Penulis Arsip: Bengkulu Ekspres

Hakim Nilai Pendemo Salah Alamat

BENGKULU, BE – Sidang kedua dalam pengusutan dugaan korupsi dan BLUD RSMY di Pengadilan Negeri (PN) Bengkulu, Kamis (14/8) kemarin diwarnai dengan aksi ricuh yang dilakukan oleh organisasi Lentera Kedaulatan Rakyat (Lentera). Pasalnya, Presiden Lentera, Deno Andeska Marlandone yang memaksa maju kedepan dan menghadap hakim ketua untuk memberikan berkas tersangka lain RSMY tidak diperbolehkan masuk ruang sidang.
Hakim Ketua, H Sultoni SH MH, melalui hakim Anggota H Toton SH, mengatakan penyampaian berkas yang dilakukan oleh Presiden Letra tersebut salah alamat. “Kalau mau menyampaikan berkas, ikuti prosedurnya dulu. Sampaikan ke bagian umum dulu, nantinya barulah bagian umum yang memberikan disposisi berkas tersebut disampaikan kemana,” jelas Toton, saat ditemui usai persidangan.
Lebih lanjut dijelaskannya, dalam sebuah persidangan, tak semua orang bisa menyampaikan hak suara dan itu sudah menjadi peraturan dalam persidangan. “Yang diperbolehkan memberikan  keterangan hanya 3, penasihat hukum terdakwa, terdakwa dan jaksa. Pun begitu, hakimlah yang berhak untuk mengakomodir kapan mereka bisa menyampaikan hak suara,” tuturnya.
Menurut Toton, apa yang dilakukan oleh Lekra dalam persidangan kemarin, yang menuntut pihak pengadilan untuk menentukan tersangka lain dalam kasus yang membuat kerugian negara hingga mencapai Rp 5,6 mliliar tersebut, bukan pada tempatnya. Sebab, pihak pengadilan hanya menerima berkas perkara yang siap untuk yang sudah siap untuk dipersidangan. “Kemenangan pengadilan hanya fokus pada para terdakwa, sedangkan orang yang berhak untuk menetapkan sesoarang menjkadi tersangka adalah Kepolisian, Kejaksaan dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK),” imbuhnya.
Untuk diketahui, kericuhan di ruang pengadilan tersebut, terjadi saat Deno dan kawan-kawan menyerahkan berkas hasil audit BPKP, yang menurut mereka ada sesorang yang harus menjadi tersangka utama selain dari  3  terdakwa yang sedang menjalani persidangan. Karena dinilai tidak pantas dan bukan tempat bagi peserta sidang untuk melakukan tindakan tersebut, Ketua Majelis Hakim meminta Deno dan kawan-kawannya untuk keluar dan menyerahkan berkas tersebut ke Bagian Umum Pengadilan Negeri. Hal tersebut membuat kesal para LSM tersebut, sehingga sempat sebelum keluar presiden LSM tersebut melepaskan amarahnya dengan memukul dinding pembatas antara peserta dan terdakwa sidang. “Kami hanya ingin menyampaikan hasil audit BPKP dan SK Gubernur kepada mereka, tetapi mengapa ditolak,” ujar Beno di lokasi kejadian Kamis (14/8).(cw3)

Pelajar Diperkosa 2 OTD

BENGKULU, BE  – Malang menimpa RJ (13), seorang pelajar asal Desa Binduriang Kecamatan Padang Ulak Tanding Kabupaten Rejang Lebong. Ia diperkosa oleh 2 orang yang tidak dikenal, sekira  sekira pukul 03.00 WIB, Sabtu (14/8).
Dari data yang diperoleh, peristiwa tersebut terjadi saat korban yang baru tiba di Bengkulu, pada Jumat (13/8) untuk mencari pekerjaan. Setiba di Bengkulu, tepatnya di simpang empat Sukamerindu, korban bertemu dengan 2 orang yang tidak dikenal (OTD). Melihat korban yang hanya sendirian, dua orang tersebut lantas mengajak korban untuk berkenalan dan sempat menawarkan untuk menginap dirumahnya. Namun, bukannya dibawa ke rumah pelaku, korban yang tak tahu apa-apa, lantas dibawa ke sebuah rumah kosong dan diperkosa.  Akibat perbuatan yang dilakukan oleh pelaku, korban lantas melaporkannya ke Polres Bengkulu. Kapolres Bengkulu, AKBP Iksantyo BAgus Pramono, SH MH, melalui Kabag Ops AKP Mada Ramadita SIK, membenarkan adanya laporan tersebut. “Laporan telah diterima dan akan segera ditangani,” katanya singkat.(cw3)

PAD Baru 41,3 Persen

BENGKULU, BE – Dinas Pendapatan, Pengelola Keuangan dan Aset (DPPKA) Kota Bengkulu mencatat realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Bengkulu per Juni 2014 sebesar Rp 34,5 miliar atau 41,3 persen. Pada tahun ini Pemerintah Kota menargetkan perolehan sebesar Rp 83,5 miliar.
Pendapatan dari sektor pajak, DPKKA Kota Bengkulu berhasil membukukan pendapatan sebesar Rp 21 miliar atau 46,9 persen. Sementara pendapatan dari sektor retribusi masih cukup rendah, yakni sebesar Rp 5 miliar atau 19,6 persen.
Data terhimpun, masih cukup banyak realisasi PAD yang masih jauh dari harapan.  Misalnya dari sektor retribusi, perolehan PAD dari sektor retribusi pasar baru sebesar Rp 169 juta atau 2,8 persen dari Rp 5,8 miliar yang ditargetkan. Hal yang sama ditemukan pada retribusi pelayanan parkir di tepi jalan umum. PAD yang dihasilkan masih sebesar Rp 1,3 miliar atau 26,35 persen.
Sama halnya pada sektor pajak. Pajak Hotel Melati Tiga misalnya, per Juni 2014 baru berhasil menghimpun Rp 28 juta atau sebesar 5,8 persen dari Rp 461 juta yang ditargetkan. Demikian juga pada pajak Pemondokan, realisasi PAD yang dihasilkan baru Rp 14,5 juta atau 4 persen dari Rp 345 juta yang ditargetkan.
“Idealnya pada semester pertama ini sudah mencapai 50 persen. Memang ada pencapaian yang kurang bagus,” kata Kepala DPPKA Kota Bengkulu, Syaferi Syarif SH MSi, kemarin.
Ia menjelaskan, pendapatan dari sektor pajak umumnya sudah mendekati angka ideal. Namun dari sektor retribusi masih banyak yang di bawah 30 persen.
“Pertama bisa saja hambatannya karena kinerja. Namun tidak menutup kemungkinan adanya realisasi yang meningkat pada semester berikutnya yang belum kita inventarisasi,” ujarnya.
Menanggapi masih rendahnya realisasi PAD dari jenis retribusi pelayanan parkir, Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kota Bengkulu, Selupati SH, mengatakan, pihaknya tetap akan mengupayakan realisasi PAD meningkat dari tahun sebelumnya.
“Memang kalau sampai ingin terpenuhi target itu rasanya akan sulit. Tapi yang pasti kita upayakan meningkat daripada tahun sebelumnya,” ungkap Selupati. (009)

Pramuka Pelopor Kebangkitan

RUDI - Walikota menyematkan penghargaan Panca Warsa kepada para Pembina Gugus Depan dan Andalan Cabang Bengkulu dalam perayaan HUT Pramuka ke 53, kemarin.

BENGKULU, BE - Meski diguyur hujan gerimis, ratusan pimpinan dan anggota Pramuka Kota Bengkulu tetap menggelar peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Pramuka ke -53, pagi kemarin. Acara ini digelar dalam bentuk upacara di Halaman Kantor Walikota Bengkulu.
Upacara ini dipimpin oleh Walikota H Helmi Hasan SE selaku panglima. Upacara juga dihadiri oleh Wakil Walikota Ir Patriana Sosialinda bersama para pimpinan SKPD se Kota Bengkulu.
Pada peringatan kali ini, Pemerintah Kota mengangkat tema “Mantapkan Karakter Kaum Muda Melalui Gugus Depan Terakreditasi”.  Dalam pidatonya, Helmi mengatakan bahwa tema tersebut sesuai dengan semangat pramuka sebagai pelopor kebangkitan generasi muda.
“Saat ini, aksi peredaran narkoba, pornografi, dan pelecehan seksual di kalangan pemuda sangat meresahkan masyarakat. Oleh karena itu, harus ada sesama pemuda yang mengingatkan agar tidak terjerumus dalam aksi-aksi negatif tersebut. Pramukalah yang menjadi pelopor dalam hal ini,” ujar Helmi.
Ia mengungkapkan bahwa Gerakan Pramuka merupakan organisasi pendidikan nonformal yang mempunyai makna orang muda suka berkarya sehingga harus mampu menjadi model di kalangan remaja atau pemuda.
“Kita berharap peran Pramuka bisa lebih ditingkatkan, yaitu membantu mengurangi peredaran narkoba dan pornografi serta aksi pelecehan seksual di kalangan anak muda,” ungkapnya.
Disela-sela peringatan HUT ini, Helmi juga menyerahkan penghargaan Panca Warsa yang di berikan kepada para Pembina Gugus Depan dan Andalan Cabang Bengkulu. Usai upacara, HUT ini juga dimeriahkan dengan lomba ketangkasan ditempat yang sama.
Disamping itu, para anggota Pramuka juga melaksanakan bakti masyarakat di Pantai Panjang. Para Pramuka juga akan terlibat aktif dalam malam renungan, ulang janji, ziarah makam pahlawan serta pada upacara peringatan HUT RI yang akan diselenggarakan pada 17 Agustus mendatang. (009)

Dispora Lomba Gerak Jalan

BENGKULU, BE - Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi Bengkulu menggelar lomba gerak jalan kecepatan waktu, kemarin. Kegiatan yang dilaksanakan mulai pukul 07.00 WIB ini dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia (HUT KEMRI) yang ke-69.
“Kami sangat mendukung kegiatan ini, diharapkan kegiatan seperti ini bisa meningkatkan rasa persatuan diantara kita semua sebagai rakyat Indonesia,” ujar Gubenur Bengkulu melalui Staff Ahli Bidang Pembangunan, Drs Septe Melian.
Selain itu, Septe mengatakan, dengan semangat proklamasi 17 Agustus 1945 diharapkan bisa menjadi momen untuk mensukseskan kepemimpinan nasional hasil pemilu 2014. Sehingga, suksesi pembangunan bisa dilanjutkan dan ditingkatkan.
“Semangat kemerdekaan ini harus menjadi momentum untuk kita meningkatkan semngat untuk mengisi kemerdekaan dengan pembangunan pula,” sampainya.
Sementara itu, Kadispora Provinsi Bengkulu Drs Maizurdi MPd menjelaskan kegiatan gerak jalan beregu tersebut diikuti oleh semua jenjang, mulai dari tingkat SD/MI, SMP/MTs, dan SMA/SMK. Untuk tingkat SD/MI, ada 55 regu, terdiri dari 28 regu dari kategori putra dan 27 regu dari kategori putri. Sedangkan  untuk SMP/MTs ada 22 regu, yakni 12 regu putra dan 10 regu putri. Dilanjutkan, tingkat SMA/SMK ada 30 regu, yakni 17 regu putra dan 13 regu putri.
“Lomba ini diikuti oleh semua sekolah yang ada di Kota Bengkulu,” jelasnya.
Ditambahkannya, untuk pemenang akan diumumkan pada peringatan HUT Kemri mendatang. Panitia, lanjutnya, telah menyiapkan piala, piagam, dan uang pembinaan. Selain itu, para peserta yang hadir pada lomba tersebut juga berkesempatan untuk mendapatkan hadiah doorprize, dengan cara mengumpulkan kopun undian.
“Semua peserta dan guru pendamping berkesempatan mendapatkan beraneka hadiah, mulai dari tas, lampu emergency, kulkas, dan lainnya,” bebernya.
Tak hanya sampai disitu, direncanakan hari ini, Dispora akan kembali melakukan kegiatan serupa. Namun, gerak jalan kecepatan waktu yang diadakan hari ini diperuntukkan untuk Dinas, Instansi, TNI, dan Polri. Total sudah ada 14 regu yang mendaftarkan diri ke Dispora Provinsi, terdiri dari 9 regu putra dan 5 regu putri.
“Kita ingin menjadikan momen peringatan kemerdekaan ini menjadi ajang untuk kita berkumpul dan bersilaturahmi antar instansi,” pungkasnya. (609)

Kuliah S-1 Maksimal Lima Tahun

JAKARTA, BE – Pemerintah membuat aturan baru yang mempersingkat batas maksimal durasi masa pendidikan sarjana (S-1), dari semula maksimal tujuh tahun menjadi paling lama lima tahun. Aturan baru itu tertuang dalam Permendikbud 49/2014 tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi (SNPT).
Dalam aturan itu ditentukan, beban belajar minimal mahasiswa S-1/D-4 adalah 144 SKS (satuan kredit semester). Untuk menuntaskan seluruh beban SKS tadi, mahasiswa S-1/D-4 diberi batas waktu 4–5 tahun (8–10 semester).
”Benar, sudah tidak seperti dulu lagi. Ada aturan baru,” kata Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi (Dirjen Dikti) Kemendikbud Djoko Santoso. Pada aturan sebelumnya, mahasiswa S-1 atau sederajat diberi kesempatan kuliah hingga tujuh tahun (14 semester). Jika sampai tujuh tahun tidak lulus-lulus, mahasiswa terancam di-drop out (DO) atau dikeluarkan.
Nah, dengan aturan yang baru itu, ancaman DO gara-gara tidak lekas lulus bakal semakin mepet. Normalnya, kuliah S-1 atau D-4 ditempuh empat tahun (delapan semester). Dengan demikian, batas toleransi kemoloran kuliah hanya diberi waktu satu tahun (dua semester). Jika lewat dari lima tahun, mahasiswa terancam di-DO.
Mantan rektor Institut Teknologi Bandung (ITB) itu mengatakan, alasan pemangkasan lama belajar untuk jenjang S-1 atau D-4 tersebut terkait dengan kurikulum. Djoko mengatakan, kurikulum pendidikan tinggi dievaluasi secara berkala setiap empat tahun. ”Kalau kuliahnya tetap sampai tujuh tahun, bisa tertinggal kurikulumnya,” ujar dia.
Dengan simulasi lama kuliah sampai tujuh tahun, ada potensi seorang mahasiswa mengalami dua kurikulum berbeda dalam porsi yang hampir sama, yakni empat tahun dan tiga tahun. Sedangkan ketika lama kuliah dibatasi hingga lima tahun saja, ketimpangan kurikulum tidak akan terjadi secara signifikan. Mahasiswa yang kuliah hingga lima tahun hanya berpotensi merasakan perbedaan kurikulum selama satu tahun.
Djoko menambahkan, pemangkasan batas maksimal kuliah itu juga memberikan banyak dampak positif. Di antaranya, mahasiswa lebih serius belajar selama kuliah. Biaya kuliah yang menjadi beban mahasiswa atau keluarga juga bisa dihemat. ”Selain itu, bangku atau tempat kuliahnya bisa segera diisi mahasiswa baru lagi,” katanya.
Semakin cepatnya arus keluar dan masuk mahasiswa di perguruan tinggi bisa meningkatkan akses pendidikan tinggi. Sebaliknya, semakin banyaknya mahasiswa yang lama kuliahnya bisa berdampak banyaknya antrean masuk ke perguruan tinggi.
Wakil Rektor I ITS Herman Sasongko berharap aturan baru itu diterapkan untuk mahasiswa baru. ”Saya optimistis mahasiswa bisa beradaptasi dengan aturan baru ini,” tegas dia. Herman menambahkan, durasi kuliah memang diberi batasan waktu tertentu. ITS masih akan mendalami pembahasan dengan jajaran Kemendikbud terkait aturan baru itu. (wan/c9/sof)

Pemprov Akan Penuhi Tuntutan Veteran

BENGKULU, BE – Pemerintah Provinsi Bengkulu berjanji akan memenuhi beberapa tuntutan para pejuang Bengkulu dan veteran yang disampaikan saat silaturahmi di Gedung Serba Guna Pemprov, Rabu (13/8) kemarin.
Dalam pertemuan, para pejuang pembentukan Provinsi Bengkulu mengeluhkan minimnya perhatian dari pemerintah, seperti memangkas honor para pejuang dan veteran yang sebelumnya dianggarkan Rp 100 ribu perbulannyA, keluhan terhadap acara silatuirahmi yang amburadul, tidak mendapatkan bantuan organisasi dan sejumlah keluhan lainnya.
“Masalah honor itu bisa saja kita anggarkan lagi melalui APBD Provinsi Bengkulu,” kata Plt Sekdaprov, Drs H Sumardi MM, kemarin.
Terkait penataan acara pertemuan yang tidak berkenan dihatio para pejuang itu, Sumardi mengaku pihaknya sudah mendelegasikan sepenuhnya kepada Kepala Kesbangpol Provinsi Bengkulu, M Ali Paman. Namun hasilnya masih belum memuaskan.
“Kita sudah delegasikan penuh ke Kepala Kesbangpol supaya pertemuan antara pejuang dengan gubernur, wakil gubernur dan FPKD itu itu direncakan, dibuat sedemikian rupa supaya pertemuan itu menjadi indah dan enjoy, namun tidak dilaksanakan sepenuhnya,” ungkap Sumardi.
Tidak hanya itu, ia juga mengatakan semestinya semua usulan atau catatan yang diberikan oleh veteran itu tahun lalu, harusnya sudah direalisasikan tahun ini. Seperti usulan bantuan berbagai organisasi pejuang dan veteran, namun hal itu juga belum dijalankan dengan maksimal.
“Nanti akan kita tata kembali, Kesbangpol diminta untuk mendatanya dan memberikan bantuan kepada organisasi yang belum pernah mendapatkannya,” tegasnya. (400)

Kapal Karam, Pejabat PDAM Tewas

MUKOMUKO, BE -  Peristiwa kecelakaan di perairan Pantai Indah Mukomuko (PIM), kembali terjadi. Kali ini dialami belasan nelayan PIM Koto Jaya, Kota Mukomuko, kemarin (14/8) sore. Akibatnya,  1 nelayan tewas, 1 luka berat dan belasan lainnya berhasil menyelamatkan  diri.
Nelayan yang ditemukan tewas atas nama Yudian Yendrizal SE yang diketahui juga sebagai  Plt Kasi Pelayanan Langganan PDAM Tirta Selagan.  Dia ditemukan sekitar setengah kilo dari karamnya kapal yang ia tumpangi, sore kemarin tepatnya menjelang Magrib. Jenazah korban dibawa ke rumah duka di Kelurahan Koto Jaya untuk disemayamkan.
Sedangkan Alek, warga Kelurahan Koto Jaya, mengalami luka berat pada bagian kaki dan muka lebam yang diduga  terkena benda keras. Korban langsung dibawa ke RSUD Mukomuk, untuk mendapatkan perawatan intensif.
Sekretaris Nelayan PIM  Kelurahan Koto Jaya, Syahrial alias Buyung menyampaikan, belasan nelayan itu menaiki kapal jongkong yang bermuatan maksimal 15 orang. Pada saat kejadian , kapal tersebut bermaksud hendak mendarat ke tepi.  Tiba – tiba mesin kapal mati dan diterjang ombak deras hingga mengakibatkan kapal tersebut karam. “ Kapal itu sekitar seratus meter lebih hendak sampai ke bibir pantai. Tiba – tiba diterjang ombak dan karam,” katanya.
Belasan nelayan yang selamat itu atas nama  Sueng, Doni, Rendi, Sakar, Dendi, Pauzan, Yopin, Janiar, Dedi dan Nopel. Belasan nelayan itu berupaya dengan cara berenang sekuat tenaga hingga sampai ke pinggir pantai.  Masyarakat bersama pihak terkait  lainnya melakukan pencarian. Dan,  dibuat tiga tim  yang disebar di sejumlah titik pencarian. “ Pencarian yang dilakukan membuahkan hasil. Hanya saja, saat ditemukan korban sudah tidak bernyawa,” bebernya.
Senada disampaikan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten, Nurngubaidi menyampaikan,  nelayan itu ditemukan sudah tak bernyawa di pinggir pantai. Nelayan yang selamat tetapi  mengalami luka yang cukup berat dan  telah dievakuasi dan dibawa ke RSUD Mukomuko, untuk mendapatkan perawatan. Dalam pencarian itu  dilibatkan puluhan nelayan bersama BPBD, TNI AL, AD, Basarnas dan Pol Air. “ Pak  Yudian rekan kerja kami di PDAM. Dia pergi melaut dikarenakan kewajiban untuk menafkahi keluarganya. Karena, sejak beberapa bulan ini di PDAM belum gajian dan yang bersangkutan tidak bisa berenang,”  tambah rekan kerja almarhum,  Suryadi. (900)

Pramuka Wadah Bentuk Karakter

DENDI - Wakil Gubernur Bengkulu Sultan B Najamuddin memberikan hadiah kepada anggota pramuka yang berulang tahun pada HUT Pramuka kemarin  (1)
BENGKULU, BE - Upacara memperingati HUT Pramuka yang ke-53 di halaman kantor Gubernur Bengkulu, kemarin, berjalan meriah.  Wakil Gubernur Sultan B Najamuddin hadir sebagai inspektur upacara yang diikuti ratusan peserta pramuka dari berbagai tingkatan pendidikan di Kota Bengkulu.
Usai upacara, wakil gubernur memberikan kejutan berupa hadiah uang tunai kepada petugas upacara, peserta pramuka yang berulang tahun, dan kepada anggota pramuka lainnya.
“Inikan memperingati HUT Pramuka, dan saya mau memberikan hadiah adik-adik sekalian semakin bersemangat mengikuti kegiatan Pramuka,” kata Sultan sambil memanggil peserta upacara yang berulang tahun.
Tidak hanya itu, dalam kesempatan itu Wagub bersama Plt Sekda Drs Sumardi MM juga ikut joget penguin yang diprakarsai anak-anak Pramuka yang mengikuti upacara tersebut.
Saat diwawancarai, Wagub mengungkapkan ia akan mendukung penuh kegiatan pramuka di Provinsi Bengkulu ini, karena menurutnya Pramuka merupakan wadah atau sebagai tempat pembentukan karakter.   “Kalau kita pahami bahwa dalam Dasa Darma Pramuka itu sudah sangat lengkap dan sempurna. Jika dijalankan dengan baik, pasti kita akan menjadi anak muda memiliki pribadi yang luar biasa, berkarakter, bermoral, berintegritas, jujur, dan berakhlak mulia,” terangnya.
Karena itu, ia pun mengimbau agar anggota Pramuka agar menjadi anggota pramuka yang berkarakter dengan memegang teguh dasar darma pramuka tersebut.  “Pesan saya, jadilah anak pramuka yang brkarakter, peganglah Dasa Darma dengan baik,” pesannya.
Di sisi lain, Wagub juga mengakui bahwa beberapa tahun belakangan ini gerakan Pramuka di Provinsi Bengkulu memang mengalami penurunan, namun saat ini sudah kembali bangkit dan ia optimis kebangkitan pramuka tersebut akan terus hingga tahun-tahun mendatang.
“Memang awalnya dulu pramuka ini eksis sekali. Kemudian fasenya naik turun juga, nah bebrapa tahun belakangan ini memang mnurun tapi sekarang sudah mulai bangkit. Bahkan pengurus kuartil nasional saat datang ke Bengkulu beberapa waktu lalu mngatakn pramuka akan di dongkrak kembali karena payung hukumnya sudah jelas, yakni Undang-undang nomor 10 tahun 2012.
“Payung hukum inilah yang akan kita jadikan agar pramuka itu semakin bangkit, dan untuk kuarda tingkat Provinsi Bengkulu akan saya galakkan lagi, meskipun tidak ada posting anggrannya,” ungkapnya.
Secara tersirat, Sultan juga menyatakan kesiapannya menjadi Ketua Kuarda Pramuka Provinsi Bengkulu, karena saat ini ketua dijabat oleh Mantan Sekda Provinsi Bengkulu Hamsir Lair yang sudah cukup berumur.
“Tadi Pak Hamsir bilang nanti ketua Kuarda ini akan diserahkan kepada saya, mungkin dalam waktu 2 bulan lagi akan Musda,” akunya. (400)

Mangkir, Pejabat Terancam Copot

BENGKULU, BE - Puluhan pejabat eselon II di lingkungan Pemerintah Provinsi Bengkulu terancam copot dari jabatannya.  Hal tersebut dikarenakan sejumlah pejabat tersebut tidak mengindahkan kegiatan-kegiatan kebangsaan yang digelar Pemprov.  Seperti pagi kemarin (14/8), apel besar HUT Pramuka yang ke-53 di kantor gubernur Bengkulu, minim pejabat eselon II atau perwakilannya.  Tidak hanya itu, acara Renungan dan Ulang Janji Pramuka yang digelar di kediaman dinas gubernur pada Rabu malam (13/8) hanya dihadiri 4 pejabat eselon II.  Keempat pejabat eselon II yang hadir kala itu yakni Kepala Biro Umum, Drs Darpinuddin, Kadispora Drs Maizuardi,  Staf Ahli Bidang Hukum dan Politik, Fahkri Bustamam dan Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan dan Anak, Hj Evarini. Sedangkan pejabat lainnya tidak diketahui keberadaannya.
Pelaksana tugas (Plt) Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu, Drs H Sumardi MM mengaku bahwa gubernur sudah mengantongi nama-nama pejabat yang tidak mengindahkan kegiatan yang berkaitan dengan kehidupan berbangsa dan bernegara tersebut.
“Pejabat yang tidak hadir itu dipertanyakan kesetiannya dalam berbangsa dan bernegara. Mengingat ini acara kebangsaan yang dilakukan satu tahun sekali, dan mereka (para pejabat eselon dua, red) juga sudah diundang,” kata Sumardi usai apel besar memperingati HUT Pramuka di halaman kantor gubernur Bengkulu, pagi kemarin.
Pejabat yang akrab disapa Kombes ini pun mengungkapkan, bahwa pejabat yang tidak menghadiri dua acara besar tersebut menandakan pejabat tersebut tidak mau mengikuti akselerasi atau percepatan pembangunan yang diinginkan oleh gubernur Bengkulu.
“Akan ada catatan-catatan tersendiri terhadap pejabat tersebut, yang jelas masih banyak orang yang mampu dan mau.  Kalau menghadiri apel HUT Pramuka saja mereka tidak mau, berarti mereka tidak mau  mengikuti percepatan,” terangnya.
Tidak hanya itu, Kombes juga geram dengan ulah para kepala dinas, badan, satuan dan biro yang tidak mau berubah tersebut. Mengingat undangan sudah disampaikan, kecuali memang tidak diundang. “Kita lihat saja nanti, yang jelas masih banyak orang yang mampu menjabat sebagai eselon II,” tukasnya.
Terpisah, Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Bengkulu, Irianto Abdullah saat bertemu di DPRD Provinsi Bengkulu, kemarin mengaku ketidakhadirannya dikarenakan tidak mendapatkan undangan.
“Bagaimana mau hadir, undangan saja saya tidak dapat. Saya sudah cek ke semua anak buah saya, dan memang undangan itu tidak ada,” akunya.
Dikonfirmasi mengenai pengakuan Irianto Abdullah tersebut, Sumardi menegaskan itu hanya alasan saja karena sudah terlanjur tidak hadir.
“Sudahlah ngeles saja itu, saya punya semua daftar pejabat yang diundang, yang datang dan yang tidak datang itu. Jadi jangan mencari-cari alasan,” pungkasnya.
Sementara itu, Wakil Gubernur Bengkulu Sultan B Najamudin mengaku ketidakhadiran para pejabat itu kemungkinan dikarenakan kesibukannya.
“Tapi sebisa mungkin harus hadir dan kita peringati HUT Pramuka ini secara bersama-sama. Itu cara yang paling gampang untuk menunjukkan kepedulian kita.  Karena anak-anak Pramuka itu tidak membutuhkan apa-apa.  Mereka hanya butuh kehadiran kita untuk dijadikan inspirasi buat mereka,” katanya.
Menurutnya, peringatan HUT Pramuka tersebut merupakan rangkaian dari HUT RI 17 Agustus besok.  “Kalau  kita sadar perjuang bangsa ini pasti kita hadir, ini kan rangkaian HUT RI 17 Agustus, pramuka ini juga memiliki peran yang sangat penting,  faktanya presdiden sendiri yang mendeklarasi Pramuka ini. Kalau  pejabat banyak yang tidak hadir dan tidak ada alasan yang jelas, ya saya prihatin juga.  Inikan anak-anak dan adik-adik kita semua,” tandasnya. (400)