Motor Buatan Pulo Gadung Siap Diekspor ke Jepang dan Eropa

Motor ini punya fitur ABS (Anti-lock Braking System).

KLASEMEN LIGA INGGRIS: Chelsea Juara, Siapa Takut?

KLASEMEN LIGA INGGRIS: Chelsea Juara, Siapa Takut?

INFO BELANJA : Inilah Mal Paud Pertama di Indonesia, Seperti Apa?

Owner Margaria Group Herry Zudianto saat meresmikan Dunia Kecilku, Minggu (1/4/2015). (JIBI/Harian Jogja/Abdul Hamied Razak)Info belanja kali ini dari Margaria Group dengan diresmikannya Mal Paud Pertama di Indonesia. Harianjogja.com, JOGJA- Margaria Group meresmikan Mall…

NARKOBA SUKOHARJO : Polresta Sukoharjo Laporkan Kasus ke Kepolisian Klaten

Narkoba Sukoharjo masih meresahkan masyarakat. Pengedar narkoba di Kompleks RSUD Sukoharjo telah ditangkap yang ternyata diperintahkan oleh seorang narapidana di LP Klaten berinisial EB.

Solopos.com, SUKOHARJO – Polresta Sukoharjo telah melakukan koordinasi dengan Kepolisian Klaten terkait dengan penangkapan pengedar narkoba di Kompleks RSUD Sukoharjo.

Kasus peredaran narkoba di Kompleks RSUD Sukoharjo oleh tersangka MM atau Rosyid, 30, warga Jayengan Kidul RT 003/RW 008, Kelurahan Jayengan, Serengan, Solo dan WSN atau Wijaya, 36, warga Notosuman RT 004/RW009, Jayengan, Serengan masih dalam tahap penyidikan. Kapolres Sukoharjo, AKBP Andy Rifai, mengatakan ia telah menginformasikan kasus ini ke pihak Kepolisian Klaten, Minggu (1/3/2015).

“Kami belum mendapatkan informasi terkait tindakan lanjutan dari pihak Kepolisian Klaten,” ungkap Andy saat ditemui Solopos.com, Senin (2/3/2015).

Seperti yang diberitakan sebelumnya, tersangka MM dan WSN mengaku menjalankan perintah mengedarkan barang haram tersebut dari seorang narapidana di Lembaga Pemasyarakatan (LP) Klaten berinisial EB.

Narapidana EB diduga mengendalikan peredaran sabu-sabu (SS) di Soloraya, termasuk Sukoharjo. Saat gelar tersangka pada Selasa (24/2/2015), kepada Solopos.com tersangka Rosyid mengaku diperintahkan EB mengambil 1 ons SS di Kompleks RSUD Sukoharjo yang biasa dikenal masyarakat dengan Dinas Kesehatan Rakyat (DKR).

Menurut Kasatnarkoba Polres Sukoharjo, AKP Sentot Ambar Wibowo, saat ditemui Solopos.com di kantornya, Rabu (25/2/2015), ketika ditangkap tersangka hanya membawa SS seberat 5 gram. Tersangka telah memecah 1 ons SS itu menjadi beberapa bagian dan langsung mengirimnya ke beberapa kurir. Sentot menuturkan baru kali ini Sukoharjo Kota dijadikan lokasi transaksi. Ia menilai para pelaku kejahatan narkoba selalu memilih lokasi baru yang belum banyak disisir polisi.

Hal ini berarti modus transaksi narkoba di Sukoharjo  selalu berkembang. Mereka selalu berinoasi karena lokasi-lokasi lama kerap dioperasi polisi, dan kondisi tersebut memaksa pelaku mencari lokasi lain.

 

Jabar Diprediksi Masuk 2 Besar Penjualan Sukuk Negara Ritel Tahun Ini

BANDUNG, (PRLM).-Tren investasi warga Jawa Barat dalam Sukuk Negara Ritel terus menanjak. Setelah menempati urutan ketiga dalam beberapa tahun terakhir, Jawa Barat diprediksi naik ke posisi kedua dalam penjualan Sukuk Negara Ritel seri SR-007 2015.

Kepala Seksi Pelaksanaan Transaksi Direktorat pembiayaan Syariah pada Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang (DJPU) Kementrian Keuangan, Agus Prasetyo Laksono mengakui, saat ini pihaknya memang belum mengantongi data jumlah pesanan SR-007 di setiap wilayah.

read more

Bedah Plastik Ekstrem: Sedot Lemak Bagian Intim

Bedah plastik saat ini semakin berkembang.

FOTO HARGA KEBUTUHAN POKOK : Operasi Pasar Tekan Harga Beras Kediri

Operasi Pasar Cadangan Beras Pemerintah di Kediri, Jumat (27/2/2015). (JIBI/Solopos/Antara/Rudi Mulya)

Harga kebutuhan pokok ditekan OP-CBP.

Sejumlah warga antre membeli beras murah seharga Rp7.300/kg saat digelar Operasi Pasar Cadangan Beras Pemerintah (OP-CBP) yang diselenggarakan oleh Perum Bulog Sub Drive Kediri di Pasar Setono Betek, Kota Kediri, Jawa Timur, Jumat (27/2/2015). Kegiataan Operasi Pasar Beras dengan harga murah tersebut untuk menstabilkan harga kebutuhan pokok itu yang dirasa terus melambung tinggi di pasaran. Saat ini, harga beras di pasar tradisional maupun modern Kota Kediri mencapai Rp11.000/kg sampai Rp12.000/kg.

BUS TRANS SEMARANG : Jumlah Penumpang Meningkat, Pengelola Klaim Masyarakat Kian Menyukai

ILUSTRASI (JIBI/SOLOPOS/Agoes Rudianto)

Bus Trans Semarang diklaim semakin disukai masyarakat. Badan Layanan Umum (BLU) Trans Semarang menyatakan jumlah penumpang Trans Semarang meningkat dari tahun ke tahun 

 

Kanalsemarang.com, SEMARANG- Tngkat keterisian penumpang BRT (bus rapid transit) Trans Semarang sebagai moda transportasi massal semakin menunjukkan peningkatan dari tahun ke tahun.

“Tahun lalu, rata-rata ada 22.000 penumpang/hari, tahun ini per Februari 2015 rata-rata 22.300/hari,” kata Kepala Badan Layanan Umum (BLU) Trans Semarang Joko Umboro Jati seperti dikutip Antara, Senin (2/3/2015).

Menurut dia, tingkat keterisian penumpang Trans Semarang yang meningkat dibandingkan tahun lalu merupakan bukti semakin meningkatnya minat masyarakat menggunakan transportasi umum yang nyaman.

Makanya, kata dia, pihaknya akan semakin memaksimalkan potensi Trans Semarang agar menjadi moda transportasi massal pilihan masyarakat, salah satunya dengan pembenahan armada operasional.

“Grafik penumpang [Trans Semarang] trennya memang semakin naik dibanding tahun lalu. Kami akan mengoptimalkan layanan dengan peremajaan armada dan pembukaan empat koridor tambahan,” katanya.

Saat ini, ada empat koridor yang dioperasikan, yakni Koridor I melayani Mangkang-Penggaron, Koridor II (Terboyo-Sisemut, Ungaran), Koridor III (Pelabuhan-Sisingamaraja), dan Koridor IV (Cangkiran-Bandara).

Empat koridor tambahan yang direncanakan, yakni Koridor V (Meteseh-Pemuda), Koridor VI (Terboyo-Pemuda), Koridor VII (Gunungpati-Pemuda, relasi Goa Kreo), dan Koridor VII melayani rute Sekaran-Pemuda.

Selain itu, Joko menambahkan ada tambahan satu “feeder” atau koridor jarak pendek Trans Semarang yang melayani rute kampus Universitas Diponegoro (Undip), Tembalang-Taman Diponegoro pulang-pergi (PP).

PLTU Sumuradem Bawa Manfaat Untuk Rakyat

BANDUNG, (PRLM).- Keberadaan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) di wilayah Sumuradem, Kabupaten Indramayu mendapatkan pujian dari Ketua Komisi VII DPR RI Kardaya Warnika.

Dia menilai pembangkit listrik yang dibangun pada periode bupati Irianto MS Syafiuddin itu sangat mempermudah masyarakat mendapatkan pelayanan listrik.

“Keberadaan PLTU di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. Tepatnya di wilayah Sumuradem itu sangat dibutuhkan. Listrik itu kebutuhan yang sangat vital bagi masyarakat saat ini,” tutur Kardaya saat dihubungi wartawan Senin kemarin (2/3/2015).

read more

Karya Mahasiswa ITS Dapat Penghargaan di Harvard

Proyek kompos mahasiswa ITS ini dipuji.