Penulis Arsip: Bengkulu Ekspres

Galian Optik Hancurkan Drainase

1a

RIMBO PENGADANG,BE – Galian kabel optik yang ada di sepanjang jalan lintas Lebong – Rejang Lebong tepatnya berada di Kelurahan Rimbo Pengadang menuai kritik dari anggota DPRD Kabupaten Lebong. Bagaimana tidak,  proses pembangunan galian kabel optik sepanjang 50 Km dari Curup hingga Lebong tersebut merusak beberapa fasilitas dan aset yang dimiliki Kabupaten Lebong seperti bangunan drainase jalan. Fasilitas umum itu saat ini hancur akibat dikeruk oleh alat berat galian kabel optik milik PT Telkom tersebut.
Olan Darmadi, Ketua Komisi II DPRD Lebong meminta kontraktor galian kabel optik tersebut bertanggung jawab atas rusaknya drainase jalan di Rimbo Pengadang tersebut. Dikatakannya, Kabupaten Lebong butuh bertahun-tahun untuk mendapatkan proyek pembangunan drainase jalan yang diketahui dibangun oleh Pemda Provinsi tersebut. Namun, saat ini bangunan tersebut telah hancur oleh pekerjaan kontraktor galian kabel optik tersebut.
“Kita sudah susah payah meminta ke Pemda Provinsi agar dibangun drainase jalan Rimbo Pengadang ini, tapi sekarang kita lihat sendiri, drainase tersebut telah hancur dan tertimbun galian kabel optik. Seharusnya PT Telkom atau kontraktornya harus bertanggung jawab untuk membangun kembali aset Lebong yang mereka hancurkan ini, sebab kalau tidak, ini bisa di pidanakan,” tegas Olan.
Diungkapkan Olan, dengan rusaknya saluran irigasi jalan tersebut saat ini membuat aliran air kembali mengalir ke jalan. Hal ini tentunya akan membuat kualitas jalan yag tidak bertahan lama.
“Jika ini tidak dibangun lagi maka akan berimbas pada rusaknya jalan karena teraliri dan tergenang air,” ungkapnya.
Terpisah, salah satu mandor (pimpinan kerja) proyek pemasangan kabel Optik, Subar (34) yang ditemui BE dilapangan mengatakan, akan bertanggung jawab atas rusaknya drainase tersebut. Dikatakannya, setelah ini pekerja kembali membangun drainase tersebut.
“Iya nanti akan dibuat drainase lagi, memang drainase yang dibawah itu tertimbun saat pemasangan kabel optik,” singkatya.(777)

Empat Proyek PU Tak Terealisasi

TUBEI,BE – Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Lebong memastikan ditahun anggaran 2014 yang sudah memasuki akhir tahun anggaran ini, ada 4 paket proyek kegiatan yang tidak bisa direalisasikan. Masing-masing kegiatan Jembatan Gantung Desa semelako II senilai Rp 500 juta dan Jembatan Gantung Talang Baru Topos Rp 700 juta. Kemudian kegiatan pembangunan Jalan Pagar Agung-Danau senilai Rp 2,3 miliar. Serta Pembangunan Sistim Penyediaan Air Minum Ibu Kota Kecamatan (SPAMIKK) senilai Rp 1 miliar.
“Ada beberapa kendala yang dihadapi, sehingga 4 kegiatan tersebut tidak bisa direalisasikan tahun anggaran 2014,” jelas Kepala Dinas PU Lebong Ir Eddy Ramlan kepada BE kemarin.
Dikatakannya, 2 paket jembatan tersebut batal terealisasi dikarenakan adanya pertimbangan lantaran salah satu lokasi pembangunan yang berdekatan dengan jembatan gantung yang sudah ada. Satu lagi lantaran jembatan yang sudah ada di lokasi yang akan dibangun, kerusakannya masih bisa diatasi dengan rehab atau perbaikan. Sedangkan untuk 2 kegiatan lagi, lanjut Eddy, karena sudah dua kali melalui kegiatan pelelangan, namun tidak juga ada yang memasukan penawaran.
“Kalau tetap dipaksakan untuk dilelang ulang, dikhawatirkan tidak memungkinkan lagi bisa maksimal realisasinya. Karena waktu pekerjaan atau pelaksanaan yang tidak mencukupi. Untuk kegiatan pembangunan Jalan Pagar Agung-Danau Rp 2,3 miliar, tahun depan bisa diluncurkan lagi. Karena memang dananya bersumber dari DAK. Mudah-mudahan tahun depan bisa direalisasikan kegiatan tersebut. Karena sayang jika tidak lagi terealisasi kegiatannya,” kata Eddy.(777)

Tak Ada Toleransi Bagi Peserta Telat

TUBEI,BE - Pelaksanaan tes CPNS yang menyisakan waktu seminggu lagi membuat Badan Kepagawaian Daerah (BKD) Kabupaten Lebong kembali mengingatkan seluruh peserta tes CPNS untuk tiba di lokasi tes tepat waktu. Sebab, panitia penyelenggara tes CPNS tidak akan memberikan toleransi sedikitpun kepada peserta yang datang terlambat pada saat ujian. Karena itulah, peserta diwajibkan datang 1 jam sebelum waktu pelaksanaan untuk bisa secepatnya melakukan registrasi sebelum tes dimulai.
Ditegaskan Plt Kepala BKD Lebong, H Guntur SSos, hal tersebut juga sudah dimasukan dalam tata tertib peserta, baik yang diumumkan di Sekretariat BKD Lebong, webside resmi maupun di umumkan dimedia massa.
“Nantinya para peserta juga diwajibkan membawa KTP atau tanda pengenal lainnya serta nomor peserta yang harus ditunjukan kepada panitia. Ini untuk menghindari praktek perjokian yang kerap terjadi dalam pelaksanaan tes,” tegas Guntur.
Selain itu, sambung Guntur, para peserta juga dilarang membawa handphone, kamera, buku dan benda lainnya yang tidak ada hubungannya dengan pelaksanaan tes. Termasuk membawa kalkulator, makanan dan minuman, apalagi senjata api dan senjata tajam ke dalam ruangan.
“Keluar masuk ruangan juga harus seizin pengawas dan panitia,” sambung Guntur.
Bahkan jika melakukan pelanggaran, lanjutnya, terutama jika telat saat pelaksanaan tes, peserta bisa saja dianggap gugur.
“Makanya kita minta seluruh peserta nantinya bisa benar-benar memahami seluruh tata tertib yang sudah disampaikan melalui pengumuman di webside, media massa maupun yang disampaikan oleh panitia,” pungkas Guntur.(777)

Dewan Minta Inventarisir Mobil PDT

2

TUBEI,BE – Anggota Komisi III DPRD Lebong, M Gunadi Mursalin SSos meminta agar Dinas Pariwisata, Kebudayaan dan Perhubungan (Disparbudhub) Lebong menginventarisir ulang terhadap penyaluran mobil bantuan dari Kementerian Pembanguan Daerah tertinggal (KPDT). Hal ini dinilai penting karena diduga pemanfatan mobil bantuan tersebut sudah ada yang melenceng dari tujuan awal yakni untuk menekan biaya transportasi di desa penerima mobil bantuan.
“Inventarisir ini guna mengetahui sejauh mana penggunaan dan pengelolaan mobil bantuan PDT yang sudah diserahkan. Serta karena sejauh ini sudah banyak keluhan yang disampaikan kepada dewan. Kita tidak mau mobil bantuan PDT malah banyak yang tidak tepat sasaran dan tidak jelas pengelolaannya,” kata Gunadi.
Apalagi, lanjut Gunadi, mobil bantuan Kementrian PDT tersebut sudah jelas Juklak (petunjuk pelaksanaan) dan  Petunjuk teknisnya (Juknisnya). Mobil itu diberikan untuk OMS demi kepentingan masyarakat desa tertinggal. Makanya diharapkan seluruh mobil bantuan Kementerian PDT, penyaluran maupun penggunaan dan pemanfaatannya harus tepat sasaran.
“Setidaknya diutamakan ke wilayah yang memang belum ada trayek angkutan umum. Karena salah satu tujuan bantuan mobil bantuan Kementrian PDT tersebut adalah untuk membantu transportasi masyarakat daerah tertinggal. Makanya kedepan kita harapkan pengawasan juga ditingkatkan agar pemanfaatannya tidak melenceng dari tujuan pemberian mobil bantuan tersebut,” jelas Gunadi.(777)

Haridha, Juara 3 Lomba Lintas Sejarah Nasional

Harida

Tidak mudah bisa menjadi salah satu finalis lomba bagi pelajar dari Kabupaten Lebong di ingkat Nasional. Termasuk juga dalam lomba lintas sejarah tingkat nasional yang di gelar di Siak Pekan Baru, Riau pada bulan Juni 2014 lalu. Namun, jika diupayakan dengan usaha yang maksimal, bukan tidak mungkin prestasi bisa diraih di tingkat nasional.Hal itulah yang berhasil diraih oleh Haridha Nurfadila, siswi SMAN 1 Lebong Utara yang berhasil meraih juara ke-3 pada lomba Lintas Sejarah Tingkat Nasional. Bagaimana penuturan Ridha sapaan akrab anak ketiga dari 4 bersaudara tentang prestasinya ini?

Berikut Laporannya :
=================
Dwi Nopiyanto,

Lebong
=================
Wajah sumringah terlihat dari wajah Ridha, anak ketiga pasangan Heriyanto SE dan Darni Yeti yang menjadi juara 3 Nasional Lomba Lintas Sejarah Tingkat Nasional ini saat ditemui BE. Ridha sendiri lahir di Muara Aman 2 Agustus 1998 lalu.
“Awalnya saya ikut seleksi terlebih dahulu tingkat Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) dan provinsi. Alhamdulillah saya bisa mendapatkan raihan prestasi harapan 2 untuk wilayah Sumbagsel dan peringkat 2 untuk tingkat provinsi,” kata Ridha.
Ditingkat Sumbagsel dan Provinsi, ungkap Ridha, dirinya menyajikan materi makalah dengan judul ‘Nilai Kearifan Dalam Nundang Biniak’. Dimana Nundang Biniak sendiri merupakan ritual adat yang dilakukan masyarakat dan petani untuk memberkati benih dan bibit padi sebelum turun tanam. Kebetulan pada Mei 2014 yang lalu banyak yang melakukan panen dan mulai tanam lagi.
“Untuk mendapatkan bahan makalahnya saya langsung turun ke lapangan untuk melakukan wawancara kepada nara sumber. Serta ditambah dengan membaca buku sejarah dan adat Lebong,” ungkap Ridha.
Sedangkan untuk makalah lomba ditingkat nasional, jelas Ridha, diberikan tema sejarah melayu dengan judul ‘Nilai Karakter dalam Gurindam XII oleh Raja Ali Haji Sebagai Pondasi Kepemimpinan Bangsa Melayu’. Untuk sumber pengetahuan, dirinya mencari dari berbagai buku di Perpustakaan sekolah maupun Perpustakaan daerah.
“Ternyata masih banyak yang kurang dari buku-buku perpustakaan, saya mencari bahan di internet sebagai bahan tambahan untuk makalah tersebut. Alhamdulillah bisa selesai dan saya persentasikan pada lomba di Siak,” jelas Ridha.
Ridha mengaku, meskipun berhasil meraih juara ketiga tingkat nasional, bukan berarti ia puas dengan prestasi tersebut. Dirinya bertekad untuk mencoba kembali tahun depan jika memang ada lomba lintas sejarah lagi ditingkat Sumbagsel dan provinsi serta tingkat nasional nantinya. Apalagi dengan ikut lomba lintas sejarah, dirinya tidak hanya bisa mendalami berbagai sejarah dan adat, melainkan bisa mengenalkan sejarah dan adat Lebong, maupun mengenalkan Provinsi Bengkulu dimuka nasional maupun internasional.
Hanya saja ketika ditanya soal cita-cita, bukanlah sejarahwan yang ingin dicapainya. Ridha yang memiliki hobby musik, kesenian, membaca dan mencari informasi ini, bercita-cita menjadi dokter.
“Cita-cita saya bukan menjadi sejarahwan, melainkan dokter. Saya pengen jadi anak IPA yang berjiwa IPS. Jadi dokter yang berjiwa sosial tinggi dimasyarakat nantinya,” imbuh Ridha.(**)

Tes CPNS RL Satu Minggu

CURUP, BE – Panitia Tes CPNS Kabupaten Rejang Lebong menetapkan pelaksanaan CPNS digelar dalam satu minggu. Pelaksanaan sendiri dimulai dari tanggal 10 November ini.
Dalam menginformasikan pelaksanaan tes, panitia telah menempelkan daftar pelamar tes di depan gedung BKD Jalan Sukowati Curup dan depan lokasi tes CPNS digedung STAIN Curup.  Dalam pengumuman yang ditempelkan pihak panitia tersebut. Panitia sudah memisahkan jadwal masing-masing peserta berdasarkan nomor urut dan pelaksaan tes.
Selain mengumumkan kapan pelaksanaan tes, panitia juga melampirkan syarat-syarat peserta saat akan mengikuti tes. Syarat-syarat yang dilampirkan tersebut diantaranya membawa KTP dan nomor peserta asli, jika KTP hilang, bisa diganti dengan kartu keluarga dan surat keterangan kehilangan, kemudian peserta diwajibkan datang 45 menit sebelum pelaksanaan tes.  Peserta juga harus mengenakan sepatu dan pakaian rapi atau pakaian hitam putih.
“Jika peserta terlambat 20 menit setelah dimulai pada jatah sip peserta sendiri, maka peserta akan di diskualifikasi. Namun jika kurang dari 20 menit, peserta bisa ikut menyusul namun tidak diberi tambahan waktu,” tegas Kepala BKD Rejang Lebong, Amir Hamzah melalui Kabid Pengadaan Pegawai dan Mutasi, Yuli.
Yuli juga menegaskan, selain panitia dari BKD, setidaknya ada 5 orang panitia dari BKN regionel 7 Palembang yang ikut mengawasi langsung jalanya tes dan memonitoring. Selain itu untuk menjaga keamanan selama pelaksanaan tes. Panitia akan menyiapkan keamanan dari pihak kepolisian.
“Untuk hari Senin sampai hari Kamis, setiap harinya dilaksanakan tes 5 kali/shif dengan waktu 90 menit, sementara untuk hari Jum’at, 3 shif dan hari Sabtu 4 shif,” jelas Yuli. (251)

PT Batalkan Putusan PN Curup

Ari, Eddy Sunandar sata memberikan keterangan pers terkait putusan Pengadilan Tinggi Bengkulu
CURUP, BE – Pengadilan Tinggi Bengkulu melalui putusan nomor 011/PDT/2014/PT.BGL tanggal 20 Oktober 2014, membatalkan putusan sita eksekusi PN Curup. Padahal sita eksekusi yang dilakukan atas wewenang Ketua Pengadilan Negeri Curup, melalui usulan pemenang lelang Monte Karlo terhadap sebuah rumah milik Eddy Sunandar di Jalan Santoso Gang Mega Nomor 10 RT 03/03 Kelurahan Dwi Tunggal Curup, sudah dilakukan.
Kepada wartawan dalam keterangan pers Senin (3/11), Eddy Sunandar, selaku korban atas sita eksekusi PN Curup tersebut mengaku sangat dirugikan.
“Atas dasar ada kejanggalan putusan Ketua PN Curup itu, kami melayangkan gugatan.  Herannya sita eksekusi tetap dilakukan saat kami masih melakukan proses gugatan di tingkat banding.  Sekarang kami punya putusan Pengadilan Tinggi Bengkulu sudah membatalkan putusan PN Curup tersebut.   Kami ingin dilakukan sita eksekusi kembali, dan nama baik kami dikembalikan sebagaimana mestinya,” tegasnya.
Ditegaskan Eddy, Ketua PN Curup diduga melakukan penyalahgunaan wewenang dalam mengeluarkan putusan sita eksekusi.  “Kami sudah melayangkan surat keberatan terhadap sita eksekusi kepada Ketua PN Curup.  Tetapi tidak ditanggapi.  Padahal kami ada hak untuk menyatakan keberatan atas putusan ketua PN Curup tersebut dengan alasan bahwa keberatan saya tidak memenuhi persyaratan untuk disidangkan, seharusnya PN Curup memanggil saya untuk menyarankan melengkapi syarat yang kurang tersebut bukan semena-mena mengabulkan permohonan pemenang lelang,” ungkapnya.
Diceritakan Eddy, proses sita eksekusi tersebut berawal dari pelelangan yang dilakukan pihak  BRI Curup melalui kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang Bengkulu, yang dimenangkan oleh saudara Monte Karlo. Selanjutnya, sambung Eddy, pelelangan itu cacat hukum dan diduga ada permainan.  “Atas lelang tersebut, saya mengajukan keberatan dan melakukan gugatan di PN Curup. Di tingkat PN Curup saya dinyatakan kalah, sehingga saya melakukan upaya hukum di tingkat banding.  Karena saya kalah di PN Curup, maka Ketua PN Curup menggunakan wewenangnya melakukan sita eksekusi atas permohonan Monte Karlo yang menjadi pemenang lelang, sedangkan yang berhak mengajukan sita eksekusi adalah pemegang hak tanggungan. Sedangkan saudara Monte pememang lelang, jadikan janggal,” ungkap Eddy.
Dari fakta persidangan, keterangan saksi tidak sama sekali jadi pertimbangan oleh Majelis Hakim PN Curup. Dalam putusan Pengadilan Tinggi Bengkulu, bahwa proses pelelang yang dilakukan BRI Curup melalui kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang Bengkulu batal demi hukum yang artinya semua proses hukum yang dijalankan Ketua PN Curup merupakan tindakan melawan hukum.
“Seharusnya sebagai sebagai orang yang mengerti hukum, Ketua PN Curup bisa menunda sita eksekusi yang diajukan Monte Karlo sampai ada keputusan hukum tetap, tetapi anehnya Ketua PN Curup terlalu tergesa-gesa melakukan sita eksekusi, ini ada apa?”  tanya Eddy.
Untuk itu, sambung Eddy. Pihaknya akan mempelajari apakah ada dugaan menyalahgunaan wewenang baik dalam proses pelalangan oleh pihak BRI Curup maupun sita eksekusi yang dilakukan Ketua Pengadilan Negeri Curup dan tidak menutup kemungkinan pihaknya akan menuntut pihak-pihak yang menyalahgunakan wewenangan tersebut sesuai dengan perundangan yang belaku.
“Kami bisa saya mempertimbangkan melaporkan tindakan melawan hukum kepada pihak yang menyalahgunakan wewenang tersebut, karena merupakan tindakan pidana yang merugikan masyarakat,” tegasnya.
Sebagai wakil rakyat di DPRD Provinsi Bengkulu, politisi NasDem tersebut berharap persoalan yang dialaminya itu bisa menjadi pelajaran bagi masyarakat dan dunia perbankan untuk lebih hati-hati, dan tidak berbuat semena-mena menjual aset masyarakat, dan tidak berlindung dengan aturan hukum untuk kepetingan perusahaan ataupun oknum pribadi penegak hukum.
“Kita sudah berupaya menemui Ketua PN Curup hari ini (kemarin) untuk mengkonfirmasi Putusan Pengadilan Tinggi Bengkulu atas gugatan kami, namun Ketua PN Curup tidak berada di tempat, informasi dari staf PN Curup bahwa Ketua PN Curup sedang pergi,” jelas Eddy. (251)

Lupa Cabut Kunci, Motor Hilang

Motor Korban curanmor yang berhasil ditemukan polisi
CURUP, BE – Karena kelalaiannya, lupa mencabut kunci motor, Pipit Regawi (19) kehilangan satu unit sepeda motor jenis Honda Beat.  Peristiwa naas yang dialami korban terjadi sekitar pukul 10.00 WIB, Senin (3/11).
Berdasarkan data yang berhasil dihimpun Bengkulu Ekspress, pencurian kendaraan bermotor yang dialami bermula saat korban pergi ke pasar menggunakan motor dengan nomor polisi BD 6582 NK miliknya.  Setelah beberapa saat di pasar, kemudian korban langsung pulang. Saat tiba di rumahnya, korban langsung memarkirkan sepeda motor kesayangannya tersebut di halaman rumahnya yang terletak di Kelurahan Dwi Tunggal Kecamatan Curup.  Naasnya saat memarkirkan motor tersebut, korban diduga lupa mencabut kunci kontak dari sepeda motor.  Selang beberapa saat korban pun menyadari lupa mencabut kunci motornya.  Ia kemudian bergegas untuk mengambil kunci motornya tersebut.  Namun motor korban sudah tidak ada lagi di halaman rumahnya.
Diduga kelengahan korban dimanfaatkan oleh pelaku pencurian kendaraan bermotor untuk membawa sepeda motor milik korban. menyadari telah menjadi korban pencurian kemudian korban melaporkan kejadian tersebut ke Mapolres Rejang Lebong.
Saat dikonfirmasi Kapolres Rejang Lebong AKBP Edi Suroso SH melalui Kabag Ops Kompok Rusdi SH membenakan pihaknya telah menerima laporan korban dan pihaknya telah melakukan olah tempat kejadian perkara.
“Kita berharap masyarakat untuk terus wasdapa dan tidak lalai sehingga menjadi korban tindak kriminal, karena kejahatan bukan murni karena ada niat pelaku namun juga karena ada kesempatan akibat kelalaian masayrakat,” jelas Rusdi.

Polisi Temukan Hasil Curanmor
Di sisi lain, upaya Jajaran Polres Rejang Lebong menggagalkan kasi pencurian kendaraan bermotor yang dialami Yogi (21), warga Kabupaten Kepahiyang berhasil. Hal tersebut setelah pihak kepolisian dari Polres Rejang Lebong dibantu warga berhasil menemukan motor jenis Suzuki FU nopol BD 4295 KH milik Yogi. Motor tersebut ditemukan setelah 3 jam hilang dan ditemukan setelah pihak kepolisian melakukan penyisiran setelah mendapatkan informasi aksi pencurian ada di depan rumah seorang warga Kelurahan Air Putih Lama Kecamatan Curup.
Menurut Kapolres Rejang Lebong AKBP Edi Suroso SH melalui Kasatreskrim Ipti Mirza Gunawan, pasca penemuan sepeda motor tersebut, pihaknya sedang melakukan penyelidikan.  Menurut Mirza, diduga kuat motor tersebut sengaja ditinggalkan pelaku karena pelaku takut aksinya terbongkar.
“Untuk kepentingan penyelidikan, untuk sementara ini motor korban masih kita amankan. Kita juga tidak bosan-bosannya mengimbau kepada masyarakat Rejang Lebong untuk terus waspada salah satunya dengan menambah kunci ganda pada kendaraanya,” harap Mirza.
Sementara itu terkait dengan aksi pencurian kendaraan bermotor yang dialami Yogi. berdasarkan data yang berhasil dihimpun, aksi pencurian kendaraan bermotor yang dialami Yogi bermula saat ia mengunjungi kegiatan Festival Muharram yang dipusatkan di lapangan Setia Negara. Setelah menyaksikan kegiatan Festival Muharram tersebut kemudian korban  mampir di rumah kontrakan salah satu rekannya di Jalan Gajah Mada II, Kecamatan Air Rambai Kecamatan Curup.
Setelah tiba di rumah temannya tersebut, kemudian korban langsung memarkirkan kendaraannya dengan posisi stang terkunci. Setelah beberapa saat berada didalam rumah kemudian korban berencana untuk pulang. Namun betapa kagetnya korban saat hendak pulang tersebut iua tidak mendapati tidak ada lagi motor miliknya. melihat kondisi tersbeut kemudian korban langsung berlari kejadia. Sata keluar tersbeut korban melihat dua ornag sednag mendorong motor miliknya. Melihat motornya dibawa tersbeut kemudian korban berterikan minta tolong dan mengejar kedua pelaku. Saat berhasil mengejar kedua pelaku kemudian kedua pelaku mengancam korban dengan senjata tajam jenis parang. Sadar akan keselamatannya kemudian korban terpaksa merelakan kendaraanya dibawa kedua pelaku. Setelah kejadian tersebut korban langsung melapor ke Mapolres Rejang Lebong. Setelah mendapat laporan korban kemudian pihak kepolisian langsung melakukan pengejaran dan menemukan kendaraan korban di kawasan Kelurahn Air Putih Lama.(251)

Pesan Keselamatan Lalu Lintas di Sekolah

pemberian baju souvenir

MUARABELITI BE – Satlantas Kepolisian Resor (Polres) Kabupaten Musi Rawas (Mura) bekerjasama PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cabang Lubuklinggau mensosialisasikan keselamatan lalu lintas di sekolah. Bentuk nyata menilai para siswa dari keseharian menggunakan kendaraan.
Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Kabupaten Mura, AKBP Nurhadi Handayani didampingi Kasat Lantas, AKP Tamimi mengatakan, pekan keselamatan lalu lintas sangat digencarkan karena mencegah terjadi pelanggaran dan meminimalisir kecelakaan lalu lintas.
Sebab, hampir mayoritas pelanggar dan korban lalu lintas merupakan usia produktif seperti umur 16 tahun sampai 24 tahun. Sehingga, pihaknya gencar mensosialisasikan ke sekolah-sekolah.  “Sasaran kita memang siswa sekolah. Sehingga, mereka sadar dan patuh terhadap keselamatan berlalu lintas,” ujar Tamimi saat menerima pakaian pelopor keselamatan lalu lintas dari PT BRI Cabang Lubuklinggau, kepada BE, kemarin.
Menurutnya, pihaknya mengandeng pihak swasta  untuk terlibat dalam sosialisasi keselamatan lalu lintas.? Sebab, jika merujuk PP No 37/2011 payung hukum tentang pembentukan forum lalu lintas yang menjadi pembina pemerintah daerah (Pemkab).
Diperkuat Inpres No? 4/2013 tentang program dekade keselamatan lalu lintas, 5 instansi berperan dalam penanganan keselamatan berlalu lintas yakni, Dinas Pekerjaan Umum (PU) menyediakan jalan yang berkeselamatan. Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informasi (Dishubkominfo) menyediakan sarana dan prasarana jalan yang berkeselamatan.
?Dinas Pendidikan memberikan pembelajaran perilaku berlalu lintas. Kepolisian menegakkan perilaku pelanggaran lalu lintas. Dinas Kesehatan merupakan penanganan pasca kecelakaan.
“Ke depan Satlantas mengadakan koordinasi berkaitan forum lalu lintas dengan mengadakan memorandum of understanding (MoU) kesepakatan penanganan lalu lintas dan MoU pendidikan lalu lintas masuk dalam pelajaran muatan lokal,” jelasnya.
Sementara itu, Pimpinan Cabang (Pincab) PT BRI Lubuklinggau, Taufik Hidayat mengatakan, pihaknya bekerjasama dengan Satlantas Polres Mura untuk mendukung kegiatan keselamatan lalu lintas.
“Dukungan langsung karena BRI memiliki tanggung jawab yang sama tentang pentingnya keselamatan lalu lintas,” kata Taufik Hidayat, di temui BE disela sela acara. (222)

16 Pelajar dan 19 PNS Terjaring Razia

razia satpol pp
KEPAHIANG, BE – Sebanyak 9 Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan 16 pelajar berhasil diamankan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kepahiang Senin (3/11). Terjaringnya PNS dan pelajar ini dari hasil razia Satpol PP terhadap PNS dan pelajar yang berkeliaran disaat jam kerja ataupun jam belajar.
Pantauan BE, dalam razia yang dimulai pukul 10.00 WIB di sejumlah pusat perbelanjaan dan warung internet (Warnet) itu, sempat diwarnai aksi
kejar-kejaran antara petugas Satpol PP dengan para pelajar. Pelaksanaan razia diawali pada salah satu warnet di Kelurahan Pasar Kepahiang, pada waktu itu sebanyak 2 PNS terjaring. Kemudian razia kembali dilanjutkan di Mall Puncak dan cukup banyak PNS yang terjaring saat tengah asyik memilih barang dagangan ataupun yang baru akan meninggalkan Mall Puncak. “Untuk PNS yang terjaring tadi, setelah kita data langsung kita persilakan kembali ke tempat kerjanya masing-masing. Sementara itu, 16 pelajar kita bawa ke Markas Satpol,” ujar Kasatpol PP Kepahiang H Darwin SH melalui Kabid Ops A Gani SSos kemarin.
Menurutnya, para PNS yang terjaring, ada yang beralasan mencari tugas di warnet, ada juga yang beralasan sudah pulang dari kerja terutama
para guru. “Meskipun demikian kita tidak percaya begitu saja, makanya tadi tetap kita data dan nantinya kita sampaikan ke Inspektorat dan
pimpinannya di SKPD. Karena tindakan mereka itu secara tidak langsung telah melanggar PP No 53 tahun 2010 tentang disiplin PNS,” katanya.
Sedangkan pelajar, lanjut Gani, seluruhnya terjaring di warnet, yang beberapa diantaranya beralasan karena masuk siang. Tadi pelajar yang terjaring didominasi siswa dari SMKN 2 Kepahiang, berjumlah 11 orang. “Sedangkan sisanya, 4 pelajar dari SMAN 1 Kepahiang dan 1 pelajar dari
SMAN 1 Tebat Karai. Saat razia tadi sejumlah siswa yang sempat kita kejar berhasil meloloskan diri,” ujar Gani.
Terpisah, Kepala SMKN 2 Kepahiang, Helmi Johan MPd dikonfirmasi mengatakan, pasca diberikan informasi dari pihak Satpol kalau siswanya terjaring, pihaknya langsung menurunkan Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan untuk menindaklanjutinya. “Pelajar kita itu memang ada yang masuk siang ataupun praktek siang. Meskipun demikian nantinya siswa yang terjaring tetap kita berikan sanksi,” jelasnya. (505)