Penulis Arsip: Bengkulu Ekspres

Siswa Belajar Dilantai, 4 Kelas Digabung

Potret Pendidikan di SD Negeri 07 Sindang Beliti Ulu
Foto0745

SINDANG BELITI ULU, BE - Suasana belajar mengajar di Sekolah Dasar Negeri 07 di Desa Pengambang, Kecamatan Sindang Beliti Ulu (SBU), sungguh memprihatinkan.   Selain gedung sekolah, seperti plafon yang banyak rusak dan lantai kelas yang berlubang, sekolah tersebut juga mengalami kekurangan meubeler seperti kursi dan meja.  Oleh sebab itu, proses belajar-mengajar dilakukan di lantai sekolah.
Yang lebih memprihatinkan, murid kelas 1, 2, 3, dan 4 belajar dalam satu ruangan tampa sekat dan hanya mengandalkan satu papan tulis. Demikian juga kelas 5 dan 6, belajar dalam satu ruangan yang hanya ada 6 meja dan 4 kursi di ruangan tersebut.
Sayangnya, saat wartawan ini mendatangi sekolah tersebut, kepala sekolah sedang tidak berada di tempat.  Sedangkan guru yang mengajar di sekolah itu, enggan memberikan tanggapan kepada wartawan.
Kepala Desa Pengambang, Kailani  saat ditemui di kediamannya, membenarkan kondisi tersebut.   Menurutnya, banyak sekali wali murid yang ingin memindahkan anaknya ke sekolah lain karena anak-anak mereka jarang belajar di sekolah tersebut.
“Saya juga merasa sedih dengan anak-anak yang belajar di sana. Karena mereka terpaksa belajar di lantai karena kekurangan kursi dan meja.   Harapan saya, kepala sekolah bisa merubah kondisi sekolah tersebut.  Minimal, meski sarana prasarana kekurangan, namun proses belajar mengajar harus tetap berjalan,” ungkap Kailani. (222)

Tabrak Mobil, Warga Sumbar Tewas

PADANG JAYA, BE - Kecekalaan lalu lintas (Lakalantas) terjadi di wilayah hukum Polres Bengkulu Utara (BU) pada Kamis sore (9/10) sekitar pukul 15.30 WIB. Lakalantas yang terjadi di tikungan Desa Marga Sakti Kecamatan Padang Jaya ini, menewaskan Jarwanto (29), warga Desa Silaut, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat (Sumbar).
Peristiwa itu terjadi setelah sepeda motor Yamaha V-xion nopol BA 3432 GZ yang dikendarai korban menabrak mobil box jenis L300 BG 8095 UUG bermuatan barang manisan yang dikendarai Bobi (32), warga Kabupaten Rejang Lebong (RL). Korban Jarwanto tewas dalam perjalanan menuju RSUD Argamakmur lantaran luka parah di bagian kepala serta banyak mengeluarkan darah melalui lubang telinga.
Kapolres BU AKBP A Tarmizi, SH melalui Kanit Laka, Aiptu Afandi, membenarkan adanya kejadian Lakalantas yang menewaskan satu orang korban tersebut. Dari olah TKP, kata Afandi, pengendara sepeda motor melaju dari arah Kota Arga Makmur menuju Lebong dengan kecepatan tinggi. Dari arah berlawanan meluncur mobil box yang dikendarai Bobi dengan kecepatan sedang. Diduga korban terlalu memakan jalur lawan sehingga kecelakaanpun tak terelakkan. “Kita udah cek lokasinya, barang bukti (BB) langsung kita amankan di Mapolres BU,” ujar Afandi.
Disisi lain polisi juga masih akan melakukan penyidikan, sebab sampai saat ini kejadian tersebut belum diketahui pihak keluarga korban. Sementara identitas korban berhasil diinput dari Kartu Tanda Penduduk (KTP) serta surat-surat kendaraan yang berada di dalam dompet korban. ” Kita masih berusaha mencari informasi keluarga korban, karena tidak ada satupun warga yang mengenali identitas korban,” tuturnya.
Untuk saat ini jenazah korban masih berada di ruang perawatan IGD RSUD Argamakmur dan pihak RS menunggu pihak keluarga korban. “Sudah hampir satu jam lebih jenazah korban di RS, kami juga belum bisa menghubungi pihak keluarga korban,” kata Triyanto salah seorang Satpam RSUD Argamakmur. (927)

Warga Gangguan Jiwa Dipasung karena Miskin

KOTA MANNA, BE – Anggota DPRD Bengkulu Selatan (BS), Yadera Suit ST menduga, banyaknya warga BS yang mengalami gangguan kejiwaan atau gila yang dipasung keluarga, karena mereka miskin.
“Sebenarnya, setiap keluarga tidak ada niat untuk memasung kerabatnya yang gangguan jiwa,  mereka ingin sembuh, tapi karena ekonomi miskin, terpaksa dipasung,” katanya prihatin.
Selain itu, kata Yadera, pihak keluarga tidak mempunyai biaya untuk membeli obat, sehingga tetap membiarkan kerabatnya dipasung seraya menunggu adanya uluran tangan dari pemerintah untuk dapat membantu biaya pengobatan.
Dengan adanya 8 warga BS yang sudah dievakuasi oleh tim reaksi cepat (TRC) dari Kementerian Sosial RI untuk menyembuhkan  orang yang gangguan jiwa itu beberapa waktu lalu, Yadera  pun berharap agar 8 warga BS yang saat ini masih dipasung, agar dapat juga dievakuasi.
“Kalau 8 warga sudah dievakuasi secara gratis, kami juga minta 8 warga yang masih dipasung untuk dievakuasi serta diobati secara gratis juga,” ucapnya.
Pasalnya sambung anggota DPRD BS dari daerah pemilihan dua melalui Partai Gerindra ini dengan dipasungnya anggota keluarga yang gangguan jiwa itu, telah membuat anggota keluarga yang lain menjadi repot. Tidak hanya itu mereka pun terkadang harus mengorbankan waktu untuk mengurus anggota keluarganya yang gangguan jiwa itu hingga bertahun-tahun lamanya.
“ Tidak ada yang ingin sakit dan mengalami gangguan jiwa, mereka pasti ingin seperti orang normal lainnya dan bisa menafkahi keluarga, bukan menjadi beban keluarga,” imbuh Yadera.
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi BS, Ahmad Novman Ali SE melalui Kasi Rehabilitasi dan Sosial, Agus Suharto SIP  menyebutkan,  ke-8 warga yang masih dipasung. Itu lantaran belum sempat dievakuasi oleh TRC. Sebab obat yang tersedia hanya baru untuk 8 orang.
“Delapan orang pertama sedang dirawat di Rumah Sakit Jiwa Bengkulu, dan 8 yang masih dipasung segera kami usulkan untuk ikut dievakuasi secara gratis ke TRC dan Dinas Sosial Provinsi,” terang Agus. (369)

Pacaran di Kantor Bupati Kepahiang, Pemuda ditangkap

tsk saat diamankan petugas
KEPAHIANG, BE – Do (18), warga Kelurahan Dusun Kepahiang, Kabupaten Kepahiang, harus berurusan dengan pihak kepolisian. Ini lantaran pemuda putus sekolah ini didapati tengah membawa satu linting ganja siap konsumsi saat berpacaran dengan sang pacarnya Zi (18), warga Desa Kampung Bogor, Kepahiang di komplek perkantoran Pemkab Kepahiang, persisnya di tribun depan kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kepahiang.
Data terhimpun, penangkapan pemuda ini berawal dari pelaksanaan razia gabungan yang dilakukan oleh pihak Polres Kepahiang, Rabu (8/10) malam, sekitar pukul 20.30 WIB.
Tim razia curiga dengan gelagat tsk yang tampak linglung dengan kedatangan petugas. Petugas lantas menggeledah tubuh korban dan didapatilah selinting ganja yang disimpan di dalam kotak rokok.
“Tsk tampak linglung seperti orang mabuk saat menjawab pertanyaan anggota kita. Curiga dengan kondisi itu tsk langsung kita geledah, sehingga akhirnya kita menemukan satu linting ganja yang disimpan dalam kotak rokok milik tsk,” ungkap Kapolres Kepahiang, AKBP Sudarno SSos MH melalui Kabag Ops, AKP Rudy S SH didampingi Kasat Res Narkoba, Iptu David Tampubolon, kemarin.
Dikatakannya, pada awalnya pihaknya tidak curiga dengan gelagat tsk dengan pacarnya ini lantaran sang pacar tsk menggunakan hijab saat berpacaran.
“Tsk bersama pacarnya langsung kita gelandang ke Mapolres. Saat di Mapolres awalnya tsk tidak mengaku dirinya mengkonsumsi ganja tersebut,” jelas David.
Menurutnya, tidak berhenti sampai disitu, rumah tsk pun langsung digeledah untuk mencari barang bukti (BB) tambahan terkait penemuan lintingan ganja ini. “Setelah kita lakukan penggeledahan terhadap rumah korban dan akhirnya kita menemukan 2 puntung ganja dalam asbak beserta kertas papir di kamar tsk,” tambah David.
Sementara itu, tsk mengaku ganja tersebut diperoleh saat dirinya meminta rokok kepada rekannya di Desa Permu, Kepahiang. Oleh temannya tersebut tsk diberikan satu kotak rokok penuh. “Tsk meminta rokok kepada temannya di Desa Permu, kemudian saat tsk hendak mengembalikan, rekannya itu mengatakan “ambil saja”
kepada tsk. Tsk yang mengaku tidak tahu, langsung membawa kotak rokok dari rekannya dan langsung pergi bersama pacarnya ke TKP,” ujar David.
Dalam penangkapan itu, selain mengamankan tsk, petugas  juga mengamankan barang bukti (BB) berupa 1 unit motor Suzuki FU Nopol BD 6936 GD, selinting ganja, 2 puntung bekas konsumsi ganja dan papir. “Tsk juga telah dilakukan tes urine namun hasilnya belum keluar. Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, tsk kita jerat Pasal 111 dan 127 ayat (1) UU 35 2009 tentang Narkotika dengan ancaman minimal 4 tahun penjara dan dendan maksima Rp 800 Juta,” tandas David.(505)

Gudang Indomarco Terbakar

KEBAKARAN Warga dan petugas pemadam kebakaran saat berusaha memadamkan api kemarin (910 (2)
BINTUHAN,BE- Sebuah gudang PT Indomarco,  terletak di Jalan Raya Desa Suka Bandung, Kecamatan Kaur Selatan, terbakar. Akibatnya, gudang  berisi mie instan dan makanan lainnya di dalam gudang ludes dilalap si jago merah, kemarin (9/10). “Tidak tahu sebabnya, waktu saya lihat lihat api sudah besar di dalam gudang itu,” ujar Saipul (55) warga sekitar Desa Suka Bandung, kemarin
Gudang indomarco disewa dari H  Sirat Padel, ini membuat warga sekitar gempar terjadi sekitar pukul 17.45 WIB. Pasalnya tiba-tiba api membumbung tinggi dan tidak bisa dipadamkan, penyebabnya diduga lantaran konsleting listrik. Saat listrik mengalami pemadaman,  pegawai gudang menyalakan jenset. Diduga terjadi konsleting, api melalap gudang  berukuran tidak kurang dari 8×12 meter tersebut.
“Waktu sebelum kejadian itu kami sedang dibelakang, kami baru tahu  saat jingset mati. Kami lihat ke depan api sudah besar,” cerita Ren (24) salah satu karyawan indomarco kepada BE kemarin.
Akibat peristiwa itu seluruh barang indomarco sebagaian besar mie instan, deterjen gosong terbakar dan hanya sebagaian  bisa diselamatkan. Setelah mobil pemsdam kebakaran tiba di lokasi beberapa menit setelah kejadian.
“Penyebabnya mungkin karena konsleting listrik dari jengset, soalnya PLN dari tadi sore mati hidup mati hidup. Kalau dari gas atau bekas pontong roko tidak ada,” paparnya.
Lanjutnya, pada saat sebelum kejadian ada 4 karyawan yang berkerja di gudang tersebut yakni Robi (25) Dika (25), joni (23) dan dirinya, saat api mulai melalap gudang merka sedang berkemas-kemas untuk menutup gudang, dan tidak mengetahui sumber api awal. “Sumbernya dari dekat mesin, yang diletakkan di depan teras gudang. Waktu itu bahan disitu semu mudah terbakar seperti kardus dan lain sebagainya,” terangnya.

Warga Sekitar Panik
Dilain sisi, warga mendapati api sulit dijinakkan itu, sejumlah warga langsung panik dan berupaya melakukan bantuan pemadaman. Kepanikan dapat dilihat disejumlah rumah  berdekatan dengan lokasi kebakaran. Selain warga mulai berkemas menyelamatkan barang, juga warga terlihat saling membantu melakukan pemadaman.
“Alhamdulillah tidak merambat dan saat ini sudah padam. Api itu cepat besar karena sebagian isi gudang berbahan kardus” ujar Indara (32) warga sekitar.
Pemadaman dilakukan dengan menyiram api menggunakan air, sebagian warga bergontong royong mengangkut air. Serta sebagian memilih mencari pralon dan menghubungkan dengan mesin air warga sekitar. Terlihat meski panik warga masih kompak bergontong royong. “Kami sangat menyangkan minimnya mobil kebakaran,  waktu kejaian itu damkar itu bolak balik isi air,” ujarnya.
Sementara itu, terlihat kondisi kebakaran  terjadi kemarin sore. Mobil pemadam kebakaran milik Pemkab Kaur jauh dari cukup. Dengan hanya mengandalkan satu unit sangat lamban melakukan pemadaman.
“Kami harapkan pemkab menambah lagi mobil Pemadam Kebakaran (PMK), biar kalau ada kebakaran cepat diatasi” harapnya.
Terkiat hal ini Kepala BPBD Kaur Drs Yusirwan MM membenarkan terjadinya kekurangan mobil PMK itu, pihaknya sendiri sudah mengusulkan hal itu ke Pemkab Kaur. Namun sayang hingga saat ini belum ada respon dilakukan penambahan.  “Penambahan mobil kebakaran ini sudah berapa kali kita usulkan, tapi hingga saat ini belum ada tangapan. Kita minta kepada warga agar lebih berhati-hati lagi saat mengunakan listrik dan lainnya. Jangan sampai menjadi korban,” imbaunya.(618)

Dibacok Perampok, Toke Nyaris Tewas

P1000897
BENTENG, BE - Aksi perampokan sadis terjadi di Desa Plajau Kecamatan Karang Tinggi, Kabupaten Bengkulu Tengah (Benteng). Kali ini menimpa seorang toke bernama, Ujang Abadi (50), warga Desa Rajak Besi, Merigi Sakti. Akibatnya, sepeda motor Yamaha Vixion warna putih bernopol BD 4775 CA milik korban berhasil disikat oleh pelaku yang berjumlah 3 orang dengan mengunakan sepeda motor Yamaha Vixion warna merah.
Selain itu, korban juga menderita sebanyak 8 luka bacok di beberapa bagian tubuhnya. Diantaranya di kedua tangan, kepala dan badannya. Bahkan, tangan sebelah kiri korban nyaris putus, akibat ditebas senjata tajam (sajam) pelaku. Hingga saat ini, korban masih menjalani perawatan intensif di RSUD M Yunus Bengkulu. Peristiwa perampokan itu, terjadi sekitar pukul 9.00 WIB, di dekat tebing perbatasan Desa Plajau dan Renah Lebar Kecamatan Karang Tinggi.
“Sempat terjadi perlawanan dari korban. Namun, dikarenakan jumlah pelaku yang lebih banyak, sehingga kalah,” ujar saksi mata, Sukito di TKP (Tempat Kejadian Pekara), kemarin.
Sukito yang merupakan warga setempat menjelaskan, kronologis kejadian berawal dari korban yang baru saja menyetorkan uang di Bank BRI Cabang Karang Tinggi. Diperkirakan, ketiga pelaku dengan satu motor itu telah mengintai korban sejak keluar dari dalam bank. Kemudian, ketika korban akan pulang ke desanya, langsung diikuti oleh ketiga pelaku tersebut. Setelah mendapatkan lokasi yang pas, barulah ketiga pelaku memberhentikan sepeda motor korban dan langsung menghantam dengan sajam jenis golok.
Dalam kondisi bersimbah darah itu, korbanpun berupaya untuk melakukan perlawanan. Namun, karena tidak berimbang, korbanpun terkapar.
Sukito yang akan pergi ke sekolah, melihat korban di pinggir jalan dengan kondisi bersimbah darah. Melihat hal itu, korban langsung melaporkan ke Kades, Polsek dan Camat. Selain itu, juga langsung melarikan korban ke RSUD M Yunus Bengkulu. “Setelah merampok motor korban, ketiga pelaku dengan 2 motor itu, kabur kembali ke arah Kecamatan Karang Tinggi,” ujar Sukito.
Sementara itu, Kapolres Bengkulu Utara, AKBP Ahmad Tarmizi, SH melalui Kapolsek Karang Tinggi, AKP Rufaicen, SH, ketika dikonfimasi membenarkan telah menerima laporan pencurian dengan kekerasan (curas) tersebut. Saat ini,  polisi tengah berupaya maksimal melakukan pengejaran terhadap ketiga pelaku tersebut. “Kita sudah melakukan serangkaian olah TKP di tempat kejadian,” kata Kapolsek.
Diterangkan Kapolsek, berdasarkan data dan keterangan yang dihimpun di lapangan, ciri – ciri pelaku berparas agak tua dan berpostur badan tinggi serta tegap. Rambut pendek dan mengenakan baju     hitam dan celana jeans biru laut. Ada juga mengunakan baju kaos oblong warna putih dan satu lagi mengunakan topi. “Pelaku ini, ketika akan kabur hampir menabrak kendaraan warga yang sedang melintas,” ujar Kapolsek.
Terpisah, Camat Karang Tinggi, Ismail Bakaria SPd mempredeksi, pelaku perampokan sudah profesional. Hal itu, jika dilihat dalam aksinya dilapangan, begitu cepat dan tepat sasaran. Pelaku menduga korban membawa uang tunai, karena baru keluar dari bank. Ditambah pula, pada saat itu korban membawa tas besar.  Sehingga, menambah keyakinan pelaku bahwa korban sedang membawa uang tunai. “Saya yakin, pelaku ini komplotan yang sering beraksi di Plajau dan profesional dalam menjalankan aksinya,” duga Ismail.
Ia menambahkan, pelaku juga mengetahui persis tebing dan tikungan di TKP itu dalam kondisi sepi. Sehingga, mempermudah bagi kawanan pelaku untuk menjalankan aksinya. Apalagi TKP ini terdapat jalan yang rusak.
Di sisi lain, peristiwa perampokan dan pembunuhan sudah terjadi 3 kali di Desa Plajau tersebut. Seperti kasus pembunuhan seorang perempuan, perampokan kalung emas dan perampokan sepeda motor ini menjadi catatan bagi kepolisian, khususnya Polsek karang Tinggi agar dapat mempercepat membekuk pelaku. “Harapan kita, polisi dapat membekuk pelaku kejahatan yang kerap beraksi diwilayah Desa Plajau ini,” harap Ismail.

Masih Dirawat
Sementara itu, dari pantauan BE di RSUD M Yunus Bengkulu, siang kemarin, korban masih terbaring lemah di ruang tindakan RSMY dengan luka bacok di dada sebelah kanan, luka sabetan sajam di bagian tangan dan kaki, serta luka lebam. Bahkan di bagian dada korban akibat ditujah, terlihat masih mengeluarkan darah.
Meski mengalami luka bacok yang cukup banyak, korban masih bisa bercerita mengenai perampokan yang menimpa dirinya tersebut. Dijelaskan korban, peristiwa tersebut terjadi sekira pukul 09.00 WIB, Kamis (9/10) kemarin. Saat itu, dirinya usai menyetorkan sejumlah uang ke Bank BRI Cabang Karang Tinggi. Namun, saat hendak pulang ke rumahnya, di perjalanan korban diikuti oleh 3 orang yang berboncengan dengan menggunakan sebuah sepeda motor. Saat berada di tempat yang sepi, pelaku pun semakin kencang megejar korban. “Saya sudah diikuti sejak kurang lebih 3 KM, saat berada di tanjakan dengan kondisi jalan yang buruk, motor itu memepet saya hingga saya terjatu,” ungkap korban, dengan lemah.
Lebih lanjut bapak empat anak tersebut menceritakan, saat dirinya terjatuh ke jalan, ketiga orang tersebut langsung mengahajarnya. “Saya melihat hanya satu orang yang membawa pisau, dialah yang ngapak (membacok) saya. Setelah itu, mereka langsung membawa kabur motor saya,” katanya.
Sementara itu, Bes, anak korban, mengatakan, pihaknya sudah melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Karang Tingggi, Bengkulu Tengah dan berharap pelaku bisa segera ditemukan. “Saya bverharap pelaku segera ditemukan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya,” harapnya.(111/135)

Transhipment Belum Pasti

BENGKULU, BE – Upaya Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu untuk melegalkan kembali aktivitas transhipment (bongkar muat) batu bara di perairan Pulau Tikus, tampaknya masih panjang. Pasalnya, hingga saat ini tim kajian  transhipment belum menerima rekomendasi secara tertulis dari anggota tim, seperti dari Polda, Kantor Kesyahbandaran Otoritas Pelabuhan (KSOP) Cabang Bengkulu, Lanal, Polda, Badan Lingkungan Hidup, Balitbang, Bappeda, Dishubkominfo dan lainnya. Selain itu, untuk pelegalan sendiri tidak cukup gampang, karena harus juga mendapat restu dari Kemenhub RI.
“Kita belum tahu pasti dilegalkan atau tidak, sejauh ini kita juga belum mendapatkan kajian atau usulan tertulis dari semua anggota,” ujar Ketua Tim Kajian Transhipment, Ir H Edy Waluyo SH MM dikonfirmasi BE, kemarin.
Sejauh ini, lanjut  Asisten II Pemprov ini, baru ada 3 anggota tim yang sudah menyampaikan pandangannya secara tertulis, yakni dari Polda, Lanal dan KSOP.  Ditargetkan Edi, semua kajian tertulis tersebut sudah akan terkumpul minggu depan.
“Kita kasih waktu paling lambat Senin depan, semua anggota sudah mengumpulkan kajian tertuisnya yang ditandatangani langsung oleh instansi yang bersangkutan,” paparnya.
Pun begitu, pria yang juga menjabat Ketua IKJT ini mengatakan dengan tidak bisa keluar-masuknya kapal-kapal besar di Pelabuhan Pulau Baai Bengkulu, bisa saja perairan Pulau Tikus dijadikan lokasi transhipment sementara. Ini sembari menunggu pihak Pelindo memperbaiki pelayanan dengan cara memperdalam alur dan kolam pelabuhan. Karena saat ini kapal bermuatan 60 gross ton tak bisa melakukan pengapalan emas hitam di kolam yang ada.
“Semuanya tergantung dengan rekomendasi semua anggota tim. Yang jelas kita berharap, pelabuhan Pulau Baai ini bisa dioptimalisasi lagi, sehingga untuk melakukan bongkar muat tidak harus ke provinsi tetangga,” pungkasnya. (609)

Pembekuan Titik Parkir Bertambah

BENGKULU, BE – Tampaknya Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kota Bengkulu kurang jeli dalam membaca potensi titik parkir yang dapat menghasilkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Hal ini tampak dari pembekuan kembali sejumlah titik parkir.
Diakui Kepala Dishubkominfo Kota Bengkulu, Selupati SH, didampingi Kasi Sarana dan Prasarana Jalur Angkutan Darat, Firdaus MZ, pembekuan diberlakukan kembali pada sejumlah ruas jalan.  Diantaranya di Jalan Danau Danau dan Jalan Meranti.
“Ada belasan titik yang kita bekukan. Pembekuan ini seiring dengan tidak tercapainya target di titik tersebut.  Disamping itu ada pengajuan keberatan yang disampaikan oleh pemilik lahan. Kasarnya kita diusir,” kata Firdaus, kemarin.
Firdaus menjelaskan, disamping membekukan sejumlah titik parkir, pihaknya juga akan mencabut sekitar 30 Surat Perintah Tugas (SPT) yang saat ini dinilai bermasalah. Sebab, juru parkir yang memegang 30 SPT tersebut masih menunggak setoran retribusi parkir selama lebih dari 3 bulan.
“Kita sudah menyiapkan tim untuk melakukan eksekusi bagi yang tidak menyetor. SPT-nya akan kami cabut karena mereka dinilai tidak bisa menjalankan tugasnya dengan baik,” sampainya.
Hingga September 2014, realisasi PAD dari retribusi parkir baru mencapai Rp 2,1 miliar. Sementara target retribusi parkir ditetapkan sebesar Rp 3,5 miliar. Sehingga Dishubkominfo Kota Bengkulu masih harus mengumpulkan sebesar Rp 1,4 miliar lagi dalam 3 bulan tersisa.  “Kita optimis sebelum tutup anggaran kita bisa mencapai target yang ditentukan,” sampai Firdaus.
Dalam menghadapi tunggakan setoran juru parkir, lanjut Firdaus, pihaknya menyiapkan 2 langkah persuasif, yakni memberikan sanksi denda dan pernyataan tertulis kesediaan untuk melunasi tunggakan. Bila upaya persuasif tersebut dinilai tidak memadai, pihaknya menyiapkan langkah pemberhentian hingga sanksi pidana.
“Meski nanti akan ada yang kita berhentikan, tapi mereka tetap harus menyetorkan piutang. Kalau PAD tidak disetorkan artinya kan tindak pidana. Kalau memang ada yang wajib membayar tapi tidak melakukan penyetoran, maka kita serahkan kepada pihak kepolisian. Atau nanti malah kami yang dituduh menggelapkan PAD,” demikian Firdaus. (009)

Ahli Waris Ancam Segel dengan Las dan Besi

1.RIO-SISWA SDN 62 SAKSIKAN SEKOLAH MEREKA DI SEGEL KEMBALI OLEH AHLI WARIS-- (1)

BENGKULU, BE – Laporan tim hukum Pemerintah Kota ke Pengadilan Negeri (PN) Bengkulu terkait sengketa lahan SDN 62 direspon dingin oleh para pihak yang mengaku sebagai ahli waris lahan tersebut.  Bahkan, para ahli waris mengancam akan melakukan penyegelan kembali dengan menggunakan las dan besi. Hal ini disampaikan oleh kuasa hukum para ahli waris, Yuliswan SH MH, kemarin.
“Kami sudah ingatkan pemerintah untuk mencari gedung lain saja. Jangan segel kami pasang terus dibuka, segel lagi buka lagi. Dalam waktu dekat ini kita akan segel pakai las. Kiri kanan akan kami pasang besi bulat berisi dan direkatkan dengan semen pada 6 bagian. Di ujung-ujungnya akan kita kasih rantai. Rantai itu pun kita las. Kemudian kita akan menyewa orang untuk melakukan penjagaan 24 jam di sana,” katanya.
Ia menjelaskan, pihaknya menyambut baik laporan yang disampaikan tim hukum Pemerintah Kota ke PN Bengkulu. Namun, ia mengaku belum mendalami apa esensi laporan tersebut.
“Kami menyambut baik laporan tersebut, karena pihak Pemerintah Kota kan membutuhkan kepastian hukum. Namun kami belum mengetahui secara persis apa gugatan mereka itu. Berdasarkan informasi yang kami terima, mereka ingin membatalkan sertifikat kami.  Kalau benar itu, maka kami akan siapkan langkah-langkah hukum yang diperlukan,” ujarnya.
Yuliswan mengatakan, pihaknya saat ini menanti adanya pemanggilan dari DPRD Kota Bengkulu. Menurutnya, sebagai warga kota, pihaknya berhak mendapatkan pembelaan dari para wakil rakyat.
“Sementara saat ini kami juga terus mengamati perkembangan di DPRD Kota Bengkulu. Kami siap membeberkan semua bukti yang kami miliki di hadapan anggota dewan dan semua pihak yang memiliki irisan dalam sengketa ini seperti komite sekolah,” paparnya.
Sementara Wakil Ketua I DPRD Kota Bengkulu, Yudi Darmawansyah SSos, menegaskan, pihak dewan mengimbau kepada ahli waris untuk tidak melakukan penyegelan kembali. Menurutnya, sengketa ini tidak perlu sampai mengorbankan pendidikan anak bangsa.
“Kita siap menganggarkan dalam APBD berapa pun biaya ganti rugi yang harus dibayar, tapi proses hukumnya harus pasti. Selama proses ini masih dikerjakan, janganlah anak bangsa dikorbankan. Biarkan mereka tetap sekolah dengan tenang,” sampai Yudi.
Yudi menjelaskan, dewan akan melakukan pemanggilan terhadap pihak-pihak yang terkait dengan permasalahan ini. Hanya saja, mekanisme pertemuan sepenuhnya akan diserahkan kepada Komisi III DPRD Kota Bengkulu.
Sebelumnya, Kepala Bidang Hukum Setda Kota, Zohri Kusnadi SH,  telah mendaftarkan guguatan resmi ke PN Bengkulu yang meminta kepada majelis hakim untuk membatalkan sertifikat para ahli waris lahan SDN 62 Kota Bengkulu. Dengan adanya gugatan ini, Pemerintah Kota berharap memperoleh kepastian hukum untuk melakukan pembayaran ganti rugi atau tidak sesuai dengan keputusan PN Bengkulu. (009)

Tes CPNS Ditarget Sebulan

BENGKULU, BE - Dengan peserta mencapai 25 ribu orang dan Unib hanya menyediakan 100 unit komputer, tes CPNS untuk Pemerintah Provinsi Bengkulu bersama dengan 6 kabupaten diprediksi selama sebulan.  Ini jika tes dilaksanakan selama 7 hari dalam seminggu.  Namun, jika pelaksanaan hanya selama 6 hari kerja, waktu yang dibutuhkan untuk tes CPNS bisa mencapai 2 bulan.
“Untuk pelaksanaannya nanti akan disusun oleh pusat, karena kita hanya menyediakan tempat,” ujar Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Bengkulu Tarmizi BSc SSos, kemarin.
Disampaikan Tarmizi, meskipun tes berlangsung cukup lama, para peserta tidak perlu khawatir terjadinya kebocoran soal. Pasalnnya, server yang disediakan Panselnas memuat banyak dan beragam jenis soal.  Dimana, setiap peserta akan mendapatkan soal secara acak.  “Kalau mempercayai bocoran soal, bisa rugi sendiri,” imbuh Tarmizi.
Terkait seringnya pemadaman listrik, Tarmizi mengungkap para peserta juga tak perlu cemas. Sebab server juga akan langsung menyimpan jawaban para peserta secara otomatis.  Sehingga, saat komputer dihidupkan kembali, jawaban peserta tidak akan hilang dan akan kembali muncul ke layar soal.
“Pihak Unib juga kami minta untuk menyediakan genset sebagai salah satu langkah antisipatif jika pemadaman listrik berlangsung lama,” terangnya.

Digelar 20 Oktober
Untuk jadwal tes, Tarmizi mengungkapkan, tes CPNS Pemerintah Provinsi Bengkulu bersama 6 daerah Kabupaten akan dilakukan serentak pada 20 Oktober mendatang. Jadwal ini sebelumnya memang mendapatkan penolakan dari Badan Kepegawaian Negara (BKN) Kanreg 7 Palembang dengan alasan Bengkulu kekurangan tenaga IT.  Namun, pihak BKN akhirnya siap untuk memperbantukan tenaga dari Palembang untuk mengatasi masalah ini.
“Dengan telah ditetapkannya waktu dan tempat ini tidak ada hambatan lagi, apalagi saat ini juga tinggal menunggu waktu-nya, karena seluruh kelengkapan sudah dipersiapkan oleh pihak Unib,” demikian Tarmizi. (609)