Penulis Arsip: Bengkulu Ekspres

Satu Kamar Diisi Hingga 7 Jamaah

JAKARTA, BE - Penyiapan akomoodasi pemondokan untuk jamaah haji Indonesia di Makkah akhirnya tuntas. Urusan ini sempat menyita waktu, karena ada perbedaan penetapan kapasitas kamar. Antara versi sistem e-hajj versi pemerintah Arab Saudi dengan skema pencarian pemondokan oleh Kementerian Agama (Kemenag). Dalam sistem e-hajj milik pemerintah Arab Saudi ditentukan bahwa pemondokan disewa berdasarkan aturan kapasitas yang ketat.  Secara tegas sistem itu mengatur bahwa setiap kamar pemondokan berkapasitas empat orang saja. Sehingga jamaah memiliki jaminan tidak mengalami kasus pemadatan pemondokan. Dampak dari kebijakan e-hajj tadi, sempat terjadi pengaturan ulang. Hotel-hotel yang memiliki jumlah kamar kecil, diwajibkan menjalin kerjasama dengan hotel lain yang tidak berbeda kelas dan dalam radius yang tidak terlalu jauh. Dengan cara ini, aturan satu kamar pemondokan maksimal berisi empat jamaah bisa terpenuhi.  Bagaimana dengan kondisi pemondokan haji Indonesia, Inspektorat Jenderal (Irjen) Kemenag Mochammad Jasin menuturkan, aturan dari e-hajj itu tidak bisa diimplementasikan dengan kaku.
“Kita dalam menyewa pemondokan berbasis pada kelayakan kapasitas,” tandasnya.
Jasin menuturkan batas toleransi kepadatan kapasitas kamar pemondokan antara 3,5 – 4 meter persegi per jamaah. Jika ditemukan kamar yang lumayan luas, bisa diisi lebih dari empat orang seperti aturan dalam e-hajj itu. Jasin mengatakan kondisi kapasitas kamar pemondokan jamaah haji Indonesia beragam sekali. “Ada kamar yang isi 3 orang.  Ada juga yang 4, 5, 6, bahkan 7,” kata dia.
Tetapi Jasin mengatakan, jangan dibayangkan luas kamar yang berisi 7 orang jamaah itu sama dengan yang berisi 3 orang jamaah. Jika menggunakan aturan e-hajj yang mewajibkan satu kamar pemondokan diisi maksimal 4 orang, bisa berdampak pada pemekaran kebutuhan kamar yang harus disewa. Ujungnya terjadi pembengkaan anggaran yang dibutuhkan untuk urusan sewa pemondokan. Padahal Kemenag memiliki misi penghematan, dengan cara menekan tarif sewa serendah-rendahnya.
Jasin mengatakan, jajarannya menunggu hingga dua pekan kedepan.  “Apakah ada keluhan atau tidak, belum bisa dipetakan saat ini,” katanya. Sebab seluruh jamaah haji Indonesia belum sampai di Arab Saudi.
Untuk catatan plafon sewa pemondokan di Makkah yang ditetapkan pemerintah sebesar 675 riyal (Rp 2 jutaan) per jamaah. Dengan kebutuhan unit pemondokan sebanyak 115 unit dengan kapasitas 159 ribuan jamaah. Dari plafon itu, Jasin mengatakan harga 93 unit pemondokan berhasil ditekan hingga 500 riyal per jamaah. Jika dikalkulasi secara keseluruhan, terjadi efisiensi anggaran sewa pemondokan di Makkah sebesar Rp 97,3 miliar.
Sementara itu sepekan setelah kedatangan perdana jamaah haji Indonesia di Arab Saudi, sudah mulai muncul keluhan tentang bus. Dari laporan tim Media Center Haji di Madinah, menyebutkan tidak semua bus yang dipakai untuk mengangkut jamaah dalam kondisi bagus dan prima. Kemarin ada laporan bus penjemput jamaah dari Bandara Jeddah ke Madinah dari perusahaan bus Hafil, kondisinya tidak bagus. Bahkan ada dua armada bus milik Hafil yang sempat mogok dalam perjalanan dari Jeddah ke Madinah. Sehingga perjalanan yang awalnya berdurasi 5-6 jam, molor hingga 10 jam.
“Bus untuk Makkah dan Madinah bisa kita upgrade. Tetapi di sini (Jeddah, red) kita tidak bisa milah-milah,” kata Kepala Daerah Kerja (Daker) Jeddah Ahmad Abdullah. Penunjukkan bus untuk wilayah Jeddah, masih diberikan kepada naqobah, sejenis Organda di Indonesia. Dia mengatakan bus yang sudah berhasil di-upgrade untuk rute Makkah ke Jeddah, Makkah ke Madinah, Madinah ke Jeddah, dan Madinah ke Makkah. Sementara itu untuk sektor kesehatan, jumlah jamaah haji yang meninggal terus bertambah. Catatan dari Siskohat Kesehatan Kemenkes tadi malam pukul 19.30 WIB, jumlah jamaah haji yang meninggal ada dua orang. Masing-masing meninggal di Jeddah dan Madinah. Kemudian ada 31 orang jamaah rawat inap serta ada 110 jamaah menjalani rawat jalan di pemondokan. (wan)

Mulai Ditutup, Pemprov Bengkulu Sampai 13 September

JAKARTA, BE - Sejumlah instansi mengakhiri masa pendaftaran tes CPNS kemarin (7/9). Tahap berikutnya adalah pelaksanaan ujian yang menggunakan sistem computer assisted test (CAT). Panitia seleksi nasional (panselnas) melaporkan infrastruktur untuk ujian online itu sudah siap digunakan.
Kepala Biro Hukum, Komunikasi, dan Informasi Publik Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) Herman Suryatman mengatakan, infrastruktur untuk CAT disiapkan banyak pihak. “Laporan dari tim IT Panselnas, peralatan untuk CAT sudah siap digunakan,” katanya di Jakarta kemarin.
Herman mengatakan fasilitas CAT yang pertama disiapkan oleh Badan Kepegawaian Negara (BKN). “Baik yang ada di BKN kantor pusat atau yang tersebar di 12 kantor regional,” tuturnya.
Khusus di kantor pusat BKN, setidaknya sudah disiapkan 100 unit komputer (client) untuk di pakai peserta ujian CPNS. Rata-rata setiap sesi ujian berdurasi sekitar 90 menit. Dengan pekiraan diselingi istirahat selama 30 menit, dalam seharis bisa digelar hingga lima kali sesi tes CAT. Banyak sesi ujian dalam sehari ini, bisa memudahkan penjadwalan tes yang bakal diikuti ribuan pelamar. Herman menuturkan fasilitas CAT di kantor BKN pusat maupun regional, tidak hanya dipakai untuk pelamar CPNS BKN saja. Tetapi juga dipakai untuk instansi lain. Di kantor pusat BKN misalnya, fasilitas CAT juga dipakai oleh Badan Narkotika Nasional (BNN).
Sedangkan fasilitas CAT di kantor regional BKN di daerah-daerah, bisa dipakai tes CPNS instansi provinsi, kabupaten, atau kota setempat dan sekitarnya. Kantor regional BKN itu diantaranya ada di Banjarmasin, Palembang, Jogjakarta, dan Surabaya. Setelah masa pendaftaran mulai ditutup, tinggal disusun jadwal pelaksanaan ujian. Selain disiapkan di BKN, Herman mengatakan fasilitas CAT juga menggunakan fasilitas bekas ujian komptensi guru (UKG) di bawah koordinasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).
Herman mengatakan, laporan dari Kemendikbud menyebutkan fasilitas bekas UKG itu tersebar di 2.034 titik di seluruh Indonesia. Fasilitas bekas UKG ini diantaranya bisa dipakai ujian CPNS sistem CAT di pemda yang jauh dari kantor regional BKN.
Lokasinya menurut Herman cukup terjangkau. Umumnya berada di kampus-kampus PTN dan di sejumlah sekolah terpilih.  Pemda yang ingin menggunakan fasilitas CAT bekas UKG diminta untuk berkoordinasi dengan Kemendikbud atau jajarannya di tingkat provinsi.
“Selain dua fasilitasn tadi, juga ada pengadaan fasilitas CAT secara mandiri oleh masing-masing instansi,” tutur Herman. Tetapi sampai kemarin dia belum mendapatkan laporan total jumlah instansi yang sudah menyiapkan fasilitas CAT secara mandiri untuk keperluan tes CPNS. Meskipun baru tahun ini dilakukan secara menyeluruh, Herman optimis tes CPNS dengan sistem CAT berjalan lancar. Dengan sistem ini, bisa dihemat pengeluaran untuk pengadaan soal ujian berbasi lembar jawaban komputer (LJK).

Pemprov Bengkulu Sampai 13 September
Bagi calon pelamar yang belum melengkapi syarat pendaftaran CPNS, khususnya di Pemerintah Provinsi Bengkulu masih ada waktu untuk untuk melengkapinya. Pasalnya, pendaftaran CPNS di Pemprov akan berlangsung hingga 13 September mendatang.
Diperpanjangnya jadwal pendaftaran tersebut merupkan konpensasi dari Kemenpan atas errornya portal pendaftaran hingga beberapa hari pendaftaran dibuka beberapa waktu lalu.
Sebelumnya, pendaftaran CPNS di lingkungan Pemerintah Provinsi Bengkulu ini berlangsung sejak 24 Agustus hingga 3 September dan jadwal pengambilan nomor tes 4-5 September. Dengan adanya perpanjang waktu pendaftaran tersebut, jadwal pengambilan nomor tes pun ikut berubah menjadi 17-18 September ini.  Sedangkan pelaksaan ujian masih menunggu petunjuk dari Kemenapan.
“Pendaftaran ditutup tanggal 13 September sore pukul 16.00 WIB,” kata Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Bengkulu melalui Juru Bicara Pemprov, Drs Misran Musa, kemarin.
Ia mengungkapkan, pendaftaran CPNS kali ini bersifat fleksibel sehingga tidak ada kesamaan antara instansi yang satu dengan instansi lainnya. Yang jelas pendaftaran dilakukan selama 14 hari untuk masing-masing instansi.
Untuk jumlah pelamar di pemprov sendiri sudah mencapai angka 3.100 orang. Sedangkan berkas lamaran yang sudah masuk ke BKD mancapai 771, dan sekitar 69 berkas diantaranya diketahui tidak memenuhi syarat.
Dari jumlah tersebut, lanjutnya yang paling banyak pelamarnya adalah formasi Penggerak Swadaya Masyarakat Pertama dengan kualifikasi Sarjana (S1) semua jurusan yang jumlahnya mencapai 433 pelamar. “Kuota yang tersedia hanya 3 orang, dan dipastikan persaingan akan semakin ketat karena jumlah peserta akan banyak,” ungkapnya.
Sedangkan untuk formasi dokter spesialis bedah sudah ada 2 pelamar untuk memperebutkan 1 kuota yang tersedia. Sedangkan formasi dokter spesialis urologi dan formasi Paramedik Veteriner Pelaksana pemula dengan pendidikan SMK Jurusan peternakan atau kesehatan hewan
merupakan pelamar yang paling sedikit masih dibawah 10 orang.
“Formasi dokter spesialis bedah dan urologi yang paling sedikit pelamarnya,” ujarnya.
Ia pun memprediksikan jumlah pelamar ini akan terus bertambang, mengingat pendaftaran sendiri akan berlangsung 6 hari lagi. “Berapapun jumlah pelamar dan berkas yang masuk akan dilayani oleh panitia, karena tidak ada pembatasan penerimaan pelamar,” tukasnya. (wan/400)

Bendera Bengkulu Berkibar di Seluruh Indonesia

TEDI - Tim Merajut Nusantara menjahit 140 duplikat bendera pusaka di Rumah Fatmawati (1)
BENGKULU, BE - Senator Bengkulu terpilih, H Ahmad Kannedi SH MH, membuat gebrakan sendiri menyambut datangnya pelantikan DPD RI yang akan digelar pada 1 Oktober mendatang. Mantan Walikota Bengkulu ini telah menyelesaikan penjahitan 140 duplikat bendera merah putih pusaka yang dijahit di Rumah Fatmawati.  Bendera duplikat ini nanti akan dibagi kepada seluruh anggota DPD RI terpilih.
“1 kotak duplikat bendera pusaka ini nanti akan kita bagikan kepada 132 anggota DPD RI usai pelantikan pada 1 Oktober mendatang.  Kita berharap seluruh anggota DPD ini nanti akan mengibarkan bendera sakral yang telah dijahit dan disemayamkan di Rumah Fatmawati ini di setiap wilayah mereka terpilih, karena DPD ini merupakan refresentasi perwakilan seluruh daerah,” ujar pria yang akrab disapa Bang Ken ini.
Tak hanya 132 anggota DPD terpilih, Ketua Merajut Nusantara ini juga akan membagikan bendera tersebut kepada pimpinan DPR RI, MPR RI, tokoh-tokoh nasional, termasuk Presiden RI terpilih Joko Widodo.
Selain bendera berukuran 2X3 meter, di dalam kotak tersebut Bang Ken juga menyertakan sertifikat resmi untuk menunjukkan kesakralan bendera tersebut.  “Bendera ini tidak hanya selembar kain, tapi bermakna dan bisa meningkatkan rasa cinta tanah air serta bisa menjadi alat untuk mengenang jasa pahlawan, terutama Fatmawati yang merupakan penjahit bendera pertama Indonesia,” harapnya.
Selain itu, Bang Ken yang juga Ketua Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI) ini menegaskan ke depan diharapkan semua kepala daerah juga akan berkunjung ke Rumah Persada Fatmawati untuk menjahit bendera pusaka sendiri.  Jika ini terealisasi, tentu multiplayer effect juga akan dirasakan oleh masyarakat Bengkulu.
“Nanti akan kita undang kepala daerah yang ada di seluruh Indonesia agar bisa datang kesini dan menjahit bendera pusaka sendiri di sini (rumah Fatmawati-red), sehingga Bengkulu akan dikenal sebagai kota pahlawan sekaligus kota yang bersejarah,” ungkap Bang Ken.
Selain membagikan ke beberapa tokoh penting tersebut, tim Merajut Nusantara juga menyiapkan beberapa bendera yang bisa didapatkan oleh masyarakat umum. Pada tanggal 1 Oktober bertepatan dengan hari pelantikan DPD RI dan mengenang hari kesaktian Pancasila, Bang Ken menerangkan tim Merajut Nusantara juga akan mengalokasikan beberapa bendera yang bisa didapatkan oleh masyarakat umum yang berkunjung ke Rumah Fatmawati.
Setidaknya ada 3 jenis bendera yang disediakan yakni, bendera untuk rumah tangga, perkantoran, dan bendera pusaka duplikat.  “Sama dengan bendera pusaka yang akan kami bagikan di nasional, kami juga akan menyertakan piagam atau sertifikat keaslian bendera bahwa bendera tersebut sudah disemayamkan di Rumah Fatmawati ini. Kita ingin dengan tersebarnya bendera sakral ini turut menumbuhkembangkan rasa nasionalisme yang saat ini sudah mulai luntur,” pungkasnya. (609)

Tiga Warga Dilaporkan Serobot Tanah

BENGKULU, BE – Aksi penyerobotan tanah di Kota Bengkulu kembali terjadi, kali ini diduga dilakukan oleh AM, Ma dan EH pada tahun 2007 lalu. Ketiga orang tersebut diduga telah menyerobot tanah milik Revi T Abdul Muqni (57), warga Jalan Cendana Raya Kelurahan Jaka Sempurna Kecamatan Bekasi Barat, Kota Bekasi, Provinsi Jawa Barat.
Dari data yang diperoleh, perbuatan tersebut dilakukan pelaku dengan cara mendirikan bangunan dan menjual sebagian lahan milik korban, yang berlokasi di Kelurahan Betungan Kecamatan Selebar Kota Bengkulu. Perbuatan itu tanpa sepengetahuan korban.
Namun saat korban menanyakan dan meminta penjelasan kepada pelaku alih-alih memberikan ganti rugi, pelaku dengan tegas mengklaim bahwa tanah tersebut adalah milik mereka. Atas perbuatan pelaku, korban melaporkannya ke Mapolda Bengkulu.
Kabid Humas Polda Bengkulu AKBP Joko Suprayitno SST MK, melalui Kasubdit Penmas Kompol Mulyadi membenarkan menerima laporan tersebut. “Laporan sudah diterima dan akan segera dipelajari  untuk ditangai,” katanya. (135)

Makan Sop Jamur, Ibu Anak Keracunan

ibu dan anak keracunan (1)
BENGKULU, BE - Malang dialami Sari (27) dan buah hatinya Grasia (1,2), warga Pondok Kelapa Kecamatan Pondok Kelapa Kabupaten Bengkulu Tengah. Ibu dan anak  itu mengalami keracunan setelah memakan sop jamur sawit yang dibuatnya sendiri, sekira pukul 10.00 WIB, Minggu (7/9) kemarin.
Korban mengalami muntah-muntah, lemas  dan kepala pusing. Hal yang sama juga dialami Garasia, ia kejang-kejang setelah beberapa menit memakan jamur tersebut. Korban pun harus dilarikan ke RSMY untuk diberikan perawatan yang intensif.
Dijelaskan, Andi Aida (47), ibu korban, kejadian tersebut diawali dari anaknya yang membeli jamur sawit dari orang yang melintas didepan rumahnya. Oleh  korban, jamur tersebut dimasak dan langsung dikonsumsi. Namun, sekitar 10 menit setelah memakan sop jamur, korban dan anaknya langsung muntah-muntah bahkan kejang-kejang.
“Kami sudah biasa memakan jamur sawit, tak pernah keracunan. Mungkin ada campuran jamur beracun didalamnya, karena setelah memakan sop jamur mereka langsung mabuk,” jelasnya.(135)

Diserempet L300, Pelajar Tak Sadarkan Diri

P1000398
BENGKULU, BE - Naas menimpa Hasea Bayu Pamungkas (15), pelajar di salah satu SMPN di Ketahun, Bengkulu Utara. Ia diserempet sebuah mobil L 300 dari arah berlawanan, sekira pukul 08.00 WIB, Minggu ( 7/9) kemarin. Akibat kecelakaan tersebut, korban tidak sadarkan diri dan mengalami luka di dagu dan kaki sebelalah kiri.
Pantauan  BE, hingga siang kemarin, korban masih terbaring di ruang IGD RSM Bengkulu dan tak sadarkan diri.
Data terhimpun, peristiwa tersebut terjadi saat korban berboncengan bersama temannya menggunakan sepeda motor Honda Supra X, dari rumahnya hendak pergi ke pasar D1 Ketahun Bengkulu Utara. Belum sempat tujuan, tepat di dekat jembatan yang berada tak jauh dari pasar, ia diserempet sebuah mobil L 300 dari arah berlawanan yang melaju dengan kecepatan tinggi.
Berupaya menghindar, korban lantas melompat dari sepeda motornya dan terpental ke jalanan. Melihat korban yang mengalami luka parah, sopir L300 langsung membawa korban ke RSMY untuk diberikan perawatan yang intensif.
Sementara itu, Sumiarso (52), ayah korban saat ditemui BE kemarin, mengatakan, ia tak tahu pasti kronologis kejadian yang menimpa anaknya tersebut. “Saat itu saya sedang berada di perjalanan ke Palembang, tiba-tiba ada yang nelepon yang mengatakan Bayu (anaknya) kecelakaan dan sudah dibawa ke RSMY Kota Bengkulu,” paparnya.(135)

7 Pelajar Terjaring Razia di Lokalisasi

LUBUKLINGGAU - Ternyata Polres Lubuklinggau, Sumatera Selatan cukup gerah juga dengan sorotan tajam sejumlah elemen masyarakat termasuk juga wakil rakyat terhadap tingkat keamanan di Bumi Sebiduk Semare, yang dinilai terus merosot.

Aksi nyata kemarin (07/9), sekitar 01.00 WIB, dilakukan jajaran Polres setempat, dengan menggelar razia gabungan di kawasan Patok Besi (lokalisasi,red), dan daerah perbatasan Lubuklinggau-Kabupaten Muratara, sebagai langkah antisipasi dan cipta kondisi.

Razia yang dipimpin langsung Wakapolres Lubuklinggau Kompol Adi Setiawan menjaring 16 warga yang tidak memiliki indentitas diri, tujuh diantaranya adalah pelajar. Mereka diamankan ketika sedang berada di area lokalisasi Patok Besi, Kecamatan Lubuklinggau Utara I. Selain itu petugas juga mengamankan dua senjata tajam, dan 15 kendaraan roda dua (R2), dan satu unit kendaraan roda 4 (R4).

Razia dimulai dari Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) Kelurahan Petanang, tepatnya didepan Mapolsek Lubuklinggau Utara, Sabtu (06/9), sekitar pukul 23.00 WIB.  Disini petugas mengaman seorang pemuda yang membawa sajam. Selain itu beberapa kendaraan R2 juga diangkut ke Mapolres.

Sekitar pukul 01.00 WIB, aparat bergeser ke kawasan lokalisasi Patok Besi. Disana ditemukan beberapa pelajar sedang asyik berjoget sambil menenggak minuman keras (miras). Selain pelajar, beberapa warga dan kendaraan tanpa indentitas juga ikut diamankan.

Di area lokalisasi ini, petugas juga menemukan oknum anggota polisi Padang Ulak Tanding (PUT), Kabupaten Rejang Lebong, diduga sedang indehoy dengan pekerja seks komersial (PSK). Namun dua oknum tersebut hanya diberi teguran, dan dipersilakan pulang oleh Unit Propam Polres Lubuklinggau.

Dari area lokalisasi, petugas kembali bergeser ke Kafe KISS yang tidak jauh dari lokalisasi, dan disana petugas mengamankan pelajar dan sebilah sajam jenis pisau dibawa jok sepeda motornya. Selain itu petugas juga mengangkut dua orang waria yang sedang menjajakan diri.

“Mereka yang kami amankan selanjutnya akan didata, namun bagi yang membawa sajam akan diproses hukum. Sedangkan sepeda motor tanpa surat kami amankan, jika hendak mengambilnya silakan bawa surat-suratnya. Dan untuk pelajar tidak akan kami lepas, jika tidak dijemput orang tua dengan membawa KTP dan KK,” kata Wakapolres Kompol Adi.

Dijelaskannya, operasi yang dilakukan ini adalah operasi rutin yakni untuk menciptakan kondisi aman. Operasi ini akan terus dilakukan sehingga masyarakat merasa aman.

“Saya imbau kepada orang tua untuk memantau pergaulan anaknya, jangan sampai menjadi korban kriminalitas, apalagi menjadi pelaku kriminalitas. Pelajar segaja kami amankan agar orang tuanya mengetahui tingkah laku anaknya yang berada dilokasisasi,” pungkasnya. (yat)

Melody of Enthrea, Game Online Karya Anak Bangsa

INI kabar gembira bagi para penggila game online. Hadir situs baru game online yang menarik. Game tentang Role Playing Game (RPG) online ini diberi nama Melody of Enthrea (MoE). Yang membanggakan, game online ini produk dalam negeri alias karya anak bangsa sendiri.

Game online ini asli buatan sebuah komunitas pecinta information technology (IT). Pembuat RPG Online ini adalah para alumni dari berbagai kampus negeri dan swasta di Jateng. Game ini menyasar kalangan remaja, mulai pelajar SMP hingga mahasiswa.

“Ini pertama kalinya RPG Online hadir di Indonesia. Game ini dibuat 15 orang. Kita memang sengaja ingin tampil karena selama ini game online hanya berasal dari luar negeri,” jelas Chrissie Maryanto, salah satu tim pembuat RPG Online, saat mempresentasikan di hadapan sejumlah mahasiswa di resto kawasan Gajahmungkur, Jumat (5/8).

Menurutnya, game online ini tidak sekadar menampilkan permainan yang sering dijumpai tokohnya asal Jepang. Namun berbagai sisi budaya dan senjata tradisional juga ditampilkan di dalamnya.

“Masyarakat bila ingin bergabung bisa masuk di www.moenthrea.com dan bisa langsung bermain tanpa harus men-download.

Senada diutarakan Sigit Prakasa, salah satu tim bahwa game online ini sasarannya adalah pelajar yang usianya di atas 15 tahun. Game online ini memiliki sisi edukasi. Ada alunan musik bernuansa pop, rock, bahkan perpaduan orkestra dan gamelan.

Sementara itu, kemarin produsen piranti lunak antivirus asal Slovakia, Eset Indonesia di bawah PT Prosperita Mitra Indonesia juga hadir untuk mengembangkan program riset kerja sama dengan universitas yang ada Jateng. Mereka sengaja ingin meneliti virus-virus yang menyerang para pengguna komputer, internet, serta gadget.

“Jateng sebagai pilot project kami dan beberapa kampus-kampus di Jateng seperti di Semarang dan Solo sudah kita ajak bekerjasama. Saat ini respons tercepat dari Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga dan sudah berjalan riset satu bulan yang lalu,” tutur Chrissie Maryanto, yang juga Marketing Director PT Prosperita. (gus/aam)

Mutu Pendidikan Tinggi Indonesia Tertinggal Jauh dengan Negara Tetangga

YOGYAKARTA - Guru Besar Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta, Abdul Munir Mulkhan mengatakan pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla harus fokus mengatasi permasalahan di setiap jenjang pendidikan. Menurutnya, penuntasan kasus di pendidikan tingkat dasar dan menengah sama pentingnya dengan pendidikan tinggi (PT) dan riset teknologi (riset) yang harus difokuskan ke penelitian yang inovatif.

Abdul Munir Mulkhan menjelaskan penelitian yang inovatif itu tentunya berkaitan dengan hal yang aplikatif sehingga bermanfaat bagi masyarakat. ”Terutama di bidang energi dan pangan,” kata Abdul Munir Mulkhan dalam diskusi panel “Arsitektur Kabinet 2014-2019  dalam Perspektif Pendidikan Tinggi, Riset Teknologi, Inovasi, Ekonomi Kerakyatan, dan Pembangunan Pedesaan” di Yogyakarta, Sabtu (6/9).

Pernyataan ini disampaikan Munir Mulkhan menanggapi wacana Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan akan dimekarkan menjadi Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah serta Kementerian Pendidikan Tinggi.  Menurut Tim Transisi, Kementerian Pendidikan Dasar Menengah akan fokus pada pembangunan karakter, budi pekerti, norma, dan budaya bangsa. Maksudnya, agar sejal awal anak-anak mendapat nilai yang sangat kuat. Baru setelah itu ada penguatan di jenjang Pendidikan Tinggi melalui riset dan teknologi tepat guna.

Dalam paparannya di diskusi tersebut, Munir Mulkhan menyebutkan di jenjang pendidikan tinggi masih perlu adanya pembenahan. Kualitas atau mutu perguruan tinggi di Indonesia masih kalah jika dibanding dengan negara tetangga, Malaysia dan Brunei Darussalam. Indikasinya sampai saat ini pemerintah masih mengimpor bahan pangan dari luar negeri.”Kita tidak bisa menyediakan pangan dan buah-buahan, nah di mana peran perguruan tinggi?” kata Munir.

Menurut dia, pembelajaran di Indonesia masih terlalu mekanik. Siswa atau mahasiswa, kata Munir, tidak belajar menggembangkan teori tetapi menggunakan teori. Seharusna, lanjut dia, ada semangat untuk meneliti dan membuat teori baru atau mengembangkan teori yang sudah ada. Ditambah lagi, penelitian sekarang ini tidak sesuai dengan problem yang dihadapi oleh publik.

Munir mengatakan seharusnya pendidikan bisa membuka ruang kreatif peserta didik. Dalam bahasa Jawa diistilahkan ‘mlethik’ dan menjadi orang yang luar biasa. Sayangnya pemerintah masih abai dengan hal tersebut. Penelitian yang memberi solusi dari problem masyarakat tidak diapresiasi dengan baik.

Dalam diskusi yang dihadiri oleh praktisi pendidikan tinggi tersebut, Munir juga mengungkapkan adanya dua masalah dalam dunia pendidikan. Pertama, pembelajaran di Indonesia masih bersifat mekanik. Anak didik tidak ubahnya seperti robot yang harus sesuai dengan aturan yang ada. Kedua, adanya ketimpangan pendidikan antardaerah di Indonesia. Khususnya untuk perguruan tinggi.

Munir mencontohkan, selama ini universitas yang menjadi rujukan untuk menempuh pendidikan tinggi masih sangat terbatas. “Seolah kota lebih punya kuasa ketimbang desa, apalagi di luar Jawa,” ujarnya. Jika ingin merata, seharusnya di pinggiran kota atau desa dibangun kampus atau universitas yang bisa menjadi rujukan. Kemudian, mengirimkan dosen-dosen muda yang masih energik dan semangat untuk mengajar. Tentu saja dengan gaji dan fasilitas yang memadai.

Selama ini, perguruan tinggi terkemuka hanya berada di beberapa daerah saja. Antara lain Jakarta, Surabaya, Yogyakarta, dan Bandung. Seharusnya kampus atau perguruan tinggi yang ada dipinggiran bisa tumbuh dan menjadi jujugan atau sasaran masyarakat.  Perguruan Tinggi nantinya ditargetkan untuk mencari orang-orang yang mau tumbuh dengan kecerdasan spiritual, sehingga mampu melahirkan teori, melaksanakan teori, dan menyantuni para pekerja.

Lebih lanjut Munir menuturkan pendidikan tinggi selayaknya harus menjadi ukuran kecerdasan spiritual, tidak hanya kecerdasan intelegensi. Ke depan dibutuhkan orang yang sedikit gila untuk melampaui zamannya. “Gagasan ke depan yang menyongsong peradaban,” imbuhnya.  Hal lain yang perlu dikritisi terhadap pembelajaran di Indonesia adalah sistem pembelajaran yang cenderung kognitif. “Bahkan evaluasinya pun kognitif, tidak afektif,” kata dia.

Kunci pendidikan, kata Munir, adalah pembelajaran. Guru dan dosen selayaknya berperan sebagai fasilitator bagi murid atau mahasiswanya. “Pendidikan bisa menjadi inkubator, ke-mlethik-an, manusia kreatif,” pungkas Munir. (awa/jpnn)

Infrastruktur CAT Siap Untuk Tes

Pendaftaran CPNS Mulai Ditutup, Ujian Siap Dijalankan

JAKARTA - Sejumlah instansi mengakhiri masa pendaftaran tes CPNS, Minggu (7/9). Tahap berikutnya adalah pelaksanaan ujian yang menggunakan sistem computer assisted test (CAT). Panitia seleksi nasional (panselnas) melaporkan infrastruktur untuk ujian online itu sudah siap digunakan.

Kepala Biro Hukum, Komunikasi, dan Informasi Publik Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) Herman Suryatman mengatakan, infrastruktur untuk CAT disiapkan banyak pihak. “Laporan dari tim IT Panselnas, peralatan untuk CAT sudah siap digunakan,” katanya di Jakarta, Minggu (7/9).

Herman mengatakan fasilitas CAT yang pertama disiapkan oleh Badan Kepegawaian Negara (BKN). “Baik yang ada di BKN kantor pusat atau yang tersebar di 12 kantor regional,” tuturnya. Khusus di kantor pusat BKN, setidaknya sudah disiapkan 100 unit komputer (client) untuk di pakai peserta ujian CPNS.

Rata-rata setiap sesi ujian berdurasi sekitar 90 menit. Dengan pekiraan diselingi istirahat selama 30 menit, dalam seharis bisa digelar hingga lima kali sesi tes CAT. Banyak sesi ujian dalam sehari ini, bisa memudahkan penjadwalan tes yang bakal diikuti ribuan pelamar.

Herman menuturkan fasilitas CAT di kantor BKN pusat maupun regional, tidak hanya dipakai untuk pelamar CPNS BKN saja. Tetapi juga dipakai untuk instansi lain. Di kantor pusat BKN misalnya, fasilitas CAT juga dipakai oleh Badan Narkotika Nasional (BNN).

Sedangkan fasilitas CAT di kantor regional BKN di daerah-daerah, bisa dipakai tes CPNS instansi provinsi, kabupaten, atau kota setempat dan sekitarnya. Kantor regional BKN itu diantaranya ada di Banjarmasin, Palembang, Jogjakarta, dan Surabaya. Setelah masa pendaftaran mulai ditutup, tinggal disusun jadwal pelaksanaan ujian.

Selain disiapkan di BKN, Herman mengatakan fasilitas CAT juga menggunakan fasilitas bekas ujian komptensi guru (UKG) di bawah koordinasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Herman mengatakan, laporan dari Kemendikbud menyebutkan fasilitas bekas UKG itu tersebar di 2.034 titik di seluruh Indonesia.

Fasilitas bekas UKG ini diantaranya bisa dipakai ujian CPNS sistem CAT di pemda yang jauh dari kantor regional BKN. Lokasinya menurut Herman cukup terjangkau. Umumnya berada di kampus-kampus PTN dan di sejumlah sekolah terpilih. Pemda yang ingin menggunakan fasilitas CAT bekas UKG diminta untuk berkoordinasi dengan Kemendikbud atau jajarannya di tingkat provinsi.

“Selain dua fasilitasn tadi, juga ada pengadaan fasilitas CAT secara mandiri oleh masing-masing instansi,” tutur Herman. Tetapi sampai kemarin dia belum mendapatkan laporan total jumlah instansi yang sudah menyiapkan fasilitas CAT secara mandiri untuk keperluan tes CPNS.

Meskipun baru tahun ini dilakukan secara menyeluruh, Herman optimis tes CPNS dengan sistem CAT berjalan lancar. Dengan sistem ini, bisa dihemat pengeluaran untuk pengadaan soal ujian berbasi lembar jawaban komputer (LJK). (wan)