Penulis Arsip: Bengkulu Ekspres

Sehari, Dua Motor Raib

BENGKULU, BE – Aksi pencurian kendaraan bermotor (Curanmor) kian marak terjadi. Bahkan, hanya dalam tempo sehari saja, sebanyak dua unit motor warga raib digasak pelaku. Kedua sepeda motor itu, adalah jenis YamahaVega R Nopol BD 1138 CK milik M Yatim (32), warga Jalan Merapi, Kelurahan Panorama, Kota Bengkulu dan sepeda Yamaha Vega Nopol BD 4885 EU milik Hendra Wita (20) warga, Jalan Manggis, Kelurahan Panorama.

Akibatnya kedua korban harus mengalami kerugian sekitar Rp 7 hingga Rp 10 juta rupiah. Kronologisnya berawal korban M Yatim yang memarkirkan sepeda motornya tersebut di depan rumah kosan temannya. Namun saat sekitar pukul 04.30 WIB ketika korban dan teman korban terlelap tidur, pelaku langsung mencuri motor korban dengan cara mengambi kunci motor korban yang berada di lantai kamar kos tersebut. Kemudian untuk korban Hendra Wita, terjadi sekitar pukul 03.00 WIB, ketika korban yang juga terlelap tidur. Tiba-tiba saja motor korban yang terparkir di teras rumahnya dibawa kabur oleh pelaku pencurian dengan cara merusak kunci setangnya. Pada hari yang sama kedua korban melaporkan hal tersebut ke Polres Bengkulu.
Kapolres Bengkulu, AKBP Ardian Indra Nurinta SIk melalui Kabag Ops, Kompol Ruri Roberto membenarkan adanya laporan kedua korban Curanmor tersebut.
“Laporannya sudah kita terima dan segera akan ditindak lanjuti,” tegas Ruri. (Cw2)

Kepengurusan KTP Gratis

e-ktpBENGKULU, BE – Pelayanan masyarakat melalui Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kota Bengkulu, baik itu pembuatan Kartu tanda Penduduk (KTP), Akte Kelahiran, Akte kematian, surat pindah dan lain-lainya, tidak akan dikenakan biaya alias gratis. Hal ini berdasarkan pencabutan Peraturan Daerah (Perda) Kota Bengkulu Nomor 04 tahun 2013 tentang Retribusi biaya cetak KTP.

Dikatakan oleh Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Bengkulu Sudarto Widyo Seputro, bahwa hal ini dilakukan berdasarkan Undang-Undang (UU) nomor 24 tahun 2013 mengenai semua kepengurusan administrasi kependudukan catatan sipil itu dibiayai Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

“Kemudian berdasarkan perda baru yang isinya mencabut perda yang lama mengenai adanya retribusi pembuatan KTP itu, jadi kita terjemahkan berarti semua pengurusan itukan gratis baik mulai dari KTP, akte Kelahiran, akte kematian, kartu keluarga dan lain-lainnya,” ungkapnya.

Dalam hal ini, Dukcapil telah memberlakukan peraturan tersebut, jika masih dikenakan biaya dalam kepengurusannya, maka hal tersebut merupakan pungutan liar/pungli.

“Yang pasti Dinas Dukcapil semua kita gratiskan dan itu semua sudah kita berlakukan, jika masih ada oknum yang melakukan pungutan dan terbukti tentunya akan berurusan dengan pihak yang berwajib, dan akan dikenai sanksi,” bebernya.

Mengenai perda baru tersebut, sebelumnya akan diparipurnakan oleh DPRD Kota Bengkulu namun hal sidang tersebut sempat ditunda untuk sementara waktu dan hingga sekarang masih belum ada kejelasan kapan akan diparipurnakan, dalam hal ini pihak Dukcapil tetap berpedoman kepada Undang -undang yang telah menyatakan peraturan tersebut.

“Walaupun perda tersebut belum dinyatakan oleh DPRD Kota Bengkulu secara sah dicabut, tapi kita berpedoman kepada Undang-undang yang baru,” tuturnya Sudarto. (Cw3)

Fatmawati Diusul Jadi Gambar Mata Uang

fatmawatiBENGKULU, BE – Kemarin (12/6) sekitar pukul 09.00 WIB, Forum Musyawarah Inisiator mengadakan musyawarah di Hotel Gading Cempaka Kota Bengkulu. Musyawarah tersebut membahas usulan tentang pahlawan nasional asal Bengkulu, Hj Fatmawati Soekarno untuk menjadi gambar di uang kertasIndonesia. Musyawarah tersebut dihadiri sekitar 15 orang berasal dari Ikatan Masyarakat Melayu Bengkulu (IMMB), Forum Komunikasi Putra Putri Purnawirawan dan Putra Putri TNI/POLRI (FKPPI), Persatuan Purnawirawan Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Pepabri), Leguin Veteran Republik Indonesia (LVRI) Provinsi Bengkulu dan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Bengkulu.

Ketua Pengurus Cabang (PC) FKPPI Kota Bengkulu, M Ichwan Anwar menjelaskan bahwa untuk mengenang jasa para pahlawan. Maka pahlawan tersebut wajib disosialisasikan, agar para pahlawan tersebut dapat dikenang oleh rakyat Indonesia hingga kapan pun. Baik melalui media massa, pembuatan patung, nama jalan, nama gedung, nama Bandara, stadion, sampai diwujudnya dalam bentuk gambar mata uang.

“Maka dari itu, sesuai dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 7 tahun 2011 tentang mata uang. Dalam pasal 7 ayat 1 menyebutkan bahwa gambar pahlawan nasional dan atau presiden dicantumkan sebagai gambar utama pada bagian depan rupiah. Dengan menganut undang-undang tersebut, kita mengusulkan bahwa gambar atau foto Hj Fatmawati Soekarno dapat dimuat dalam mata uang kertas Republik Indonesia,” jelas Ichwan saat menyampaikan musyawarah kemarin (12/6).

Lanjutnya, pertimbangan tersebut merujuk pada Surat Keputusan (SK) Presiden Indonesia nomor 118/TK/2000 tanggal 4 November 2000, tentang penganugrahan gelar Pahlawan Nasional Republik Indonesia untuk Ibu Hj Fatmawati Soekarno. Maka tujuan untuk mencantumkan gambar Hj Fatmawati Soekarno di mata uang rupiah, agar dapat menjadi inspiratif dan motivasi kaum wanita. Karena Ibu Hj Fatmawati Soekarno memilki sikap yang peduli, tegas dan mandiri.

“Bagi Provinsi Bengkulu menjadi media pengenalan di Nasional dan Internasional karena Ibu Hj Fatmawati Soekarno adalah pahlawan yang berasal dari Provinsi Bengkulu. Selain itu, nantinya kita juga akan mengusulkan, di lembar uang bagian belakang, tentang gambar potensi wisata yang ada di Provinsi Bengkulu,” tambahnya.

Dari hasil musayawarah tersebut, bahwa apa yang menjadi landasan untuk menjadikan Ibu Hj Fatmawati Soekarno menjadi gambar di mata uang rupiah sangat efektif sekali. Apalagi nantinya akan disosialisasikan potensi wisata yang ada di Provinsi Bengkulu. Potensi wisata tersebut seperti, Bunga Faflesia, Tabot, Benteng Marlborough Bengkulu, rumah pengasingan Soekarno ketika di Bengkulu, dan masih banyak lagi potensi wisata yang dapat ditonjolkan.

“Saya sangat mendukung apabila Ibu Hj Fatmawati Soekarno dapat menjadi gambar di salah satu mata uang rupiah kita. Apalagi saat ini, belum ada sama sekali gambar mata uang asal pahlawan Bengkulu,” ujur salah satu anggota DPRD Provinsi Bengkulu, asal frasksi PDI Perjuangan, Agung Gatam SE. (cw2)

Benteng Miliki 47 Pusdes

BENTENG, BE – Kabupaten Bengkulu Tengah sejauh ini telah memiliki sebanyak 47 Perpustakaan desa (Pusdes) tersebar di seluruh wilayah Bengkulu Tengah. Pusdes digunakan bagi pelajar dan masyarakat dipedesaan untuk mendapatkan buku-buku bacaan dalam menunjung program belajar disekolah masing-masing, sehingga memudahkan masyarakat sekitar mendapatkan bahan pelajaran.

Dijelaskan Kepala Kantor Perpustakaan dan Arsip Daerah Dra Yuhana, dengan kondisi anggaran rutin yang pas-pasan Kantor Perpustakaan tetap menjalankan program perpustakaan desa secara baik, sehingga, program gemar membaca hingga ke pelosok desa dapat terlaksana di Bengkulu Tengah.

“Tahun ini kita rancang akan dibangun 20 pusdes lagi. Karena target kita Pusdes ada diseluruh desa,” ungkap Yuhana.

Lebih jauh Yuhana menjelaskan, ia akan terus meningkatkan kinerja jajaran termasuk untuk petugas Perpustakaan dimasing-masing desa.

“Untuk desa kita memilik karyawan tiga orang, mereka kita gaji perbulan untuk mengelola rumah bacaan untuk masyarakat dipedesaan itu,” ungkapnya.

Yuhana mengakui di Benteng sendiri saat ini minat membaca masyarakat masih sangat rendah. Untuk itu diperlukan kegiatan rutin melibatkan masyarakat agar membaca setiap harinya, karena dari membaca.

“Kita terus bersosialisasi kepada masyarakat untuk gemar membaca. Agar setiap harinya ada bahan bacaan untuk masyarakat, setidak membaca koran,” ujarnya.

Mengenai keterbatasan dana Perpustakaan daerah akan berupaya maksmal untuk menjalankan program yang sudah disusun, meskipun tidak menutup kemungkinan akan ada program-program yang terancam tidak dijalankan. (320)

Anggarkan Nikah Massal

BENTENG, BE-Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Bengkulu Tengah mengharapkan pada penyusunan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Perubahan nantinya ada alokasi anggaran untuk penyelenggaran pernikahan massal. Sehingga, seluruh masyarakat Bengkulu Tengah terbebas dari persoalan tidak memiliki buku nikah karena melaksanakan pernikahan sirih.
Diungkapkan Kasi Bimas Islam Kementerian Agama (Kemenag) Bengkulu Tengah Rully Gunawan, S. Sos. jika diakomodir didalam APBD, maka permasalahan 826 pasangan suami istri yang tersebar di seluruh kecamatan di Bengkulu Tengah belum memiliki buku nikah dapat diatasi.

“Sejauh ini baru 52 pasangan yang dapat diselenggarakan setelah adanya program dari GOW, karena anggarannya terbatas jadi tidak dapat mengakomodir semuanya,” tegas Rully.

Rully menyebutkan pemberantasan pasangan tanpa buku nikah mesti dilaksanakan, karena diluar sana diyakini masih banyak masyarakat yang belum terdata melaksanakan pernikahan tetapi sama sekali belum memiliki buku nikah. Warga tersebut mengalami kendala dalam pengurusan administrasi pemerintah seperti pembuatan keterangan lahir, ataupun untuk mengurus keperluan administrasi lainya.

“Kita harapkan nantinya ada anggaran yang disediakan untuk pelaksanaan nikah isbat (massal). Ini juga program kerjanya dari pemerintah daerah melalui Gabungan Organisasi Wanita (GOW),” ungkapnya.

Kamis (11/6) diselenggarakan nikah isbat dikantor Bupati Benteng. Sebanyak 52 pasangan warga yang sebelum nikah sirih dilaksanakan nikah isbat untuk mendapatkan buku nikah dari pengadilan agama Bengkulu Utara. Program nikah isbat terlaksana berkat kerjasama antara Kemenag dan Gabungan Organisiasi Wanita (GOW) Bengkulu Tengah. Meskipun jumlah belum signifikat tetapi upaya tersebut dapat mengurangi angkah pernikahan sirih diwilayah Benteng. (320)

Menggiurkan Juga Bisnis Ini… Beberapa Menit Saja Omzet Penjualan Rp 20 Juta

BEIJING – Jadi pengusaha itu memang harus pintar melihat peluang. Dan selalu berpikir tidak seperti biasanya, atau biasa disebut out of the box serta menekuninya. Seperti yang dilakukan seorang mahasiswa bernama Long Yi ini.

Long Yi, mahasiswa semester VI Tsinghua University Beijing, Tiongkok, membeli puluhan selimut dari para mahasiswi yang sudah lulus. Dilansir dari shanghaiist.com, setiap selimut ia beli seharga 800 yuan (sekitar Rp 1,7 juta).

Long mendapat ide berbisnis selimut bekas pakai mahasiswi ini, berawal dari rasa penasarannya ketika mengetahui ada seorang gadis yang laris-manis menjajakan selimut “khas” itu via online dan begitu cepat terjual hanya dalam beberapa menit!

Dia pun, tanpa banyak pertimbangan akhirnya mengumpulkan selimut-selimut bekas para mahasiswi dan menjualnya juga, secara online. Dan benar, hanya dalam beberapa menit, dagangan Long mampu terjual 10.000 yuan atau lebih dari sekitar Rp 21,2 juta.

“Ini menguntungkan, karena selimut ini pernah dipakai gadis yang aku taksir selama tiga tahun. Sekarang dia sudah lulus dan selimutnya aku bisa miliki untuk kenang-kenangan,” kata Xiao Lei, seorang mahasiswa yang membeli selimut dengan harga sekitar Rp 1 juta.

Beberapa pengguna internet berkomentar bahwa sesungguhnya Long tidak menjual selimut. “Dia menjual bau dari gadis-gadis yang baru saja lulus kuliah.”

Seorang mahasiswi pertukaran pelajar asal Korea bernama Li mengatakan kalau ia memang menjual sebagian besar isi kamarnya kepada Long. Ia tak mungkin bisa membawa semua barang-barangnya kembali ke kampung halamannya di Korea sana. (ray/jpnn)

Siapa Berminat? Aktor Ganteng Ini lagi Keliling Kampus Cari Pemain Film

JAKARTA – Darius Sinathrya, 30, segera menjadi produser untuk film drama menegangkan berjudul Night Bus. Ditemui di sebuah acara donor darah di Mall Kota Kasablanka, Setiabudi, Jakarta Selatan, kemarin (12/6), dia menyatakan bahwa film itu menjadi proyek perdananya.

’’Ini merupakan kesempatan yang langka banget. Rasanya bangga juga,’’ kata suami Donna Agnesia itu dengan ekspresi senang.

Pria yang dikenal sebagai presenter olahraga tersebut menceritakan awal mulanya terlibat sebagai produser. Dengan modal pengetahuan tentang film yang diperoleh selama berkarir, dia mulai membantu temannya dalam pembuatan filmNight Bus itu. ’’Masih ngobrol-ngobrol santai soal filmnya kira-kira pada 2010 lalu,’’ ujarnya mencoba mengingat-ingat.

Ketika obrolan santai tersebut mengarah ke proses yang lebih serius, yakni casting hingga syuting, dia mengajukan diri sebagai produser. Ada dua orang yang mengajukan diri sebagai produser. Yakni, Darius dan aktor Teuku Rifnu Wikana, rekan mainnya dalam film Merah Putih dan Hati Merdeka. ’’Setelahproject development, kami yakin film ini bisa berjalan dengan skenario yang kuat,’’ tuturnya.

Dia menjelaskan, sekarang film itu telah memasuki proses casting. Para pemain inti masih dirahasiakan, tetapi yang jelas dia tidak ikut bermain. Bapak tiga anak tersebut juga mengungkapkan, dalam proses penggarapan film itu, terbuka kesempatan bagi mahasiswa untuk terlibat langsung. Yakni, tidak hanya sebagai para kru, tetapi juga pemain.

Film Night Bus rencananya syuting pada Agustus dan dirilis tahun depan. ’’Kami membuka casting campus to campus yang diberi nama Mencari Penumpang Terakhir. Rencananya, di 20 kota, sekarang baru lima kota,’’ ungkapnya.

Film Night Bus diangkat dari pengalaman nyata aktor Teuku Rifnu Wikana yang terjebak di dalam bus dari Jakarta ke kampung halamannya di Sumatera saat dicegat sekelompok orang bersenjata. Di dalam film tersebut, Darius menggandeng Emil Heradi sebagai sutradara. Skenario digarap langsung oleh Teuku dengan dibantu Rahabi Mandra.

’’Pesan di dalam film ini adalah harapan, harapan untuk bertahan hidup. Masyarakat sekarang butuh film tentang harapan, nggak terus cinta-cintaan yang bikin galau,’’ ucapnya.(dod/c20/jan)

Dua Titik Pasar Murah

ARGAMAKMUR,BE-Untuk meringankan ekonomi masyarakat menengah kebawah menjelang sepekan bulan Ramadan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Bengkulu Utara (BU) membuka dua titik pasar murah.

“Kita akan mengadakan pasar murah membantu masyarakat menengah kebawah menjelang bulan Ramadan. Pasar murah akan digelar di dua titik, yakni Kecamatan Air Besi dan Kecamatan Lais,” kata Kepala Disperindag Kabupaten BU, Ir Siti Qoriah Rosydiana kepada BE kemarin.

Ditambahkannya, Disperindag akan melakukan rapat terlebih dahulu membahas waktu yang tepat untuk menggelar pasar kaget tersebut. Pasar kaget akan difokuskan pada awal puasa, saat harga sembako mulai beranjak naik. Rencananya paket sembako yang dijual terdiri dari minyak goreng, telur, beras, gula dan susu akan dijual Rp 55 ribu per paketnya. Pada satu titik pasar murah akan disediakan 1.000 paket sembako.

“Pasar kaget akan kami fokuskan diawal bulan puasa, digelar selama 1 hari penuh. Ada 5 jenis sembako dalam satu paket,” imbuh Siti.

Untuk meminimalisir adanya oknum masyarakat atau PNS tidak bertanggung jawab memanfaatkan moment pasar murah ini, Disperindag akan menggunakan kupon. Kemudian kupon akan diserahkan ke Kecamatan kemudian Disperindag akan berkoordinasi untuk pembagian kupon itu. Selain meminimaliair adanya kecurangan saat pasar murah nanti, Disperindag akan bekerjasama dengan Badan POM meminimaliair adanya sembako yang kadaluarsa.

“Kami akan berkoordinasi dengan badan POM mencegah adanya sembako yang kadaluwarsa, selain itu agar tidak terjadi kecurangan akan bekerja sama dengan kecamatan membagikan kupon pasar murah,” demikian Siti.(167)

Mahasiswa Resah Skripsi Plagiat

ARGAMAKMUR, BE-Setelah heboh dugaan beredarnya ijzazah palsu kalangan PNS, kali ini Mahasiswa dipusingkan dengan dugaan plagiat (mencontek) skripsii hingga ada ijazah palsu. Plagiat sripsi termasuk perbuatan curang, lantaran jika tidak diketahui dosen pembimbing, maka skripsi plagiat yang diambil dari universitas lain bisa mulus digunakan di Universitas terkait. Skripsi itu hanya tinggal merubah lokasi penelitian sementara data dan hasil penelitiannya sama. Mahasiswa Univesitas terbesar di Kota Argamakmur, Universitas Ratu Samban (Unras) dibuat was-was dengan beredarnya plagiat skripsi. Dikatakan Mahasiswa Unras tingkat akhir yang enggan disebutkan namanya mengatakan,”Isu mengenai plagiat skripsi memang sudah berlangsung sejak lama. Namun, sampai saat ini belum ada yang memberikan sosialisasi konkrit, agar mahasiswa tidak lagi memikirkan plagiat skripsi yang mengancam karya ilmiah mereka,” katanya.

Selama ini belum ada yang memberikan sosialisasi bagaimana caranya karya ilmiah tidak bisa ditiru orang lain. Sejauh ini konsep skripsi mahasiswa Unras umumnya masih meniru konsep skripsi alumni universitas lain. Hanya lokasi, tempat penelitiannya saja yang diubah, data skripsi pun sama, kadang dosen pembimbing kurang teliti memeriksa skripsi,” kata pria yang pernah menjadi salah satu alumni perguruan tinngi swasta di Kabupaten BU ini.

Saat dikonfirmasi terkait dugaan plagiat skripsi ini, pihak Unras belum mau berkomentar banyak.

Dikatakan Wakil Rektor II Unras, Waisar Robinson, sejauh ini tidak ditemukan adanya plagiat skripsi masih aman terkendali.

“Saat ini plagiat skripsi belum ditemukan di Kampus kami, kebetulan wakil rektor 1 Pak Priono dan Rektor, Pak Sugeng sedang tidak berada ditempat. Silahkan lain kali jika ingin meminta konfirmasi lengkap mengenai skripsi,” kata Waisar.(167)

Supir Truk Maut DPO

KETAHUN, BE-Kecelakaan yang menyebabkan Jona Siagian (8) bocah yang tinggal di Komplek Perumahan PT Pamor Ganda, Kecamatan Ketahun, Kabupaten Bengkulu Utara (BU) tewas mengenaskan dengan kepala terlepas dari badannya pada Rabu (10/6) lalu, kasusnya masih belum selesai. Hal ini lantaran supir mobil truk Colt Diesel BD 9809 N, Kasiran Sarasi (40), yang juga salah satu warga komplek PT Pamor Ganda melarikan diri setelah mobil yang dikemudikannya merenggut nyawa Joni. Polisi pun menetapkan Kasiran sebagai Daftar Pencarian Orang (DPO), lantaran polisi tidak bisa memintai keterangan supir truk tersebut. Ditetapkannya supir truk dibenarkan Kapolres Bengkulu Utara (BU), AKBP Hendri H SIregar SIK melalui Kabag Ops, Kompol Bayu Catur Prabowo SIK. Dikatakan Kabag OPs, saat ini baik supir truk atau kernet truk yang mengantarkan korban pulang sekolah menggunakan mobil PT Pamor Ganda itu melarikan diri. Polisi juga belum bisa menetapkan kasus kecelakaan ini, apakah masuk lalu lintas atau pidana atas kelalaian bekerja menyebabkan hilangnya nyawa orang.

“Kami menetapkan DPO supir dan kernet truk, mereka menghilang saat kami akan meminta keterangan,” kata Kabag Ops, Kamis (11/6).

Ditambahkan Kabag Ops, ia menyesalkan sikap supir dan kernet truk itu. Mereka langsung menghilang sesaat setelah kejadian. Diduga kendaraan yang dikemudikan Kasiran, tidak layak sebagai kendaraan yang mengangkut penumpang. Ini dibuktikan, sampai saat ini polisi belum memegang dokumen uji kelayakan terhadap kendaraan itu. Selain itu, pihak PT Pamor Ganda terkesan seadanya dalam memfasilitasi kendaraan untuk karyawannya.

“Sebenarnya sudah ada niat baik dari perusahaan menyediakan fasilitas kendaraan untuk karyawannya. Namun jika fasilitas itu seadanya menyebabkan timbulnya korban meninggal, anak salah satu karyawan perusahaan itu,” imbuh Kabag Ops.

Sekedar mengingatkan, Jona tewas mengenaskan setelah kepalanya terpisah dari tubuh, lantaran lehernya terkena tali kabel seling penyangga portal milik PT Pamorganda, sekitar pukul 10.00 WIB, Rabu (10/6). Korban sempat terseret sejauh 50 meter sebelum kepalanya terputus. Diduga supir tidak melihat kepala korban yang keluar dari jendela mobil saat melintas di bawah portal.(167)