Opini WTP di Akhir Jabatan Makmur-Rifai

TANJUNG REDEB. Setelah tiga tahun berturut turut bertahan pada opini Wajar Dengan Pengecualian (WDP), Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau kali ini menerima opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari laporan hasil pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Provinsi Kaltim terhadap laporan keuangan pemerintah daerah (LKPD) Berau Tahun 2014. Opini WTP ini…

Rentetan operasi AQAP menghadang pemberontak Houtsi di berbagai wilayah Yaman

AQAP News merilis operasi Mujahidinnya di tiga wilayah Yaman

SANA’A (Arrahmah.com) – Mujahidin Al Qaeda Semenanjung Arab (AQAP) merilis daftar resmi pelaksanakan operasi berturut-turutnya di Yaman dalam minggu ini. Demikian dilaporkan AQAP News, Sabtu (30/5/2015).Pada Rabu (27/5), AQAP berhasil merusak mobil pemimpin pemberontak syiah Houtsi di Al Quraishi. Operasi itu dilakukan pada pukul 9 malam di Rada’a dengan menggunakan bom IED.Esoknya, Kamis (28/5), AQAP […]

Jadwal Siaran Langsung Sepak Bola Akhir Pekan Ini

Piala FA (final); Arsenal vs Aston Villa, SCTV pukul 23.30 WIB

Kepercayaan Dewata Sewwae Bugis-Makassar (1)

KEPERCAYAAN Bugis (baca: etnik Bugis, Makassar, dan Mandar) pra Islam adalah kepercayaan monoteisme, sebuah faham keagamaan yang percaya kepada hanya satu Tuhan, yang dikenal dengan istilah Dewata Sewwae.

Prof. Mattulada, seorang ahli sejarah dan antropologi Bugis-Makassar-Mandar, memperkuat asumsi ini dengan merujuk sejumlah bukti dan sumber yang dapat dipertanggung jawabkan. Termasuk bukti tersebut ialah Sure' (manuskrip) Lagaligo, yang berkali-kali menyatakan sistem religi masyarakat Bugis menyembah Dewata Sewwae (Tuhan YME). Dewata Sewwae dilukiskan sebagai To Palanroe (Sang Maha Pencipta), dan Patotoe (Yang Maha Menentukan Nasib).

Meskipun disebut Dewata Sewwa, anggota masyarakat tidak bisa memujanya secara langsung tetapi harus melalui dewa-dewa pembantunya melalui tradisi adat leluhur (Attoriolong). Dalam pelaksanaan adat Attoriolong ini juga dilibatkan perangkat adat yang juga berfungsi sebagai tokoh spiritual di bawah Raja.

Posisi Raja atau pemerintah dalam adat Attoriolong sangat penting karena ia diklaim atau mengklaim dirinya mempunyai garis keturunan Dewa melalui Tomanurung (orang yang turun dari langit/kayangan), yang menjadi pemimpin manusia.

Dalam bahasa Bugis, kata Dewata bisa mempunyai beberapa arti. Jika dibawa "De'watngna" berasal dari kata de (tidak) dan watang (batang, wujud)berarti "tanpa wujud", De'watangna (tak berwujud). Sering dikatakan: “Naiyya Dewata Seuwae Tekkeinnang” (Adapun Tuhan YME tidak beribu dan tidak berayaalam Lontara Sangkuru’ Patau’ Mulajaji sering juga digunakan istilah “Puang SeuwaE To PalanroE”, yaitu Tuhan Yang Maha Pencipta). Dengan demikian konsep “Dewata Seuwae” adalah Tuhan YME dan tidak mempunyai wujud biasa seperti makhluknya.

Kepercayaan Attoriolong menganggap Matahari dan Bulan itu sebagai Dewa. Karena itu, sejarah tradisi Bugis juga pernah melakukan pemujaan terhadap Arajang (Bugis) atau Kalompoang (Makassar) yang berarti kebesaran, yaitu melakukan upacara pemujaan terhadap benda-benda yang dianggap sakti, keramat dan memiliki nilai magis. Benda-benda tersebut adalah milik raja seperti tombak, keris, badik, perisai, payung, patung dari emas dan perak, kalung, piring, jala ikan, gulungan rambut, dll.

Sejumlah peneliti dari Barat seperti Christian Pelras mengungkapkan bahwa kepercayaan orang-orang Bugis-Makassar zaman dahulu pernah menyembah Dewa Matahari dan Dewa Bulan yang pemujaannya dilakukan pada waktu terbit dan terbenamnya Matahari atau pada saat Bulan tampak pada malam hari. Tempat pemujaannya berbeda dengan kebanyakan aliran kepercayaan di Jawa yang memiliki tempat khusus seperti kuil.

Orang-orang Bugis-Makassar memuja di alam terbuka, misalnya melakukan persembahan (sakrifasi) terhadap Dewa Matahari dengan istilah Esso akkarobang (hari persembahan) atau Uleng akkarobang (bulan persembahan). Kebesaran matahari dan bulan biasa disombolkan dalam miniatur matahari dan bulan dalam bentuk perabotan, pajangan, atau alat-alat tertentu yang terbuat dari tembikar, tembaga, bahkan juga dari emas atau perak. Benda-benda seperti ini masih bisa dijumpai di sejumlah pusat-pusat kerajaan Bugis, Makassar, dan Mandar. [bersambung]

 

Pemenang Gugatan Ajukan Permohonan Eksekusi Lagi

TANJUNG REDEB. Setelah gagal melakukan eksekusi lahan pada 7 Mei 2014 lalu, pemohon Kumala Jaya atas lahan kurang lebih 1 hektare di Jalan Pulau Panjang, Tanjung Redeb, kembali memasukkan permohonan eksekusi ulang. Hal itu, dibenarkan oleh Humas Pengadilan Negeri (PN) Tanjung Redeb, Sularko.
Dikonfirmasi, Jumat (29/5) kemarin, Sularko…

“Jangan Buruk Rupa Cermin Dibelah”

“Partai tidak siap Undang-undang diubah,” kata Adian

Si Gadis Hidung Meler Kini Incar Emas SEA Games

Maria Londa ingin lapangkan jalannya menuju Olimpiade tahun depan.

Pemkot Bogor Tularkan Pelajar untuk Mencintai Budaya Sunda

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR — Pemerintah Kota Bogor menggelar lomba kesenian yang diikuti sejumlah guru dan pelajar tingkat SMP dan SMA di Kota Hujan. Lomba itu sebagai bagian dari peringatan Hari…

SENSASI ARTIS : Bella Shofie Akhirnya Beberkan Alasan Nikah dengan Suryono

Bella Shofie dan suaminya, Suryono (Instagram)

Sensasi artis Bella Shofie yang rela dipoligami Suryono akhirnya dijawab sang artis.

Solopos.com, JAKARTA – Artis sensasional Bella Shofie akhirnya buka suara soal pernikahannya dengan pria bernama Suryono. Ini kali pertama Bella tampil menanggapi polemik soal pernikahannya, setelah sebelumnya selalu diwakilkan oleh sang manager, Tata Liem.

“Kalau kemarin kan statusnya belum jadi istri, kalau sekarang sudah jadi istri ya bahagia sekali,” kata Bella saat ditanya soal perasaannya, seperti dikutip Solopos.com dari Detik, Sabtu (30/5/2015).

“Kita nggak akan tahu jodoh, ajal, rezeki di tangah Tuhan semuanya ini kan rahasia Tuhan. Jalani saja dengan sebaik-baiknya dengan ikhlas dan benar,” urainya di kawasan Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Sabtu (30/5/2015).

Bella menceritakan sang suami tengah berada di rumah istri pertamanya, Ridawati. Hal itu dikarenakan istri pertama Suryono sedang berulang tahun. ”Kak Ridawati kan istri pertama, harus adil membagi waktu. Hari ini suami aku ke tempat kak Rida karena lagi ultah, tapi besok ketemu,” urainya lagi.

Pelantun hits Rezeki Anak Soleh itu mengatakan, hingga saat ini hubungannya dengan istri pertama Suryono berjalan dengan baik. Tak ada yang saling iri satu sama lain.

“Kenapa mau dimadu? Sebenarnya semua orang enggak mau seperti itu. Tapi yang namanya cinta, cinta itu membutakannya, segalanya demi cinta,” tandas Bella seraya tersenyum.

Diakui Bella, rasa cintanya kepada Suryono lah yang menjadi alasan dirinya mau dimadu oleh pengusaha Papua tersebut. Cewek 23 tahun itu pun menganggap pernikahannya dengan Suryono sebagai takdir Tuhan yang tidak bisa dihindarinya.

“Semuanya karena cinta. Aku cinta suamiku, suamiku cinta sama aku, suamiku cinta sama istri pertamanya. Semua itu takdir Tuhan, jadi kita enggak bisa mengelak. Semua sudah digariskan,” ungkapnya seperti dilansir Liputan6.

Mengenai status pernikahan sang suami, Bella mengaku tak ada yang ditutup-tutupi sejauh ini. “Aku enggak langsung pacaran dan aku enggak banyak bertanya-tanya. Tapi setelah kita menjalani hubungan, dia jujur ke aku [soal status]. Enggak ada yang ditutupi juga,” pungkas Bella Shofie.

BREAKING NEWS FOTO: Aktivis Greenpeace dan Warga Gelar Aksi

Kegiatan ini bertujuan menyoroti masalah perubahan iklim akibat penggunaan bahan bakar fosil berlebih serta pengrusakan hutan (deforestasi).