asing yang kepincut dengan desain-desain Bintang. Bahkan, Bintang mulai merambah pasar internasional dengan mengikuti Hongkong Fashion Week pada 2006 dan 2009.

Sayang, keberhasilan tersebut belum memberikan kepuasan batin bagi diri Bintang. Dia merasa belum puas karena belum bisa menampilkan unsur tradisional Indonesia, terutama Bali, dalam ajang bergengsi bagi  fashion designer di dunia itu. Karena itulah, Bintang lalu berusaha keras mencari ide untuk mengangkat budaya Bali pada kain yang dipakainya dalam mendesain baju-baju karyanya.

Dari situlah tercetus ide untuk membuat batik Bali. Tidak perlu menunggu waktu lama, dia segera mewujudkan gagasan kreatifnya tersebut dalam karya. Tak diduga, respons konsumen amat positif. Maka, produksi batik Bali milik Bintang pun terus meningkat. Sedikit demi sedikit dia juga melibatkan warga di desanya, Sidan. Untuk mengasah ilmu batik warga, Bintang juga ”menyekolahkan” mereka ke Jogjakarta. Sayang, dari 15 orang yang dikirim ke Kota Gudeg itu, hanya tiga yang sukses menerapkan ilmunya. ”Usaha ini perlu kerja keras. Saya tidak mau putus asa hanya karena kondisi awal yang penuh rintangan itu,” tegas penghobi melukis tersebut.

Kerja kerasnya itu kini membuahkan hasil konkret. Batik Balinya makin moncer di mana-mana. Wisatawan yang berkunjung ke Gianyar umumnya tidak melewatkan waktu untuk mampir ke butiknya. Usaha Bintang pun terus berkembang. Hingga kini sedikitnya 40 warga Sidan menjadi pegawai tetapnya.

”Awalnya saya tidak tahu Bali punya batik sendiri. Dan begitu saya lihat kok unik dan menarik dengan motif khas Bali, saya jadi tertarik bergabung di Balibatiku milik Bu Bintang ini,” ucap Muhamad Ramdan Syah, salah seorang pegawai Bintang.

Dalam perjalanan memperkenalkan batik Bali ke masyarakat luas, Bintang mendapatkan pengalaman yang tak terlupakan. Suatu ketika Bintang memperoleh order 250 potong baju berbahan dasar batik dari salah satu hotel di Bali. Bintang sangat gembira atas kepercayaan itu. Namun sayang, kegembiraannya tersebut hanya sementara. Dia mendapatkan komplain pihak hotel karena 80 persen pesanannya dianggap gagal.

Mengetahui kenyataan itu, Bintang sempat merasa down dan hampir menyerah. ”Saya sangat kecewa pada diri saya sendiri saat itu. Saya nyaris putus asa,” kenangnya.

Untung, keluarga terdekat, terutama sang suami, memberikan semangat untuk bangkit lagi. ”Saya bilang ke Bintang, semua masalah akan menjadi baik apabila reaksi kita positif. Intinya, masalah itu growth opportunity,” tutur Pande Putu Gede Wiratama.

Berkat suntikan semangat keluarga itulah, spirit Bintang berkobar lagi. Dia melakukan evaluasi diri dan perbaikan di sana-sini. Bahkan, dia kemudian mengikuti kursus singkat tentang desain. Hasilnya: tak mengecewakan. Pelan tapi pasti usahanya bangkit kembali.

Bukan hanya itu, pemasarannya juga makin luas. Itu tak lain juga berkat gencarnya promosi via dunia maya yang dilakukannya. ”Sejak awal saya optimistis batik Bali akan dikenal masyarakat luas. Tidak kalah dengan batik Jogja, Solo, Pekalongan, atau yang lain,” kata ibu Pande Pangga Raditya, Pande Anggara Wedhaswara, dan Pande Bintang Paramitha tersebut.

Setelah periode buruk itu, peruntungan Bintang terus membaik. Di level nasional, dia sukses menembus Indonesian Fashion Week sejak 2012. ”Saya bawa batik Bali sebagai primadona karya saya. Dampaknya luar biasa. Produksi kami terus meningkat. Saya sangat senang,” ungkapnya.

Sekarang Bintang memproduksi seratus lembar kain batik dengan berbagai jenis. Seperti batik tulis, batik cap, dan campuran batik cap-tulis. Semua dengan motif Bali. Harga yang dipatok pun tidak lagi hitungan ribuan, tapi sudah tembus jutaan rupiah per lembar. Maka tak heran bila omzet butik Bintang kini mencapai ratusan juta per bulan.

Bintang berharap gagasannya membuat batik Bali itu dapat menambah kaya khazanah wisata Pulau Dewata. ”Saya memimpikan suatu saat nanti Desa Sidan ini menjadi desa wisata batik Bali,” tandasnya. (*/c9/ari)