Penulis Arsip: Bengkulu Ekspres

Tes CPNS Molor Hingga September

JAKARTA – Tes CPNS yang digadang-gadang dilaksanakan Agustus mendatang bakal tidak terealisasi. Menyusul dengan belum dimulainya pengumuman dan pendaftaran CPNS yang harusnya dimulai pekan ketiga dan keempat Juli ini.

“Seleksi CPNS molor ke Agustus-September. Ini karena seluruh instansi belum memasukkan rincian formasi sehingga belum ditetapkan MenPAN-RB,” kata Karo Hukum, Komunikasi Informasi Publik (HKIP) Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB) Herman Suryatman, Selasa (15/7).

Jadwal Agustus-September ini juga menurut Herman akan bergeser lagi bila rincian formasinya belum dimasukkan semua oleh instansi yang menerima formasi CPNS 2014.
Sebab, bagi instansi yang akan melaksanakan tes CPNS harus memasukkan rincian formasi dan ditetapkan MenPAN-RB Azwar Abubakar.

“KemenPAN-RB sudah memberikan deadline sampai 24 Juli. Kalau seluruh instansi pusat dan daerah tepat waktu, jadwal Agustus-September itu bisa teralisasi. Bila tidak, jadwal bergeser lagi,” terangnya.

Diapun mengimbau seluruh instansi secepatnya memasukkan rincian formasi dan jabatan agar jadwalnya tidak molor lagi. Apalagi seluruh pelamar sudah menunggu-nunggu pengumuman dan pendaftaran CPNS. (esy/jpnn)

Stres Bisa Memicu Nafsu Makan Berlebihan

BANYAK orang mengalami kelebihan berat badan akibat makan yang tidak terkontrol dan berlebihan, salah satu faktor yang paling sering jadi penyebabnya adalah akibat stres. Hal ini karena dipercaya bisa membuat suasana hati menjadi lebih baik.

Emotional eating terjadi ketika seseorang menggunakan makanan untuk menenangkan emosinya, biasanya terjadi saat mengalami kelelahan di tempat kerja, berseteru dengan pasangan atau stres akibat tekanan keluarga.

Stress ini juga dapat memicu hormon kecemasan yang mengakibatkan anda mencari penghiburan diri pada makanan manis, gurih bahkan pahit sekalipun.

“Hasil penelitian kami dapat menyediakan mekanisme molekuler untuk membantu menjelaskan mengapa beberapa orang makan lebih banyak makanan manis ketika mereka mengalami stres yang intens,” kata peneliti Dr. Rockwell Parker, seperti dilansir laman Daily Mail, Senin (14/7).

Ia percaya bahwa hormon glukokortikoid (hormon steroid yang memberikan pengaruh terhadap metabolisme nutrisi) memengaruhi langsung pada sel-sel reseptor rasa ketika seseorang stres dan mempengaruhi bagaimana mereka menanggapi gula dan makanan tertentu lainnya.

Glukokortikoid mempengaruhi tubuh dengan mengaktifkan reseptor khusus di dalam sel.

“Reseptor rasa yang ada dalam usus dan pankreas mungkin juga dipengaruhi oleh stres, karena jika anda sedang stress maka hal ini akan mempengaruh metabolisme gula dan nutrisi lain yang tentunya akan meningkatkan nafsu makan anda,” kata neurobiologi molekuler, Dr. Robert Margolskee.(fny/jpnn)

Bye Brasil, Welcome Rusia

RIO DE JANEIRO - Hingar-bingar Piala Dunia (PD) 2014 resmi berakhir paska Jerman mengatasi perlawanan Argentina 1-0 lewat babak perpanjangan waktu pada final di Estadio Maracana, Senin (14/7) pagi WIB. Apakah ketidakberuntungan Brasil, baik secara prestasi maupun sebagai penyelenggara menular ke Rusia sebagai tuan rumah PD 2018?

Ya, Adios Brasil, B????? B?? C???? Rusia atau selamat tinggal Brasil dan sampai jumpa lagi Rusia. Mungkin kata-kata itulah yang paling cocok diucapkan oleh segenap pecinta sepakbola dunia. Usai PD Brasil 2014, mereka masih harus menunggu empat tahun lagi di Rusia untuk menyaksikan aksi pemain-pemain terbaik sejagad bertarung berebut trofi Jules Rimet milik FIFA.

Dan sebagai simbol pengambilalihan tongkat estafet penyelenggara turnamen ini. Dalam final PD 2014 di Estadio Maracana, Presiden Brasil, Dilma Rousseff melakukan jabat tangan dengan Presiden Federasi Rusia, Vladimir Putin yang juga disaksikan oleh Presiden FIFA, Joseph Blatter.

”Brasil amat bangga, setelah sekali lagi mampu menyelenggarakan pesta sepakbola terbesar di dunia. Dalam 30 hari terakhir, seluruh dunia seakan terkoneksi dengan kami. Semua merayakan gol dengan luapan emosi bersama penonton di 12 kota penyelenggara dan membuat ajang ini menjadi Piala Dunia,” beber Dilma Rousseff seperti dilansir situs resmi FIFA.

”Saya yakin setiap orang yang datang ke Brasil, seperti turis dan delegasi internasional. Mereka akan membawa pulang memori keramahan dan kesenangan dari sini. Begitu juga kami orang Brasil yang punya banyak kenangan tak terlupakan. Saya harap, masyarakat Rusia akan sukses menyelenggarakan Piala Dunia 2018 nanti,” kata Rousseff menambahkan.

Bisa dibilang, harapan itu harus tertanam betul di setiap warga Rusia. Pasalnya, Brasil sudah di cap mengalami ketidakberutungan selama gelaran PD 2014. Baik dari segi kontroversi sosial di masyarakat, pemasukan devisa, komersial, hingga prestasi pasukan Luiz Felipe Scolari yang dihentikan secara memalukan oleh Jerman di semifinal. Lalu bagaimana tanggapan sang tuan rumah event ini berikutnya?

”Saya ingin memberi selamat kepada Presiden Rousseff soal bagaimana Piala Dunia ini telah begitu terorganisir. Sepakbola akan memecahkan masalah sosial. Tugas kami adalah mengkreasi kondisi sebaik mungkin bagi pelatih, pemain, para ahli dan fans. Saya juga berterima kasih kepada Presiden Blatter dan FIFA atas memberi kehormatan kepada kami jadi tuan rumah. Kami akan berusaha semaksimal mungkin untuk menyelenggarakan turnamen ini di level tertinggi,” koar Vladimir Putin.

Rusia akan langsung menggelar acara bertema Piala Dunia 2018 perdana dengan sebuah event di Saint Petersburg, Juli tahun depan. Yakni ketika FIFA akan melangsungkan undian awal (preliminary draw). Lalu apa yang dikatakan Presiden FIFA atas evaluasinya di Brasil 2014 dan kedepannya di Rusia 2018? Joseph Blatter pun tersenyum paska memberi dua buah bola resmi event ini kepada Rousseff dan Putin.

”Piala Dunia Brasil punya pesan spesial untuk di berikan. Sebuah kebersamaan dan menyatukan semua orang, kedamaian dan anti-diskriminasi. Kami telah menikmati Piala Dunia yang sukses dan mendapat warisan dari negara ini (Brasil). Di saat bersamaan, bakal ada tanggung jawab bagi negara tuan rumah selanjutnya. Dan saya yakin Rusia akan menuntaskan tanggung jawabnya. Selain juga memberi kami keindahan Piala Dunia untuk diingat pada 2018,” tutur Blatter. (sbn)

Olla Ramlan Ketar-ketir Lewati Kehamilan

ARTIS cantik Olla Ramlan tengah berbadan dua. Tak heran, belakangan ini dirinya terlihat jarang wara-wiri di layar kaca. Istri dari pengusaha muda Aufar Hutapea ini mengaku sengaja bed rest untuk menjaga janin yang ada dalam kandungannya.

’’Alhmdulillah, berkah ramadan juga,’’ kata Olla seperti yang dilansir INDOPOS (Grup JPNN.com), Selasa (15/7). Olla belum mau menjelaskan berapa usia kehamilannya, karena takut pamali.

Postur tubuh bintang film Suami-Suami Takut Istri The Movie tersebut memang berbeda. Dia terlihat lebih subur dari hari-hari biasanya. Perutnya pun sudah terlihat buncit.
’’Pastinya nambah berat badan karena sudah beberapa bulan,’’ ujar pemilik nama lengkap Febiolla Ramlan itu.

Diakui bintang sinetron Nada Cinta itu, masa kehamilan keduanya ini berbeda jika dibandingkan saat dirinya mengandung Sean Michale Alexander, buah hatinya dari pernikahan pertamanya dengan Alex Tian.

Olla mengaku, sering mengalami morning sick berlebihan. ’’Kegiatan sudah saya kurangi. Ya itu saja yang sangat dijaga, soalnya kan kehamilan orang beda-beda. Ada yang baik-baik saja lancar dan ada yang mual banget. Saya dapatnya yang mual banget,’’ cerita pelantun tembang Sakit Hati itu.

Meski begitu, dirinya tetap enjoy dengan kehamilan keduanya itu. ’’Saya bedrest total, izin syuting, soalnya mual muntahnya benar-benar luar biasa,’’ paparnya.

Melihat kondisi kesehatan sang istri, Olla mengaku suaminya, Aufar jadi lebih protektif. Sang suami juga selalu siap 24 jam untuk memenuhi semua keinginan Olla saat ngidam.

’’Ngidam macam-macam suami langsung ngasih, kecuali kambing,’’ terang Olla. (ash)

Melanie Putria Menangis Saat Menyapih Anak

105846_935928_melanie_putriaBAGI Melanie Putria, menyusui buah hatinya dengan ASI ekslusif sangat menyenangkan. Sampai tak terasa, dirinya memberi ASI hingga Sheemar Rahman Puradiredja berusia 3 tahun.

’’Kebayang 3 tahun. Dari nol bulan benar-benar bonding (menyatu) banget dengan aku. Cuma alhamdulillah menyapih anak saat usia 3 tahun lebih mudah, karena dia sudah ngerti,’’ ujar Melanie seperti yang dilansir INDOPOS (Grup JPNN.com), Selasa (15/7).

Menurut Melanie, ketika memberikan penjelasan, lebih mudah. ’’Sheemar sudah bisa diberi tahu kalau dia sudah nggak pantas nenen. Kalau mau susu, lebih baik pakai gelas,’’ imbuhnya.

Dirinya mengaku bukan perkara mudah saat menyapih putra semata wayangnya itu. ’’Alhamdulillah hanya 1 hari saja (rewelnya). Biasanya kalau malam minta nenen, nah itu malam drama. Aku lewati malam itu, besoknya sudah aman,’’ tambah istri vokalis Maliq and D’Essentials, Angga Puradiredja ini.

Dia pun mengaku harus menekan rasa sedihnya dan harus berpura-pura tegas dengan keputusannya itu. Meski diakuinya, melihat wajah memelas sang putra membuatnya berurai air mata. (ash)

Presiden FIFA Kaget Messi Jadi Pemain Terbaik

RIO DE JANEIRO - Kian banyak saja pihak yang mempertanyakan gelar pemain terbaik Piala Dunia 2014 yang direbut Lionel Messi. Setelah Diego Maradona, Presiden FIFA, Sepp Blatter juga tak sependapat dengan keputusan itu.

Blatter tak bisa menyembunyikan kekagetannya ketika Messi naik mimbar guna menerima Golden Ball sebagai simbol pemain terbaik pesta sepakbola empat tahunan itu. Padahal, awalnya publik memprediksi gelar itu akan jatuh ke pelukan Arjen Robben, Thomas Muller atau Toni Kroos.

“Saya kaget ketika melihat Messi yang naik ke mimbar untuk menerima gelar sebagai pemain terbaik di kompetisi,” terang Blatter sebagaimana dilansir laman Sky Sport, Senin (14/7).

Namun, Blatter juga tak bisa berbuat apa-apa. Pasalnya, pemilihan pemain terbaik dilakukan oleh tim bentukan FIFA serta media-media internasional.

“Jika Anda membandingkan awal turnamen dan kenapa Argentina bisa melaju ke final, itu bisa menjadi salah satu hal yang menentukan. Saya pikir keputusan yang diambil berdasarkan dari catatan itu,” tegas Blatter.(jos/jpnn)

Usut Master Plan, 3 Pejabat Diperiksa

4
BENGKULU, BE – Kejaksaan Negeri (Kejari) Bengkulu terus menggeber pengusutan kasus dugaan korupsi proyek master plan kawasan komersil Kota Bengkulu. Kejari Bengkul melakukan pemeriksaan terhadap Direktur CV Arsindo, Hari Mukti, kemarin.

Tak hanya itu, salah seorang staff CV Arsindo, Surya Dharma Eka, dan Wilson SE, mantan Kabid Pengelola Keuangan DPPKA Kota Bengkulu juga ikut diperiksa oleh Kejari.

Pemeriksaan dilakukan sejak pukul 09.00 WIB hingga pukul 13.00 WIB. Namun sayang, usai pemeriksaan ketiga saksi tersebut enggan berkomentar saat ditanyai awak media. “Lain kali saja ya mas. Saya tidak mau komentar,” ujar Surya Dharma Eka berlari dari kejaran wartawan.

Data terhimpun BE, ketiganya tersebut masih berstatus sebagai saksi dalam pemeriksaan tersebut. Pun demikian, bukan tidak mungkin ketiganya bisa saja menjadi tersangka. Pasalnya, meskipun sudah memetakan tersangka, Kejari masih membidik beberapa tersangka lainnya yang diduga terlibat pada proyek yang merugikan negara mencapai Rp 196 juta lebih ini.

Seperti yang dilansir sebelumnya, proyek penyusunan master plan kawasan komersil Kota Bengkulu di Dinas Tata Kota Nomor 105.01.01.15.13.5.2 dengan nilai pekerjaan Rp 196.579.000 ini dilakukan pada tahun 2013 lalu.

Proyek tersebut kemudian dilelang melalui Unit Layanan Pengadaan (ULP) dan dimenangkan oleh CV Arsindo berdasarkan  surat nomor 027/08.25/Pokja-Konsultan/DTK Wasbang/ULP/XI/2013.

Tertanggal 31 Desember 2013, Kadis Tata Kota dan Pengawas Bangunan Kota memerintahkan bendahara mencairkan dana untuk proyek tersebut 100 persen.  Padahal master plan tersebut belum diserahkan.  Pengajuan SPP-LS belum lengkap, tanpa adanya tanda tangan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan tidak adanya tanda tangan Pejabat Pelaksa Teknis Kegiatan (PPTK).

Karena hasil pekerjaan tidak pernah diterima oleh Dinas Tata Kota yang sudah mencairkan anggaran 100 persen anggaran, kerugian negara adalah total lost atau senilai anggaran proyek setelah dipotong pajak.  Karena diduga sebagai proyek fiktif, Kejari akhirnya mengusut proyek tersebut. (609)

Alat Ronsen RSUD Rusak

BENGKULU, BE - Satu persatu permasalahan ditubuh RSUD M Yunus terus tekuak ke permukaan. Setelah kasus dugaan kelalaian petugas rawat inap, satu kasus lagi kembali muncul yakni alat ronsen RSUD rusak sehingga tidak dapat digunakan untuk pelayanan cek kesehatan dalam kepada para pasien.

Kondisi tersebut sangat memberatkan keluarga pasien RSUD M Yunus, sebab keluarga harus membawa pasien yang berobot ke RS swasta untuk mendapat hasil ronsen tubuhnya. Tentunya keluarga pasien harus merogoh uang lebih.

“Kita pasien umum, tapi belum dapat dilakukan ronsen, kata petugasnya alatnya rusak,” keluh Yani (28) di IGD M Yunus kemarin (14/7).

Yani mengatakan seharusnya rumah sakit umum terbesar di Provinsi Bengkulu ini bisa mengantisipasi permasalahan tersebut. Sebab alat utama untuk mengetahui kondisi bagian dalam tubuh manusia tersebut seharusnya mendapatkan perawatan rutin agar tidak rusak sewaktu-waktu, karena pasien yang masuk ke RSUD M Yunus tidak dapat diprediksi waktunya.

“Kita masih menunggu keluarga yang lain, bagaimana langkah sebab disini alat tidak berfungsi. Kita belum mengetahui kondisi dalam bapak, sebab bapak terjatuh dikhawatirkan ada benturan baik dibadan ataupun kepalanya,” tutur Yani.

Hal senada juga dikeluhkan Harun (37) warga Kota Bengkulu yang mengantar anaknya karena mengalami kecelakaan. “Katanya begitu alatnya rusak, kita terpaksa ke rumah sakit lain untuk ronsen,” ucapnya.

Dari pengamatan BE dilapangan Senin kemarin, banyak pasien kecelakaan yang dilarikan ke IGD RSUD M Yunus untuk mendapatkan perawatan.

Tetapi korban tidak dapat dilakukan ronsen karena kerusakan alat tersebut, sehingga keluarga pasien terpaksa membawa kembali anggota keluarganya untuk melakukan ronsen di rumah sakit swasta. “Kita rongsen ke RS Tiara Sella, disini alatnya tidak berfungsi kata petugasnya tadi,” jelas Rio saat membawa anggota keluaganya keluar dari IGD M Yunus kemarin.

Semenatara itu belum ada penjelasan dari pihak managemen rumah sakit, Dirut RSMY drg Daisy Novira Mars ketika dikofirmasi mengakui belum dapat memberikan keterangan karena sedang sakit dan tidak masuk kerja. “Tolong kontak wadir bu May, saya sakit tidak masuk,” sebutnya dalam pesan singkat.

Sedangkan saat koran ini mencoba menghubungi wakil direktur (Wadir) yang dimaksud belum mendapatkan respon, ketika dihubungi nomor telponnya tidak ada jawaban. (320)

Kapolres : Mengemudi Jangan Ugal-Ugalan

BENGKULU, BE - Tak henti-hentinya aparat ke Polisian melakukan sosialisasi dan himbauan kepada masyarakat penggendaraan kendaraan bermotor, untuk menaati peraturan berlalu lintas. Tujuannya jelas untuk menekan angka kecelakaan lalulintas, serta menjaga keselamatan pengendara hingga sampai ketujuan.

Kapolres Bengkulu AKBP Iksantyo Bagus Pramono SH MH didampingi Kasat Lantas Polres AKP IStiqlal menghimbau masyarakat agar berhati-hati mengendarai sepeda motor ataupun mobil dijalan raya.

Dengan memperhatikan rambu-rambu lalu lintas, serta mengikuti rambu-rambu tersebut. “Rambu-rambunya sudah dipasang, ikuti rambunya jangan ugal-ugalan dalam berkendara. Sebab dijalan raya kita bukan hanya memikirkan keselamatan diri sendiri tetapi juga orang lain,” jelas Kapolres.

Dikatakan Kapolres upaya maksimal yang dilakukan kepolisian mensosialisasikan pelopor keselamatan berlalu lintas selama ini merupakan upaya keras kepolisian untuk menekan tingkat kecelakan lalulintas.

Hendaknya upaya tersebut diiringi oleh masyarakat terutama penggenan kendaraan dengan memiliki kesadaran pentingnya keselamatan saat melaju dijalan raya dengan kendaraan bermotor.

“Tentunya masyarakat penggendara harus menumbuhkan kesadaran akan pentingya keselamatan dalam berlalu lintas, sebab upaya tersebut bukan hanya dilakukan oleh polisi tetapi harus disadari juga oleh masyarakat,” sebut Kapolres.

Selain melakukan sosialisai, Polres Bengkulu gencar melaksanakan razian kendaraan tujuannya tentu untuk menertibkan kendaraan dan penggunakan agar taat aturan. Bila ditemukan pengguna yang menyalahi aturan akan ditilang, serta jika kesalahannya cukup fatal terutam terkait dengan surat menyurat kendaran, petuga bisa menakan kendaraan yang bersangkutan. (320)

Tiga Terdakwa Alkes Kepahiang Dituntut

BENGKULU, BE – Tiga terdakwa pada kasus korupsi pengadaan alat kesehatan (alkes) Kabupaten Kepahiang menjalani sidang tuntutan.

Pada sidang yang dilakukan di Pengadilan Negeri Bengkulu tersebut, Jaksa Penuntut Umum, Dodi Junaidi SH menuntut Subi Utama dengan hukuman 1 tahun 9 bulan penjara. Sementara kedua terdakwa lainnya, yakni Zulfianis dan Johannes dituntut lebih ringan dengan tuntutan 1 tahun 6 bulan penjara.

“Menuntut majelis hakim memutuskan terdakwa terbukti secara sah melakukan tindak pidana korupsi,” kata Dodi, yang merupakan Kasi Pidsus Kejari Kepahiang ini.

Untuk diketahui, Subi Utama MKes terjerat dalam kasus ini sebai Kuasa Pengguna Anggaran (KPA), sedangkan Johanes SJM MPh selaku Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK), dan Zulfianis selaku kontraktor pelaksana. Kaus ini sendiri diusut Kejari Kepahiang saat BPK menemukan kerugian negara sebesar Rp 610 juta.

Kegiatan pengadaan Alkes sendiri diadakan bagi 8 Puskesdes dengan total anggaran mencapai Rp 1,9 miliar. Berdasarkan penyelidikan, proek yang diadakan pada tahun 2012 ini ternyata di mark up (gelembungkan) penggunaan anggarannya. Pun demikian, kerugian negara senilai Rp 610 juta tersebut sudah dikembalikan oleh ketiga terdakwa. (609)