Penulis Arsip: Bengkulu Ekspres

19 Drum Minyak Nilam Diamankan

Ari, Tumpukan kayu manis yang diamankan Polsek Curup

CURUP, BE - Jajaran Polres Rejang Lebong melalui Polsek Curup berhasil mengamankan 19 drum minyak Nilam dan Puluhan Kayu Manis yang diduga Ilegal.  Kedua jenis barang tersebut diamankan pada Rabu (15/9) dini hari saat petugas Polsek Curup sedang melakukan patroli rutin.  Selain itu, petugas juga mengamankan satu unit mobil Fuso dengan Nomor Polisi BA 9925 EU.
Menurut Kapolres Rejang Lebong, AKBP Edi Suroso SH melalui Kapolsek Curup Iptu Hendra NS didampingi Kanit Reskrim Aipda Hermansyah, minyak nilam dan kayu manis tersebut mereka amankan saat sedang bongkar muat di kawasan kompleks perumahan Kelurahan Simpang Nangka Kecamatan Selupu Rejang.
“Saat petugas kita mendekati aktivitas bongkar muat dan menanyakan surat-menyuratnya, sopir dan kernetnya berhasil kabur secara diam-diam,” jelas Hendra.
Menurut Hendra setelah dilakukan pemeriksaan petugas menemukan surat  jalan di dalam mobil fuso.  Berdasarkan informasi dari surat jalan, mobil tersebut berasal dari Padang Sumatera Barat dengan tujuan Bogor membawa muatan minyak Nilam.  Sementara, yang sedang dibongkar muat adalah puluhan karung kulit kayu manis.
Karena curiga akan sikap sopirnya yang kabur, serta diduga kedua jenis barang tersbeut akan digelapkan dan dipasarkan di kawasan Rejang Lebong dan sekitarnya, sehingga pihaknya mengamankan mobil beserta minyak Nilam dan kayu manis.  “Untuk keperluan penyidikan dan saat ini mobil beserta barangnya berupa minyak nilam dan kayu manis kita amankan terlebih dahulu,” tutup Hendra. (251)

Pelajar Diimbau Pakai Masker

CURUP, BE – Kabut asap yang masih melanda Kabupaten Rejang Lebong menjadi kekhawatiran tersendiri bagi Dinas Pendidikan Rejang Lebong. Kekhawatiran tersebut terutama bagi ribuan pelajar yang ada.
“Kita akan melakukan koordinasi terlebih dahulu dengan pihak kepala sekolah agar mengimbau anak muridnya menggunakan masker,” ungkap Kepala Dinas Pendidikan Rejang Lebong, Zakaria Effendi MPd.
Namun terkait dengan rencana meliburkan pelajar, Zakaria menjelaskan hingga saat ini belum ada rencana untuk meliburkan siswa dikarenakan asap.  Tapi menurut Zakaria tidak menutup kemungkinan akan diliburkan jika kabut asap yang terjadi semakin berbahaya bagi kesehatan.
“Termasuk daerah Lembak yang dekat dengan Lubuklinggau belum ada rencana kita liburkan, namun jika sudah tidak memungkinkan baru kita liburkan,” tambah Zakaria.
Lebih lanjut Zakaria menjelaskan, selain mengimbau menggunakan masker. Ia juga mengimbau kepada siswa untuk tidak banyak melakukan kegiatan di luar ruangan agar tidak terkena dampak kabut asap yang terjadi.  “Termasuk kegiatan olahraga kita imbau dikurangi dulu demi kesehatan siswa kita,” tutup Zakaria. (251)

Mahasiswa STAIN Dapat Kartu Co-Branding BRI

BRI Curup
CURUP, BE – Sebanyak 4.000 mahasiswa STAIN Curup mulai saat ini bisa lebih gampang melakukan transaksi perbankan dimanapun dan kapan pun tanpa terkendala waktu.  Sebab mulai kemarin, Bank Rakyat Indonesia (BRI) Kantor Cabang (Kanca) Curup memberikan kartu Co-Branding BRI.  Kartu Co-Branding BRI adalah Kartu Mahasiswa STAIN Curup dengan fasilitas kartu ATM BRI dimana spesifikasi kartu ini sendiri yaitu terdapat nama mahasiswa, nomor mahasiswa, foto mahasiswa, masa berlaku kartu serta barkot perpustakaan dan tanda tangan mahasiswa. Selain sebagai kartu identitas pribadi yang diperlukan dalam menjalankan berbagai aktivitas akademik di lingkungan kampus, kartu ini juga berfungsi untuk melakukan transaksi keuangan melalui mesin ATM.
Hal ini seperti dikatakan Sudono selaku Pemimpin BRI Kanca Curup usai acara serah terima kartu Co-Branding dengan pihak STAIN Curup, kemarin Rabu (15/10).
“Setelah mendapatkan kartu ini mahasiswa juga bisa menggunakan fasilitas SMS notifikasi atau Mobile Banking yang bisa membantu pemegang kartu melakukan transaksi keuangan selama 24 jam melalui handphone,” terang Sudono.
Sudono menjelaskan untuk Kantor Wilayah (Kanwil) Lampung, BRI Curup yang pertama mengeluarkan kartu Co-Branding bagi mahasiswa dan tidak menutup kemungkinan selain bekerjasama dengan pihak STAIN Curup, BRI Kanca Curup juga akan bekerjasama dengan perguruan tinggi lainnya yang ada wilayah kerja BRI Curup yaitu di Kabupaten Rejang Lebong, Lebong dan Kepahiang. “Selain itu, dalam acara ini juga kami pihak BRI Kanca Curup juga memberikan bantuan kepada STAIN Curup berupa 4 unit AC dan 1 unit laptop.  Saya juga berharap kerjasama yang baik ini terus berkelanjutan tentunya,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua STAIN Curup DR H Budi Kisworo dalam sambutannya mengucapkan terima kasih kepada pihak BRI Kanca Curup yang telah menerbitkan kartu Co-Branding sehingga selain mendapatkan kartu identitas pribadi bagi mahasiswa yang berguna untuk berbagai keperluan akademik di kampus.  Kartu tersebut juga bisa digunakan oleh mahasiswa untuk melakukan berbagai fitur transaksi perbankan.  “Saya juga berharap kepada pihak BRI Kanca Curup, untuk kembali memberikan beasiswa kepada mahasiswa kami, baik beasiswa berprestasi maupun beasiswa bagi mahasiswa yang kurang mampu,” harapnya. (rl1)

Gas dari Musi Rawas Dikeluhkan Agen

CIMG0024
PUT, BE - Banyaknya beredar tabung gas subsidi 3 kg dari agen Kabupaten Musi Rawas, dikeluhkan agen tabung gas yang ada di Kecamatan Padang Ulak Tanding (PUT).  Selain mengalami penurunan omset, agen tabung gas resmi di Kecamatan PUT  juga khawatir dengan kualitas tabung gas yang beredar tersebut.  Hal tersebut disampaikan langsung oleh salah satu pemilik agen di Kecamatan PUT, Antoni (39) yang ditemui dikediamannya kemarin, Rabu (15/10).
“Tentu kita selaku agen resmi mengeluhkan peredaran tabung gas ilegal tersebut yang bahkan berasal dari provinsi lain (Sumsel, red).  Selain bisa menurunkan omset, kita juga khawatir dengan kualitas tabung dari agen ilegal tersebut, bahkan beberapa bulan lalu hal ini sudah saya laporkan kepada pihak kepolisian,” terang Antoni.
Tambah Antoni, ia berharap Disperindag segera menindaklanjuti hal tersebut karena sudah berlangsung cukup lama.
Senada dengan Antoni, pemilik agen gas resmi yang lain, Suci Dwi (36) juga mengeluhkan hal tersebut.  Karena menurutnya mengurangi jumlah pelanggannya, dikarenakan penjual gas elpiji 3 kg tersebut hampir tiap hari menggunakan mobil dan menjual langsung ke toko dan warung.  “Jelas merugikan, apalagi mereka itu kan berasal dari daerah lain, itu kan ilegal,” ungkap Suci. (222)

Harga Karet Turun

PUT, BE - Sejumlah warga di Kecamatan Padang Ulak Tanding mengeluhkan harga karet yang kian hari kian menurun dari harga sebelumnya kisaran 6.000 menjadi Rp. 4.000,-.   Anjloknya harga karet di tingkat pengepul atau toke dikarenakan rendahnya permintaan beli dari pengepul besar di Kota Lubuk Lingau dan Musi Rawas Sumsel.
Salah satu warga Desa Belumai 1 Tukiran (45) di temui BE saat menjual getah karet ke pengepul di desa setempat mengatakan bahwa semenjak beberapa bulan, harga karet mulai anjlok.  Padahal untuk kebutuhan sehari-hari mereka sangat tergantung pada karet.
”Dulu sehabis menjual getah karet, kami bisa istirahat hingga 4 hari.  Sekarang dengan harga 4.000 kami bisa mendapatkan uang Rp 160 ribu itu hanya cukup kebutuhan 2 hari.  Kami berharap kepada pemerintah  untuk mempedulikan nasib kami sebagai petani getah karet.
Hal senada diungkapkan oleh Ali (50) warga Desa Bukit Batu yang menggantungkan kehidupanya pada karet.  ”Saat ini kami merasakan paceklik dikarenakan turunnya harga karet.  Setelah menjual getah karet, kami terpaksa mencari upahan dikarenakan pada saat ini musim panas.  Selain turunnya harga getah karet, getah karet juga sedikit.  Jadi tidak mencukupi lagi.
Hendri, salah seorang pengepul karet di Desa Belumai 1 ditemui BE di gudangnya mengatakan, mereka serba salah dengan harga karet turun drastis.   Terkadang sehabis jual getah, para petani belanja di warung saya cukup untuk kebutuhan sehari-hari tanpa bisa membawa pulang sisa uangnya.   Bahkan terkadang para petani harus bon dulu ke warung sebelum jual getah karet.  ”Kami sebagai pengepul sangat berharap pada pemerntah agar bisa memperhatikan nasib petani karet dikarenakan mayoritas warga setempat sangat tergantung dengan hasil getah karet,” ujar Hendri.(222)

Dibutuhkan 160 Orang Petugas Kebersihan

Foto 2
BENTENG, BE – Kasi Kebersihan Dinas PU Kabupaten Bengkulu Tengah (Benteng), Sukirman, mengaku pihaknya sangat kekurangan tenaga atau petugas kebersihan. Idealnya, untuk satu kabupaten, terdapat  sebanyak sekitar 200 orang petugas kebersihan.  Hanya saja, kondisi saat ini di Bumi Gunung Bungkuk ini hanya memiliki sekitar 40 orang petugas kebersihan yang berstatus dari tenaga honorer dan tenaga lepas. “Kita masih membutuhkan sekitar 160 orang lagi untuk tenaga kebersihan ini,” katanya.
Menurut Sukirman, sebanyak 40 orang petugas kebersihan ini mendapatkan gaji sebesar Rp 675 ribu/bulan. Gaji petugas kebersihan ini bersumber dari APBD Benteng pada setiap tahun anggarannya. Hanya saja, untuk jam kerja petugas kebersihan ini tidak seharian. Melainkan hanya pada pagi dan sore hari saja. Sehingga, petugas kebersihan masih dapat untuk mencarikan pekerjaan tambahan lainnya guna mencukupi kebutuhan hidupnya. “Kita akan berupaya untuk menambah petugas dan menaikan gajinya,” terangnya.
Ia menambahkan, untuk ruang lingkup tugas dari petugas kebersihan ini dilakukan dikawasan pasar, jalan dan pusat sentral. Seperti, perkantoran, pertokoan dan lainnya.  Hanya saja, untuk jalan lintas nasional, dari Nakau hingga ke Taba Penanjung itu, merupakan wewenang dari Pemprov Bengkulu. Tugas dari petugas kebersihan ini tidak hanya mengumpulkan sampah saja, melainkan juga mengangkat ke atas mobil truk dan membawah ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah.
“Setiap petugas kebersihan mendapatkan masing – masing kaplingan ruang lingkup kerjanya,” pungkasnya. (111)

Warem Diminta Tutup Selamanya

rapat pemilik warem
KOTA MANNA, BE – Guna menekan angka kriminalitas dan prostitusi terselubung di Kabupaten Bengkulu Selatan (BS) yang biasanya terjadi di warung remang-remang (warem), Mapolres BS menegaskan, warem di BS dilarang buka untuk selamanya.
“Kami ingatkan kepada pemilik warem, mulai nanti malam (tadi malam, red), tidak boleh ada lagi warem yang beroperasi. Jika masih ada, akan kami bongkar paksa,” tegas Wakapolres BS, Kompol Burhanuddin, saat memimpin pertemuan dengan pemilik warem di Mapolres BS, Rabu (15/10).
Menurut Burhanuddin, selain meningkatnya angka kriminalitas dan prostitusi di BS, keberadaan warem juga meresahkan warga BS. Keberatan warga itu disampaikan melalui surat atau kepala desa, bahwa mereka meminta warem dibongkar.
“Warga meminta kepada kita (Polres) supaya warem di wilayah BS ini dibongkar, karena menyebabkan aksi kriminalitas, seperti pencurian, penjualan anak di bawah umur dan kriminalitas lainnya,” ujar Wakapolres.
“Jadi, silakan bongkar sendiri waremnya  atau tutup, jangan beroperasi lagi. Jangan salahkan kami jika nantinya warga main hakim sendiri,” imbau Burhanuddin.
Sementara itu, Kasatpol PP BS, Drs Firmansyah, menyatakan, pihaknya akan terus mengelar patroli untuk memantau aktivitas semua warem di BS. Jika masih ada yang tetap buka, maka pihaknya akan mengerahkan semua anggotanya untuk membongkar paksa warem tersebut. “Kami akan selalu awasi warem, jika  tetap membandel, jangan salahkan kami jika dibongkar paksa,” ancam Firmansyah.
Dalam pertemuan kemarin ada 6 pemilik warem yang hadir, yakni Fredi, Bunda Ros, Rekwan, Yayan, Yeni dan Iwan. Mewakili teman-remannya, Rekwan yang merupakan salah satu PNS di BS mengungkapkan, pihaknya berjanji akan menghentikan kegiatan waremnya.
Namun dia membantah jika selama ini keberadaan waremnyan itu menyediakan kegiatan prostitusi atau pelacuran. Dia mengaku waremnya hanya menyediakan tempat hiburan.
Rekwan sempat mengusulkan mengubah waremnya itu menjadi tempat karouke, namun ditolak peserta rapat, sebab masih akan menjadi sumber maksiat.
“Kalau kami mau buka usaha karouke tetap ditolak, kami minta waktu untuk membuka usaha lain, namun kami berjanji mulai nanti malam (tadi malam, red) warem kami tidak akan buka lagi,” terang Rekwan yang diamini pemilik warem lainnya.(369)

Paspor Tercecer, Jemaah Haji Kepahiang Tertahan di Jeddah

insert sambut jemaah haji Kepahiang
KEPAHIANG, BE – Jemaah haji asal Kabupaten Kepahiang, Sunaimah (70), warga Ujan Mas Atas Kecamatan Ujan Mas, tidak bisa pulang ke tanah air bersama dengan kelompok terbangnya (kloter). Dia terpaksa harus tinggal di Jeddah Arab Saudi, lantaran paspor miliknya tercecer dan hilang saat usai menjalankan rukun haji di Mekkah, Arab Saudi.
Data terhimpun BE, Sunaimah juga tercatat sebagi salah satu jemaah haji asal Kepahiang yang sempat menjalani operasi di Arab Saudi lantaran penyakit yang dideritanya. Setelah menjalankan seluruh rukun haji, Sunaimah sempat menaiki mobil pemulangan jemaah haji bersama dengan kloter Kepahiang, sebelum akhirnya dicegat oleh pihak keamanan bandar udara King Abdul Aziz, Mekkah, Arab Saudi karena tidak memiliki paspor haji.
“Jemaah haji yang masih tertinggal di Jeddah tersebut dalam kondisi sehat. Dia tidak bisa pulang bersama dengan kloternya lantaran paspor miliknya tercecer. Kami harapkan pihak keluarganya di Kepahiang bisa bersabar sampai dengan paspor miliknya bisa diurus oleh pihak panitia haji dan kedutaan besar Indonesia di Arab Saudi,” ujar Kakan Kemenag Kepahiang, Drs Paimant MHi saat melaporkan kondisi jemaah haji pasca tiba di Kepahiang, kemarin.
Dikatakannya, jemaah haji atas nama Sunaimah tersebut memiliki riwayat penyakit saat menjalankan ibadah haji di Arab Saudi. Salah satu penyakit yang dialaminya yakni urat saraf tejepit dan sempat menjalani operasi pemulihan di Rumah Sakit Mekkah. “Jemaah haji kita tersebut sempat menjalani operasi di Mekkah, mungkin saat perawatan kesehatanya tersebutlah, paspor miliknya itu hilang atau tercecer,” jelas Paimant.
Dijelaskannya, secara keseluruhan jumlah total jemaah haji asal Kepahiang sebanyak 88 orang dan sebanyak 1 orang jemaah diberangkatkan dengan kloter Kota Bengkulu. Sehingga jumlah keseluruhan jemaah haji Kepahiang sebanyak 87 orang.
“Dengan adanya 1 jemaah haji kita yang masih tertinggal di Jeddah Arab Saudi ini, maka saat ini jemaah haji kita yang pulang ke Kepahiang sebanyak 86 orang saja. Namun bisa kita pastikan untuk jemaah haji yang tertinggal di Jeddah itu akan diurus oleh pihak panitia haji dan kemungkinan besar pada beberapa hari kedepan yang bersangkutan sudah tiba kembali di Kepahiang ini,” tegasnya.
Sementara Wabup Kepahiang Bambang Sugianto SH MH yang menerima jemaah haji asal Kepahiang dihalaman kantor Pemkab Kepahiang menyampaikan pihaknya menyerahkan sepenuhnya kepada pihak Kemenag terkait dengan masih adanya jemaah haji yang tertinggal di Jeddah Arab Saudi tersebut.
“Kita sangat sayangkan mengapa paspor jemaah haji tersebut bisa tercecer, mengenai masalah ini kami selaku Pemkab serahkan sepenuhnya penanggananya kepada pihak Kemenag,” ujar Wabup.
Menurutnya, dengan selesainya seluruh rukun haji yang dilakukan jemaah haji asal Kepahiang ini, pihaknya mengharapkan seluruh jemaah haji bisa menjadi  haji yang mambrur dan dapat membangun Kepahiang dengan landasan iman dan islam.
“Kami ucapkan selamat kepada seluruh jemaah haji Kepahiang yang sudah menjalankan rukun hajinya, dan kami doakan semoga menjadi haji yang mabrur,” tandas Wabup.(505)

Laka Tunggal, Pegawai Bank Tewas

IMG_4979
SELUMA TIMUR, BE - Naas dialami oleh David Rikardo (27), warga Masmambang Kecamatan Talo, Seluma. Pegawai bank di Seluma itu tewas setelah motor yang dikendarainya mengelami kecelakaan tunggal sekira pukul 08.00 WIB, Rabu (15/10).
Sebelumnya korban berangkat ke kantornya dengan mengendarai motor Honda Verza BD 4542 GG baru dibelinya sekitar 2 bulan lalu. Saat bertolak dari kediamannya menuju Tais, motornya tergelincir di jalan lintas Talo-Tais persisnya di Desa Kunduran. Ban motor korban tergelincir saat akan menikung karena jalan licin setelah diguyur hujan. Korban yang terbanting ke aspal jalan, kemudian dibawa ke RSUD Tais dengan menggunakan kendaraan Kijang pick up. Namun sesampainya di RSUD Tais, nyawa korbanpun tak bisa diselamatkan karena mengalami luka di bagian dalam.
Kapolres Seluma, AKBP PL Gaol SIK melalui Kasat Lantas, Ipda Sis Budiyanto membenarkan akan adanya laka lantas di kawasan Kunduran yang mengakibatkan pengendara motor tewas. Sementara kendaraan korban telah diamankan di Polres Seluma. “Motor korban tergelincir saat melintas di jalan, sehingga korban terjatuh dan membentur aspal. Korban yang mengalami pendarahan akhirnya meninggal dunia,” ujar Kasat.(333)

Brimob Amankan 2 Pemakai Narkoba

Ari, Do dan Ca yang diamankan Brimob Curup karena penyalahgunaan Narkoba
CURUP, BE - Jajaran Destasmen Pelopor A Brimobda Bengkulu kembali berhasil mengungkap peredaran narkoba di wilayah Hukum Polres Rejang Lebong. Dalam pengungkapan kasus narkoba ini Detasmen yang dipimpin Kompol Ramon Zamora Ginting SIK tersebut berhasil membekuk dua orang diduga terlibat jaringan narkoba yang kerap beraksi di kawasan Kota Curup
Kedua Pelaku berinisial Keduanya adalah Do (21) salah seorang Mahasiswa warga Desa Apur Kecamatan Sindang Beilti Ilir (SBI) dan CA (25) Warga Desa Kampung Jeruk Kecamatan Binduriang ditangkap Rabu (15/10) sekitar pukul 14.00 WIB.
Kedua pelaku diduga terlibat dalam penyalahgunaan narkoba jenis sabu dan ganja. Mereka diamankan di tempat yang berbeda. Do ditangkap di jalan umum Kelurahan Dusun Curup Kecamatan Curup Utara.
Dari tangan Do, petugas menemukan 5 paket ganja sedang dan 1 paket sabu-sabu, senilai Rp 200 ribu. Sementara itu, Ca diamankan di sebuah rumah warga kawasan Desa Tanjung Merindu, Binduriang saat tengah mengkonsumsi sabu-sabu dengan barang bukti 1 paket sabu sedang dan 1 perangkat alat hisap sabu-sabu.
Setelah diamankan kemudian keduanya langsung digelandang Markas Brimob Simpang Nangka Curup untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.
Selain ganja dan sabu, petugas juga mengamankan 2 unit motor milik kedua pelaku, jenis Yamaha Bison dengan nopol BD 5836 KK milik Do dan Honda Beat dengan nopol BD 2182 CF milik Ca.
Kepala Detasemen (Kaden) Pelopor A Brimobda Bengkulu, Kompol Ramon Zamora Ginting SIK, melalui Katim Resmob Bripka  Minaldi menerangkan, penangkapan keduanya dari informasi warga yang menduga akan ada transaksi narkoba.
“DO kita amankan di jalan umum Kelurahan Dusun curup bersama 5 paket ganja kering ukuran sedang dan 1 paket sabu-sabu senilai Rp 200 ribu di dalam sakunya,” papar Minaldi.
Sementara itu, dari hasil pengembangan petugas mendatangi rumah diduga bandar narkoba tempat DO mengambil barang, namun bandar narkoba yang sudah dikantongi identitasnya tengah tidak berada di dalam rumah di kawasan Desa Tanjung Merindu, SBI.
Namun, petugas menemukan Ca yang sedang asyik pesta sabu di ruangan tengah dan digelandang dengan barang bukti 1 perangkat alat hisap sabu dan 1 paket sabu ukuran sedang. “Kedua terduga pengedar narkoba ini akan kita serahkan ke Satnarkoba Polres Rejang Lebong untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut,” jelasnya.(251)